2/19/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 15 PART 2

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 15 Part 1

Ma Wang sedang berpura-pura memakaikan masker di wajah Oh Gong. Lalu saat Ah Sa Nyeoi datang, dia mengatakan kalau Oh Gong tertidur saat sedang melakukan perawatan.


Ah Sa Nyeo akan mendekat tapi Ma Wang berusaha menghalanginya, dia menghampiri Ah Sa Nyeo dan mengucapkan terima kasih karena dia berada di sini untuk membantu Ma Wang. Lalu dia meminta Ah Sa Nyeo menuntunnya menuju kamarnya.


Ma Wang meminta Ah Sa Nyeo duduk untuk membicarakan pernikahan dan bertanya apa hadiah yang diinginkannya.
“Hadiah pernikahanmu Pachoseon, bukan? Beri sesuatu yang berharga seperti itu.”
Ma Wang mengatakan kalau Soo Bo Ri yang memiliki Pachoseon itu sekarang. Dia akan mengembalikannya setelah Ma Wang menjadi Dewa.
“Meski pun itu milikmu, kau harus menunggu dengan patuh agar dikembalikan?”
“Demi mengurangi rasa sakit yang di alami wanitaku... Aku akan menunggunya dan patuh.”
“Kulihat Alam Surga dengan mudah menjinakkanmu karena penderitaan yang mereka buat untuknya. Kau sangat patuh dan bahkan semakin lemah. Kasihan sekali.” Ah Sa Nyeo menertawakan nasib Ma Wang.


Ma Wang juga ikut tertawa dengan hati yang terluka, dia lalu menaikkan kakinya ke meja.
“Aku sekarang melemah, bukan? Solusi terbaiknya ada di depan mataku. Bukankah aku akan kuat kembali jika memakannya? Hm? Beraninya kau bicara seperti itu?”
Ma Wang berbicara dengan suara yang menyeramkan seakan-akan dia siap menerkam Ah Sa Nyeo, dan membuatnya sedikit takut dengan ucapan Ma Wang.


Oh Gong datang dan menyuruh Ah Sa Nyeo keluar dari kamar Ma Wang, tanpa berkata apapun dia menurutinya.
“Dia mungkin sudah tahu. Tangkap dia sebelum melarikan diri.” Kata Ma Wang, lalu Oh Gong mengikuti Ah Sa Nyeo.


Oh Gong mengikuti Ah Sa Nyeo, tapi saat Ah Sa Nyeo menoleh Oh Gong kehilangan kendali dan melemparkan Ah Sa Nyeo dari tangga ke bawah. Saat menyadari perbuatannya, dia segera menghilang dan muncul di belakang Ah Sa Nyeo untuk menangkapnya.


Ah Sa Nyeo tahu Oh Gong membodohinya, Oh Gong mengatakan seharusnya dia menahan diri tapi dia sangat tidak menyukai Ah Sa Nyeo.
“Menurutmu, apa yang akan kau lakukan di saat kau bahkan tidak bisa menyakitiku?” ucap Ah Sa Nyeo sambil tertawa.
“Dimana Sam Jang?”
“Aku Sam Jang. Dia sudah tidak ada. Dia dimakamkan di peti batu yang mengurungku. Wanita itu sudah mati.”


Oh Gong sangat marah, dia hampir saja mematahkan leher Ah Sa Nyeo dengan mencekiknya.


Tapi Ma Wang datang karena merasa dadanya sangat sakit lalu meminta Oh Gong menghentikannya karena Sam Jang masih hidup, jadi biarkan saja dulu.


Ah Sa Nyeo memecahkan sebuah gelas dan akan menggoreskan pecahan gelas ke wajahnya
“Jika kau bertingkah seperti ini lagi, aku akan membuat wanita ini di makan roh jahat. Menurutmu aku tidak bisa? Haruskah aku menumpahkan darah sekarang? Dia mungkin berakhir dengan di makan Ma Wang. Haruskah aku mencobanya?”


Oh Gong pun menyerah dengan ancaman Ah Sa Nyeo. Ah Sa Nyeo kemudia merangkulnya.
“Aku tidak bisa menang bertarung dengan kekuatanku sendiri. Namun, aku bisa memotong kecil tubuh ini.”
Oh Gong mengaku salah dan meminta Ah Sa Nyeo tidak menyakiti Seon Mi.
“Kita akan menikah seperti yang direncanakan. Pernikahan adalah kontrak. Aku akan menjadi pengantinmu. Dan mulai saat itu, kau akan berada di sisiku. Tergantung bagaimana sikapmu, aku mungkin akan membangunkan wanita itu dari peti batu. Setelah 100 tahun? 500 tahun? Bisakah kau mencintaiku sampai saat itu?”
“Entahlah. Aku tidak tahu berapa lama akan bertahan... tapi saat itu berakhir, kau akan mati.”
“Lalu, sepertinya aku harus menahanmu selama 1.000 tahun.”
Dan Ah Sa Nyeo pun pergi dari rumah Ma Wang.


Ma Wang berusaha menghibur Oh Gong, dia mengatakan Oh Gong tidak akan memakan waktu 1.000 tahun seperti dirinya. Mereka hanya perlu menemukan Jenderal Es, dan selama ini Oh Gong sudah bertahan dengan baik.
“Ma Wang, kau merasakan perasaan ini selama 1.000 tahun?”
“Benar. Aku tidak bisa berbuat apa-apa... dan mengalami rasa sakit, bahkan tidak tahu di mana atau kondisinya. Begitulah aku selama 1.000 tahun.”
“Aku bahkan tidak tahan walau hanya satu hari. Aku akan menemukan Jenderal Es.”


Ma Wang berbicara pada langit-langit tumahnya sambil mengangkat kedua tangannya, dia mengatakan kalau hukuman yang diberikan surga sudah berhasil sehingga monyet keras kepala itu merasakan sakit yang sesungguhnya.


Jenderal Es menjaga tempat dupa di samping tubuh Bu Ja yang tidak sadar.
“Ini juga buruk bagimu? Maaf. Dia menyuruhku menyingkirkan dupa ini...”


Sa Oh Jeong mengkhawatirkan Oh Gong yang akan menikahi Ah Sa Nyeo. Oh Gong mengatakan dia harus menuruti semua kemauan Ah Sa Nyeo sampai berhasil menemukan Jenderal Es. Sa Oh Jeong lalu mengatakan itu berarti dia tidak perlu menyingkar sesuatu yang sudah disiapkannya untuk pernikahan Oh Gong.


Sa Oh Jeong menunjukkan sebuah ranjang pengantin yang sudah dihia. Oh Gong mengatakan hatinya sampai merasa sakit melihat Oh Jeong mempersiap ranjang itu dengan sangat baik dan Seon Mi akan suka saat melihatnya. Oh Gong kemudian akan menemui Ah Sa Nyeo untuk menyiksanya selagi suasana hati Ah Sa Nyeo sedang baik, agar suasana hatinya memburuk.


Ah Sa Nyeo sedang berbelanja, dia bahkan menunjuk beberapa rak pakaian untuk dibeli semuanya.


Saatnya membayar, tapi dia tidak mempunya uang maka dia memperdaya karyawan toko dan dengan begitu saja dia bisa membawa semua pakaian.


Tapi Oh Gong menjentikkan jarinya dan karyawan toko itu sadar dan meminta uang dari Ah Sa Nyeo, karena dia tidak punya uang maka dia harus mengembalikan semua baju yang dibawa termasuk yang dipakainya.


Ah Sa Nyeo terpaksa harus memungut pakaian yang sudah dibuangnya ke tempat sampah.


Saat keluar dari toko, Oh Gong sudah berdiri menunggunya. Melihat pakaian yang dipakai Ah Sa Nyeo terkena noda, dia bertanya kenapa Ah Sa Nyeo memakai pakaian lusuh dan tampak tidak seperti Ah Sa Nyeo yang biasanya. Bahkan saat Jin Seon Mi berpakaian lusuh, dia terlihat cantik. Ah Sa Nyeo memperingatkan Oh Gong untuk tidak mengancamnya.
“Tidak, tidak. Aku hanya melihatmu karena kau cantik.”
“Aku cantik?”
“Kau tidak cantik! Aku bohong. Astaga, kau tertipu? Kau gampangan sekali.
“Aku tidak tertipu.”
“Tidak. Kau tertipu dan akan terus tertipu. Katamu, kau menyukaiku. Katamu, kau menginginkanku. Haruskah kuserahkan diriku? Tidak! Aku bohong! Lihat! Kau tertipu lagi!”
Oh Gong sebenarnya sedang menguji Ah Sa Nyeo tapi dia sendiri kadang tidak bisa tahan untuk memaki Ah Sa Nyeo, jadi saat dia sedang keceplosan dia segera menutupinya.
“Apa yang kau lakukan?”
“Mengujimu. Aku perlu mengenalmu karena kita akan menikah. Lihat, secara mengejutkan... kurasa pria dan wanita jahat bisa hidup bersama. Kau pikir aku bohong? Kau pikir aku akan terus menipumu? Apa aku tidak perlu mengenal dirimu?”
“Lakukan saja. Aku tidak keberatan.”
“Apa yang harus kulakukan? Aku akan menjadi seseorang yang kau suka. Apa begitu? Lalu, ayo pergi bekerja.”


Oh Gong lalu membawa Ah Sa Nyeo ke kantor Seon Mi. Oh Gong mengatakan Ah Sa Nyeo harus bekerja karena saat menangkap roh jahat, Seon Mi tetap tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaannya. Ah Sa Nyeo mengatakan dia bisa melakukannya juga karena semua ingatan  Sam Jang masih ada di tubuh itu.


Ah Sa Nyeo bahkan menirukan gaya bicara Soen Mi.
“Son Oh Gong, pekerja kantoran biasanya sibuk di jam ini. Jangan ganggu dan keluar.”
Oh Gong sangat senang melihatnya dan memintanya melakukan lagi. Dia berpura-pura maikn menyukai Ah Sa Nyeo, bahkan jika Ah Sa Nyeo terus menirukan Seon Mi maka Oh Gong akan dengan mudah jatuh padanya.


Ah Sa Nyeo lalu mendekati Oh Gong dan mencoba menggodanya. Dia mengatakan kalau Oh Gong teris tertipu maka mereka bisa hidup dengan baik. Oh Gong menyingkirkan tangan Ah Sa Nyeo dengan kasar dari tubuhnya, tapi kemudian dia berbicara dengan baik lagi.
 “Kau paham sekali. Pria jahat dan wanita jahat saling menipu, ini sangat konstruktif. Sekarang, terserah padamu. Lakukan dengan baik dan mirip. Tergantung bagaimana kau melakukannya, aku akan membiarkan diriku tertipu. Semoga berhasil!”


Han Joo melihat pakaian Seon Mi kotor lalu mengambilkannya tissue.
“Anda harus semangat hari ini. Kita sangat sibuk. Banyak pekerjaan yang harus kita lakukan.”
“Tidak apa. Aku bisa melakukannya.”


Mereka berdua lalu mulai bekerja, tapi Han Joo kesal karena Seon Mi mengacaukannya. Seon Mi membubuhkan cap dengan sembarangan, jadi Han Joo harus mencetak ulang surat itu.
“Kenapa Anda sangat bodoh hari ini?”
“Aku ingat semuanya. Aku begini karena baru pertama kali!”
“Apa yang Anda bicarakan? CEO, Anda melakukan pekerjaan ini selama 10 tahun, 3 tahun bersamaku. Anda sangat aneh hari ini seperti orang bodoh.”
“Aku bisa melakukannya!”
“Jangan hanya bicara! Lihat dengan benar sebelum melakukannya! Dan ikat rambut Anda. Ini sangat menganggu. Aku hampir terkena sengatan listrik! Aku sudah menyusun ulang semua ini. Ahh, aku bisa stres...”


Ah Sa Nyeo kelelahan, rambutnya berantakan dan wajahnya cemberut.


Belum lama dia beristirahat lalu Han Joo memberitahunya kalau ada keluarga yang datang.
“CEO, keluarga Anda ada di sini. Sekretaris Son pasti menghubungi mereka karena Anda akan menikah.”


Dengan terpaksa Ah Sa Nyeo menemui keluarga Seon Mi. dia merasa terganggu oleh bayi kerabatnya yang terus menangis di gendongan Han Joo.


Han Joo membawa bayi itu keluar agar mereka bisa bicara. Ternyata pria itu malah meminta uang pada Ah Sa Nyeo dan membuatnya makin pusing.
“Bibimu bilang akan membantumu mempersiapkan hadiah pernikahan, jadi beri dia uangnya. Setorkan ke rekeningnya.”
“Kami juga punya kabar baik. Bayi kedua kami akan lahir. Bantu biayai kami.”


Setelah keluarganya pulang, dia masih harus menemui Jonathan yang mendadak datang untuk mengucapkan selamat. Han Joo pikir Oh Gong lah yang memberitahu Jonatahan kalau Seon Mi akan menikah.


Jonathan sangat antusias dengan pernikahan itu, lalu dia memeluk Seon Mi. Ah Sa Nyeo tidak bisa menolaknya karena terlalu lelah, dia hanya bisa pasrah melihat Han Joo dan Jonathan yang sangat antusias menyambut pesta itu.


Malam harinya Han Joo datang bersama kedua anaknya untuk menginap karena penghangat di rumah mereka mendadak meledak, dan Oh Gong menyuruh mereka menginap. Ah Sa Nyeo sangat kesal tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa saat kedua anak Han Joo terus merengek padanya.


Ma Wang mengatakan akan membuang waktu saja memanggil Jenderal Es karena dia tidak akan muncul. Mereka memikirkan kenapa Jenderal Es mau mengambil tempat dupa itu, sedangkan Peri Ha lebih mampu melakukannya. Karena Peri Ha jelas-jelas sedang bersama Ma Wang saat itu. Ma Wang tidak merasa kedinginan saat ada Peri Ha, tapi kemudian dia tidur dan merasa kedinginan, dia yakin saat itu Jenderal Es muncul.

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Pal Gye juga mengatakan dia tidak bisa menemui Peri Ha dan ternyata Jenderal Es masih terjaga pada malam hari dan saat itu sedang bersama Ah Sa Nyeo. Mungkin saja Peri Ha tidak ada hubungannya dengan ini, jadi mereka perlu mencoba memanggilnya.


Jenderal Es berusaha sekuat tenaga menahan kantuknya. Dia berbicara pada Peri Ha agar tidak datang.
“Peri Ha, jangan keluar.”
“Kakakku, hentikan sekarang.”
“Jangan keluar. Tidur saja.”
Advertisement


EmoticonEmoticon