2/20/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 15 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 15 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 15 Part 3

Oh Gong mengatakan dia tidak akan melakukan apapan, dia lalu duduk dan meminta Ah Sa Nyeo menceritakan tentang dirinya dan kenapa dia sangat ingin menjadi Sam Jang.
“Aku ragu kau melakukannya karena ingin menjadi CEO Hanbit Real Estate.”
Mendengar lelucon Oh Gong, Ah Sa Nyeo pun tersenyum.
“Di hidupku yang baru ini, aku akan memanggil naga lagi.”
“Apa?”
“Lalu, akan menobatkan seorang Raja. Jika kau berada di sisiku, aku akan melakukan apa pun.”


Jenderal Es memberitahu Ma Wang kalau mimpi Ah Sa Nyeo dan Sam Jang terhubung melalui tempat dupa di hadapan mereka.
“Selama Sam Jang tidur, dia akan berada di mimpi itu. Lalu, jika Asanyeo kembali memasuki mimpi itu, mereka akan bertukar dan kita bisa mengeluarkannya?”
“Iya. Dia harus tidur terlebih dulu. Asanyeo sedang terjaga sekarang... dia tidak akan membiarkan dirinya tertidur di samping Son Oh Gong.”


Ah Sa Nyeo mengatakan dia akan menjadi Sam Jang yang dicintai Oh Gong, yang perlu dilakukan Oh Gong hanyalah berada di sisi Ah Sa Nyeo. Saat Oh Gong bertanya apa yang akan dilakukan Ah Sa Nyeo untuk Oh Gong, Ah Sa Nyeo mengatakan dia akan akan mengakhiri takdir lonceng kematian. Kini Oh Gong mengetahui alasan Seon Mi tidak mau memanggilnya.
“Dia bicara yang tidak masuk akal sehingga aku mengatakan yang sebenarnya. Bahwa kau dan dia bukan pasangan yang ditakdirkan di Surga. Jika dia kembali, mungkin saja kau akan mati. Walau begitu, kau akan terus menunggunya?” Ah Sa Nyeo berbicara sambil melihat cincin di jarinya.


Oh Gong lalu berdiri dan memegang tangan Ah Sa Nyeo lalu mengatakan sekarang dia tidak akan menunggu lagi. Oh Gong kemudian melepas cincin dari jari Ah Sa Nyeo. Ah Sa Nyeo senang, dia pikir Oh Gong membuat pilihan tepat.


Dengan satu gerakan yang sangat cepat Oh Gong mendorong tubuh Ah Sa Nyeo hingga terbaring di tempat tidur dan kemudian Oh Gong menciumnya sambil menggenggam kedua tangan Ah Sa Nyeo.


Ah Sa Nyeo merasa senang dengan perlakuan Oh Gong padanya, tapi kemudian dia menyadari tangannya tidak bisa bergerak sehingga dia tidak bisa beranjak dari tempat tidur.
“Ada banyak cara membuat seseorang meminum obat.” Kata Oh Gong sambil mengelap bibirnya.
“Apa yang kau berikan padaku?”
“Obat untuk membuatmu mimpi indah. Tadi, aku memasukkannya ke dalam air yang kuminum. Kau bicara begitu banyak, aku hampir saja menelan semuanya. Semoga mimpi indah. Dan aku akan membuatmu tidak akan bangun di tubuh ini.”
Oh Gong lalu pergi meninggalkan Ah Sa Nyeo yang mulai memejamkan matanya.


Oh Gong datang menemui Ma Wang dan Jenderal Es yang sedang berdiri menghadap wadah dupa. Ma Wang bertanya apakah Oh Gong sudah membuat Ah Sa Nyeo tertidur, dia bilang sudah melakukannya hanya saja dia tidak mau menjawab bagaimana cara dia membuat Ah Sa Nyeo tertidur. Oh Gong lalu memusatkan perhatiannya pada wadah dupa, dan Jenderal Es mengatakan kalau mimpi Ah Sa Nyeo dan Sam Jang harus dihubungkan.


Oh Gong mengatakan dia harus masuk ke mimpi itu, Ma Wang pikir itu hal yang tidak mungkin masuk ke mimpi orang lain tidak punya kaitan dengannya.
“Aku memilikinya. Ini akan memberitahuku di mana keberadaannya.” Oh Gong menunjukkan cincin Seon Mi yang diambilnya dari Ah Sa Nyeo.


Setelah memasukkan cincin itu ke tempat dupa, Oh Gong berkonsentrasi untuk mencari tahu di mana Soen Mi.
“Jin Seon Mi, di mana kau sekarang? Kau bisa mendengar suaraku? Jin Seon Mi, kau di mana? Jin Seon Mi!”


Di dalam peti batu, cincin Seon Mi bercahaya lalu matanya terbuka.


Jenderal Es menjaga wadah dupa itu sementara Ma Wang dan Oh Gong masuk ke dalam mimpi.
“Jika aku mematikan dupanya, mereka bisa keluar dari mimpi.” Lalu dia membuat asap dari wadah dupa itu membeku dan mematikan nyala dupanya.


Ah Sa Nyeo terkejut mendapati dirinya kembali lagi ke mimpi itu, lalu dia menyadari ada yang berubah dari tempat itu yang semakin lama menjadi pudar.
“Apa api dupanya sudah mati?”
Ah Sa Nyeo lalu membuka peti batu yang sudah kosong.
“Dia menghilang. Kami sudah tidak terhubung.”


Ah Sa Nyeo berbalik dan melihat Ma Wang berdiri di belakangnya.
“Aku datang ke dalam mimpimu. Dan Son Oh Gong seharusnya datang ke mimpi Sam Jang. Aku mendapat bantuan besar darimu, jadi aku tidak terlalu peduli. Namun, kau terus menimbulkan masalah, jadi tidak ada pilihan lain. Kau harus kembali ke peti batu ini dan tidur menjadi wanita yang baik.”


“Sebentar.”
“Tidak. Aku tidak ingin mendengarkan ocehanmu lagi.”
“Kau di tipu, Ma Wang.”
“Kaulah orang yang menipuku!”
“Menurutmu, anak Putri Kipas Besi sungguh mati?”
Ah Sa Nyeo sangat tahu kelemahan Ma Wang, dan kini Ma Wang pun menjadi goyah lagi.


Seon Mi duduk di luar peti batu. Dia tampak sangat sedih.


Oh Gong datang dan memanggilnya tapi Seon Mi tidak mau mendekat. Dia bahkan mengusir Oh Gong.
“Jin Seon Mi. Kenapa kau tidak memanggilku?”
“Mengapa kau di sini? Keluar! Jangan ke sini. Jangan, Son Oh Gong!”


Penolakan Soen Mi membuat Oh Gong terluka, dia merasa sangat sakit di jantungnya.
“Aku sudah tahu itu. Karena aku, kau kesakitan dan akan mati. Dia bilang itu lonceng kematian! Ini sangat mengerikan. Aku tidak akan pergi dari sini.”
Oh Gong tidak memperdulikan ucapan Seon Mi, dia terus berjalan ke arah Seon Mi walapun jantungnya terasa sangat sakit.
“Sudah kubilang jangan mendekat!”
“Baik. Lalu coba bunuh aku sekarang.”
“Son Oh Gong! Kumohon jangan ke mari. Jangan buat aku menyakitimu.”
“Kau bilang jika aku memanggil namamu saat kesulitan, takut, atau bahaya... kau akan melindungiku.”
Seon Mi kemudian teringat saat Oh Gong memberinya cincin.
“Karena aku memakai ini, aku akan melindungimu. Panggil namaku saat kau kesulitan, takut, atau dalam bahaya. Aku akan selalu muncul dan melindungimu.” Ucap Seon Mi sambil mengulurkan tangannya (membuat kontrak) pada Oh Gong.


Dengan ragu-ragu Seon Mi berjalan ke arah Oh Gong lalu memeluknya.


Seon Mi membuka matanya, dia sedang berbaring di sampin Oh Gong di ranjang mereka di Sureumdong.
“Kau sudah bangun. Syukurlah.”
“Kau baik-baik saja?”
“Ya. Akhirnya aku menemukan pengantinku... tapi aku sangat ngantuk sekarang.”
Seon Mi meminta maaf sambil mengusap pipi Oh Gong yang sudah memejamkan matanya.


Ma Wang memberikan wadah dupa kepada Soo Bo Ri di toko umum.
“Ini wadah dupa Ah Sa Nyeo. Mengapa tidak kau simpan di Toko Umum?”
“Seperti biasa, cuma kau yang bisa aku andalkan Ma Wang.”
“Ya, tentu saja. Aku sangat patuh, bukan?”
“Kau mengurus Ah Sa Nyeo dengan baik?”
“Aku kehilangan dia. Seperti kau lihat, aku menjadi sangat lemah.”


Pal Gye dan Naga Giok sedang mengamati Bu Ja. Mereka pikir Bu Ja tidak akan bangun lagi. Maka saat Ma Wang datang dia akan membakarnya.


Tapi kemudian Bu Ja membuka matanya dan meminta Pal Gye untuk menyelamatkannya.


Pal Gye dan Naga Giok berjalan terburu-buru melewati Sekertaris Ma yang sedang berjaga.
“Kenapa dia pergi tanpa melihat Bu Ja di bakar?”


Sekertaris Ma merasa curiga lalu dia masuk dan melihat Naga Giok pura-pura tertidur di kursi yang diduduki Bu Ja.
“Apa ini???”
“Babi itu lari dengan Bu Ja.”
“Jeo Pal Gye melakukannya lagi!” sekertaris Ma sangat kesal, setelah tahu Pal Gye membodohinya.


Pal Gye dan Bu Ja menuju raumah sakit tempat ibu Bu Ja di rawat, tapi Bu Ja minta turun di tengah jalan.


Pal Gye pun mengejarnya, Bu Ja hanya mengatakan kalau tiba-tiba dia berubah pikiran. Pal Gye sadar dia telah dibodohi oleh Ah Sa Nyeo.


Lalu Ah Sa Nyeo bertanya pada Pal Gye apa dia akan menyeretnya pada Ma Wang untuk membakarnya. Wajah Pal Gye tampak sangat sedih.
“Jangan keluar dan tetap sembunyi. Jangan biarkan dirimu tertangkap.”
“Kau sungguh mencintai dan menyayanginya.”


Pal Gye tidak menjawab, dia langsung pergi. Ah Sa Nyeo pun tersentuh dengan sikap Pal Gye, tapi masih tetap berbuat jahat.
“Ide bagus aku memanfaatkannya. Haruskah aku pergi ke orang lain sekarang?”


Ah Sa Nyeo muncul di rumah Prof Kang.
“Aku sangat ingin bertemu denganmu. Seperti janji, aku datang menemukanmu.”
“Aku sudah menunggumu.”


Sekertaris Ma meminta maaf karena telah meloloskan Ah Sa Nyeo, tapi Ma Wang tidak mempermasalahkannya.
“Tidak apa. Biarkan dia. Berkatnya, aku menyadari sesuatu yang sangat besar.”


Flashback. Ah Sa Nyeo sedang berusaha menggoyahkan Ma Wang dengan mengusik kelemahannya.
“Menurutmu, anak Putri Kipas Besi sungguh mati?”
“Anak itu sudah mati.”
“Anak yang lahir dari Dewi dan Iblis dan menghabiskan puluhan jiwa manusia, Kau pikir dia sungguh akan mati?”
“Apa yang kau bicarakan sekarang?”
“Karena anak itu mati, wanita tersebut melakukan kejahatan. Dan untuk mengakhiri hukuman itu, kau hidup dengan patuh selama 1.000 tahun. Coba pikirkan sebaliknya. Dan jika itu masuk akal bagimu, biarkan aku pergi.”


Sekertaris Ma memperingatkan Ma Wang agar tidak terperdaya, tapi Ma Wang memilih percaya pada Ah Sa Nyeo.
“Untuk membuatku patuh, wanita itu melakukan kejahatan. Dan karena kejahatan itu... anakku terbunuh. Mengapa aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya?”
“Jangan tertipu apa yang dikatakan Asanyeo.”
“Jika aku sungguh di tipu, maka mereka semua adalah musuhku.”

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS


Seon Mi berbicara pada Oh Gong yang sedang terlelap.
“Pengantin wanita telah ditemukan... dan pengantin pria terus tertidur. Manusia Jin Seon Mi... mencintai Son Oh Gong, Dewa Agung. Dan sekarang... aku akan mengakhiri cintamu.”
Perlahan Seon Mi akan melepas Geumganggo dari tangan Oh Gong.
Advertisement

2 comments

Jangan lama Lanjutanny.. Di tunggu bangat ep16


EmoticonEmoticon