2/13/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 Part 2
Oh Gong datang ke kantor Seon Mi, dia harus menunggunya bersama Han Joo karena Seon Mi sedang pergi ke bank. Lalu Han Joo bertanya apakah itu gelang pemberian Seon Mi (Geumganggo) dan berapa harganya. Oh Gong mengatakan tidak tahu sambil lalu dia hanya ingin tahu kapan Seon Mi pulang.

“Dia akan segera kembali. Aku sungguh tidak ingin mengatakan ini...”
“Kalau begitu jangan katakan.”
“Tidak. Sebagai orang yang lebih tua darimu, aku perlu mengatakan ini. Sekretaris Son, setelah mendapatkan gelang emas darinya... Apa kau ada membeli satu cincin untuk CEO? Lihat? Lihat? Aku tahu akan seperti ini. Meskipun aku tidak terlalu menyukaimu... CEO-ku sangat menyukaimu, jadi itu sebabnya aku memberitahu ini. Dengar baik-baik. Karena kau telah mendapat gelang besar seperti itu... Paling tidak, kau harus membelikannya cincin kecil seperti ini. Bukankah kalian akan menikah? Lalu kau harus memberinya cincin kan?” ucap Han Joo sambil menunjukkan cincin di jarinya.


Han Joo menyarankan agar segera membelinya di internet dan akan segera dikirim. Tapi Oh Gong mengatakan dia tidak punya uang, dan segera mengambil ponselnya untuk menelepon Sa Oh Jeong untu meminta uang. Padahal Han Joo mengatakan dia akan meminjamkan uang untuk membeli cincin. Setelah itu Oh Gong mengucapkan terima kasih atas saran yang diberikan Han Joo lalu pergi.


Setelah Oh Gong pergi, Han Joo jadi berpikir.
“Dia bahkan tidak punya uang untuk membeli cincin dan harus memeras adiknya. Apa yang harus aku lakukan pada CEO-ku? Astaga.”


Seon Keluar dari bank dan berpapasan dengan seorang wanita yang mendorong bayinya dengan kereta bayi.


Seon Mi mendapat pengelihatan kalau bayi itu akan tertabrak motor.


Seon Mi tidak mempedulikan apa yang dilihatnya dia lalu kembali ke kantor. Di kantor Seon Mi melihat tangan Han Joo terluka. Han Joo mengatakan tangannya terkilir karena terjatuh.
“Aku tersandung dan jatuh. Oh, benar. Seperti yang Anda katakan, aku jatuh di jalan depan kantor. Seketika itu tubuhku merinding! Bagaimana Anda bisa tahu?”


Seon Mi langsung berlari menuju bank. Wanita yang membawa bayi itu sedang sibuk berbicara di telepon hingga tidak sadar saat kereta bayinya terlepas dan berjalan ke tengah jalan.


Dengan segera Seon Mi menarik kereta bayi yang akan tertabrak motor. Ibu bayi itu sangat berterima kasih pada Seon Mi.


Oh Gong muncul dan memegangi Seon Mi saat dia akan terjatuh.


Seon Mi mengatakan pada Oh Gong kalau dia sepertinya aku bisa meramal masa depan. Oh Gong bertanya apakah Seno Mi melihat apa yang akan terjadi pada kereta bayi itu sebelumnya.
“Ya, aku juga melihat Han Joo akan jatuh. Sepertinya aku punya kekuatan sekarang.”
“Tiba-tiba memiliki kemampuan sangatlah aneh.”
“Karena aku Sam Jang, aku berharap bisa memiliki lebih banyak kekuatan. Sama seperti aku menyelamatkan manusia sekarang... Akan lebih baik jika aku bisa melindungimu juga.”
“Terima kasih untuk itu. Aku jujur. Kedengarannya bagus. Kau juga harus memakai geumganggo.”


Oh Gong lalu menggenggam tangan Seon Mi, saat membukanya jari manis Seon Mi sudah memakai sebuah cincin.
“Bukan begitu? Geumganggo akan membuatmu melindungiku kapan pun, dimana pun. Geumganggo akan membuatmu datang kapan pun aku memanggilmu. Ini cukup populer sekarang. Kau ingin memakainya di mana? Sini? Atau di sekitar leher? Kau harus memakainya di sini. Sekarang aku juga memberimu sesuatu yang tak bisa di lepas. Jadi kita impas.”


Seon Mi sangat senang memakai cincin itu.
“Baik. Karena memakai ini, aku akan melindungimu. Panggil namaku saat kau kesulitan, takut, atau dalam bahaya. Aku akan selalu muncul dan melindungimu.” Dia lalu mengulurkan tangannya dan Oh Gong menyambutnya.


Peri Ha sedang memberikan obat untuk Ma Wang karena Ma Wang terus kedinginan.
“Jika terus seperti ini, aku mungkin tidak akan bisa melihat lagi.”
“Aku akan datang lebih sering. Anda harus memakai baju yang lebih hangat. Pakailah selimut.”
“Meskipun aku tidak bisa melihat dengan mata... aku tetap mempertahankan selera modeku. Aku tidak ingin terlihat lucu di depan tamu.”
“Aku akan mengambil pakaian hangat untuk Anda.”


Peri Ha lalu menuju tempat penyimpanan baju Ma Wang. Dia tidak sengaja menyentuh kotak penyimpanan wadah dupa. Karena merasa ada yang mencurigakan, dia membukanya dan wadah dupa itu langsung mencair.
“Astaga. Apa Oppa yang melakukan ini?”


Peri Ha mendengarkan Jenderal Es yang berbicara padanya dari dalam kaca.
“Dewa Agung dan Sam Jang memiliki takdir Lonceng Kematian. Jadi menyakiti Sam Jang... bukanlah sesuatu yang di anggap mengkhianati Dewa Agung. Kau tidak punya pilihan selain melindungi jiwamu sendiri. Tidurlah untuk sementara waktu.”


Ah Sa Nyeo datang dan bertanya apakah Jenderal Es sudah mengurus Peri Ha. Dia juga mengatakana agar menyelesaikan semuanya dengan segera, sebelum mereka tahu Jenderal Es mengganti tempat dupanya.


Oh Gong mengatakan kalau dia akan menikah dengan Sam Jang, tentu saja semua orang terkejut. Ma Wang melarangnya tapi Oh Gong tetap akan melakukannya. Sa Oh Jeong mengatakan dia akan menyiapkan perjamuan untuk pernikahannya. Oh Gong setuju dangannya, dia berencana melaksanakannya di Sureumdong.


Ma Wang tetap menentang Oh Gong “Apa kau juga menipu diri sendiri seperti Sam Jang? Begitu? Kalian berdua bukan pasangan yang di takdirkan di Surga!”
“Tidak ada yang boleh... mengatakan itu pada Sam Jang. Aku akan membiarkan dia terus mempercayainya.”


Untuk mencairkan ketegangan di antara Oh Gong dan Ma Wang, Sekertaris Ma menawarkan diri untuk memilih gaun pengantin Sam Jang, dia akan memilih gaun yang tidak kuno.
“Hei, Sekretaris Anjing. Aku mulai menyukaimu.”


Karena lonceng kematian, Ma Wang merasa menjadi mak comblang bagi mereka berdua.
“Salah satu yang meloloskannya dari Lima Elemen adalah aku dan memberinya Geumganggo. Selain itu, Menyedihkan sekali karena salah satu dari mereka akan mati.”
“Benar. Anda harus memberitahu Sam Jang tentang Lonceng Kematian. Ini lebih buruk dari pada di tipu dan menikahi pria yang sudah menikah.”
“Kau ingin memberi tahu dia, Sekretaris Ma? Dewa Agung membuatku takut.”
“Dia tidak menakutkan bagiku.”
‘Siapa yang akan mengurus lonceng itu?”
“Tidak ada yang bisa melakukannya selain Anda, Ma Wang. Anda tidak bisa menjadi mak comblang ketika takdir hidup dan mati akan menikah.”


Ah Sa Nyeo sedang berbicara dengan Jenderal Es, malam ini dia berencana menjalankan rencananya.


Pal Gye bertemu Ah Sa Nyeo saat datang ke toko es krim Jenderal Es. Dia bertanya apa yang dibicarakannya dengan Jenderal Es dan bagaimana dia mengenalnya, sebelum dia sempat menjawab Pal Gye mencium bau bunga lotus dan mawar di tubuh Ah Sa Nyeo.
“Kau bilang tidak bisa mencium dengan baik. Sepertinya kau sudah baik-baik saja.”
“Bu Ja! Benar. Anak itu masih di sini.”
“Aku mencoba mengunjungi tempat yang sering dia kunjungi.”


Pal Gye lalu mentraktir es krim untuk Ah Sa Nyeo. Dia bertanya apa rasa es krim yang disukai Bu Ja dan menyuapkan beberapa rasa es krim, meminta pendapatnya mana yang paling disukai Bu Ja. Ah Sa Nyeo lebih banyak diam, dia bingung apa yang harus dikatankannya dan juga terharus oleh sikap Pal Gye.


Pal Gye lalu bertanya pada Ah Sa Nyeo, dia dengar kalau kematiannya sangat menyedihkan.
“Aku tidak butuh simpatimu.”
“Bu Ja mati dengan sangat menyedihkan. Dia bahkan tidak tahu alasan dia mati. Tapi meski begitu... Dia wanita baik yang bahkan tidak berpikir mencari musuhnya. Karena bersama wanita baik... aku juga melihat kau mulai menjadi baik.” Ucap Pal Gye sambil membelai rambut Ah Sa Nyeo.


Prof Kang sedang mengajar di kelas, dan dia melihat gadis yang diketahuinya bernama Jung Se Ra datang dan duduk di bangku paling belakang.


Tiba-tiba muncul tulisan di layar “Maaf. Itu kesalahan.”


Prof Kang jadi teringat ucapannya saat bertemu Jung Se Ra waktu itu.
“Maaf. Itu kesalahan.”
“Maaf. Itu kesalahan. Membunuhku hanya kesalahan?”

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Tulisan di layar berubah menjadi “Aku akan datang dan menemukanmu, tunggu.” Dan muncul gambar peti batu. Suasana di kelas menjadi ramai, tapi salah satu di antara mereka ada yang mengatakan mungkin saja prof Kang membuat kesalahan pada slidenya. Prof Kang meliha Jung Se Ra keluar dari ruangan.
“Bahaya dan kecemasan. Apa dia mencoba menakutiku?” ucap Prof Kang sambil tersenyum misterius.
Advertisement

2 comments

Prof.kang kayaknya g


EmoticonEmoticon