2/10/2018

SINOPSIS Mother Episode 6 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 5 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 6 Part 2

Jin-hong membersihkan luka Soo-jin, dia akan menjahitnya tapi dia bilang dia tak memiliki obat anestesi, jadi rasanya akan sangat sakit.

“Penahkah sebelumnya kamu menjahit luka seseorang tanpa menggunakan anestesi?”

“Sudah tentunya..”

“Kapan?”

“Hmmm.. apa belum pernah yaa..”


Meskipun demikian, tapi Jin-hong menyebut Soo-jin sebagai orang yang beruntung, “Aku sangat pandai dalam hal menjahit.. nama panggilanku ‘zipper’.. tahanlah selama satu menit saja, dan aku akan menjahitnya serapi retsleting..”


Jin-hong meminta Soo-jin untuk menggingit gulungan perban, setidaknya untuk menahan rasa sakitnya. Namun Soo-jin menolak, “Tak usah mempedulikanku.. anggap saja aku sebagai tas kulit..”


Perlahan Jin-hon menjahit robekan di telapan tangan Soo-jin.. awalnya Soo-jin bisa menahan, tapi lama-lama rasa nyeri tak terelakkan dan dia pun menggigit gulungan perban itu dengan sekuat tenaga..

Dari kejauhan, Hye-na memerhatikan mereka. Dia pun teringat, momen sebelumnya ketika dia tengah sakit, dan menyebutkan namanya serta nama ibu kandungnya yang asli dihadapan Jin-hong.


Dengan gugup, Hye-na berjalan kembali menuju kamarnya. Tapi tak sengaja, dia menyenggol meja hingga membuat salah satu bingkai foto terjatuh.. sontak dia un berteriak hingga Soo-jin mendengarnya..


Ketika dihampiri, Hye-na telah berbaring di kasur. Soo-jin bertanya, apa Hye-na merasa takut?

“Bu.. aku ingin pulang kerumah..”

“Rumah?”

“Rumah kita.. di Barber Shop..”


“Kita harus tidur disini malam ini. Memangnya ada apa? Kamu takut, pada pak dokter yang menjahit tangan ibu? Tak apa.. tak akan ada apapun yang terjadi..” tutur Soo-jin yang kemudian mendekap Hye-na yang mulai menangis


Beberapa saat kemudian, Soo-jin meninggalkan Hyena yang telah tidur, lalu menghampiri Jin-hong yang tengah berada di ruang tengah.

“Sepertinya, anda baru pindah kesini..” ujar Soo-jin

“Hmm.. mungkin sudah sekitar 2 tahun aku tinggal disini. Aku tiak tahu, kalau kamu akan secepat ini datang, makanya aku belum sempat merapikan barang-barangku..” jawab Jin-hong


Dengan memposisikan dirinya sebagai seorang dokter, Jin-hong bilang ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan, “Apakah kamu sedang dikejar-kejar oleh orang yang berbahaya?”

Jika itu terkait dengan luka di tangannya, Soo-jin menyebutkan bahwa dirinya-lah orang yang berbahaya, “Bukan karena orang lain, namun aku sendiri yang melakukannya..”

Soo-jin yang menolak untuk berobat ke RS, meskpiun dirinya atau anaknya sakit, membuat Jin-hong ingin tahu apa alasan yang sesungguhnya? 


Soo-jin: “Ketika tumbuh dewasa, kamu hidup dengan kedua orangtuamu?”

Jin-hong: “Ya”

Soo-jin: “Orangtuamu orang yang baik ‘kan?”

Jin-hong: “Ya begitulah..“

Soo-jin: “Kamu punya banyak teman semasa sekolah?”

Jin-hong: “Bisa dibilang yaa..”

Soo-jin: “Pernahkah kamu kabur dari rumah?”

Jin-hong: “Apa kamu sedang menginterogasiku?”

Soo-jin: “Kamu makan dengan baik? Pernahkah kamu merasa bersalah terhadap seseorang tiap kali kamu makan? Pernahkah kamu memangis ketika tidur di kasur yang nyaman?”


Selanjutnya.. tanpa dipaksa, Soo-jin bersedia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepadanya: “Aku ini anak angkat.. aku ditelantarkan di usia 6 tahun dan diadopsi pada usia 8 tahun. Tak banyak hal yang ku ingat tentang ibu kandung-ku.. aku tak pernah berpikir atau pun berniat untuk bertemu dengannya. Lagipula, wanita itu tak menganggapku sebagai anaknya.. dan wanita itu bukanlah ibuku..”


Ahjumma.. menonton film dokumenter yang menayangkan kegiatan Young-shin, salah satunya ketika merawat Soo-jin yang kala itu masih berusia kanak-kanak. Soo-jin kecil mengatakan sesuatu yang berhasil membuat ahjumma tak kuasa menahan tangisnya.


“Setiap anak.. punya ibu yang melahirkan mereka. Tapi tak semua ibu, bisa merawat anaknya. Ibu yang melahirkanku, tidak bisa merawataku, makanya ibuku yang sekarang-lah yang membesarkanku, dia sangat membutuhkanku.. ”


Dalam tayangan itu, diceritakan bahwa Young-shin selalu membawa Soo-jin kemana pun, dari mulai lokasi syuitng, salon hingga tempat belanja..


“Aku sangat membutuhkan Soo-jin.. dia harus berada di dekatku, supaya aku bisa fokus dan tenang.. Bahkan, sutradara rela membuat suasanya senyaman mungkin supaya Soo-jin betah berada di lokasi. Satu hal yang tidak kufahami.. bahkan sampai membuatku terbangun di malam hari.. adalah ibu seperti apa yang bisa membung anak seperti Soo-jin? Anak yang sangat berharga dan sangat spesial untuk orang lain sepertiku..” ungkap Young-shin


Kepada Jin-hong, Soo-jin mengungkapkan bahwa selama ini.. dirinya selalu menduga-duga.. mungkin saja, ibu kandungnya miskin, atau hidup tanpa kebahagiaan, “Pasti dia punya alasan yang tak bisa dia ceritakan padaku.. Setiap kali menyuapkan makanan enak kedalam mulutku, aku selalu berpikir kalau ibu kandungku mungkin sedang kelaparan diluar sana. Kurasa aku mengasihaninya.. padahal dia adalah orang yang telah mengikat putrinya dibawahah pohon dan melarikan diri.. Hari ini, aku bertemu dengannya. Ketika melihatnya, aku sangat membencinya, ‘Bagaimana bisa kamu menelantarkan putrimu dan kabur?’, aku ingin berteriak menanyakan itu lalu menamparnya dengan sangat keras kemudian berlari meninggalkannya...”


“Kamu telah melakukan hal yang tepat.. itu hal yang sangat wajar..” komen Jin-hong yang kemudian menuturkan bahwa luka Soo-jin akan sembuh dalam waktu seminggu, dan Soo-jin bisa melakukan apa yang dia inginkan, “Kamu bisa memukulnya, menendangnya atau pun membentaknya..”

“Aku tidak akan pernah menemuinya lagi..” ucap Soo-jin

“Tidak mungkin.. karena kamu pasti akan menemuinya lagi. Kamu akan bepergian kesana-kemari, namun pada akhirnya kamu akan menemuinya.. berbicara padanya dan menangis dihadapannya.. begtulah manusia, hanya itulah cara untuk mengakhiri segalanya..” tutur Jin-hong


Soo-jin melamun di kamarnya.. dia mengingat momen-momen yang pernah terjadi di masa lalu.. ketika ibu kandungnya ternyata pernah menyelamatkannya tapi juga menjadi orang yang menelantarkannya~


Tak sengaja, Soo-jin melihat sebuah amplop di saku jaket Hye-na, dia pun ingat bahwa amplop itu dari ibunya. Ketika dibuka, isinya sebuah buku tabungan atas nama ‘Nam Soo Jin’.. melihatnya, seketika membuat Soo-jin tak kuasa menahan air matanya...


Di kantor polisi, detektif Chang kebingungan.. dia bertanya-tanya, saat ini Hye-na berada dimana?


Ja-young dengan semangat bercerita pada Seol-ak bahwa diirnya tak akan ditahan, “Kalau mereka tak bisa menemukan Hye-na.. maka fakta bahwa kita yang telah menganiaya-nya~”

Seketika, dia merubah kalimatnya dengan hanya mengatakan kalau pihak polisi kesulitan mencari bukti yang menguatkan tuduhan mereka. Kalau pun kasus ini sampai ke pengadilan, palingan dirinya hanya dikenakan denda..

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS


Tiba-tiba, Seol-ak bertanya “Kamu mengenal Kang Soo-jin sonsaengnim?”

Ja-young: “Siapa itu?’

Seol-ak: “Bukankah dia wali kelasnya Hye-na?”

Ja-young: “Kurasa bukan itu namanya..”

Seol-ak: “Pergi dan caritahu, siapa itu Kang Soo Jin..”

Ja-young: “Kenapa?”

Seol-ak: “Kalau Hye-na masih hidup, segalanya akan menjadi sulit untukmu”


Hye-na keluar dari kamarnya, dia berkalan menuju ruang engah dan disana hanya ada Jin-hon, “Ibu dimana?” tanyanya

“Ah... Ada urusan penting, jadi dia pergi keluar. Tapi dia akan pulang sebelum waktunya makan siang..”


Jin-hong menawarkan beberapa makanan, tapi Hye-na bilang dirinya tak mau makan sebelum ibunya pulang. Tak putus asa.. Jin-hong menggunakan taktiknya untuk membuat Hye-na mau makan, dia menceritakan seluruh makanan ‘instant’ yang dia miliki dan menyebut semuanya enak, ada spaghetti tomat, bibimbap, jajangmyun dan kare ayam..

“Kare? Aku sangat suka kare..” ucap Hye-na yang kemudian duduk di dekat Jin-hong


Hye-na memastikan bahwa sebelumnya mereka pernah bertemu, setelah itu dia merevisi jawabannya kala itu, “Namaku Kim Yoon Bok, dan ibuku adalah Kang Soo Jin. Jangan mencaritahu hal apapun tentang kami.. ibuku bukan orang jahat.. ibuku adalah orang yang paling berharga untukku dan tak ada siapa pun yang bisa menggantikannya..”

Jin-hong tersenyum, dia menegaskan bahwa sebagai seorang dokter, dirinya tak boleh membocorkan rahasia pasiennya, jika itu sampai terjadi maka dia bisa dituntut ke pengadilan..


“Dituntut itu apa?” tanya Hye-na

“Hmmm.. pokoknya, apapun yang kita obrolkan.. selamanya hanya akan menjadi rahasia kita berdua..” jawab Jin-hong

“Dari ibu juga?” tanya Hye-na

“Ya.. dari ibumu juga..” jawab Jin-hong


Setelah mengobrol seperti ini, akhirnya Hye-na mau sarapan, “Tapi, kalau aku makan, bukan berarti aku aku mau cerita segala hal tentang kami kepadamu..”

“Aku tahu..”

“Hmm...Aku bingung, memilih kare atau spaghetii tomat..”

“Kalau begitu, kamu bisa makan keduanya..”


Ja-young telah menelpon pihak sekolah dan diberitahu bahwa tak ada guru yang bernama Kang Soo-jin. Tetapi Seol-ak, kekeh memintanya untuk mencaritahu dimana Soo-jin tengah berada dengan bertanya pada bu guru Ye-eun..


Soo-jin sendiri mendatangi barber shop untuk menemui ibu kandungnya, yang kebetulan tengah mencukur rambut adik pelanggan yang kemarin diusir ketika baru dicukur setengah jalan.. dan hal itu pun terulang kembali, sebagai ganti... kali ini ahjumma meminta pelanggan untuk membawa kakaknya kesini dan akan dicukur secara gratis..


Hanya berdua saja.. Soo-jin lansgung mengungkapkan, bahwa sejujurnya dulu dirinya selalu menunggu ibunya dalam waktu yang cukup lama. Namun lebih lama lagi, waktu untuknya berusaha keras meyakinkan dirinya untuk berhenti menunggu ibunya, “Wanita itu tak akan kembali! Wanita itu menelantarkanku! Aku meyakinkan diriku, dengan cara menangis, marah dan membentak diriku sendiri.. sampai masa kanak-kanakku terlewati.. masa remajaku pun terlewati.. dan sekarang aku ada disini..”


Soo-jin mengembalikan amplop dari sang ibu yang masih dia sebuat ‘ahjumma’, “Anda pikir saya akan menerimanya? Anda pikir, saya akn berterimakasih dan bahagia ketika bertemu dengan anda lalu bertanya bagaimana kondisi anda selama ini? Jika tidak, lanas apa yang anda lakukan disini?”

Dengan nada tinggi, Soo-jin membentak ibunya, “Kalau anda menelantarkanku seperti itu, setidaknya anda harus menjalani hidup dengan baik! Tidakkah anda berpikir, bahwa itu satu-satunya hal yang bisa anda lakukan untukku!”


Dengan air mata yang menetes membasahi pipinya, ahjumma berkata, “Aku melihatmu di TV.. mungkin semuanya akan berbeda, jika aku tak melihatmu diadopsi dan bagaimana kamu menjalani kehidupanmu. Tapi aku melihatmu.. aku telah memastikan supaya kamu tak akan mengenaliku. Kamu tak akan pernah datang ke barber shop, karena kamu adalah seorang perempuan. Aku tak pernah berniat memberitahukan siapa diriku epadamu.. aku hanya ingin melihatmuu pergi dan pulang sekolah dengan selamat, setiap harinya... hanya itu saja.. Tapi, aku tak pernah menyangka kalau kamu akan datang dengan seorang anak kecil, yang sampai berlari ke tempat ini dalam kondisi cuaca yang sangat dingin..”

Mengenai buku tabungan itu, Ahjumma menuturkan bahwa dirinya tak bisa menggunakan atau pun membuangnya. Karena itu adalah rekaman kehidupannya selama 27 tahun kebelakang. Namun Soo-jin dengan tegas mengatakan, bahwa dirinya tak akan perah menggunakan uang tersebut, meskipun dirinya benar-benar tak memiliki uang sepeser pun.


“Jangan pernah mengatakan, kalau anda tinggal disini demi aku! karena aku tak akan pernah menerima  alasan itu!” tegas Soo-jin, yang kemudian menangis dan bertanya, “Kenapa anda melakukannya? Apa karena anda membenciku? Atau hidup anda berat karena kehadiranku? Aku tak bisa mengingatnya.. maka aku terus memikirkannya lagi dan lagi.. beritahu aku, setidaknya hanya itulah yang bisa anda lakukan untukku..”


Ahjumma menggelengkan kepalanya, dia tak mau menceritakan alasannya. Soo-jin pun menaruh amplop dari ahjumma, dan menegaskan bahwa mereka tak perlu bertemu satu sama lain lagi...
Advertisement


EmoticonEmoticon