2/27/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 Part 1

Ma Wang dan Sekertaris Ma mencari pemilik toko tapi hanya ada cucunya di sana. Menurut Sekertaris Ma itu lebih menguntungkan, karena anak itu mau meberi apa saja yang mereka butuhkan dengan imbalan uang tunai. Ma Wang berpesan agar tidak menjual obat yang diberikan padanya lagi, karena efek sampingnya parah, lalu Ma Wang bertanya apakah masih ada Geumganggo di sana.


Ma Wang mendapatkan Geumganggo model lama yang dipakai di kepala dan akan menimbulkan efek sakit kepala jika pemakainya tidak mengikuti perintah. Dengan Geumganggo itu mereka akan mencari tahu bagaimana melepas Geumganggo Oh Gong.

Sekertaris Ma menawarkan diri untuk memakai Geumganggo itu, tapi Ma Wang melarangnya karena terlalu beresiko. Ma Wang sendiri yang memakainya, dan meminta Sekertaris Ma memberikan perintah padanya. Walaupun awalnya Sekertaris Ma kesulitan memberikan perintah, tapi dia mencoba meminta Ma Wang untuk mengangkat tangan kanannya. Ma Wang menolak dan kepalanya terasa sangat sakit. Dia meminta Sekertaris Ma melepaskan Geumganggo itu.

“Cukup sakit sampai hampir membuat mataku copot.”


Ma Wang meminta Sekertaris Ma mencobanya, dia pun memakai Geumganggo di kepalanya lalu Ma Wang memberi perintah. Karena terlalu patuh, Sekeretaris Ma malah selalu menuruti perintah Ma Wang bukannya melawan. Dia pun meminta maaf, saat kepalanya menunduk Geumganggo itu jatuh. Ma Wang pikir Geumganggo itu rusak dan cucu pemilik toko sudah menipunya.


Ah Sa Nyeo mengatakan pada Oh Gong dia bisa menggunakan kekuatannya sendiri untuk membangunkan naga, tapi memerlukan bantuan Sam Jang untuk memanggil naga itu keluar ke dunia. Oh Gong meminta Ah Sa Nyeo menjauhi Sam Jang karena Oh Gong akan menyingkirkan naga itu sebelum keluar ke dunia.


Seon Mi meminta maaf pada Han Joo karena sikapnya tadi. Han Joo bertanya apakah Seon Mi akan membeli tanah di kota Bichon, karena lawan terkuatnya meninggal maka  tanah itu akan menjadi milik Kang Dae Sung. Semua orang yang berada di sekitarnya meninggal, Han Joo meminta Seon Mi menemuinya kebetulan Seon Mi memiliki kartu namanya.


Seon Mi sedang menunggu Kang Dae Sung, saat melihatnya Seon Mi mendapat pengelihatan sebuah sungai yang terletak di lembah yang menakutkan. Seon Mi bertanya-tanya kenapa dia terus melihat tempat itu.


Ah Sa Nyeo menghampirinya, Seon Mi bertanya kepadanya kenapa dia berada di pihak Kang Dae Sung dan apa yang akan mereka lakukan. Seon Mi mengatakan kalau mereka mengirim roh jahat dan menyakiti orang untuk membunuh semua orang di sekitar Kang Dae Sung. Ah Sa Nyeo tetap tidak mau menjawab.
“Mengapa kau terus bertanya hal-hal yang tak akan kujawab?”
“Kenapa kau berada bersamanya?”
“Aku memilih orang itu.”


Seon Mi mengatakan kalau dia tidak bertanya pada Ah Sa Nyeo tapi pada Bu Ja.
“Aku tidak bertanya denganmu. Aku bertanya pada Bu Ja.”
“Tubuh ini bukan miliknya.”
“Tetap diam. Bu Ja. Jawab aku.”
Seon Mi menggenggam tangan Ah Sa Nyeo dan melihat Kang Dae Sung menabrak Bu Ja hingga tewas.
“Orang itu membunuhmu bukan? Orang itu membunuhmu bukan?!”
“Kau mengambil kekuatanku, dan sekarang memiliki kemampuan seperti itu? Seseorang yang bahkan tidak bisa melakukan apa pun sebelumnya...”
“Bagaimana kau bisa masuk ke sana dan membantu orang yang membunuhnya? Kau sungguh roh jahat yang busuk.”
“Aku bukan roh jahat!”


Kang Dae Sung menghampiri mereka dan bertanya apakah mobil Seon Mi baik-baik saja. dengan ketus Seon Mi menjawab mobilnya baik-baik saja dan dia ingin sekali bertemu dengan orang seperti Kang Dae Sung. Dia bertanya dimana lembah itu, dan bahkan jika mereka tidak memberi tahu, Seon Mi akan bisa mengetahuinya.
“Seperti yang kau bilang, aku menjadi lebih kuat.” Seon Mi memperingatkan Ah Sa Nyeo sebelum pergi.
Kang Dae Sung heran melihat sikap Seon Mi karena menurut Ah Sa Nyeo, Seon Mi lah yang dibutuhkan Kang Dae Sung tapi kenapa sepertinya Seon Mi lebih kuat dari Ah Sa Nyeo.
“Kita tidak membutuhkannya. Aku bisa melakukannya sendiri.” Ah Sa Nyeo menjawab dengan kesal.


Seon Mi sedang duduk untuk menenangkan diri, tiba-tiba wanita di sampingnya berbicara. Seon Mi mengenalinya, dia adalah pemilik toko. Nenek itu mengatakan Seon Mi harus mengosongkan sesuatu yang berharga bagi dirinya.
“Sesuatu yang berharga bagiku?”
“Ini bukan sesuatu yang bisa di lakukan manusia. Karena kau Sam Jang, kau pasti bisa.”


Ma Wang memberitahu Oh Gong kalau dia membeli Geumganggo model lama tapi ternyata benda itu rusak dan bisa lepas dengan sendirinya.
“Apa ini? Kau memakai ini di kepala? Wow, aku bersyukur tidak harus berkeliling memakai ini. Terima kasih sudah memberiku versi terbaru. Aku telah memakai sabun dan mencelupnya ke dalam air panas agar bisa lepas... dan bahkan memukul dengan batu  tapi tetap tidak bisa. Dan aku tidak ingin melepasnya sekarang.”
Menurut Ma Wang, Oh Gong perlu mempertimbangkan bagaimana dia melihat Seon Mi setelah melepaskannya, pasti Seon Mi tampak jelek dan juga bukan tipe Oh Gong. Itu tidak adil bagi Oh Gong, jadi dia menyarankan untuk berpikir untuk mati setelah memastikannya terlebih dulu.
“Mengapa? Kau ingin aku tetap hidup? Ma Wang, apa kau menyayangiku?” Oh Gong tersenyum, dia senang sepertinya Ma Wang pedul padanya.
“Berengsek! Hei, itu karena aku tidak nyaman, itu saja. Karena aku, berengsek sepertimu memutuskan untuk mati atas dasar cinta tepat di depanku.”
Sebelum pergi Ma Wang memberikan obat yang didaptkan Sekertaris Ma.
“Sampaikan terima kasih pada Sekretaris Anjing. Aku akan memakannya.”


Ma Wang mengembalikan Geumganggo dan meminta uangnya kembali. Anak itu mengatakan dia sudah tidak punya uang lagi dan juga dia tidak menjual barang palsu. Ma Wang bersikeras kalau benda itu rusak dan meminta anak itu mencobanya.


Anak itu memakai Geumganggo walapun dia menolak Ma Wang memaksanya atau dia harus mengembalikan uang Ma Wang. Ma Wang bertanya bagaimana cara melepaskan Geumganggo dari Son Oh Gong. Geumganggo itu tidak berfungsi, jadi Ma Wang meminta uangnya kembali.
“Tidak ada. Aku sudah menghabiskan semuanya. Aduh! Cepat lepaskan!”
Anak itu berteriak kesakitan, lalu Ma Wang bertanya lagi di mana dia menyembunyikan uangnya. Anak itu tidak mengaku dan kepalanya sakit lagi, akhirnya dia mengatakan menyimpan uangnya di dalam toples.
“Karena ini sudah bekerja, aku akan membawanya.”


Ma Wang membawa lagi Geumganggonya, anak itu berteriak kalau Ma Wang melupakan payungnya.
“Ahjussi, kau lupa payungmu.”
“Ahjussi?” Ma Wang tertegun karena sebutan itu, dia anggap panggilan itu tidak sopan.
“Kenapa?”
“Tidak ada roh jahat yang memanggilku Ahjussi.”
“Ah, Ma Wang, bukan? Tidak bisakah aku memanggilmu Ahjussi?”
“Baiklah, panggil aku Ahjussi. Jaga dirimu. Dan berhenti mencuri.” Sesaat Ma Wang menatap anak itu sebelum dia mengijikannya memanggilnya Ahjussi.


Ah Sa Nyeo datang ke tempat Peri Ha, di sana dia bertemu dengan Jenderal Es. Sebenarnya Oh Gong yang menanggilnya, tapi kata Jenderal Es Oh Gong tidak akan datang. Dan dia lah yang diutus untuk menyampaikan pesan pada Ah Sa Nyeo, Jenderal Es mengambilkan minum untuk Ah Sa Nyeo dengan sebuah gelas kertas.

“Aku ingin memberitahunya bahwa aku bertemu Sam Jang. Sayang sekali. Mengapa kau memberi gelas ini saat kau punya gelas lain?”

“Semua yang kau lihat di sini adalah barang-barang kesayangan adikku. Aku tidak ingin kau menyentuhnya.”


Jenderal Es melaporkan apa yang didengarnya dari Ah Sa Nyeo. Dia bilang ada sesuatu yang dibutuhkan untuk ritual pemanggilan naga, benda itu diletakkan di altar seperti saat ritual untuk Peri Ha dulu.

“Benda itu adalah sesuatu yang melambangkan penghormatan terhadap raja. Batu yang menerangi dunia, lonceng yang berbunyi di seluruh dunia, dan pedang yang menguasai dunia. Di dunia ini, mereka adalah ilmuwan, jurnalis, dan orang yang terlibat dengan hukum.”

Oh Gong penasaran dengan barang macam apa yang mereka butuhkan untuk penghormatan raja. Oh Jeong mengatakan sebentar lagi akan ada perayaan 100 tahun Yayasan Korea Kang Dae Sung. Jika Oh Gong pergi ke perjamuan itu, seharusnya dia bisa melihatnya.


Kang Dae Sung dan Ah Sa Nyeo berada di lembah misterius, dia sedang merencanakan acara perayaan 100 tahun di sana.

“Ritualmu akan menjadi acara penutup. Lalu aku bisa melihat naga itu?”
“Orang biasa tidak bisa melihatnya. Mereka mungkin akan melihat awan atau asap.”
“Sayang sekali. Aku ingin melihat naga yang akan memilihku.”
“Kita membutuhkan pintu bagi naga untuk masuk ke dunia ini.”
“Kau bilang akan memasang gerbang batu di sini? Aku akan setuju.”
Asisten Kang Dae Sung datang dengan mengabarkan ada hal mendesak yaitu tersebarnya berita aneh mengenai Kang Dae Sung.
Advertisement


EmoticonEmoticon