2/28/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 Part 2

Di depan Yayasan Korea, para wartawan menghadang Kang Dae Sung dengan berbagai pertanyaan mengenai kakek buyutnya yang menerima medali kehormatan dari Kaisar Jepang dan apakah hilangnya direktur museum terkait dengan hal itu, serta apa kaitannya dengan kematian reporter itu. Dia tidak menjawab dan menerobos masuk melewati para wartawan.


Orang-orang meminta penyelidikan atas kecurigaan tersebut, menurut Kang Dae Sung itu hanya kecurigaan sementara, jadi dia meminta untuk memastiak tidak ada yang membicarakannya lebih lanjut. Tapi dia merasa ada musuhnya mengetahui hal itu, dan membuatnya sedikit takut.


Oh Gong akan segera mengetahui identitas orang-orang yang memuja Kang Dae Sung. Dan apa sebenarnya yang dimaksud dengan batu yang menggelapkan dunia, lonceng yang menyebarkan gosip di seluruh dunia, dan pedang yang memiliki target acak. 


Sementara itu para petinggi organisasi melakukan rapat mengenai kabar yang beredar. Mereka menyadari kalau Yayasan Korea telah berbuat banyak untuk mereka. Bahkan beberapa di antaranya memutuskan untk pro-Jepang juga. Sebuah stasiun televisi memutuskan untuk fokus pada kasus korupsi yang di lakukan direktur museum dan tetap mendukung Kang Dae Sung karena tidka ada alternatif lain.


Di sebuah forum, Kang Dae Sung mengumumkan untuk 100 tahun ke depan, Yayasan Korea akan menjadi wadah yang berisi pemikiran dan semangat era ini.


Menurut Ma Wang, orang-orang akan berpihak pada siapapun yang bisa memberi uang dan kekuasaan. Tanpa memperdulikan jika keluarga itu pro-Jepang atau bahkan pembunuh. Ma Wang mengatakan dia tidak akan datang ke acara peringatan 100 tahun Yayasan Korea karena mungkin banyak yang mencurigakan.

Naga Giok mengajukan dirinya dan Pal Gye yang akan datang mewakili Ma Wang, tapi Ma Wang memanggilnya bukan untuk itu. Naga Giok diminta untuk mencoba Geumganggo, tapi pada saat akan memasangkan di kepala Naga Giok, Ma Wang mengendus aroma Sam Jang.


Dan benar saja Seon Mi datang untuk meminta bantuan Ma Wang. Tapi Ma Wang mengatakan kalau berhubungan dengan Son Oh Gong, dia tidak tahu apa-apa.

Seon Mi: “Sesuatu yang terjadi belakangan ini terkait Kang Dae Sung, mereka ada hubungannya dengan Son Oh Gong bukan? Apa dia mencoba menunjukkan kepada dunia betapa buruknya Kang Dae Sung? Jadi, dia akan dihukum?”

Ma Wang: “Dewa Agung mungkin tahu, dia tidak akan dihukum di dunia manusia. Kurasa dia melakukannya bukan untuk membuatnya dihukum.”

Seon Mi: “Kang Dae Sung membunuh Bu Ja. Aku melihatnya. Kudengar dia mencari manusia karena roh jahat untuk mengambil alih. Itu Kang Dae Sung bukan?”

Ma Wang: “Berhenti bertanya semua pertanyaan ini dan tanyakan langsung orang itu sebagai gantinya. Son Oh Gong dan Kang Dae Sung akan datang ke sana.” Ma Wang memberikan undangan peringatan 100 tahun Yayasan Korea kepada Seon Mi dan meminta Sekertaris Ma menemani Seon Mi ke acara itu.


Setelah Seon Mi dan Sekertaris Ma pergi, Naga Giok mengatakan bukankah memberitahu si babi tentang pembunuh Bu Ja. Menurut Ma Wang ini belum waktunya karena jika dia tahu, dia akan membunuh Kang Dae Sung dan menggagalkan rencana Oh Gong.


Ah Sa Nyeo datang ke rumah sakit untuk mengunjungi ibu Bu Ja, tapi kamarnya sudah kosong. Petugas kebersihan memberi tahu kalau wanita itu sudah meninggal. Tanpa disadari, Ah Sa Nyeo meneteskan air mata.


Pal Gye datang dan melihatnya menangis. Ah Sa Nyeo berkilah bukan dia lah yang menangis. Pal Gye berterima kasih padanya, tapi dia ingin segera pergi dari tempat itu. Pal Gye memegang tangan Ah Sa Nyeo lalu memeluknya dan mengucapkan terima kasih lagi. Ah Sa Nyeo terus menangis di pelukan Pal Gye.


Oh Gong dan Oh Jeong mengamati Kang Dae Sung yang sedang berbicara dengan beberapa orang. Oh Gong bertanya-tanya apakah mereka itu batu, lonceng, dan pedang Kang Dae Sung. Menurut Oh Jeong jika menyingkirkan pria itu maka naga hitam juga akan hilang, tapi sepertinya tidak begitu. Karena Ah Sa Nyeo dan naga hitam akan menemukan Kang Dae Sung lain untuk menggantikannya. Oh Gong ingin segera pergi, tapi dia mencium aroma Sam Jang.


Sekertaris Ma dan Seon Mi datang dan berbicara dengan Kang Dae Sung yang tampak senang bisa bertemu Seon Mi. Sekertaris Ma lalu meninggalkan mereka karena ponselnya berbunyi.


Ternyata Oh Gong yang memanggilnya, dan bertanya kenapa membawa Seon Mi ke acara itu.
“Ma Wang menyuruhku memberitahumu. Sam Jang mencari tahu roh jahat itu sendiri. Dia bilang akan sulit untuk merahasiakannya lagi.”


Seon Mi bertanya pada Kang Dae Sung apakah ada lembah dengan tebing di Bichon yang terhubung dengan sungai. Kang Dae Sung bertanya kenapa Seon Mi sangat penasaran dengan tempat itu. Seon Mi mengatakan dia ingin membeli tanah itu karena dia seorang agen properti.


Oh Gong datang dan tanpa sopan santun langsung meminta Kang Dae Sung menemui Ketua Yoon Dae Sik sekarang juga.


“Kau ingin membeli tanah? Kau melakukan  bisnis ini sebagai CEO Hanbit Real Estate?”

“Iya. Aku ingin pergi melihatnya. Kau pasti mendengar dari Jenderal Es bahwa aku memiliki tujuan yang aneh bukan? Orang itu, Bu Ja... Tidak... Dia membunuh Jung Se Ra.”

“Itulah awal dari semuanya... Orang itu membunuh Jung Se Ra lalu kau menghidupkan Bu Ja. Dan roh jahat Asanyeo mengambil alih tubuhnya. Bajingan itu sungguh menarik roh jahat. Orang jahat yang kucari adalah Kang Dae Sung. Lembah yang kau lihat di mana roh jahat yang memilih bajingan itu akan keluar. Untuk menangkapnya, aku menunggu itu.”


Pal Gye makan malam bersama Ah Sa Nyeo, dia terus menyangkal pada Pal Gye kalau bukan dirinya yang menangis. Ah Sa Nyeo akan meminum wine, tapi dia tampak ragu. Lalu Pal Gye mengatakan dia bukanlah monyet yang memasukkan sesuatu ke dalam minuman, apalagi ada Bu Ja di dalam dirinya yang tidak mungkin Pal Gye akan menyakitinya.
“Katamu, kau seorang cenayang, bukan?”
“Statusku setara dengan Raja. Kau sebenarnya tidak selevel untuk minum denganku.”
“Cenayang agung, anda mau bersulang dengan babi rendahan ini?”
“Ya, aku menerima permintaanmu.”


Ah Sa Nyeo menunjukkan di mana dia tidur selama ini. Pal Gye merasa penasaran dan ingin mengetahui siapa Ah Sa Nyeo dan darimana asalnya.

“Mengapa kau ingin mengenalku lebih jauh?”

“Aku ingin kau melindungi tubuh Bu Ja dengan baik. Berhenti berbuat jahat. Jika begini, Ma Wang atau Dewa Agung akan menyingkirkanmu. Dan aku tidak ingin itu terjadi. Ini peti mati. Kau berbaring di tempat yang kecil ini selama 1200 tahun? Pasti menyedihkan. Kau bilang dirimu dikhianati. Kau pasti marah dan sangat sedih. Aku mengerti kenapa kau menjadi sejahat ini.”

“Iya. Aku menjadi jahat karena marah. Aku juga tidak mau menjadi roh jahat.”

“Kau bisa bersikap baik mulai sekarang. Kau seorang cenayang.” Kata Pal Gye sambil membelai rambut Ah Sa Nyeo.


Seon Mi kemudian menegtahui kalau roh jahat itu kuat dan berbahaya, jadi Oh Ging tidak memberitahunya. Dulu Ma Wang melawannya dan dia takut menatap matanya. Oh Gong meminta Seon Mi tidak khawatir, karena Oh Gong jauh lebih kuat dari Ma Wang. Semua orang memperhatikan Oh Gong karena dia sekarang terkenal, dan menurutnya hal ini mengganggunya. Menurutnya jauh lebih baik menonton TV sepanjang hari dan mengejar Seon Mi.

Lalu tidak sengaja seorang pria menabrak Seon Mi, dan Oh Gong langsung memarahinya. Seon Mi menegurnya karena manusia tida berbicara seperti itu kepada orang yang lebih tua.

“Jika dia tua, mungkin hanya sampai 80 tahun. Kau tahu berapa umurku? Lupakan. Aku tidak ingin mengungkit perbedaan usia antara kita.”

“Jika ingin berpura menjadi manusia, kau harus memperhatikan perilakumu.”


Seorang pelayan datang menawarkan minuman kepada mereka. Dengan sopan Oh Gong meminta dibawakan sampanye untuk Seon Mi. Lalu Oh Gong mengatakan kalau dia bisa saja melakukan semuanya jika dia mau.

Seorang wanita datang untuk berkenalan dengan Oh Gong, dia juga memperkenalkan putrinya yang akan segera mengambil alih departemen bisnis makanan perusahaan mereka. Pelayan datang membawakan minuman yang dipesan Oh Gong, tapi wanita itu dan putrinya segera mengambilnya.

“Haruskah aku menunjukkan sopan santun?” Oh Gong berbisik pada Seon Mi.

“Lakukan seperti biasa.”


Oh Gong dengan segera merebut gelas itu dari mereka. Wanita itu mengomel karena sikap Oh Gong yang sangat tidak sopan dan segera pergi.
Advertisement


EmoticonEmoticon