2/08/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 10 PART 1

SINOPSIS Longing Heart Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 9 Part 3

Shin-woo remaja meminta maaf karena dirinya memutuskan untuk merubah masa depannya. Dia tak akan bertemu dengan Ji-soo pada 10 tahun mendatang. Dia hanya akan menyelamatkan Ji-soo dari insiden kecelakaan, tanpa bertatap muka dengannya, dan hal itu mengakibatkan Shin-woo dewasa tak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, dan otomatis.. Ji-soo tak memiliki kenangan bersama dengan sosok Pak Kang, “Kuharap, pertemuan terakhir kami adalah ketika kami berusia 18 tahun.. karena kalau kami bertemu kembali, hanya akan menyakiti perasaan satu sama lain..”


“Dasar Shin-woo bodoh..” ucap Shin-woo dewasa yang kemudian berlari entah tujuannya kemana~


Ji-soo tengah membereskan barang-barangnya.. dia membuka buku berisi foto SMA-nya. Entah apa yang dia pikirkan, tapi dia menaruh kembali buku tersebut dan lansgung berjalan pergi~


Tak lama kemudian, Shin--woo datang.. dia melihat foto yang terselip dalam buku yang ditinggalkan Ji-soo, namun tak mengetahui Ji-soo tengah ada dimana..


Flashback... ternyata, foto itu miliknya Pak Kang yang dulu dia bawa dari masa depan. Tak sengaja, Ji-soo melihatnya kemudian dia memintanya. Shin-woo remaja sempat heran, karena dia rasa fotonya belum dicetak dan foto ini terkesan sangat jadul...


Shin-woo teringat momen ketika dirinya menjadi Pak Kang dan memberikan semangat serta kekuatan pada Ji-soo yang kala itu sangatlah rapuh, “Ji-soo tak boleh melupakan hal itu..” ucapnya


Ternyata, Ji-soo tengah berjalan seorang diri.. sejenak dia terhenti di depan rumahnya Shin-wo. Tapi kemudian, dia melanjutkan langkahnya menuju jembatan kunag-kunang..


Beberapa saat, dia hanya diam disana dengan wajah yang terlihat begitu sendu.. namun tiba-tiba, datanglah Shin-woo yang langsung memeluknya dari belakang, 


Shin-woo: “Tak apa jika kamu melupakan segalanya. Terakhir kali, ketika kita bertemu kamu bilang kamu tak ingat apa yang terjadi di masa lalu ‘kan? Mulai dari sekarang, kamu harus hidup seperti itu.. jangan memaksakan diri untuk tetap mengingatnya, dan membuat hidupmu jadi sengsara karenanya. Meskipun pada akhirnya kamu lupa, tolong ingat satu hal.. bahwa tak ada seorang pun yang harus merasa bersalah karena berhasil selamat. Kalau bisa memutar waktu, aku akan melakukan hal yang sama dan meskipun tahu akhirnya akan seperti ini, aku tetap akan bertemu dengan mu ketika kamu berusia 18 tahun. untuk mengatakan padamu.. kalau kamu tak melakukan hal yang salah. Semuanya bukan kesalahanmu..”

Ji-soo: “Maaf Shin-woo...”


Shin-woo menghapus ar mata Ji-soo: “Hal yang tak bisa kukatakan padamu dulu.. cinta pertamaku, namanya Han Ji Soo. Dan kamu selalu menjadi jawaban dari segala pertanyaanku.. Terimakasih atas segalanya.. Terimakasih karena telah mencintaiku..” 


Keesokan harinya, Ji-soo dan Joo-hwan meninggalkan pulau garam dengan manaiki kapal ferri. Langkah Ji-soo terlihat begitu berat, namun pada akhirnya dia pun benar-benar pergi..


Shin-woo remaja pulang ke rumahnya, dia menghampiri kakanya yang tengah menangis terse-du sedu, “Noona kenapa?”


Ternyata, tas milik ibu mereka baru dikembalikan. Melihatnya, membbuat Shin-hee tak sanggup merapikan barang-barang milik ibu. Shin-woo memeluknya, “Tak apa noona, biar aku saja yang melakukannya..”


Masuk kedalam kamarnya, Shin-woo menangis memeluk tas tersebut. Dia pun membuka, dan langsung dikejutkan karena melihat 2 buah KTP miliknya.. selain itu, dia pun melihat dua tiket kapal ferri, “Kalau yang satunya dari Ji-soo.. yang satunya lagi dari mana???” 


Pada waktu yang bersamaan, Shin-woo dewasa juga menemukan barang-barang tersebut..


Shin-hee bertanya pada Shin-woo remaja, apakah sebelum insiden terjadi, ibu mennghubunginya? Karena dari CCTV, nampak ibu sempat berbicara di telpon..

“Tapi hari itu, ibu tak membawa ponselnya...” jawab Shin-woo


Tapi teringatlah Shin-woo pada pesan suara yang sempat dia kira hanya sebuah spam. Segera, dia pun menyalakan ponselnya, dan mendengar isi pesan tersebut yang nyatanya.. memang dikirim oleh mendiang ibunya..


Tangis mereka pecah, setelah mendengar pesan terakhir ibu yang ternyata telah mengetahui bahwa Pak Kang merupakan Shin-woo dari masa depan. Ibu menganggap, pertemuan mereka sebagai hadiah untuknya.. Meskipun tak berumur panjang, ibu bisa pergi dengan lega karena telah diberitahu bahwa putranya akan tumbuh menjadi pribadi yang sangat baik.


Ibu pun menyadari, alasan Ji-soo sangat membenci Shin-woo pada 10 tahun yang akan datang. Pada hari itu,, ibu telah mendapatkan tiket namun sengaja ‘mengambil’ tiket Ji-soo supaya Ji-soo bertemu dengan Shin-woo, ibu berpesan supaya Shin-woo menjelaskan semuanya pada Ji-soo, “Ini bukan karena nasib buruk diantara kalian, tapi ini adalah takdir..”


Terakhir, ibu berpesan agar Shin-woo melajutkan hidupk dengan bahagia, terlebih karena ibu telah menciptakan kesempatan ini untuknya~
Comments


EmoticonEmoticon