2/20/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 15 PART 3

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 15 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 15 Part 2

Oh Gong dan Pal Hye berada di tempat Peri Ha. Pal Gye bertanya apakah Oh Gong akan menghancurkan tempat itu, Oh Gong mengiyakannya karena dia perlu membuat Peri Ha muncul.


Oh Gong lalu memukulkan botol ke meja dan membuat semuanya bergetar. Hingga pukulan ke tiga Peri Ha tidak juga muncul.
“Keluar. Jika kau tak ingin mati... maka keluarlah!”


“Jangan jawab dia. Turuti perkataanku.”
“Aku harus pergi!”
“Kau sungguh tidak bisa keluar dari sini.”
Peri Ha mengatakan pada Jenderal Es kalau Oh Gong sedang memanggilnya. Jenderal Es meminta Peri Ha agar tidak menjawabnya. Tapi Peri Ha malah muncul.


Kemunculan Peri Ha membuat Jenderal Es sangat khawatir.
“Tidak! Apa yang kau lakukan!”
“Kakak....”
“Tidak. Jika kau keluar dari tubuhku, kau akan segera menghilang. Kembali! Tidak!”
Jenderal Es pun berteriak saat Peri Ha menghilang dari hadapannya.


Oh Gong memukul botol sekali lagi dan membuat semua benda berjatuhan. Saat akan memukul lagi Peri Ha muncul. Pal Gye terkejut karena Peri Ha memutuskan keluar dari tubuh Jenderal Es.


Peri Ha memohon agar Oh Gong berhenti karea dia sangat menyayangi tempat itu.
“Anda juga menyukai tempat ini, bukan begitu, Dewa Agung? Meski pun Anda tidak bisa minum.”
“Dimana Jenderal Es? Bagaimana dengan dupanya?”


Pal Gye memberitahu Ma Wang kalau Peri Ha keluar dari tubuh Jenderal Es, dan Oh Gong sudah tahu di mana jenderal Es, sepertinya dia akan membunuh Jenderal Es.


Jenderal Es berniata akan menemukan Ah Sa Nyeo untuk memintanya mengembalikan jiwa Peri Ha. Tapi saat itu Oh Gong datang dengan sangat marah dan menghadanganya ketika dia kan pergi.


Oh Gong meminta Jenderal Es untuk memberikan tempat dupanya tapi dia menolak. Jenderal Es berdalih Sam Jang adalah manusia yang akan menyakiti Oh Gong, jadi dia pikir mengambil tempat dupa tidaklah dianggap menghianati Dewa Agung.


Oh Gong lalu berteriak hingga membuat tempat itu bergetar.
“ Jenderal Es!!! Sam Jang akan menjadi pengantinku. Aku membutuhkan dupa itu untuk menemukan pengantinku.”
“Jangan mendekat. Aku juga harus melindungi adikku.”


Jenderal Es lalu merentangkan kedua tangannya untuk membekukan tempat itu, tapi Oh Gong mampu menghentikannya. Dengan gerakan singkat, Oh Gong menjatuhkan Jenderal Es.


Jenderal Es pun terjatuh dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Sepertinya Oh Gong menyesal melakukan itu.
“Aku tidak ingin membunuhmu.”


Peri Ha kemudian muncul, dia menangis memohon kakaknya agar menghentiakn perbuatannya.
“Kau tidak boleh menggunakan kekuatanmu. Jiwamu tidak akan bisa bertahan.”
“Kakak...”
“Tidak! Jangan peluk aku! Kembalilah padaku!”


Saat itu Ma Wang datang bersama Sekertaris Ma dan Pal Gye.
“Kau tidak boleh melakukan ini. Seharusnya aku menghilang saat itu. Berkat Kakak, sampai sekarang... aku bisa menjalani kehidupan yang baik dan menyenangkan. Sekarang, aku akan pergi.”
“Tidak! Tidak! Tidak!”
“Dewa Agung, tolong maafkan dia.Kematianku seharusnya cukup untuk membayar kejahatan tersebut. Aku minta maaf. Selamat tinggal.”
Dan kemudian Peri Ha pun mengilang, Jenderal Es menangis sejadinya.


Ma Wang kembali ke rumah dan tiba-tiba pengelihatannya telah kembali. Dia pikir dia menerima hadiah terakhir dari Peri Ha.
“Berkat gelombang panas tadi, dinginku menghilang.”


Jenderal Es berlutut di hadapan Oh Gong.
“Saat dia memasukkan jiwa adikku, aku membuat kontrak dengan Asanyeo. Sekarang jiwa adikku menghilang, kontrak itu juga telah berakhir. Api dupa belum padam. Sam Jang seharusnya masih hidup, jadi bunuhlah aku... dan selamatkan dia.”
“Peri Ha telah membayar pengkhianatanmu. Jenderal Es, berhentilah menangis. Kau membuat tempat ini dingin dan bersalju. Aku benci dingin.”
Sementara itu Pal Gye memeluk dan membelai tubuh Bu Ja yang masih tidak sadar.


Han Joo merasa tidak enak telah merepotkan Seon Mi, dia mengatakan akan segera pergi setelah penghangatnya diperbaiki. Ah Sa Nyeo berpura-pura tersenyum pada Han Joo dan anak-anaknya.


Han Joo lalu melihat wawancara Prof Kang di ponselnya dan mengaguminya, kemudian direbut oleh Han Byeol. Han Joo pun menasehatinya.
“Kapan pun aku melihat orang ini... dia selalu tampan dan hebat. Han Byeol, kau juga perlu belajar dengan giat... supaya menjadi orang hebat seperti Ahjussi ini.”
Tapi Ah Sa Nyeo tidak setuju dengan Han Joo, dia mengatakan kalau Kang Dae Sung bukanlah orang yang hebat.
“Tapi dia ahli dalam semua hal. Kang Dae Sung tidak akan menjadi Presiden? Anda berpikir begitu? Kita membutuhkan orang hebat... agar dunia yang ditempati Hal Byeol dan Hal Sol menjadi baik.”


Kang Dae Sung memegang dua lembar foto yaitu foto gambar naga yang ada di peti batu dan juga foto wadah dupa. Seorang pria memberi tahunya kalau peti batu itu milik seorang cenanyang yang bisa menobatkan raja. Dan tempat dupa itu digunakan untuk upacara peringatan yang bisa memanggil seekor naga.
“Naga adalah simbol seorang Raja. Gambar naga ini juga ada di peti batu. Lalu kemungkinan peti batu itu milik Cenayang tersebut.” Prof Kang tersenyum dengan penuh misteri.


Sa Oh Jeong datang ke rumah Seon Mi dan Han Jo yang membukakan pintu tepat saat dia akan pulang bersama kedua anaknya. Sa Oh Jeong mengatakan dia datang untuk menemui Jin Seon Mi karena Son Oh Gong yang menyuruhnya. Dengan senang hati Han Joo mempersilahkannya masuk.


Han Joo merasa tidak asing dengan wajah Oh Jeong, dia pikir itu adalah ayah Oh Gong. Saat sedang menggaruk kening dengan ponselnya, dia jadi ingat sesuatu.
“Sepertinya tidak asing... Oh! Benar! Benar! Bagaimana bisa? Anak presiden perusahaan? Oh. Ya Tuhan.”


Ah Sa Nyeo mengatakan Oh Gong datang tanpa dipanggil dan meninggalkannya seharian. Oh Jeong lalu mengatakan kalau Oh Gong memintanya untuk membawa Ah Sa Nyeo ke Sureumdong dan memberikan sebuah mantel berwarna merah. Ah Sa Nyeo sangat menyukainya.


Ah Sa Nyeo datang ke Sureumdong dan berterima kasih untuk mantel itu, lalu dia bertanya apa Oh Gong akan mengambilnya kembali.
“Kau akan berterima kasih jika aku memberikannya, dan marah jika kuambil kembali. Kau terlihat cantik.”
“Aku tidak akan tertipu. Omong-omong, apa semua ini? Kau sejauh ini menyiapkan semuanya hanya untuk menipuku?” Ah Sa Nyeo menunjuk ranjang di hadapannya.
“Oh Jeong yang menyiapkan. Jangan menyukainya. Karena ini bukan untukmu.”
“Lalu, singkirkan ini.”
“Tidak. Aku masih membutuhkannya. Kau bilang ingin menikah, bukan?”


Oh Gong mengambilkan segelas anggur untuk Ah Sa Nyeo, tapi dia menolaknya karena dia tahu apa yang pernah dilakukan Oh Gong pada Ma Wang. Oh Gong menutupi kekecewaannya dengan menghirup aroma anggurnya.
“Apa begitu? Padahal ini anggur yang sangat enak.” Lalu Oh Gong meletakkan anggur itu di meja dan akan menyalakan lilin.


Ah Sa Nyeo melarangnya menyalakan lilin.
“Baunya sangat enak. Cocok untuk suasana hati.”
“Jangan lakukan apa pun. Aku tidak akan tertipu.”

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS


Oh Gong sepertinya mulai merasa kesal, lalu dia menuangkan air ke dalam gelas dan meminumnya. Dia meletakkan gelas yang kosong itu dengan keras.
“Aku memanggilmu ke sini bukan untuk diam saja.”
Ucap Oh Gong sambil menatap Ah Sa Nyeo dengan tajam.
Advertisement


EmoticonEmoticon