2/20/2018

SINOPSIS Misty Episode 6 PART 4

Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 6 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 6 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 7 Part 1

Jaksa Byun memberikan foto Kevin Lee bersama Baek Dong Hyun. Detektif mengatakan kalau sekarang orang itu sedang bersembunyi di tempat rahasia, setelah hari pemakaman. Dia akan jadi aspek kunci dalam kasus ini karena dia orang terdekat dan yang paling banyak tahu tentang Kevin Lee. Ada kemungkinan kuat dia tahu sesuatu tentang kasus ini. Dia tampak sangat cemas saat pertama kali polisi menanyainya.

“Chip blackbox Go Hye Ran. Manajer Lee Jae Young, yang sekarang sedang bersembunyi. Apa kau bisa bawa padaku salah satu dari kedua hal itu? Kalau bisa, aku pikir aku bisa bertindak.” 


Baek Dong Hyun datang mengunjungi kakaknya ke rumah sakit, dia terkejut melihat Hye Ran sudah berada di sana. Hye Ran lalu menghampirinya dan bertanya bisakah mereka bicara, di sini atau di luar?


Han Young Ho melihat Hye Ran berjalan bersama Baek Dong Hyun.


Baek Dong Hyun membawa Hye Ran ke tangga darurat dan langsung meluapkan emosinya.
“Hei! Kau ingin mati?! Kenapa Kau datang kesini? Hah?!”
“Baek Dong Hyun. Usia 29, mantan manajer Kevin Lee, dan saat ini menganggur. Tertangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk 5 kali. Belum melunasi tagihan di sebuah klub, tapi Lee Jae Young membantumu. Baru-baru ini, kau mulai menggelapkan uang dari agensi. Kehilangan puluhan juta untuk taruhan arena kuda. Lee Jae Young, yang dulu membantumu, sekarang sudah meninggal.”
“Kau sudah menggali riwayatku?”
“Sekarang kau putus asa dan membutuhkan uang. Kau dapat pinjaman dari rentenir dan sekarang tidak punya tempat untuk berpaling. Keluargamu satu-satunya adalah kakak perempuanmu satu-satunya. Dia membutuhkan dialisis setiap 2 hari sekali. Itu sebabnya kau mengirimiku pesan yang mengancam.”
“Memang Go Hye Ran, kau benar-benar sesuatu. Jae Young bilang kau tidak bisa dianggap enteng.”
“Apa kakakmu tahu? Kalau kau menggelapkan dana dan mengancam orang. Untuk membayar tagihan rumah sakit?”
“Diamlah.”
“Setiap hari sulit dan tidak mungkin...”
“Kubilang diam!”
“Kemanapun kau berpaling semuanya gelap dan kau tidak bisa bernafas. ‘Kenapa aku harus hidup seperti ini?’ kau membenci dunia.”


“Dasar. Kau ini... Dasar wanita busuk. Sial.” Bae Dong Hyun sudah mengarahkan tinjunya ke wajah Hye Ran tapi dia mengurungkan niatnya untuk memukul Hye Ran. Hye Ran masih dengan tenang menguasai dirinya yang berada di posisi lebih unggul.
“Bila seseorang terpojok, mereka tidak dapat melihat apa yang harus mereka lakukan. Kau mungkin merasa seperti itu. Tapi, harusnya kau tidak hidup seperti ini. Apa yang kau lakukan sekarang akan membatasi masa depanmu nanti.”
“Lelucon apa ini. Hei, kau sekarang tidak dalam posisi untuk menasehatiku. Kau membunuh seseorang.”
“Siapa bilang aku membunuhnya? Apa Lee Jae Young kembali dari kematian dan bilang begitu?”
“Malam itu, aku tahu kau pergi menemui Jae Young. Aku melihat semuanya dari tempat parkir.”
“Lalu? Kau bisa buktikan apa dengan itu?”
“Aku mungkin tidak bisa membuktikan apapun, tapi aku bisa menimbulkan masalah bagimu. Aku punya fotomu asli dari Thailand.”
“Maaf, tapi kau tidak bisa memasukkanku ke penjara dengan bukti itu. Namun, aku bisa membuatmu ditangkap karena mencoba memerasku.”
“Oh, benarkah? Silakan coba kalau begitu. Aku akan pergi jauh-jauh.”
“Bagaimana dengan kakakmu? Kau akan membunuh kakakmu hanya untuk menggangguku?”


Sekali lagi Baek Dong Hyun melayangkan tinjunya tapi dia berhenti lagi.
“Kau benar-benar ingin mati, ya? Astaga!”
“Aku membayar tagihan rumah sakit yang belum dibayar. Aku juga memasukkannya dalam daftar transplantasi ginjal. Aku akan membayar operasinya. Kau ini mau apa lagi? Bawa foto aslinya padaku. Mereka bukan sesuatu yang bisa kau mainkan.”
“Ah... Kau ingin membuat kesepakatan denganku.”
“Setidaknya aku memberimu kesempatan. Kesempatan untuk menjadi manusia bagi kakakmu.”
Dengan penuh kemenangan, Hye Ran meninggalkan Baek Dong Hyun yang sekarang dipenuhi dilema.


Han Young Ho masih mengintai Hye Ran, dia melihat Hye Ran berbicara di telepon dengan seseorang.


Kondisi rumah Eun Joo sangat berantakan. Eun Joo bahkan tertidur di meja dengan laptop yang masih terbuka dan beberapa botol minuman.


Setelah bangun dia lalu menuju dapur dan menyiapkan makanan. Dia makan sambil mengusap perutnya.


Han Ji Won datang ke stasiun tv dengan penuh kebanggaan.


Dia bahkan tampak sangat ceria masuk ke ruangannya lalu Oh Dae Woong menghampirinya dengan sangat antusias. Yang berlebihan.
“Han Ji Won! Halo, Han Ji Won sudah kembali. Sekarang setelah Ji Won kembali, udara jadi segar di sini. Kau ini pembersih udara atau apa? Bagaimana satu orang bisa mengubah banyak hal? Semua debu halus di ruang berita ini hilang. Senang Kau kembali.”


Mereka berdua bahkan dengan sengaja melirik ke arah Hye Ran yang jelas bisa mendengar kehebohan Dae Woong. Pada saat yang sama Hye Ran sedang menerima telepon dari Eun Joo yang memintanya untuk datang, Hye Ran mengatakan dia bisa menemuinya tapi sore ini pukul 5.


Hye Ran melihat Hah Ji Won masuk ke ruangan Pak Jang, tapi dia malah tersenyum sinis melihat hal itu.


Eun Joo terus memandangi chip yang ditemukannya dari jaket Kevin Lee.


Hye Ran menemui Eun Joo, dia sudah menetapkan tanggal untuk pergi tapi banyak yang masih harus diurus, termasuk rumah. Hye Ran menawarkan dirinya untuk membantunya dan mengenalkan dengan orang yang akan mengambil alih untuk Eun Joo.

“Aku tidak berpikir itu benar, Hye Ran. Itu rumah pertama yang kutempati dengannya di Seoul. Membuangnya seolah-olah aku dikejar... perasaan bersalah. Karena itu... Aku sedang berpikir untuk menunda kepergianku ke AS. Meninggalkan segalanya padamu dan pergi begitu saja membuatku tidak nyaman. Kupikir aku akan tinggal di Seoul untuk saat ini. Aku ingin membersihkan semuanya sendiri.”


Hye Ran jelas terkejut dengan perubahan rencana Eun Joo, lalu dia kembali berbicara.
“Insiden Jae Young. Dan juga dirimu.”
“Apa maksudnya itu? Apa maksudmu, diriku?”
“Aku dengar polisi belum selesai menyelidiki kematian Jae Young.”
“Eun Joo.”
“Sambil melewati cobaan berat ini... Tiba-tiba aku menyadari apa arti teman yang sebenarnya. Kali ini giliranku. Semua yang kau berikan padaku... Aku ingin membalas semuanya, Hye Ran.” Eun Joo berbicara dengan maksud yang tersembunyi.


Belum selesai keterkejutannya dengan perubahan rencana Eun Joo, Hye Ran harus menerima kejutan lagi. Dia mendengar suara pria yang sangat dikenalnya datang menghampiri mereka.
“Aku agak terlambat.” Tae Wook sudah berada di samping Hye Ran.
“Semua yang kau berikan padaku... Aku ingin membalas semuanya. Nantikanlah, Hye Ran.” Ucap Eun Joo di dalam hatinya.
Advertisement


EmoticonEmoticon