2/08/2018

SINOPSIS Misty Episode 2 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 1 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 2 Part 2

Detektif bertanya kepada Go Hye Ran kapan dia menyadari Kevin Lee dan Soo Eun Joo sudah menikah. Dia mengatakan saat memberitakan mereka, dia tahu mereka adalah suami istri.
“Kamu satu SMA dengan Seo Eun Joo. Kamu tidak mengenalnya?”
“Kami belum pernah bertemu lagi setelah kelulusan.”
“Bagaimana dengan Kevin Lee? Kamu selalu akurat dan ingatanmu juga tajam. Jadi, biar kutanya lagi. Apa kamu pernah bertemu dengan Kevin Lee sebelumnya?”


Flashback. Go Hye Ran sengaja melewati Kevin Lee (saat itu dia bernama Lee Jae Young), karena tidak mau berbicara dengannya. Lee Jae Young lalu menarik tangan Hye Ran dan bertanya apakah dia melakukan ini karena dia hanya pria biasa yang tidak begitu penting. Hye Ran menjawabnya dengan dingin.
“Ya. Lee Jae Young. Aku sudah mencampakkanmu. Kamu juga harus mencampakkanku. Katakan saja, "Urus kehidupanmu sendiri, Bedebah." Karena aku akan melakukan itu.”


Lee Jae Young sangat terpukul dengan ucapan Hye Ran sehingga payung yang dipegangnya terjatuh. Lalu dia bertanya berapa lama Hye Ran akan bahagia setelah meninggalkannya. Hye Ran mengatakan itu lebih baik daripada bersama Lee Jae Young.
“Baik. Pergilah. Tapi aku akan mengawasimu. Aku akan melihat seberapa bahagianya dirimu dan sejauh apa kamu bisa pergi. Jadi, kamu harus bahagia.”
“Tentu. Aku akan bahagia.”


Satu bulan sebelum kecelakaan. Hye Ran sangat terkejut setelah mengetahui pria yang menabraknya adalah Lee Jae Young, mantan kekasihnya yang sekarang sudah jauh berbeda. 


Hye Ran lebih terkejut lagi saat teman sekolahnya datang dan mengenalinya. Lalu Soo Eun Joo memperkenalkan pria itu sebagai suaminya. Yang paling mengejutkan adalah saat Lee Jae Young memperkenalkan dirinya dengan nama Kevin Lee.

“Sayang, aku selalu bilang setiap kali kita menonton berita, temanku di Korea adalah pewarta wanita terkenal. Aku tidak menyangka kita bertemu seperti ini. Kamu lebih cantik daripada di layar kaca. Aku mendengar banyak tentangmu.” Soo Eun Joo sangat senang bertemu dengan Hye Ran.


Mereka bertiga lalu duduk bersama dan mengobrol. Hye Ran memperhatikan Kevin Lee yang tampak sangat mencintai istrinya.


Kevin Lee selalu menatap Hye Ran dengan tajam, dia memperhatikan lutut Hye Ran yang terluka lalu Hye Ran segera menutupnya. Karena pikiran Hye Ran yang masih tertuju pada Kevin Lee, dia sangat terkejut saat Soo Eun Joo berbicara dengannya.


Eun Joo bertanya apa pekerjaan suami Hye Ran. Dia mengatakan suaminya
“Dia mantan jaksa. Kini dia seorang pengacara. Kebanyakan keluarganya bekerja sebagai penegak hukum.”
“Dia seorang pengacara rupanya. Kamu sangat cermat. Aku yakin pernikahanmu pasti terhormat. Tapi bukankah sulit menghadapi keluarga seperti itu? Mertuamu tidak menyulitkanmu?”
“Tidak. Mereka sangat santun dan baik. Mereka juga mengagumiku.”
Soo Eun Joo ingin berkenalan dengan suami Hye Ran, lalu dia berencana mengajak mereka makan bersama dan Hye Ran menyetujuinya.


Hye Ran datang ke rumah duka dengan keadaan yang tidak mencerminkan dirinya. Dia tampak sangat kacau, bahkan dia datang dengan menyeret tasnya.


Hye Rah berdiri mematung di sebelah suaminya, yang juga tampak sedih dan bersimpati pada Hye Ran.


Dari kejauhan, istri-istri rekan suami Hye Ran sedang menggunjingkannya.
“Bedebah itu bahkan tidak menangis. Ibunya tiada, tapi dia biasa saja.”
“Benar. Itu menyeramkan. Riasan pucatnya sangat bagus. Alas bedak apa yang dia pakai?”
“Dia pasti amat memedulikan riasannya agar cocok dengan pemakaman ini. Maksudku, dia dilihat banyak orang.”
“Mungkin dia pergi ke salon untuk menata rambut dan berias.”


Hye Ran duduk bersimpuh sambil menatap foto ibunya. Dia juga mengingat ucapan ibunya saat terakhir bertemu dengannya.
“Kamu makan karbohidrat? Kenapa wajahmu tampak bengkak? Kamu gila. Hye Ran. Kamu hanya perlu hidup seperti bunga yang indah. Hanya itu yang ibu inginkan.”


Pak Jang dan Ketua Tim sedang menyaksikan Han Ji Won melakukan siaran berita menggantikan Hye Ran. Mereka sangat puas dengan penampilan Han Ji Won.


Reporter Kwak menelepon Hye Ran, dia memberitahunya kalau Han Ji Won yang menggantikannya sedang menjadi isu hangat di internet. Perhitungan penonton saat ini juga meningkat tajam.


Hye Ran berdiri menatap tajam Han Ji Won dari televisi.


Pengacara Kang melihat Hye Ran sedang makan dengan rakusnya. Dia makan dengan sangat cepat dan banyak makanan yang ada di depannya. Dia mentap istrinya dengan tatapan iba.


Pengacara Kang berusaha menghentikan Hye Ran tapi dia tidak memperdulikannya. Dan terus memasukkan semua makanan ke mulutnya.


Di studio, Ketua Tim sedang memuji Han Ji Won yang sedang membacakan berita. Dia mengatakan Han Ji Won membuat acaranya lebih hidup, dan dia melakukannya dengan baik. Pak Jang pun setuju dengannya.
“Tidak buruk membuat perubahan ini dan menjadikannya pewarta utama.”


Hye Ran memuntahkan semua makanan yang masuk ke perutnya. Dia termenung sambil mengingat ucapan orang-orang yang membuatnya merasa tertekan.
Pak Jang: “Apa? Kamu merasa terpojok karena akan dipecat?”
Ibu: “Hye Ran, kamu harus sukses dan membuktikan betapa suksesnya dirimu, ya?”
Soo Eun Joo: “Sudah kubilang, temanku di Korea adalah pewarta wanita terkenal.”


Hye Ran duduk di luar bersama suaminya.
“Menangislah. Hanya dia ibumu satu-satunya. Jangan pedulikan orang lain atau menahannya. Seperti itulah caranya merelakan dia.”


Tapi Hye Ran bersikap dingin dengan perhatian suaminya. Dia lalu berbicara dengan gaya bossy seperti biasa.
“Kemejamu berkerut. Ganti pakaianmu. Kamu pemimpin upacara pemakaman, pakailah kemeja ukuran medium.”
“Hye Ran.”
“Dasimu hitam, jadi, sapu tangan abu-abu akan serasi. Kenapa aku harus menangis? Menangis tidak akan mengubah apa pun. Pak Jang akan datang bersama yang lainnya. Aku akan memperkenalkanmu kepada mereka. Tunjukkan kepada mereka secara sopan bahwa keluargamu turun-temurun bekerja sebagai penegak hukum. Aku akan bilang kamu pengacara yang membela kaum lemah. Benar, jangan lupa katakan bahwa kamu mantan jaksa. Mereka akan salah menduga kamu tidak kompeten. Serta bercukurlah dengan benar.” Lalu Hye Ran beranjak akan pergi, tapi ucapan suaminya menghentikan langkahnya.
“Baik. Itu baru kamu. Kamu tetap menjadi Go Hye Ran. Aku lupa soal itu.”
Pengacara Kang lalu pergi lebih dulu meninggalkan Hye Ran.


Hye Ran teringat saat di bandara, Soo Eun Joo memberikan nomor teleponnya.
“Ini nomorku. Hubungi aku.”


Hye Ran membuka daftar kontak dengan ragu-ragu karena teringat ucapan Soo Eun Joo.
“Dia adalah Kevin Lee yang menjadi pemenang Tour PGA itu. Dia suamiku.”


Soo Eun Joo datang ke rumah duka, Hye Ran mengucapkan terima kasih karena sudah datang.
“Astaga, kamu seharusnya memberitahuku. Kamu tampak panik saat di bandara.”
“Aku sangat terpuruk saat itu.”
“Aku pun sangat terkejut. Tetap saja. Jangan ada rahasia di antara teman. Kita bukan sekadar teman. Aku tahu semua tentang hidupmu.”


Hye Ran menatap Soo Eun Joo dengan tajam lalu berbicara dengan lambat.
“Eun Joo.”
“Ya?”
“Bisakah aku... meminta bantuanmu?”
“Bantuan apa itu?”
“Soal suamimu. Bolehkah aku... menemuinya?”


Hye Ran datang ke stasiun tv, layar besar yang menyambutnya sudah berganti dengan wajah Han Ji Won sebagai pembaca berita News Nine.
Advertisement


EmoticonEmoticon