2/12/2018

SINOPSIS Misty Episode 3 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 3 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 3 Part 3

Hye Ran berbicara dengan seorang pria bernama Choi Hyung Sik, dia dalah Sekretariat Kepresidenan. Dia memberitahu kalau Hye Ran ditunjuk menjadi kandidat juru bicara kepresidenan. Awalnya Hye Ran menolak dengan alasan seorang jurnalis harusnya menjauh dari otoritas dan mengawasinya dengan keyakinan dan perilaku yang benar. Pria itu lalu meyakinkan Hye Ran.
“Aku tahu kamu tumbuh besar dengan gigih tanpa seorang ayah. Suamimu berasal dari keluarga kaya dan berprofesi sebagai pembela umum. Asal-usulmu, caramu menjadi sukses dengan bekerja keras, dan dengan keyakinan suamimu, kami rasa kamu bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Maukah kamu bekerja dengan kami?”


Pak Jung sedang berbicara dengan Hye Ran dan Kevin Lee. Hye Ran sangat terkejut saat Pak Jung memberitahunya dia harus pergi ke Tahiland bersama Kevin Lee untuk shooting dokumenter pertamanya.
Pak Jung: “Ya. Ini ide Kevin Lee.”
Kevin Lee: “Aku ingin kamu merekam syuting golf terakhir di sana.”
Pak Jung: “Itu bagus. Negara itu indah. Bagaimana menurutmu?”
Hye Ran menolaknya dengan alasan News Nine dan meminta Pak Jung mengganti pembawa acara dokumenter itu. “Aku bahkan belum memulai wawancaranya. Itu tidak akan memengaruhi apa pun.”
Pak Jung berurasa menyakinkan Hye Ran akan mengganti pembawa acaranya jika acara ini menjadi reguler.


Kevin Lee dan Hye Ran berbicara di tempat yang tersembunyi. Awalnya dia berbasa basi mengucapkan terima kasih pada Hye Ran yang masih mau membawakan acara dokumenternya. Tapi Hye Ran menaggapinya dengan sinis.
Hye Ran: Kamu pikir ini lucu?
Kevin Lee: Menurutmu? Kamu pikir aku akan membiarkanmu menjatuhkanku? Aku bukan Lee Jae Young yang akan diam meski kamu mengabaikanku di sebuah gang, Hye Ran. Aku tidak akan takut dengan foto-foto itu dan mundur.
Hye Ran: Apa Eun Joo tahu? Suaminya yang dia urus selama 10 tahun dengan banyak pengorbanan berselingkuh.
Kevin Lee: Apa suamimu tahu? 10 tahun lalu, kita...
Hye Ran: Dia tahu aku punya pacar.
Kevin Lee: Pacar? Aku hanya pacar bagimu? Kita memang tidak mendaftarkannya, tapi secara langsung sudah menikah.
Hye Ran: Semua itu masa lalu. Itu tidak akan berarti apa-apa.
Kevin Lee: Jika kita tidak bertemu lagi, mungkin itu masa lalumu. Tapi itu bukan masa lalumu. Aku bisa menganggap itu kesalahan. Tapi kamu akan menyebut satu tahun tiga bulan itu sebagai kesalahan? Kamu pikir suamimu, Pengacara Kang Tae Wook, akan memaklumimu sejauh itu? Kamu yang memulainya.


Dari atas, reporter Kwak mendengarkan percakapan mereka bahkan sampai Kevin Lee pergi dia masih memperhatikan Hye Ran.


Hye Ran pulang ke rumah dan melihat suaminya sedang makan malam.


Hye Ran lalu membuka kulkas untuk mengambil makanan lain, tapi Kang Tae Wook segera menyelesaikan makan malamnya.
“Kamu tidak perlu melakukan itu.” ucap Kang Tae Wook sambil membereskan meja.


Hye Ran akan pergi dari dapur, tapi berhenti karena ucapan suaminya.
“Barusan, aku bertemu dengan Kevin Lee.”


“Aku kebetulan bertemu dengannya saat mengurus kasus di Hwanil Steel.”
“Sejauh apa dia tahu tentangmu? Sejauh apa dia mengenalmu?” Hye Ran sangat terkejut mendengarnya. Tapi Kang Tae Wook menunjukkan sikap yang tenang.
“Aku yang pertama mengatakan bahwa aku suamimu.”
“Sungguh?”
“Kenapa? Ada yang salah jika bilang aku suamimu?”
“Kamu tidak perlu mengatakan itu kepada orang lain sebelum mereka bertanya lebih dahulu.”
“Aku hanya ingin mengatakannya.”


Flashback. Kevin Lee menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kang Tae Wook.
“Senang bertemu denganmu. Aku Kevin Lee. Maaf jika kamu tersinggung.”
Kan Tae Wook tidak membalasnya, dia hanya menatap tajam dan langsung keluar dari lift begitu pintu terbuka.


Kevin Lee juga berjalan keluar lift dan mengikuti Kang Tae Wook.


Kevin Lee lalu berbicara pada Kang Tae Wook dari arah belakang.
“Apa kamu akan datang pekan ini?”
Pertanyaan Kevin Lee membuat Kang Tae Wook menoleh ke belakang. Lalu Kevin Lee melanjutkan pertanyaannya.
“Tidakkah kamu tahu? Aku akan ke Thailand bersama Go Hye Ran.”


Hye Ran melihat suaminya termenung lalu bertanya ada apa. Kang Tae Woo mengatakan tidak ada apa-apa lalu masuk ke ruang kerjanya.


Kang Tae Wook duduk diam di meja kerjanya sambil memgingat ucapan Kevin Lee.
“Tidakkah kamu tahu? Aku akan ke Thailand bersama Go Hye Ran.”


Hye Ran pun duduk termenung mengingat kejadian yang dialaminya hari itu.


Sekertariat kepresidenan yang menunjuknya sebagai kadidat juru bicara.
“Kami akan memverifikasi para kandidat selama satu bulan. Tentu saja, selama satu bulan itu, kamu jangan membuat masalah. Reputasi sosial. Keluarga bahagia. Jika bisa menjaga statusmu dengan baik, kamu akan pantas menerimanya.”


Ucapan Lee Jae Young yang menguak kembali masa lalunya.
“Kita memang tidak mendaftarkannya, tapi secara langsung sudah menikah. Aku bisa menganggap itu kesalahan. Tapi kamu akan menyebut satu tahun tiga bulan itu sebagai kesalahan? Kamu pikir suamimu, Pengacara Kang Tae Wook, akan memaklumimu sejauh itu?”


Kang Tae Wook mengambil selembar kertas dan mengamatinya dengan wajah sedih. Itu adalah surat cerai yang akan diajukannya.


Hye Ran keluar dari kamrnya dengan membawa sebotol obat. Dia teringat ucapan seorang pria yang menuju ke dalam penjara.
“Pergilah. Pergilah, Hye Ran.”
Bayangan itu membuat Hye Ran menumpahkan isi botol obat yang dipegangnya.


Di dalam penjara, seorang napi terbangun dari mimpinya.


Kevin Lee terbangun karena ponselnya bergetar. Dia melihat ponselnya lalu keluar dari kamar. Setelah Kevin Lee keluar, Eun Joo membuka matanya dan merasa curiga dengan suaminya


Hye Ran tidak bisa tidur, dia duduk dalam gelap dengan perasaan gelisah.


Hye Ran menemui Pak Jang untuk mengatakan dia tidak akan bertugas untuk dokumenter itu dan meminta Pak Jang mencari pembawa acara lain untuk acara itu. Pak Jang mengatakan kewajiban dan tanggung jawabnya adalah untuk memikat pemirsa melalui program yang dibuatnya. Tapi Hye Ran bersikeras programnya adalah News Nine.
“Kamu tidak bisa selalu melakukan yang kamu mau. Kamu menerima, jadi, sebaiknya juga memberi. Jangan membuat masalah dan pergilah.” Pak Jang berbicara tanpa menatap Hye Ran.
“Silakan cari orang lain. Aku tidak akan berangkat.” Ucap Hye Ran sambil melangkah menuju pintu.


Pak Jang lalu berbicara dengan kesal.
“Kalau begitu, katakan sendiri kepada CEO. Dia sedang bermain golf bersama Kevin dalam cuaca buruk ini. Kamu mau kuberi tahu lokasi klub golfnya?”


Hye Ran dengan marah kembali ke mejanya, dia bahkan membentak reporter Kwak.
“Sunbae... Sunbae.”
“Apa?!”
“Ini soal jadwalmu di Thailand. Tiket pesawatnya...”
“Bicara nanti saja.” Hye Ran lalu pergi.


Hye Ran melewati meja tempat Han Ji Won sedang berdiskusi dengan timnya, Han Ji Won pun mengamatinya.


Han Ji Won mengikuti Hye Ran ke toilet. Dengan sinis dia berbicara pada Hye Ran untuk meggangap tugasnya kali ini sebagi liburan karena dia tidak pernah berlibur. Hye Ran bertanya dengan tajam kenapa Han Ji Won belum berkemas. Han Ji Won menjawab dengan meremehkan Hye Ran.
“Itu tidak akan terjadi. Kamu belum mendengarnya dari Pak Kepala? Kevin sedang bermain golf bersama CEO hari ini. Kurasa masalah itu akan diselesaikan di bawah kuasa CEO. Maaf atas kerja kerasmu. Sejak awal, CEO yang menyebutkan namaku untuk pewarta utama News Nine. Kevin juga bilang begitu.”


Han Ji Won melihat Hye Ran yang memegang ponselnya dan melihat ada panggilan masuk.
“Kamu sedang apa? Kamu tidak mau menjawab panggilannya?”
Hye Ran menolak panggilan dari ibu mertunya.


Ibu Kang Tae Wook tampak sedih dan terpukul, dia melihat surat cerai di meja Kang tae wook.


Hye Ran berbicara dengan temannya yang memfoto skandal Han Ji Won dengan Kevin Lee. Dia mengatakan semua orang dari agensi Kevin sedang mencari sumber foto-foto itu. Para atasan sedang berusaha keras menyembunyikannya. Kontrak iklan Kevin Lee bernilai lebih dari 10 juta dolar. Jika skandal ini tersebar, kontraknya akan dibatalkan. Kevin Lee harus mengganti kerugian yang dirasakan pengiklan atas semua iklan yang telah ditayangkan.
“Bagi mereka, nyawa mereka dipertaruhkan. Tampaknya Kevin tidak mudah. Kukira dia naif karena seorang atlet. Kudengar, dia sedang bermain golf dengan CEO stasiun penyiaranmu selama jadwal di Thailand juga. Dan katanya, calon sekretaris senior urusan publik akan menemani mereka.”
“Sungguh? Baiklah. Tolong terus kabari aku.”
Hye Ran lalu menuju studio untuk bersiap.


Seorang pria membagikan kertas berisi naskah berita yang sudah diperbarui.


Semua orang termasuk Hye Ran juga menerima kertas itu. Hye Ran mengernyitkan dahinya saat membeca kertas itu.


Hye Ran lalu berbicara pada Dae Wook melalui mikrophon yang dipakainya. Hye Ran merasa naskah itu berbeda dengan apa yang mereka bicarakan saat rapat sebelum siaran. Dae Woong memintanya untuk membiarkan saja. Hye Ran menjadi kesal karena dia bukanlah burung beo yang hanya membaca sesuai tulisan tanpa mengerti isinya.
“Bocah itu ingin kembali ke niat awalnya dan berusaha keras dengan tekad baru. Santai saja dengannya.”


Semua kru merasakan ketegangan diantara Hye Ran dan Dae Woong.


Hye Ran membentak Dae Woong sambil menatap Han Ji Won yang berdiri di hadapannya.
“Bocah itu?! Memangnya Han Ji Won itu putrimu?!”
“Bukan itu maksudku, Pewarta Go. Polusi debu halus menjadi masalah mendesak belakangan ini.”
“Katakan. Artikelmu bahkan belum didiskusikan selama rapat. Untuk apa aku membawakannya? Apa artikelmu begitu penting dan mendesak?” Hye Ran bertanya pada Han Ji Won.


Han Ji Won berjalan lalu duduk di samping Hye Ran kemudian menjawab pertanyaan Hye Ran.
“Regulasi debu halus di negara kita tidak sejelas negara lainnya. Maka itu mengancam kesehatan masyarakat.”
“Akankah Menteri Lingkungan mempertegas regulasinya? Bagaimana dengan Tiongkok? Apa mereka setuju dengan bahayanya? Apa mereka akan bertanggung jawab? Akankah pemerintah membangun dinding agar debu halus itu tidak bisa datang dari Tiongkok?”
Han Ji Won diam sejenak lalu menjawab pertanyaan Hye Ran.
“Kurasa itu tugas reporter untuk menginformasikan fenomena dan pentingnya.”


Jawaban Han Ji Won membuat Hye Ran marah. Dia mencondongkan tubuhnya ke arah Han Ji Won dan berbicara dengan tajam kepadanya.
“Kamu membicarakan berita yang hanya meliput masalah tanpa memberikan solusi. Itu hanya akan membuat masyarakat panik dan cemas. Dan kubilang, aku tidak akan meliput berita semacam ini di acaraku. Semua orang mengetahui masalah ini dan kamu sudah melaporkannya. Bagaimana mungkin kamu meliput ini tanpa mendiskusikannya lebih dahulu? Lantas apa? Apa yang akan kamu katakan kepada pemirsa? Debu halus itu serius, jadi, pakailah masker berkualitas tinggi. Begitukah?!!”
Han Ji Won hanya bisa menunduk tanpa mengatakan apapun.


Para kru di studio hanya bisa melihat Hye Ran dan Han Ji Won yang sedang bersitegang.


Hye Ran melepaskan mikrophonnya dan meletakkan di meja lalu berdiri. 
“Dae Woong. Jika kamu terus seperti ini, lakukan saja sesukamu.”
Hye Ran juga melemparkan kertas ke wajah Han Ji Won, lalu pergi begitu saja.
“Jika kamu sungguh menginginkan jabatan ini, silakan.”
Advertisement

1 comments:

Jadi penasaran kelanjutannya..
Jagganim lanjutt..hwaiting...


EmoticonEmoticon