2/07/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 9 PART 2

SINOPSIS Longing Heart Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 9 Part 1

Sebelum tidur, duo Shin-woo berdebat.. Shin-woo dewasa terus mengganggu Shin-woo remaja hingga mebuatnya tak bisa tidur dengan tenang. akhirnya, Shin-woo remaja mengajukan beberapa pertanyaan padanya, seputar perkuliahan dan kerja. Tapi Shin-woo dewasa, memberikan jawaban yang terdengar begitu pesimis..


“Sonsaeng-nim.. setidaknya kau bisa berbohong duapya membuatku bersenangat! Aku tak yakin, kau memiliki sesuatu yang sangat kau senangi selama ini..” keluh Shin-woo remaja

“Menunggu..” jawab Shin-woo dewasa, “Berpikir, kalau besok.. atau besoknya lagi.. aku bisa bertemu dengannya, setidaknya sekali saja..”

“Bertemu dengan siapa?”

“Kau kira siapa lagi!”

“Ketika aku kembali, aku sedih karena tahu kalau aku bisa bertemu dengan Ji-soo 10 tahun kemudian..”

“Setidaknya, kamu ppunya kepastian bahwa dirimu pasti akan bertemu dengannya. Kamu tahu kalau di masa depan, Ji-soo masih menyukaimu, jadi kalian akan punya akhir yang bahagia..”


Shin-woo remaja, mengungkapkan rasa bahagianya.. karena mengetahui bahwa di masa depan dirinya kan tumbuh menjadi seeorang pria seperti Pak Kang..


Shin-woo dewasa hanya diam, matanya mulai berkaca-kaca. Dan ketika Shin-woo remaja telah tidur, dia meminta maaf kepadanya, “Maaf.. karena aku terus berbohong padamu. Tapi alasanku berbohong, karena aku ingin kau menanganinya sendiri ketika kau beranjak dewasa nanti. Kuharap, kau tidak menyalahkan yang namanya takdir,...”


Keesokan harinya, ketika Joo-hwan hendak mengirim pesan pada Ji-soo, datanglah Shin-woo. Dia memintanya untuk tidak memainkan ponsel, karena ada peraturan yang melawangnya, 

“Bukannya kau sudah pulang, kenapa masih ada disini?” tanya Joo-hwan

“Aku mau berobat..” jawab Shin-woo


Ji-soo hampir membuka pesan dari Joo-hwan, tetapi Shin-woo lansgung merebut ponselnya dan mengajaknya pergi bersamanya, hari ini saja..


Mereka menghabiskan waktunya, seperti sepasang kekasih yang tengah berkencan.. Mulai dari membaca komik, menggambar, kemudian jalan-jalan bersama. 


Ji-soo mengakui, bahwa ketika bersama dengan Shin-woo.. dirinya serasa jalan dengan seseorang yang seusia dengannya, karena segala hal yang diketahuinya di masa lalau, ternyata Shin-woo juga mengetahuinya.


“Karena kamu ingin pergi, apakah ada sesuatu yang kamu inginkan? Mungkin aku bisa memberikannya sebagai hadiah perpisahan...” ujar Ji-soo

“Aku ingin itu..” jawab Shin-woo sambil menunjukkan lukisan yang barusan Ji-soo buat, “Ulangtahunku sudah lewat, tapi aku ingin itu sebagai hadaian ulang tahunku..”

“Abiklah.. tapi tahun depan, aku akan memberikan hadiah ulangtahunmu tepat waktu..” jawab Ji-soo

“Hftt... sekarang seluruh harapanku telah terkabulkan. Terakhir, aku ingin pergi ke suatu tempat denganmu..” ucap Shin-woo


Mereka mendatangi tempat yang penuh kenangan bagi mereka berdua. Shin-woo bercerita: “Dulu, aku punya seorang teman. Tapi aku tak tahu kalau saat itu menjadi momen terakhir kami bisa bertemu, aku tak sempat mengatakan apa yang ingin kukatakan padanya..”

“Memang, apa yang ingin kamu katakan?”

“.. ‘aku suka padamu’.. teman itu, adalah cinta pertamaku. Aku bahagia karena bisa bertemu dengannya dan jatuh cinta kepadanya..”

“Aku pun begitu.. aku pun memiliki seseorang yang menjadi cinta pertamaku..”

“Cinta pertama.. maksudmu, guru semasa SMA-mu?”

“Bukan.. orang yang kusuka adalah temanku. Kang Shin Woo.. itulah namanya. Aku suka padanya, sangat menyukainya..”


Mendengar pengakuan itu, seketika membuat Shin-woo lansgung memeluk Ji-soo dengan sangat erat, “Teriamaksih bu Dokter..”


“Aku juga berterimakasih, karena ketika bertemu denganmu.. kurasa aku kembali ke masa lalu. Aku bisa merasakan kebahagiaan seperti dulu..” ungkap Ji-soo yang kemudian memberikan sebuah payung untuk Shin-woo


“Dulu.. ketika terakhir kali bertemu dengan temanku, dia kehujanan. Maka dari itu, selama 10 tahun aku selalu membayangkannya dalam kondisi yang basah kuyup..” tutur Ji-soo


Dengan suaranya yang bergetar, Shin-woo mengatakan kalau dirinya tak ingin melihat Ji-soo bersedih dan meminta untuk melanjutkan hidup dengan bahagia, “Bu Dokter.. dalam perjalanan pulang, kumohon nyalakan-lah ponsel mu..”


Shin-woo dewasa bertemu dengan Joo-hwan, dia memintanya untuk mengirim Ji-soo kembali beerja di Seoul atau tempat lain asalkan jangan disini,

“Aneh.. bukannya kau suka pada Ji-soo, kenapa kau malah meminta pria yang suka padanya untuk mengirimnya ke tempat yang jauh darimu.. alasanmu apa?” tanya Joo-hwan

“Karena Ji-soo, tak akan bahagia kalau dia terus-terusan melihatku..” jawab Shin-woo


Joo-hwan bingung, kenapa hari ini.. Shin-woo dan Deok-goo (Shin-woo remaja) mengatakan hal yang sama padanya?

Ternyata, siang tadi.. Shin-woo remaja meminta Joo-hwan untuk mengerim JI-soo ke Seoul, “Kalau anda melakukannya, aku akan membiarkan ada mengambil posisi pertama untuk mendapatkan Ji-soo..”


Dalam perjalan pulang, Ji-soo menyalakan ponselnya. Dia membaca pesan dari Jo-hwan, lalu ada pesan masuk dari Shin-woo remaja..


“Kubilang, aku akan memberitahukan namaku padamu ‘kan? Namaku adalah Kang Shin Woo..”


Tiba-tiba, turun hujan deras.. Shin-woo remaja, menangis seorang diri di tempat tadi. Ternyata, dia telah mengetahui semuanya..


Malam itu, tak sengaja dia mendengar pembicaraan Ji-soo dengan Shin-woo dewasa.. Dia sedih, tapi tak bisa berbuat apapun~


Kembali ke tempat tadi, kini Shin-woo telah menghilang. Hanya tertinggal lukisan pemberian Ji-soo yang ditutupi dengan payung dari Ji-soo..

Comments


EmoticonEmoticon