2/14/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 Part 3
Seon Mi bermimpi dia mengenakan baju pengantin lagi. Dia bersama seorang wanita, sepertinya dia adalah pelayan pengantin wanita. 

“Ini hari pernikahan anda. Anda bahagia? Sekarang, kemarilah. Ini tempat yang akan Anda masuki.” Pelayan itu menunjukkan sebuah peti mati batu.
Seon Mi terbangun karena terkejut.


Han Joo masuk ke ruangan, dia melihat Seon Mi sedang sakit kepala lagi. Seon Mi mengatakan kalau dia terus melihat mimpi yang sama sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.
“Dengan mimpi yang sama, maksud Anda pernikahan itu? Astaga, itulah pernikahan. Memikirkan untuk menikah atau tidak akan membuat kepala sakit dan setelah diputuskan, akan lebih sakit. Jika Anda akan melakukannya, maka pikiran Anda harus benar-benar kosong. Semangat, CEO.”


Seon Mi dan Ah Sa Nyeo mengunjungi Ma Wang. Ma Wang mengatakan pada Seon Mi kalau Ah Sa Nyeo akan kembali ke tidur panjangnya, tapi dia berbicara pada Seon Mi dengan menoleh ke arah Ah Sa Nyeo dan begitu pula sebaliknya. Seon Mi melihat keanehan pada Ma Wang lalu memberitahunya. Ma Wang terkejut ketika dia tahu dia salah mengenali Seon Mi dan Ah Sa Nyeo. Ah Sa Nyeo memperhatikan cincin yang ada di jari Seon Mi.


Saat Seon Mi pulang dari rumah Ma Wang, Ah Sa Nyeo mencegatnya di jalan.
“Kudengar kau akhirnya melakukan apa yang aku mau.”
“Bukan karena aku menginginkannya. Itu karena kekuatan yang dimiliki Sam Jang.”
“Meski pun aku tidak dapat sepenuhnya membangunkan diri karena terjebak di sini... dulu aku memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari dirimu. Aku bisa memanipulasi jiwa dan meramal masa depan. Karena kekuatan itu, aku dimanfaatkan... dikhianati, dan mati. Kau juga bisa berubah seperti yang aku lakukan. Walau sekarang kau memiliki seseorang yang melindungimu dari mati. Aku iri. Apa ada yang menyuruh untuk melepasnya?” ucap Ah SA Nyeo sambil melihat cincin di jari Seon Mi.
“Aku tidak akan melepasnya.”
“Lalu jangan lakukan. Sepertinya Ma Wang sangat menakjubkan. Meski dia tidak bisa melihat dengan mata, dia masih bisa merasakan energi dengan baik.”


Ma Wang menceritakan pada Sekertaris Ma apa yang dialaminya. Dia yakin Sam Jang ada di kanannya tapi ternyata salah.
“Sekarang aku tidak bisa melihat, apa aku juga tidak bisa merasakan energi?”
“Ma Wang, Anda pasti akan pulih. Anda sangat kuat Ma Wang. Anda pasti akan pulih!”


Sa Oh Jeong sedang memberitahu Oh Gong tentang acara pernikahan yang disusunnya.
“Kita akan mengadakan upacara pernikahan di kebun depan Sureumdong. Kita akan menyiapkan resepsi di sini. Aku akan meminta Peri Ha untuk membawa beberapa anggur baru. Aku akan meminta Jenderal Es untuk membuat makanan ringan. Pal Gye akan menyiapkan pesta sehingga akan sangat meriah.”
“Baiklah, baiklah. Kau sudah bekerja keras.”


Sa Oh Jeong juga mengatakan kalau dia seharusnya memberi ucapan selamat tapi dia juga sangat khawatir.
“Mengapa Anda sejauh ini di saat tahu kalian memiliki takdir menakutkan? Sebaiknya, sebisa mungkin menjauhlah dari takdir seperti itu.”
“Aku tidak mau. Aku akan membuat takdir  buruk itu dekatku dan menghancurkannya.”
“Dewa Agung... pernikahan berbeda dengan kontrak. Ini janji yang tidak bisa dibatalkan.”
“Benar. Ini kontrak baru antara Sam Jang dan aku. Aku membuang kontrak pertama kami dan melarikan diri. Kali ini, aku akan melakukannya sampai akhir. Aku akan mempertaruhkan semuanya di kontrak ini dan bertarung dengan Alam Surga. Jika aku kalah, orang yang akan mati adalah aku.”


Seon Mi sedang mengambil minum, dia melihat cincin di jarinya lalu mengamatinya. Tiba-tiba dia melihat gelasnya terjatuh dan pecah lalu kepalanya sakit lagi.


Tapi gelas itu muncul lagi di tangan Seon Mi dalam keadaan utuh, kemudian terjatuh lagi dan betul-betul pecah. Seon Mi memegang kepalanya dengan dua tangan.
“Kenapa aku seperti ini? Ini bukan mimpi?”


Seon Mi lalu berjalan menuju kamarnya, tapi dia terjatuh dan pingsan.


Seon Mi bermimpi memakai baju pengantin lagi, dia terbangun dan keluar dari peti batu.


Seorang wanita muncul, dia adalah Ah Sa Nyeo.
“Anda harus tetap istirahat. Kenapa Anda bangun, Asanyeo?”
“Kau siapa? Apa yang kau lakukan sekarang? Mengapa aku Asanyeo?”
“Kau Asanyeo. Saat ini, kau adalah aku... dan aku adalah kau. Tempat ini menghubungkan mimpimu dan pikiranku. Aku membuatnya dengan mencampur darah kita di dupa. Kau menyukainya?”
“Aku... tertidur?”
“Tubuh kita yang ada di luar mimpi tidaklah memiliki jiwa. Saat kembali, aku akan memasuki tubuhmu. Dan di tempatku, kau akan tidur di sini selamanya.”


Sekertaris Ma mencium sesuatu, lalu dia membuka tempat penyimpanan wadah dupa.


Sekertaris Ma melaporkan kalau tempat dupa telah hilang. Ma Wang dan Oh Gong lalu berpikir siapakah yang mencurinya. Mungkinkah Asanyeo, tapi Asanyeo belum pernah naik ke lantai dua. Sekertaris Ma mengawasinya dengan ketat.
Oh Gong: “Selain kita, orang-orang di rumah ini,  Oh Jeong, Pal Gye, Sam Jang, dan Peri Ha...”
Ma Wang: “Peri Ha? Mengapa Peri Ha mencuri dupa?”
Oh Gong: “Dupa itu memiliki darah Sam Jang.”
Ma Wang: “Mengapa Peri Ha mengambilnya?”


Ah Sa Nyeo berbicara dengan Seon Mi sambil menunjuk peti batu.
“Jika kau masuk ke sana, kau akan tidur dengan nyenyak. Aku akan menggunakan tubuhmu dengan baik. Dan aku akan menikah dengan Son Oh Gong juga.”
“Aku tidak mau kesana. Kau tidak bisa mengurungku. Son...”
“Kau ingin memanggil Son Oh Gong? Jika kau memanggilnya, dia akan mati.”
“Dia tidak akan mati!”
“Dia terluka saat kau memanggilnya, bukan? Menurutmu kenapa? Kalian berdua memiliki takdir Lonceng Kematian. Kau tahu apa ini, bukan?” dia menunjukkan lonceng kematian di tangannya.
“Ini lonceng cinta.”
“Lonceng cinta? Kau sungguh buruk dalam mengenali sesuatu? Lonceng cinta berwarna merah. Bagaimana bisa kau mau yang hitam? Lonceng hitam yang berbunyi ini adalah lonceng kematian. Dengan ini, kau akan tahu takdir mematikan di mana satu orang di bunuh dan satunya membunuh. Dibunuh dan membunuh? Jika kau keluar dari sini dan kembali ke tubuhmu... kau akan di bunuh oleh Son Oh Gong atau kau membunuh dia. Mungkin yang terakhir. Karena dia tidak bisa membunuhmu selama memiliki Geumganggo.”


Seon Mi teringat saat Oh Gong terluka karena dia menghentikan Oh Gong saat akan membunuh dua pria yang melempar Bu Ja. Oh Gong juga pernah mengatakan padanya untuk mengingat kalau Seon Mi lah satu-satunya di dunia ini yang bisa membunuh Oh Gong. Mulai sekarang, semua yang terjadi pada Seon Mi adalah kesalahan Oh Gong. Jadi bahkan jika Oh Gong mati karena Seon Mi, dia akan menurutinya. Seon Mi juga ingat saat dia mengambil lonceng kematian mendengar bunyinya, dia mengira itu adalah bunyi lonceng cinta.


Sekertaris Ma berbagi tugas dengan Pal Gye. Sekertaris Ma mencari Peri Ha ke tempatnya tapi tidak ada. Pal Gye mencari ke toko es krim Jenderal Es dan tempat itu juga kosong. Pal Gye berbicara dengan Sekertaris Ma di telepon.
“Jika bukan Peri Ha maka pasti Jenderal Es. Jenderal Es tidak ada di sini. Bau yang kucium pasti dari dupa. Saat itu, Asanyeo dan Jenderal Es sedang bersama.” 


Jenderal Es sedang berdiri di hadapan Ah Sa Nyeo yang sedang bertukar mimpi dengan Seon Mi.


Ah San Nyeo menunjuk peti batu di hadapannya
“Aku akan membiarkanmu tahu satu-satunya cara untuk mengakhiri takdir Lonceng Kematian. Kau hanya perlu tinggal di sini dan tidur. Pilihlah. Kau akan memanggil Son Oh Gong untuk mengeluarkanmu dari sini dan membunuhnya... atau kau akan menghilang di sini sendirian?”


Sekertaris Ma melaporkan pada Ma Wang sepertinya Jenderal Es yang mencuri tempat dupa untuk Ah Sa Nyeo. Ma Wang mengetahui kalau Ah Sa Nyeo pasti melakukan sesuatu dengan  menggunakan tempat dupa yang memiliki darah Sam Jang.
Sekertaris Ma: “Bukankah Sam Jang dalam bahaya?”
Ma Wang: “Jika dalam bahaya maka dia pasti memanggil Son Oh Gong. Dia akan baik-baik saja.”


Pal Gye dan Oh Gong datang ke rumah Seon Mi untuk menemukan Ah Sa Nyeo, tapi mereka malah menemukan Seon Mi tergeletak di lantai. Pal Gye mengira Seon Mi sudah mati, tapi Oh Gong mengatakan kalau Seon Mi sedang tidur.
“Lalu mengapa tidak bangun?”
“Ini perbuatan Asanyeo. Dia bilang bisa memanipulasi jiwa.”
“Lalu apa dia membawa jiwa Sam Jang ke suatu tempat?”
“Ini bahaya. Aku tidak dapat menemukan di mana dia.
“Jika dalam bahaya maka dia akan memanggilmu, bukan?”


INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Seon Mi masuk ke peti batu, dia meneteskan air mata lalu memejamkan matanya. Ah Sa Nyeo menutup peti batu itu.
“Kau akan tidur untuk selamanya.”


Oh Gong terus memeluk Seon Mi sambil berbisik padanya.
“Kau di mana? Panggil aku. Panggil aku, Jin Seon Mi!”
Advertisement

3 comments

Jin Seon Mi aniyaaaa....
Dont die...
Hiks..penasaran bnget selanjutnya...

Gk ada spoiler buat episode selanjutnya ya??? :( :( :(


EmoticonEmoticon