2/19/2018

SINOPSIS Misty Episode 6 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 5 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 6 Part 2

Seorang petugas kepolisian sedang mengintai Hye Ran di acara kremasi Kevin Lee.


Detektif menemui dokter perihal hasil otopsi Kevin Lee. Hasil otopsi menunjukkan ada beberapa tulang yang remuk, dan penyebab kematiannya yaitu keretakan pada tengkoraknya karena korban tidak memakai sabuk pengaman. Kepalanya bisa saja terbentur kebelakang dengan keras. Menurut hasil otopsi, otot betisnya kencang dan kaku itu bisa terjadi karena dia mengerem saat terjadi kecelakaan mobil. Tapi menurut detektif, tidak ada bekas rem di lokasi kejadian, jadi dia terus bertanya apa ada lagi kemungkinan lainya.

“Mengapa Kau bersikeras itu pembunuhan?”
“Ada api di dalam mobil, namun... tidak ada sisa karbon di sistem pernafasannya. Kenapa tidak? Karena dia tidak bernafas. Kau tidak bisa menyingkirkan kemungkinan kalau dia berhenti bernapas saat benturan. Bagaimana dengan kemungkinan kalau dia sebelumnya sudah meninggal?” Detektif memaparkan kecurigaannya bahwa Kevin Lee dibunuh sebelum dia kecelakaan. Tapi dokter tidak mau menggunakan feeling untuk menulis laporan otopsi.


Hye Ran, Eun Joo dan rekan-rekannya melihat proses kremasi Kevin Lee. Managernya yang paling tampak bersedih.


Detektif terus mendesak dokter untuk mendukung kecurigaannya, dia akhirnya meletakkan semua alat tulisnya dan mengatakan pernyataan yang akan diberikan oleh dokter tersebut tidak akan dicatatatnya. Dia hanya akan menjadikan pernyataan dokter sebagai referensi saja. ternyata dokter itu juga memiliki kecurigaan karena untuk kecelakaan mobil, mobil itupun diatur dengan sangat sempurna.

“Juga, satu hal yang menggangguku. Memar di pergelangan tangannya. Memar bisa muncul setelah kematian. Karena darah sudah berhenti mengalir. Memar yang terbentuk setelah kematian punya warna dan bentuk yang berbeda. Dari apa yang bisa kujelaskan... memarnya sudah ada sebelum dia meninggal. Semua hanya spekulasi. Pada saat ini, Aku tidak bisa menyimpulkan apapun. Aku tidak bilang itu pembunuhan, oke?”


Saat prosesi peletakan abu, Eun Joo meratapi kematian suaminya pada Hye Ran.
“Bagaimana bisa seperti ini? Bagaimana bisa hidup seseorang... berakhir sangat tiba-tiba...”
Hye Ran hanya berpesan agar Eun Joo memikirkan kesehatannya.


Saat Hye Ran mengajak Eun Joo untuk pergi dari tempat itu, manager Kevin Lee datang dan melepaskan Eun Joo dari Hye Ran. Dia tampak tidak senang melihat Hye Ran.


Polisi yang sedang memantaunya pun melihat kejadian itu, kebetulan detektif meneleponnya jadi dia juga melaporkan hal itu.
“Belum banyak yang terjadi. Ada situasi yang aneh seolah ada sesuatu yang bisa terjadi.”


Detektif kemudian teringat dengan ucapan atasannya saat dia memberikan hasil otopsi.
“Hasil otopsi tidak meyakinkan. Kau tidak bisa meminta jaksa untuk memulai kasus ini. Kemungkinannya 50:50.”
“Ada kemungkinan 50% karena kecelakaan. Artinya, ada kemungkinan 50% karena pembunuhan.”
“Lalu temukan aspek yang lain. Aspek yang membuatnya lebih tinggi dari 50%.”


Kang Tae Wook datang ke kantornya dan menanyakan hasil otopsi Kevin Lee. Pak Jung memberikan hasil otopsi itu dan mengatakan kalau hasilnya tidak meyakinkan. Ini tergantung dengan keinginan polisi, jaksa bisa menangani kasus ini atau tidak. Tae Wook lalu mempertimbangkan untuk mempekerjakan seseorang untuk kantornya.

“Meski sulit mencari pekerjaan, orang punya standar. Bayarannya sangat rendah. Mereka harus datang pagi-pagi sekali dan pulang larut malam. Ini bukan lingkungan kerja yang bagus, ya... Juga, orang-orang yang kuinginkan nampaknya tidak punya keberanian untuk menghadapi kenyataan ini.” Pak Jung memberikan daftar pelamar kerja dengan menggerutu, salah satu pelamar itu adalah Han Young Ho. Tae Wook tidak mendengarkan ocahannya, dia tetap memintanya untuk memanggil mereka untuk interview besok.

Kemudian Tae Wook membaca laporan otopsi: “Tidak ada sisa karbon yang ditemukan di sistem pernafasan dan keretakan tengkorak.”


Hye Ran menemani Eun Joo di rumahnya, dia mengatakan kalau dia sudah mengurus biaya kremasi jadi Eun Joo jangan mengkhawatirkannya. Dia juga sudah meminta pada media agar membiarkan Eun Joo sendiri dulu.

“Aku juga menghubungi beberapa orang yang kukenal dan meminta mereka menarik kembali artikel. Aku ini dulu jadi reporter selama lebih dari 10 tahun. Mereka akan berhenti menulis artikel sementara ini. Jagalah dirimu mulai dari sekarang. Dan bayimu, oke?”


Flashback. Detektif sedang berbicara dengan Eun Joo,  dia mengakui menemukan beberapa hal yang sangat mencurigakan dan tidak ingin menutup kasus ini. Tapi Eun Joo pikir tidak ada bukti pembunuhan dari hasil otopsi. Detektif mengatakan hasil otosinya tidak meyakinkan dan tidak mengonfirmasi juga kalau itu kecelakaan.

“Bukankah itu hanya pendapatmu saja, Detektif?”
“Kenapa Kau sangat ingin menutup kasus ini?”
“Demi suamiku. Aku tidak lagi ingin melihat skandal seputar suamiku.”
“Tentu saja, harga dirinya itu penting. Lantas, bagaimana kalau bukan karena kecelakaan? Bukannya sebaiknya kau mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi demi suamimu?”
“Meskipun dia menjalani hidupnya... Tidak ada kematian yang harus dikubur. Tapi, dari semua orang... Skandal itu melibatkan Go Hye Ran. Suamiku meninggal dan temanku dicurigai. Orang-orang... hanya ingin tahu apa hubungan mereka. Fakta kalau dia baru saja meninggal... Sudah meninggalkan luka dalam. Aku tidak tahan menghadapi skandal semacam ini.”
“Kau akan benar-benar... Membiarkan ini terjadi? Kau tidak akan menyesal?”
“Aku tidak akan... menyesal. Demi bayiku yang belum lahir.”


Eun Joo tersadar dari lamunannya, dia mendengar Hye Ran mengatakan agar dia juga memikirkan bayi dalam kandungannya. Eun Joo lalu menangis tersedu-sedu.

“Mulai saat ini, hanya pikirkan tentang bayimu. Kau harus hidup, entah bagaimanapun. Sekarang kau seorang ibu.”
“Sekarang aku seorang ibu. Aku harus hidup tidak peduli apapun. Begitu aku selesai mengatur hal-hal disini, aku akan pergi ke AS. Daripada tinggal di sini... Aku pikir akan lebih mudah melewatinya di sana.”
“Aku kenal dokter kandungan yang baik disana. Aku akan menghubungi dokter itu untukmu.”
“Terima kasih, Hye Ran. Aku merasa seolah-olah aku selalu berhutang budi padamu.”


Hye Ran masuk ke mobilnya, dia memandang kamera pengawas di mobilnya kemudian teringat lagi saat dia dan Kevin Lee bercumbu di dalam mobilnya. Hal itu membuat Hye Ran sakit kepala. Kemudian dia mendapat pesan misterius di ponselnya.
“Kau membunuhnya. Kau pembunuh. Aku punya bukti kalau kau itu pembunuh.”


Pak Jang sedang berusaha mempertahankan Hye Ran di hadapan wakil Presdir, karena Hye Ran bisa mengembalikan 6% yang hilang dalam semalam dan menambah lagi rating 5%. Hanya Go Hye Ran lah satu-satunya orang yang bisa meningkatkan rating sebanyak 11% hanya dalam waktu satu hari. Tapi wakil Presdir tidak setuju dengannya, karena dia pikir Hye Ran bukanlah “kartu” yang harus dikeluaran sangat mudah.

“Bagaimana dengan bahaya yang akan ditimbulkan Go Hye Ran? Kau punya rencana jika itu terjadi? Go Hye Ran satu-satunya kartu yang Kau punya, Direktur Jang. Itu tidak bertanggung jawab. Kau tahu itu, kan?”
Pikiran Pak Jang terusik oleh pesan singkat yang masuk ke ponselnya, dia melihatnya sekilas.


Hye Ran sedang meminum obat penghilang sakit saat Pak Jang menghampirinya. Dia bertanya apa reputasinya masih aman bersama Hye Ran, dan Hye Ran pun menyakinkannya. Sekilas Pak Jang dan Hye Ran membahas soal hasil otopsi yang tidak meyakinkan, dan Eun Joo yang tidak ingin melanjutkan penyelidikan dan akan kembali ke AS setelah semua selesai.

Kemudian Pak Jang mengatakan tentang pesan yang diterimanya, pesan itu mengatakan kalau dia pengirimnya mempunyai bukti Hye Ran seorang pembunuh. Selain itu Pak Jang mendapat tekanan dari wakil Presdir.

“Jika ada aspek yang tidak diketahui muncul pada kita... Kau tahu, kan? Tidak akan mudah bagi kau dan aku.”
“Ini bukan pertama kalinya kita menerima teks yang mengancam saat menyiarkan berita. Ancaman teror, ancaman pembunuhan... Aku sudah melihat semuanya.”
“Aku pikir kau bisa mengategorikannya seperti itu. Aku juga ingin berpikir begitu. Aku benar-benar ingin. Tapi, aku bertanggung jawab untuk mencari pengganti dirimu. Aku harus memikirkan pengganti untukmu.”
“Kau tidak boleh begitu.”


Pak Jang kemudian beranjak dari kursinya dan pergi, tapi dia menoleh saat Hye Ran berbicara.
“Mungkin kau memanggil Han Ji Won?
Pak Jang hanya diam tidak menjawab.


Reporter Yoon mengatakan pada Hye Ran kalau sekarang ini adalah saat yang paling berbahaya dalam hidup Hye Ran karena dia sedang diserang dari bebagai sisi; diinterigasi detektif, Han Ji Won yang menggantikan posisi Hye Ran, kehilangan kesempatan sebagai jubir kepresidenan, dan juga mendapat pesan ancaman. Lalu dia bertanya kalau Hye Ran tidak benar-benar membunuh Kevin Lee kan?
“Akan lebih baik jika aku membunuhnya.”
“Jika kau sudah melakukannya, kau tidak akan menimbulakn kekacauan. Kau pasti lebih teliti. Kau akan punya alibi yang kuat. Jika itu Go Hye Ran... Kau akan melakukan pekerjaan yang lebih bersih.”
“Apa tidak ada yang bisa kulakukan?”
“Kau kan punya suami. Tae Wook.”


Han Young Ho sedang mengamati Hye Ran dari luar tempat itu.
Advertisement


EmoticonEmoticon