2/12/2018

SINOPSIS Misty Episode 3 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 3 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 3 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 4 Part 1

Soo Eun Joo melihat suaminya sedang berbicara di telepon yang tampak mencurigakan.


Shooting untuk dokumenter  “Sang Manusia” sedang berjalan.


Hye Ran duduk di samping Soo Eun Joo yang tampak termenung. Hye Ran beberapa kali memanggilnya hingga akhirnya Eun Joo mendengarnya.


Eun Joo mengatakan dia menyukai tempat itu, dia mengatakan seharusnya Hye Ran datang bersama suaminya. Hye Ran berbohong dengan mengatakan Kang Tae Wook sulit meluangkan waktu. Hye Ran mengamati Eun Joo yang tampak tidak sehat.
“Aku baik-baik saja. Aku hanya lelah.”


Kevin Lee terus memperhatkan Hye Ran yang sedang berbicara dengan Reporter Park.


Eun Joo membawakan minuman untuk suaminya yang sedang beristirahat. Kevin Lee lalu menyuruh Eun Joo untuk pergi berbelanja saja, dengan alasan cuaca di lokasi sangat terik. Eun Joo pun mengikuti ucapan suaminya tanpa mendebat.


Hye Ran mengamati Eun Joo yang meninggalkan lokasi dengan wajah murung.


Hye Ran dan Kevin Lee kembali memulai pengambilan gambar. Kevin Lee selalu memangdang wajah Hye Ran, tapi dia berusaha menghindari tatapannya.


Karena tibat-tiba hujan, pengambilan gambar dihentikan. Hye Ran berlari untuk berteduh. Kevin Lee masih terus menatapnya dengan tajam.


Hye Ran masuk ke kamarnya dengan baju yang basah kuyup. Saat akan menutup pintu kamar, ada tangan terjulur untuk menahan pintu agar tidak menutup.


Hye Ran mengusir Kevin Lee. Karena kalah tenaga, Kevin Lee berhasil masuk dan mendorong tubuh Hye Ran hingga menutup pintu. Dia mengatakan perlu bicara dengan Hye Ran.
“Kamu sadar dengan tindakanmu? Keluar sekarang juga.”
“Kenapa? Apa yang kamu takutkan?”


Kang Tae Wook sedang berada di dalam taksi, dalam keadaan hujan deras.


Kevin Lee terus menyudutkan Hye Ran. Hye Ran berusaha mendorong Kevin Lee tapi tubuhnya tidak bergeser sedikitpun.
“Setiap kali memikirkanmu, aku memukul bola seperti orang gila. Setiap kali menerima trofi, aku menghapusmu dengan itu. Dasar wanita jalang. Aku juga mengumpat.”
“Kamu sudah tidak ada artinya bagiku.”
“Kamu seharusnya tidak muncul seperti itu di bandara. Kamu juga seharusnya tidak menghubungi Eun Joo. Kamu seharusnya tidak membuatku duduk di sampingmu untuk acara itu.”
“Dengar, Kevin Lee. Keluar dari kamarku sekarang juga. Aku perlu menjerit untuk memanggil seseorang dan memberimu pelajaran?”
“Kamu yang memulainya.”
“Kata siapa? Kata siapa aku yang memulainya?”
“Kamu juga menginginkannya.”
“Dasar gila.”
“Kamu ingat masa-masa itu setiap kali melihatku. Benar, bukan?”
“Berhentilah bersikap konyol. Kamu tidak berarti apa-apa bagiku.”
“Sungguh? Kamu yakin? Bolehkah aku mengeceknya?”


Kevin Lee berusaha mencium Hye Ran, tapi Hye Ran terus mendorong tubuhnya.


Kevin Lee berkali-kali mencoba mencium Hye Ran. Setelah itu dia berhasil mencium Hye Ran. Hye Ran pun membalas ciumannya.


Kevin Lee menarik baju Hye Ran yang membuat sebuah bros terjatuh dari baju Hye Ran tanpa disadarinya. Itu adalah bros pemberian Kang Tae Wook.


Kang Tae Wook berada di atas perahu. Dia sedang duduk menikmati pemandangan.


Mereka berhenti karena mendengar suara telepon berdering.


Hye Ran berlari keluar kamarnya sambil merapikan baju dan rambutnya. Seorang petugas hotel memberitahunya ada seseorang yang menunggunya di taman.


Hye Ran memandang berkeliling untuk mencari seseorang yang dikenalnya.


Dari kejauhan dia melihat Kang Tae Wook sedang berdiri, yang kemudian juga melihat Hye Ran.


Hye Ran berjalan ke arah Kang Tae Wook.
“Sayang. Ada apa datang kemari? Kenapa tidak menelepon?” Hye Ran tersenyum untuk menyembunyikan kegugupannya.
“Aku mendadak ada rencana bermain golf dengan seniorku.”


Seorang pria dan istrinya datang menghampiri mereka berdua. Kang Tae Wook memperkenalkan pria itu sebagai seniornya. Senior itu kemudian memperkenalkna istrinya.
“Dia Yoon Ho Young. Dia baru-baru ini dinominasikan sebagai Sekretaris Senior Hubungan Masyarakat.”
“Senang bertemu denganmu. Aku Go Hye Ran.” Hye Ran terkejut mendengar jabatan istri senior itu.
“Tentu saja aku tahu kamu. Aku penggemar News Nine. Pengacara Kang tiba-tiba menghubungiku. Lagi pula, aku sedang berlibur, jadi, kami mendadak membuat janji untuk bermain golf. Dia bukan tipe orang yang mudah dihubungi. Aku tidak pernah tahu kapan bisa bertemu dengannya. Bagaimana jika kita makan malam bersama nanti?”
“Apa?”
“Kenapa? Kamu sibuk syuting acaramu?”
“Tidak. Aku senggang. Tentu, aku mau.” Hye Ran masih belum sepenuhnya berada di sana, pikirannya masih tertinggal di kamarnya.


Kang Tae Wook melihat Kevin Lee yang sedang memperhatikan mereka dari atas balkon. Kevin Lee memegang bros milik Hye Ran yang  terjatuh, lalu memasukkannya ke saku celananya.


Kembali ke ruang interogasi. Detektif bertanya kenapa bros itu ada di lokasi kecelakaan. Hye Ran hanya diam, hingga detektif kembali mengulang pertanyaannya. Dan Hye Ran masih saja diam.


Kang Tae Wook masuk ke dalam ruangan dan mengatakan kalau Hye Ran tidak perlu menjawab pertanyaan itu.


Kang Tae Wook lalu berdiri di samping Hye Ran. Dia mengatakan mulai sekarang saksi Go Hye Ran tidak akan bekerja sama dengan penyidikan tanpa izin pengacaranya. Detektif bertanya siapa dia.
“Aku pengacara saksi Go Hye Ran, Kang Tae Wook.”


Flashback 10 tahun lalu. Hye Ran bersembunyi di balik pohon sambil mengamati Kang Tae Wook yang sedang menunggunya. Saat Kang Tae Wook akan melangkah pergi, Hye Ran muncul dihadapannya. Kang Tae Wook tersenyum karena sangat senang melihat Hye Ran datang.


Di ruang interogasi, dengan mata berkaca-kaca Hye Ran menatap mata Kang Tae Wook. Dan dalam hatinya dia berkata “Tapi Sayang, tahukah kamu bahwa akulah yang menunggumu di hari itu?”
Advertisement

2 comments

Unnie tau soundtrack drama ini ???

Lanjut dong kak.. Hwaiting


EmoticonEmoticon