2/01/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 8 PART 3

SINOPSIS Longing Heart Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 8 Part 2

Ji-Soo kembali ke rumah sakit, dia terduduk di kasurnya dan mengingat kembali, perkataan So-ra yang menceritakan bahawa semalam, Shin-woo yang telah mengantarnya.


Sekilas, Ji-soo mengingat momen ketika Shin-woo mengatakan padanya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dan meskipun telah tertidur, samar-samar dia sempat mendegar suara Shin-woo yang membalas permintaan maafnya dengan berkata: “Meskipun aku tak tahu, kenapa kamu meminta maaf.... jika memang itu karena suatu hal yang menyiksa perasaaanmu, lebih baik kamu lupakan saja. Akan kulakukan apapun untukmu, asalkan kamu bisa hidup dengan bahagia..”


Di tempat lain, sekarang Shin-woo tengah memastikan sendiri tentang apa yang sebenarnya terjadi 10 tahun lalu. Dia mengkonfirmasi waktu acara pameran yang hendak dikunjungi Ji-soo, yaitu sekitar pukul 3 sore. Berarti seharusnya, Ji-soo menaiki kapal ferri sekitar jam 2 yang kebetulan jadwalnya sama dengan ferri yang ditumpangi oleh ibunya Shin-woo.


Kembali ke rumah Sakit, Shin-wo (remaja) menghampiri Ji-soo dan bertanya, “Kali ini karena siapa? Apa anda menangis karena guruku (Shin-woo) ??”


Ji-soo: “Shin-woo dimana?” 

Shin-woo: “Memangnya ada apa?” 

Ji-soo: “Karena aku menyukainya.. aku menyukai gurumu.. tapi, aku tak boleh suka padanya..”

Shin-woo: “Maksudnya?”


Shin-woo mempertanyakan kepemilikan cincin yang dia temukan di meja Ji-soo, “Ini milik anda ‘kan? Apa sekarang, masalah anda ada kaitannya dengan cincin ini?”

“Cincin ini, adalah alasan.. mengapa aku tak boleh menyukai gurumu..” jawab JI-soo yang kemudian bertanya lagi dimana Shin-woo berada saat ini?


Beberapa saat kemudian, kita melihat Ji-soo yang telah sampai di dermaga. Langkahnya terhenti sejenak, waktu seakan berjalan mundur.. kembali pada masa 10 tahun yang lalu...


Ternyata, siang itu Ji-soo telah memberli tiket untuk menaiki kapal ferri ke pulau sebrang. Ketika tenga menunggu kapalnya datang, tiba-tiba muncul angan seseorang yang meraih tangannya..


Kembali pada realita, sekarang Shin-woo yang tengah meraih tangannya. JI-soo menatapnya pilu, dia menceritakan bahwa dulu.. dirinya menugu Shin-wo hingga jam 1 malam di jembatan itu, “Aku berharap kamu melihat pesanku dan datang kesana untuk menemuiku. Tapi ketika kamu tak muncul juga, akhirnya aku sadar.. bahwa pada dasarnya aku tak mengharapkan kedatanganmu. Melihatmu terluka, membuatku dipenuhi rasa bersalah.. dan aku memutuskan untuk melanjutkan sisa hidupku seperti ini, seorang diri. Kupikir.. dengan berbuat seperti itu, maka kesalahanku padamu akan terbayarkan. Tapi ternyata, akhirnya aku tahu kalau selama ini aku terus berbohong pada diriku sendiri. Karena sejujurnya, aku takut kamu menegtahui apa yang sebenarnya terjadi.. tapi sekarang, kurasa, aku tak bbisae menyembunyikannya lagi...”


Ji-soo menangis ketika dia mengembalikan cincinnya kepada Shin-woo, “Itu peninggalan dari ibumu.. maaf, karena hanya aku seorang yang bisa selamat dan hidup hingga sekarang..”

“Ini apa maksudnya?” tanya Shin-woo

“Ibumu meninggal.. karenaku..” jawab Ji-soo

“Maksudnya apa?” tanya Shin-woo

“Di hari itu, aku bertemu dengan ibumu disini..” jawab Ji-soo


Flashback...
Karena layar ponselnya rusak, Ji-soo tak bisa membuka sms dan dia hanya bisa menerima panggilan telpon saja. Makanya dia tak mengetahui bahwa Shin-woo mengajaknya bertemu,


Ketika tengah menunggu kapal ferri-nya datang, hujan turun sangat deras.. tiba-tiba muncul ibunya Shin-woo yang meraih tangan Ji-soo dan mengajaknya mengobrol.


Meskipun ibu menceritakan banyak kekurangan Shin-woo, tapi  Ji-soo malah tersenyum dan mengatakan bahwa Shin-woo merupakan teman terbaiknya disini. 

Sangat kebetulan.. ibu hendak pergi ke pulau sebrang, dia bilang untuk menjenguk keluarganya, tapi sayang sekali.. karena ibu kehabisan tiket. JI-soo yang dari awal memang tak ingin pergi, akhirnya dengan sukarela memberikan tiket miliknya untuk ibu.


Dengan senang hati ibu menerimanya.. dan sebagai balasan.. ibu memberikan cincin dari Shin-woo untuk Ji-soo, lalu memintanya untuk segera memperbaiki ponselnya ketika pulang darisini. Dan karena kapal ferri-nya telah tiba, ibu pamit dan bergegas pergi~


Setelah ponselnya diperbaiki, barulah Ji-soo membaca pesan dari Shin-woo. Mereka pun bertemu.. tapi di waktu bersamaan insiden yang merenggut nyawa ibu akhirnya benar-benar terjadi..
Flashback end...


Momen itulah yang membuat JI-soo benar-benar merasa bersalah, “Andai saja, aku tak memberikan tiketku untuk ibumu..”

Ji-soo: “Kumohon, jangan pernah memaafkanku. Benci dan maki saja diriku.. hingga kamu merasa lelah dan ketika saat itu tiba, kuharap kamu bisa melupakan semuanya. aku akan mengingat momen ini, seumur hidupku..”


Ji-soo berjalan pergi meninggalkan Shin-woo yang tak bisa berkomentar apapun.. dia hanya bisa diam, dengan mata yang memerah menahan tangisnya..

Comments


EmoticonEmoticon