2/18/2018

SINOPSIS Misty Episode 5 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 5 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 5 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 5 Part 3

Kedua orang tua Tae Wook sedang menyaksikan berita tentang Hye Ran yang terlibat kematian Kevin Lee. Ayah Tae Wook meminta istrinya utuk menelepon Tae Wook.


Tae Wook sedang minum di sebuah bar, dia mengabaikan telepon dair ibunya.


Reporter Yoon datang dan bertanya kenapa Tae Wook memintanya datang.


Pria yang bernama Han Young Ho mendengarkan berita tentang Hye Ran yang terlibat kematian Kevin Lee, dia tampak sedih saat napai lain membicarakan Hye Ran dan Kevin Lee mempunyai suatu hubungan.


Tae Wook pulang ke rumah dan melihat Hye Ran sedang minum.


Tae Wook lalu menghampiri Hye Ran dan memintanya agar memberitahu stasiun tv kalau Hye Ran akan mengambil cuti. Tae Wook juga mengatakan agar jangan keluar ke tempat umum sampai kasus ini mereda.


Tapi Hye Ran memotongnya, dia tahu Tae Wook bertemu dengan Reporter Yoon Song Yi dan bertanya Tae Wook bertemu dengannya.

“Kau penasaran dengan hal apa?”

“Aku ingin tahu yang sebenarnya. Aku membutuhkan seseorang untuk bersikap objektif dan memberi tahuku. Untuk jadi pengacaramu...”

“Kau bilang Kau akan jadi pengacaraku. Kenapa Kau tidak bertanya sendiri padaku? Kau takut dengan apa yang akan Aku katakan? Kau bahkan tidak bisa menanganinya dan bilang akan jadi pengacaraku? Baiklah. Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak membunuhnya.”

“Bros yang ada di mobil Kevin Lee, bagaimana Kau menjelaskannya?”

“Ajukan pertanyaan yang tepat, Kang Tae Wook. Kau penasaran dengan hal lain, bukan bros-nya. Apa hubunganku dengan Kevin Lee? Apa yang terjadi antara aku dan Kevin Lee? Apa yang kulakukan malam itu di mobil bersama Kevin Lee? Apa aku tidur dengannya? Aku tidak tidur dengannya. Kau tidak percaya padaku? Sangat buruk. Lalu bagaimana hubungan kita sebenarnya? Aku sudah bilang. Dia seorang bintang tamu dan Aku mewawancarainya. Ada satu hal lagi. Dia suaminya temanku. Itu...aku sudah memberitahumu semuanya. Apalagi yang ingin Kau ketahui?”
“Kau bilang Kau akan mengatakan yang sebenarnya.”

“Aku mengatakan yang sebenarnya. Kenapa Kau tidak percaya padaku? Aku sudah punya ratusan bintang tamu di acara beritaku. Aku sudah mengadakan rapat, makan, minum kopi, dan minum dengan tamu berkali-kali. Kapan pun salah satu dari mereka meninggal karena kecelakaan, aku akan jadi tersangka dan dicurigai? Tae Wook. Apa Kau mencoba jadi pengacaraku? Atau Kau mencoba untuk mengkonfirmasi kecurigaanmu?”

“Tidak masalah jika Kau membunuhnya. Bagaimanapun aku tidak akan berubah pikiran untuk jadi pengacaramu.”


Setelah itu Tae Wook beranjak pergi tapi Hye Ran berteriak padanya.
“Aku tidak membunuhnya!”
Setelah itu Hye Ran yang pergi meninggalkan Tae Wook, tapi dia menoleh lagi dan berteriak.
“Aku tidak tidur dengannya, dasar bajing*n!”


Hye Ran masuk ke kamarnya lalu melempar bantal ke foto pernikahan di mejanya, lalu foto itu pun terjatuh. Dia lalu mengingat kembali pertemuan terakhirnya dengan Kevin Lee.


Kevin Lee masuk ke mobilnya lalu bertanya pada Hye Ran bahwa sebenarnya dia tidak mencintai Tae Wook. Tapi Hye Ran tidak langsung menjawabnya, dia berakata dalam hati sambil menatap Kevin Lee “Dia orang pertama. Orang pertama yang mencintaiku, apa adanya diriku.”. Hye Ran lalu balik bertanya apakah Lee Jae Young yang dulu masih mencintainya.

“Aku merasakan hal yang sama denganmu. Kau dan aku... saat masih muda, dan penuh gairah. Pada saat itu... hanya kau yang aku punya.”

“Permainan apa yang sedang kau mainkan sekarang?” Kevin Lee bertanya karena dia merasa heran dengan apa yang dikatakan Hye Ran.

“Setiap kali, dalam hidupku... Aku memikirkanmu setiap kali Aku lelah, atau kesulitan. Saat aku memikirkanmu... Aku kembali ke masa-masa ketika aku menyukaimu. Itu membuatku merasa lebih baik. Hanya berpikir tentang waktu yang kuhabiskan bersamamu... Bahkan 10 tahun, dan 10 tahun setelahnya... Aku masih ingin merasakannya. Aku tidak ingin mengingatmu dengan kebencian dan kemarahan. Biarkan aku mengingatmu sebagai pria yang kucintai, Jae Young.”

“Jadi, kau mencintaiku? Kau berharap Aku percaya?”

“Sama seperti yang Kau bilang... Kita tidak mendaftarkannya secara sah, tapi kita seperti pasangan yang sudah menikah. Jika aku tidak mencintaimu, bagaimana aku bisa bersamamu selama itu?”

“Lalu bagaimana dengan suamimu? Kau juga mencintainya?”
“Aku butuh dia.”
“Cuma itu saja?”
“Ya, hanya itu saja.”

Kevin Lee lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Hye Ran, tapi dia tidak menciumnya. Hye Ran lah yang lebih dulu mencium Kevin Lee, tapi dia sepertinya tidak melakukannya karena keinginannya.


Kamera di mobil Hye Ran merekam saat mereka berdua bermesraan.


Di dalam kamarnya, Tae Wook mengingat pertemuannya dengan Reporter Yoon. Dia bertanya pada sahabat isterinya itu, apa hubungan sebenarnya Hye Ran dan Kevin Lee dan kapan mereka mulai berhubungan.

“Kenapa Kau juga seperti ini, Tae Wook? Kau tidak kenal Go Hye Ran bukan tipe wanita seperti itu?”

“Kupikir aku tahu. Sekarang, Aku kurang yakin. Dulu saat dia melakukan aborsi, dan bahkan sekarang. Aku merasa kurang mengenalnya.”


Tae Wook juga mengingat saat Hye Ran mengangkal tuduhannya.
“Aku tidak tidur dengannya, dasar bajing*n!”
Tapi pada saat dia berbicara dengan Kevin Lee di Thailand, dia mengatakan yang sebaliknya.
“Kenapa Kau begitu naif? Pria dan wanita punya interaksi yang menarik mereka satu sama lain. Itu masalah yang sama sekali berbeda, Pengacara Kang.”


Detektif meminta atasannya untuk menyetujui surat ijin penggeledahan mobil Hye Ran yang diajukannya. Atasannya menolak dengan alasan hasil otopsi belum ada. Detektif bersikeras untuk meminta surat perintah sebelum hasil outpsinya, dia khawatir akan kehilangan bukti jika menundanya.

“Senior. Ayo bicara dengan nyaman satu sama lain. Ada kemungkinan benar kalau ini hanya sebuah kecelakaan mobil sederhana. Jika itu yang terjadi... Kau tidak akan dapat pensiun kehormatan. Kau akan melawan Go Hye Ran. Dia penyiar berita yang dikenal oleh seluruh negeri. Dan dia mantan reporter.”

“Kau tahu Kevin Lee, kan? Dia seorang atlet. Apa seseorang seperti dia mati karena kecelakaan seperti itu? Dia bahkan tidak mengerem mobilnya. Karena dia mabuk. Air bagnya keluar mengenai wajahnya, tapi tidak meninggalkan tanda di wajahnya. Menurutmu kenapa? Karena dia sudah mati sebelum air bagnya keluar.”

“Kau tidak bisa dapat surat perintah jika semua pemikiranmu hanya teori. Dapatkan buktinya.”

“Lalu beri aku surat perintah. Aku akan menemukan buktinya. Aku akan mendapatkan riwayat panggilan, catatan navigasi, dan blackboxnya.Lalu kita bisa melacak pergerakannya.”

“Tunggulah hasil otopsi. Aku akan memberimu surat perintah setelah kau yakin itu Go Hye Ran. Kau tahu apa yang terjadi jika kau mengacaukan media. Kita tidak akan jadi polisi lagi, kita akan jadi orang-orang yang diawasi. Kita tidak bisa menanggung beban itu. Tunggulah hasil otopsi. Kita akan bicara nanti.”

“Aku sudah jadi detektif selama 30 tahun. Aku langsung tahu saat melihat TKP. Itu bukan kecelakaan sederhana. Tunggu dan lihatlah.” Ucap detektif sebelum keluar dari ruangan.


Para atasan menyalahkan Pak Jang yang dituduh tidak baik dalam mengelola timnya, bahkan salah satu penyiar utamanya dituduh melakukan pembunuhan. Pak Jang hanya bisa meminta maaf sambil menundukkan kepalanya. Salah seorang atasan bertanya pada Dae Woong bagaimana peringkat mereka kemarin, Dae Woong mengatakan peringkatnya turun 6%.


Pria itu lalu memanggil Dae Woong agar mendekat, lalu menendang kaki Dae Woong.
“Apa? Bukan 0,6% tapi 6%? Kau mengurus dengan benar para pengiklan? Saat ini, 4 pengiklan menarik kontrak mereka. Kau ini... Apa yang kau lakukan? Ketika Go Hye Ran dipanggil oleh polisi, kau harusnya sudah punya rencana. Lee Yeon Jung? Bagaimana kau bisa menggunakannya? Aku ingin mendengar rencana bagaimana mendapatkan kembali 6% besok pagi.”


Pak Jang dan Dae Woong keluar dari ruang rapat, Dae Woong bertanya pada Pak Jang kenapa mereka tidak memanggil Han Ji Won dari Daejeon dan bagaimana mereka bisa menaikkan rating sebanyak 6% dalam satu malam. Pak Jang tidak menjawab, dia hanya meminta sebatang rokok.

Dae Woong memberikan rokok, Pak Jang pergi ke jendela lalu mengamati Hye Ran yang sedang duduk di mejanya di lantai bawah. Hye Ran pun memandang ke atas saat Pak Jang memperhatikannya.

“Apa tidak ada kemungkinan dengan Go Hye Ran?”
“Direktur, Kau harus melepaskannya. Kita tidak dalam posisi untu menghawatir Go Hye Ran. Kau dan aku bisa dipecat jika kita membiarkan emosi menghalangi kita.”


Kang Tae Wook mendampingi Kaham yang sangat emosional mendengar putusan hakim yang menyatakan dia tidak bersalah.

“Diagnosis medis luka yang diderita korban gambaran luka-lukanya dan tingkat keseriusan luka tersebut. Diagnosisnya tidak membuktikan terdakwa ada di balik serangan tersebut. Tidak bisa dijadikan bukti. Oleh karena itu, berdasarkan KUHP 260... dan KUHAP 308, Terdakwa dinyatakan tidak bersalah.”
Putusan hakim di sambut sorak gembira oleh rekan Kaham yang datang ke sidang.


Tae Wook keluar dari ruang sidang bersama asistennya yang mengagumi karismanya. Lalu jaksa Byun datang, dia memberikan selamat tapi juga sedikit merendahkannya.

“Selamat, Senior. Kau akhirnya menang. Memang benar ya kalau istrimu yang terbaik. Dia bilang kalau dia mendukung keyakinanmu. Dia bahkan menyiarkan kisah ini demi dirimu. Media memang luar biasa.”

“Kita bisa menang tanpa media.”
“Oh, benar... Apa istrimu baik-baik saja?”
“Ya, dia baik-baik saja.”

“Syukurlah. Istriku memberitahuku hal-hal yang tidak baik untuknya di ruangan kerja. Bahkan wakil presiden menekannya. Sepertinya mungkin sulit untuk comeback di News Nine. Pasti sulit. Jujur saja, orang-orang seperti kita dalam hukum tidak suka mencampur adukkan masalah keluarga. Ini benar-benar pekerjaan rendahan.”

Tae Wook hanya diam mendengar tentang Hye Ran dari jaksa Byun.
Advertisement


EmoticonEmoticon