2/26/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 17 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 17 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 16 Part 4

Oh Gong menusukkan pedang ke sebuah batu besar, lalu semak belukar segera tumbuh menutupi tempat pedang itu menghilang. Dia telah mengetahui takdirnya untuk membunuh Sam Jang.


Seon Mi sedang minum di sebuah kedai, sambil memandang cincin pemberian Oh Gong. Dia melihat roh jahat yang mengikuti seorang pria, lalu Seon Mi menyiramkan minuman dari gelasnya untuk mengusir roh itu dengan keyakinan kekuatannya cukup untuk menyingkirkan roh jahat. Setelah roh itu lenyap, dia meminta maaf pada pria yang terkena cipratan air dari gelasnya. Seon Mi bergumam walapun dia melakukan hal kecil seperti itu, bukan berarti dia telah menyelamatkan dunia dari kehancuran.


Soo Bo Ri memberitahu Ma Wang kalau Oh Gong telah mengambil pedang darinya, itu berarti Oh Gong sudah menerima tugas yang diberikan surga padanya untuk membunuh Sam Jang. Menurut Soo Bo Ri ternyata Geumganggo mempunyai pengaruh yang cukup kuat dibandingkan dengan apa yang dikatakan pemilik toko, karena sepertinya Oh Gong lebih memilih untuk mati dari pada menggunakan pedang itu.

Ma Wang telah menyadari kalau Soo Bo Ri membodohinya agar dia memakaikan Geumganggo pada Oh Gong. Soo Bo Ri juga berbohong padanya dengan mengatakan bagaimana Seon Mi bisa menjadi Sam Jang karena membebaskan Oh Gong dari gunulng Lima Elemen, padahal dia sudah terlahir sebagai Sam Jang. Soo Bo Ri berkilah dengan itu Ma Wang mendapatkan banyak poin untuk mejadi dewa. Ma Wang yang terlanjur kesal mengatakan dia tidak lagi tertarik dengan hal itu.

“Bekerja denganmu membuang-buang energi. Aku akan menemukan caranya sendiri. Selamat tinggal.” Ma Wang pun pergi meninggalkan Soo Bo Ri dan Sekertaris Ma.


Ma Wang pulang ke rumahnya dan mengendus aroma Sam Jang, ternyata itu dari jaket Seon Mi yang diletakkan di patung banteng. Dengan kesal Ma Wang mengambil jaket itu dan melemparkannya ke patung monyet.


Seon Mi ternyata sudah menunggu Ma Wang, untuk membicarakan penglihatannya tentang kehancuran dunia. Ma Wang mengatakan kalau langit juga tampak aneh sepertinya karena tugas Sam Jang semakin dekat. Menurut Seon Mi dunia dihancurkan oleh manusia bukan roh jahat, jadi apa mungkin ada orang jahat yang sangat kuat. Maka dari itu monster seperti Ma Wang juga harus menyelamatkan dunia.

Ma Wang mengatakan itu bukan urusannya, dan tidak mau ikut campur. Seon Mi tidak mau menerima begitu saja, karena menurutnya semua berawal dari Ma Wang dan dia harus membantu sampai akhir. Ma Wang berkilah dia ikut campur juga karena tertipu dan kekuatannya kini melemah.

Seon Mi berniat membantu Ma Wang untuk memulihkan energinya. Menurut Ma Wang, ada satu cara untuk memulihkan energinya yaitu dengan memakan energi dari manusia hidup lebih lagi manusia spesial.


Seon Mi tiba-tiba mendapat pengelihatan lagi, dia melihat Ma Wang menangisi tubuh seorang wanita yang tergeletak di lantai. Dia pun mengatakannya pada Ma Wang, bersamaan dengan Sekertaris Ma yang datang membawakan obat untuk Ma Wang, dia memakai baju yang sama dengan wanita yang ditangisi Ma Wang.

Ternyata Oh Gong juga sudah berdiri di tangga entah sejak kapan, hingga Sekertaris Ma lah yang menyadari ada Oh Gong di sana. Oh Gong mengatakan seharusnya Sekertaris Ma membagi obat yang ditemukannya, dia beralasan tidak ada yang bisa dibagikan pada saat seperti ini.

“Dasar pelit. Seharusnya aku mencari Sekretaris Kucing untuk diriku sendiri.”

“Kau memiliki Sam Jang. Berada di sisinya pasti lebih manjur dari obat mana pun.” Sekertaris Ma lalu pergi untuk menyiapkan obat Ma Wang.


Oh Gong berdiri di samping Seon Mi dan bertanya apa maksudnya Ma Wang akan menangis, Seon Mi sendiri tidak mengerti apa yang dilihatnya. Ma Wang baru tahu kalau Soen Mi mempunyai kemampuan untuk meramal.

“Ya, aku bisa melihat kejadian singkat dari masa depan. Kurasa kau akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.”

Ma Wang menganggapnya sebagai saran agar berhati-hati. Lalu dengan maksud tersembunyi Oh Gong membenarkan ucapan Ma Wang agar jangan sampai hal menyedihkan terjadi padanya. Ma Wang membalasnya dengan mengatakan kalau menurut Soo Bo Ri, Oh Gong lah yang harus lebih khawatir, karena Sam Jang perlahan semakin kuat dari hari ke hari. Lalu Ma Wang pergi untuk minum obat. Seon Mi melihat Oh Gong dan mencurigai ada sesuatu yang terjadi.


Seon Mi bertanya apa yang terjadi antara Oh Gong dan Tetua Soo Boo Ri. Oh Gong hanya mengatakan tidak terjadi apa-apa, sudah biasanya dia mengamuk di depan semua dewa karena sangat marah. Seon Mi juga ingin bertemu Soo Bo Ri dan seharusnya Oh Gong mengajaknya karena banyak yang ingin dikeluhkannya.

“Sekarang aku juga bisa memecahkan barang dan melemparnya saat marah. Ah, aku juga ingin mengamuk.”

“Baiklah. Mari kita lakukan lain waktu. Saat mengamuk, kau harus bertindak cepat. Hancurkan apa pun yang terlihat.”

“Benar. Aku akan menghancurkan semuanya... dengan bilang jika seseorang berani mengusik Oh Gong-ku, aku tak akan diam.”

Dia menjadi yakin karena telah memakai cincin pemberian Oh Gong, dan memintanya untuk memanggil nama Seon Mi. Walapun Oh Gong memanggil namanya, tapi Seon Mi tetap tak bisa muncul di samping Oh Gong dengan efek Taa-daa... Seon Mi juga ingin punya kemampuan menghilang dan muncul seperti Oh Gong karena sepertinya hal itu menyenangkan.


Tiba-tiba Oh Gong menghilang, dan samar-samar Seon Mi mendengar namanya dipanggil.


Saat menoleh dia sudah berada di kamarnya sendiri dengan Oh Gong yang sedang berbaring di ranjangnya. Oh Gong menghiburnya dengan mengatakan Seon Mi lah yang datang saat Oh Gong memanggilnya, dengan senang Seon Mi meminta Oh Gong memanggilnya kapanpun dia membutuhkan Soen Mi.

Oh Gong pun dengan antusias menerima tawaran Seon Mi.

“Sungguh? Aku bisa memanggilmu kapan pun? Dimana pun aku berada, apa pun yang aku lakukan, kau tak keberatan?”
Seon Mi meralat ucapannya karena sepertinya tidak begitu baik jika itu terjadi.

“Tidak, panggil aku terlebih dulu dengan menelepon atau kirim pesan.”

Karena menurut Oh Gong memindahkan Soen Mi cukup melelahkan dan sulit, jadi Oh Gong meminta Seon Mi agar jangan takut memanggil namanya kapanpun.


Seon Mi lalu bertanya apakah Oh Gong benar-benar akan baik-baik saja jika Geumganggo dilepas, dengan begitu Oh Gong tidak perlu menghadapi bahaya karena Seon Mi. Seon Mi menduga perasaan Oh Gong akan lenyap begitu saja saat Geumganggo dilepas. Oh Gong berjanji tidak akan pernah melepaskan Geumganggo, karena dia pikir seluruh perasaanya memang akan hilang. 

“Tapi aku pasti sudah gila. Aku semakin menyukaimu. Bahkan saat sekarang aku melihatmu, kau terlihat makin cantik. Tapi kau pikir semua ini akan hilang dalam hitungan detik? Kau sungguh percaya itu? Sebelumnya, sangat menyedihkan untuk memikirkannya... tapi sekarang kurasa ini melegakan. Karena itulah cara untuk melepaskan perasaanmu dengan nyaman. Baiklah, nanti saat kau memanggilku dan aku tidak datang... itu karena semua perasaanku telah hilang. Aku akan sibuk untuk sementara waktu. Apa pun yang kulakukan, jangan terkejut. Aku pergi.”

Seon Mi merasa sedih saat Oh Gong menghilang.


Ma Wang bertanya kapankah Ah Sa Nyeo akan kembali, menurut Sekertaris Ma Ah Sa Nyeo tidak akan kembali dan melarikan diri karena kebohongannya.
“Aku berharap dia datang. Dia hanya perlu memberi petunjuk kecil.”
“Aku sudah menyiapkan obatnya. Silakan minum dan tidur.”
“Tidak, dari pada obat, aku lebih ingin alkohol.”


Kang Dae Sung mencari mayat tanpa identitas untuk diberikan kepada Ah Sa Nyeo. Dia mendapatkan mayat seorang pemuda tak dikenal dan tidak ada keluarga yang mencarinya.


Kang Dae Sung bertanya pada Ah Sa Nyeo apakah mayat itu akan digunakannya sebagai tumbal untuk memanggil naga.
“Itu bukan pekerjaan mudah. Untuk saat ini, aku akan menjadikannya anak dari seseorang yang sangat ingin menemuinya. Aku hanya perlu memberi makan jiwa manusia.”
Ah Sa Nyeo mengatakan kalau Prof Kang tidak perlu menacri jiwa manusia, karena Ah Sa Nyeo sudah memilikinya. Kang Dae Sung tidak bisa melihat arwah-arwah manusia yang sudah dibunuh Ah Sa Nyeo ada di hadapan mereka.
“Kau bilang jiwa orang mati ada di sini?”
“Mengapa? Kau takut? Kau membunuhku dan aku di sini sekarang.”
“Benar. Aku membunuhmu. Itulah mengapa kau menemuiku.” Prof Kang tersenyum dengan menyeramkan.
Dia lalu bertanya apakah dia harus membunuh Sam Jang karena Ah Sa Nyeo pernah mengatakan padanya, karena Sam Jang lah yang paling dibutuhkan.


Seon Mi sedang membaca berita dan ada artikel tentang Kang Dae Sung, dia teringat kemabli saat berpapasan dengannya dan melihat kehancuran dunia. Saat itu Seon Mi merasa sangat aneh.


Oh Gong dan Ma Wang mengobrol saat makan bersama. Ma Wang mengatakan Sam Jang akan menjadi korban untuk menahan roh-roh jahat seperti rencana surga, dan Oh Gong hanya perlu menyingkirkannya. Di saat itu Geumganggo akan menghilang dan melakukan tugasnya. Oh Gong bertanya bagaimana jika Geumganggo menghilang, tapi perasaannya tetap ada.

Ma Wang menawarkan untuk menarik Geumganggo dari lengannya. Menurut Oh Gong itu tidak mungkin karena mungkin Ma Wang akan mati sebelum itu, dikarenakan Ma Wang semakin lemah. Dengan seringai di wajah mereka, Ma Wang mengatakan mungkin saja ada cara untuk mengembalikan kekuatannya.

“Caranya? Seperti memakan Sam Jang?”

“Itu solusi yang bagus. Meski pun aku punya solusi bagus seperti itu karena aku telah memasang Geumgganggo yang sangat mahal di tanganmu, aku tak bisa memakan obat terbaik untuk penyembuhanku, bukan begitu?” Ma Wang pun pergi, sebelumnya dia meminta Sekertaris Ma mengisikan cangkir Oh Gong yang sudah kosong.


Saat Sekertaris Ma mengisikan minuman, Oh Gong berpesan padanya agar menjaga Ma Wang baik-baik. Jika dia memegang Sam Jang, Oh Gong akan marah.

“Ma Wang menjadi tidak sabar karena dia yakin telah di tipu. Dia ingin percaya dengan apa yang dikatakan Ah Sa Nyeo.”
“Haruskah aku membunuhnya sampai mati sekarang?”

“Lalu, Ma Wang akan yakin anda mencoba menyembunyikan sesuatu dengan sengaja. Tetua Soo Boo Ri harus memberi Ma Wang jawaban yang jelas tentang anaknya.”
Advertisement


EmoticonEmoticon