2/07/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 9 PART 3

SINOPSIS Longing Heart Episode 9 BAGIAN 3


[... Satu Bulan Kemudian ...]


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 9 Part 2

Shin-woo bangun dari tidurnya, dia mengeluh mengatakan dirinay tak ingin pergi ke sekolah. Tapi Na-hee muncul, memarahinya.. menyindir, kalau tak bekerja mau dapat uang darimana.

“Aishh.. harusnya aku tetap tinggal di Seol sendirian saja..” keluh Shin-woo


Meskipun Shin-woo remaja telah kembali ke asalnya, namun Shin-woo dewasa masih mengingatnya. Bahkan.. peralatan tidur, sikat gigi hingga alat pencukur, masih tersimpan dua buah sekaan Shin-wo masih ada bersamanya.


Shin-hee pun, kadang bertanya tentang kabar Shin-woo remaja. Meskipun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi seringkali dia mengkahwatirkannya, “Apa rentenirnya sudah pergi? Apa dia hidup baik-baik saja?”

“Iya.. dia baik-baik saja, makanya aku pun bisa hidup dengan tenang..” jawab Shin-woo


Setelah Shin-woo remaja kembali, Shin-wo dewasa merasakan ada memorinya yang berubah. Ketika para murid meminta, dia menceritakan cinta pertamanya.. Shin-woo bingung sendiri, dia mengatkaan ini tapi tiba-tiba serasa terjadi hal yang lain..


Masuk ke ruang guru, Shin-woo melihat Na-hee yang tengah tertawa sendiri berbalas chat sesorang yang dia sebut ‘sayang’. Ketika ditanya itu siapa? Na-hee segera menutup laptopnya dan tak mau memberikan jawaban.


Justru, Na-hee bertanya balik.. dia sering melihat Shin-woo yang selalu memainkan ponselnya, “Apa sekarang, kau sedang kencan dengan seseorang?”


Ternyata.. alasan Shin-woo yang terus melihat ponselnya, adalah karena dia sering menerima email dari Shin-woo remaja yang menceritakan banyak hal padanya.


Di tahun 2007, Shin-woo remaja kembali menjadi siswa SMA seperti biasanya. Dia mengecek ponselnya, ada pesan suara yang masuk.. tetapi dia tak membukanya karena dia kira itu hanyalah spam..


Kepada Shin-woo dewasa, Shin-woo remaja bercerita mengenai ‘hubungan’ Geun-sok dengan Na-hee, “Kurasa.. diantara mereka ada sesuatu..”. Bahkan saat masih berada di masa depan, Shin-woo remaja tak sengaja melihat Geun-dok yang pulang mengantar Na-hee..


Mengetahui kisah ini, seketika membuat kedua Shin-woo sama-sama bergidik geli~


“Sonsaeng-nim.. sekarang keadaanmu bagaimana? Aku tidak baik-baik saja.. dan kurasa, kamu pun sama sepertiku..” gumam Shin-woo remaja


Ji-soo masih penasaran dengan identitas Shin-woo remaja, dia mengecek datanya di dokumen RS, namun tak ada hal apapun yang bisa menjawab rasa penasarannya Suster menyarankannya untuk menghubungi wali pasien saja, tapi Ji-soo menolaknya. 


Ternyata, hari ini merupakan hari terakhir Ji-soo bekerja di RS. Joo-hwan telah membelikannya tiket untuk kembali ke Seoul esok siang. Namun Ji-soo mengungkapan, bahwa dirinya tak akan pergi ke Seoul.. melainkan pergi ke Amerika. Dia meutuskan untuk itnggal disana, bersama dengan kedua orangtuanya,


Joo-hwan tak bsia menentang keinginan itu dia berharap yang terbaik untuk Ji-soo. Terakhir dia pun memeluk Ji-soo, dalam benaknya dia meminta maaf..”Jika aku tahu lebih awal, maka akau tak akan membawamu kesini..”


Ji-soo menemui So-ra, kali ini.. dia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Dia harus pamit.. apalagi sekarang dia tak akan pulang kembali.

“Shin-woo mengetahuinya?” tanya So-ra

“Kurasa.. lebih baik jika aku tak memberitahunya..” jawab Ji-soo


Kembalinya Shin-woo remaja ke masa lalu, merubah beberapa memori kenanagan teman-temannya. Jika sebelumnya, mereka tak mengetahui apapun tentang Ji-soo.. kali ini, mereka mengetahui satu hal. Shin-woo memberitahu mereka tentang catatan yang ditinggalkan Ji-soo, namun Shin-woo sengaja tak menemuinya karena telah mengetahui apa yang ingin dikatakan Ji-soo kepadanya.. dia berpeesan pada teman-temannya, supaya mengangga Ji-soo memiliki alasannya tersendiri, hingga memutuskan untuk pergi..


So-ra benar-benar dibuat bimbang.. tetapi pada akhirnya, dia menelpon Shin-woo dan memberitahukan kepergian Ji-soo..


Lewat buku catatan, Shin-woo remaja meninggalkan pesan pada Shin-woo dewasa. Dia berandai-andai.. kalau saja dirinya tak bertemu dengan Ji-soo, apakah pada akhirnya dia akan tetap jatuh cinta pada Ji-soo?

“Pasti semuanya akan sama, karena aku telah mengalaminya..”


“Lalu.. apakah takdir merupakan sesuatu yang tak akan pernah bisa kita rubah? Kalau begitu.. meskipun kita kembali ke masa lalu lagi, mungkin akhirnya akan seperti ini lagi.. Ji-soo tetap merasa bersalah setiap kali melihat kita, dan kita akan tersakiti karena harus merelakan kepergian Ji-soo. Mungkin ini adalah takdir kita.. Sonsaeng-nim, maaf.. kurasa aku akan merubah takdirku. Apa yang terjadi padamu, masih menjadi masa depan untukku. 10 tahun yang akan datang, aku.... tak akan pernah bertemu dengan Ji-soo di Seoul...” 


Kedua Shin-woo sama-sama menangis,, Shin-woo remaja membakar catatan yang ditinggalkan Ji-soo dan Shin-woo dewasa hanya bisa diam, dia terkejut namun tak tahu mesti berbuat apa~
Comments


EmoticonEmoticon