2/28/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 PART 4

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 Part 3

Oh Gong dan Seon Mi berbicara di sebuah tempat yang lebih sepi, dia mengatakan kalau semua manusia yang berkumpul di sana berbau busuk dan dia hampir tidak bisa bertahan. Itu sebabnya dia terkejut saat Seon Mi masuk dengan aroma teratai, baru beberapa hari Oh Gong tidak bertemu dengannya tapi baunya semakin kuat.


Seon Mi mengatakan dia bertemu dengan wanita pemilik toko yang memberitahunya untuk mengosongkan sesuatu yang sangat berharga baginya.
“Jadi apa yang akan terjadi, aku memikirkannya dengan keras.”
“Kenapa kau memikirkannya? Apa itu makanan? Mengosongkan apa??”
“Mungkin ini hatiku. Karena apa yang aku miliki saat ini adalah cintaku padamu. Karena itu, aku sempat ragu-ragu sambil mengkhawatirkannya. Jika aku mengosongkan semuanya, sepertinya aku bisa menjalankan tugasku. Jadi, aku akan mengosongkan semuanya.”
“Ini adil. Pikiranku akan hilang dan kau akan mengosongkannya.”
“Apa yang dikatakan Bangau putih bahwa aku istimewa... dan bisa menyelamatkan orang, aku telah memutuskan untuk percaya. Karena aku orang yang hebat, aku pasti bisa mengosongkan hatiku.”
“Jadi, kau jauh-jauh kemari untuk bilang akan membuang semuanya sekaligus? Baiklah, kosongkan semuanya. Dan pastikan kau menyingkirkannya dengan benar.”


Seon Mi sedih mendengar ucapan Oh Gong, lalu dia berjalan pergi tapi Oh Gong memegang tangannya dan mengatakan kalau Oh Gong sudah membuang pikiran tentang Seon Mi di jalanan atau di tikungan, jadi Seon Mi tidak boleh muncul lagi di hadapan Oh Gong.

“Aku yang memberimu semua itu, jadi aku yang akan terlihat menyedihkan. Lakukan dengan baik, di mana aku tidak bisa melihatmu.” Lalu Oh Gong yang pergi meninggalkan Seon Mi yang matanya berkaca-kaca.


Seon Mi lalu keluar dan memandang lagit, dia ingat saat Oh Gong menunjukkanpadanya langit yang dipenuhi bintang. Dia berkata pada dirinya sendiri kalau dia harus mengosongkan hatinya sehingga bisa hidup sambil melihat bintang-bintang.


Ma Wang memegang Geumganggo dan bertanya kenapa dia dan cucu pemilik toko tidak bisa melepasnya tapi Sekretaris Ma bisa? Apakah benda itu dibuat hanya untuk pria. Sekertaris Ma datang mengatakan kalau Seon Mi sudah bertemu Oh Gong.

“Apakah dia tahu? Tentang Dewa Agung yang ingin mati menggantikannya?”

“Belum. Tapi, bukankah dia akan tahu pada akhirnya?”

“Sebelum Sam Jang tahu, alangkah bagusnya mengetahui bagaimana cara melepaskan Geumganggonya. Sekretaris Ma, ayo coba sekali lagi.”


Oh Gong menemui pemilik toko untuk menanyakan kenapa dia menemui Sam Jang. Dia mengatakan karena Sam Jang adalah manusia yang istimewa dan berharga.

“Mengapa kau menemuinya dan mengoceh tentang mengosongkan hati atau semacamnya? Mengapa kau mengatakan itu? Apa rencanamu setelah mengosongkannya?”

“Sam Jang adalah wadah.Wadah makanan yang akan berisi roh jahat yang lahir dari kejahatan di dunia ini.”

“Jadi... kau puas jika mengisi roh jahat di dalam wadah itu dan memecahkannya?”

“Ini bukan sesuatu yang bisa kutahan. Itu sesuatu yang harus di pilih Jang Sam pada akhirnya. Anak itu adalah manusia yang cukup istimewa untuk memilih pengorbanan seperti itu.”

“Tolong biarkan dia tetap hidup. Pengorbanan itu, aku akan menggantikannya.”

“Hal ini pasti membuat Dewa Agung yang sombong dan angkuh memilih mengorbankan dirinya.”

“Kau memasang Geumganggo itu padaku. Kau siapa?”

“Son Oh Gong, sepertinya kau tak perlu lagi dikuasai Geumganggo. Geumganggo mungkin tidak memiliki kekuatan lagi.”


Ma Wang memasang Geumganggo di kepala Sekertaris Ma, tapi dengan mudah Sekertaris Ma melepaskannya.

“Ini di pasang agar membuat seseorang patuh. Mungkin tidak bekerja karena dari awal aku sudah patuh kepada Anda?”

Ma Wang pun mendapatkan pencerahan, ternyata begitu cara kerja Geumganggo.

“Iya, itu! Ah, jadi begitu! Karena sejak awal kau tidak berniat untuk melanggar Geumganggo jadi bisa di lepas. Lalu, Geumganggo Son Oh Gong bisa di lepas juga?”


Oh Gong bertanya apakah ucapan pemilik toko berarti Oh Gong bisa melepaskan Geumganggonya sendiri.

“Kau tidak lagi menganggap cinta Geumganggo sebagai pengekangan. Kau tidak memiliki pemikiran seperti itu lagi. Mengapa kau perlu belenggu untuk menahanmu? Kau sendiri bisa melepaskan diri dari kendali Geumganggo. Dengan begitu, takdir mematikan dan rencana surga akan berjalan dengan cara yang berbeda.”


Oh Gong mengamati Seon Mi yang duduk sendirian memandang langit. Oh Gong memandang Geumganggo di tangannya lalu melepaskannya.


Setelah Geumganggo itu lepas, Oh Gong berjalan pelan mendekati Seon Mi, tapi dia berhenti lagi.
“Apa yang harus kulakukan? Melihatmu seperti ini, bahkan membuatmu semakin cantik.” Ucap Oh Gong sambil meneteskan air mata. 

Kemudian batu kecil yang jatuh di pangkuan Seon Mi. Itu adalah batu yang diminta Seon Mi agar Oh Gong menjadikannya bintang. Seon Mi melihat sekeliling siapa yang melemparkannya, tapi tidak ada orang di sana.


Ma Wang sangat senang melihat Oh Gong dan tidak sabar memberitahunya kalau ma Wang sudah mengetahui rahasia Geumganggo dan Oh Gong akan bisa melepaskannya. Tapi dia menjadi tidak antusias lagi saat mengetahui Oh Gong sudah melepaskan Geumganggonya.

“Sekarang kau bisa melepaskan ini... Kau sudah melepasnya. Ini terjadi begitu saja. Bagaimana perasaanmu sekarang? Kau menemui Sam Jang? Bagaimana?”

“Pertama, aku mengalahkan Geumganggo. Perasaanku yang tidak dipaksakan ini, tidak akan pernah hilang.”

Menurut Ma Wang, Oh Gong tampak aneh saat dia membuang saus yang disiapkannya untuk memakan Sam Jang. 

“Jika begitu, apa yang akan kau lakukan? Bagaimana dengan hasil ini? Apa yang di lakukan Sam Jang?”


Ma Wang keheranan melihat Oh Gong memakai Geumganggo lagi. Oh Gong mengatakan dia memakai Geumganggo lagi demi Sam Jang.

“Sam Jang selalu penasaran cintamu asli atau palsu. Jika ini asli, dia pasti sangat senang.”

Oh Gong lalu memberitahu Ma Wang apa yang dilakukan Bangau Putih yang mengakhiri hidupnya karena merasa menderita.

“Jika Jin Seon Mi dibiarkan sendiri, cinta ini tidak akan bertahan. Setelah semuanya selesai dan aku selamat, di saat itu aku akan melepaskan ini dan menunjukkan padanya.”

“Berpura-pura menjadi keren, kau hanyalah berengsek, bedebah! Dimana kau menyembunyikan pedang itu?”

“Mengapa? Sekarang kau juga mencari pedang? Apa kau sangat menyayangiku?”

“Lupakan. Jangan beritahu aku. Astaga, aku membuang banyak uang untuk membeli Geumganggo. Kau menyembunyikan pedang itu di Sureumdong, bukan? Jadi kau menutup Sureumdong agar tidak ada yang bisa masuk bukan?”

“Ma Wang, aku bahkan bisa mengalahkan ini, jadi aku juga bisa mengalahkan naga.”


Pal Gye menceritakan kalau dia melihat Ah Sa Nyeo menangis karena ibu Bu Ja meninggal, menurutnya mungkin saja Ah Sa Nyeo berangsur-angsur kembali menjadi Bu Ja. Jenderal Es memperingatkan Pal Gye agar berhati-hati terhadap Ah Sa Nyeo, tapi Pal Gye mengganggap itu hanya karena Jenderal Es tidak menyukai Ah Sa Nyeo. Sedangkan Pal Gye tetap merasa kasihan saat bicara dengan Ah Sa Nyeo, bahkan setelah menghiburnya Pal Gye akan menjadikan Ah Sa Nyeo adiknya.

Naga Giok sangat menentang Pal Gye karena Ah Sa Nyeo adalah wanita yang sangat jahat. Dia mengatakan kalau Ah Sa Nyeo selama ini bersama dengan orang yang membunuh Bu Ja. Jenderal Es dan Pal Gye sangat terkejut mendengarnya.

“Saat Bu Ja mencari orang yang membunuhnya, Ah Sa Nyeo merasuki tubuhnya. Setelah itu, dia berada di sisinya untuk membantu. Dia adalah roh yang sangat jahat.” Naga Giok berusaha meyakinkan Pal Gye.


Saat Pal Gye bersama Ah Sa Nyeo di rumah Kang Dae Sung, Ah Sa Nyeo mengatakan kalau dia yang memilih orang itu.

“Meski pun dia tahu orang yang membunuh Bu Ja, dia tetap memilihnya. Aku akan membunuh mereka. Orang itu dan Ah Sa Nyeo, aku akan membunuh mereka semua!” Pal Gye berbicara dengan penuh amarah.


Seon Mi menemui Oh Gong sambil menunjukkan batu yang jatuh dipangkuannya. Dengan kesal Seon Mi bertanya kenapa Oh Gong melempar batu itu. Dengan dingin, Oh Gong mengatakan sejak dia berubah, dia melempar sesuatu yang telah di buang dengan menyedihkan.

“Mengapa kau melemparnya sesukamu? Iya. Kau bisa melakukan apa pun. Entah itu melempar atau menerbangkannya. Aku meletakkannya di tumpukan rapi. Aku punya banyak barang yang bisa kau lempar. Jadi, kau melemparnya sembarangan?”

“Jadi, kau datang untuk memberi tahu bahwa  kau memiliki banyak barang simpanan? Apa kau tahu berapa banyak yang harus kulampiaskan? Kau berengsek!” Seon Mi lalu melemparkan batu itu pada Oh Gong.


“Aku tidak tahu kau telah mengumpulkannya begitu banyak.”

“Ya. Jadi, itu sebabnya aku akan melampiaskan semuanya padamu. Tanpa menyerah sambil duduk di trotoar atau menangis di sudut ruangan, aku akan melampiaskan semuanya padamu!”

“Ya, lakukan saja. Jika kau merasa ini salah, lakukan sesukamu. Aku akan mendengarkannya. Lakukan.”

“Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Aku mencintaimu. Kubilang aku mencintaimu!” Seon Mi lalu memeluk Oh Gong dan menangis, tapi Oh Gong tidak balas memeluknya. Seon Mi melepaskan pelukannya dan sekali lagi dia mengatakan mencintai Oh Gong lalu menciumnya.

Setelah Seon Mi melepaskan ciumannya, Oh Gong berbicara lalu mencium Seon Mi “Jika kau ingin melampiaskannya seperti ini, aku tidak akan menghentikanmu.”

Advertisement


EmoticonEmoticon