2/10/2018

SINOPSIS Mother Episode 6 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 6 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 6 Part 3

Ja-young menemui Bu Guru Ye-eun.. dia lansgung bertanya, siapa Bu Guru Soo-jin dan apa hubungannya dengan Hye-na?

Dengan gugup, Ye-eun menjelaskan bahwa Soo-jin sempat menjadi wali kelas pengganti, namun dia menegaskan bahwa Soo-jin sama sekali tak tertarik pada kehidupan Hye-na.


Ja-young: “Dari mana anda mengetahu itu?” 

Ye-eun: “Hmm.. karena yang tertarik dan sangat mengkhatirkan Hye-na adalah diriku.. aku lah yang menghubungi pihak sekolah, polisi dan Komisi Perlindungan Anak.. Bu Soo-jin tak tertarik pada anak kecil. Lagipula, dia sekarang tak berada di Korea...” 

Ja-young: “Kemana memangnya?” 

Ye-eun: “Islandia..” 

Ja-young: “Sejauh itu?” 

Ye-eun: “Dia pergi sebelum Hye-na menghilang.. dia bilang, dia mempelajari burung atau semacam itu..”


Beralasan, kalau Hye-na takut tinggal di tempat Jin-hong, maka Soo-jin membereskan pakaiannya dan mengutarakan keinginannya untuk pergi.. namun, Jin-hon duduk disampinya dan bertanya: “Apakah karena kalian merasa tidak nyaman dengan kehadiranku?”

Kalau pun memang karena alasan itu, Jin-hong siap untuk tidak pulang ke rumahnya dan menginap di RS saja..


“Pak Dokter.. saya harus pergi karena saya takut, Yon-bok akan menyadari kondisi saya yang tengah marah.. dan dia mengira bahwa itu semua karenanya..” ungkap Soo-jin

“Kalau begitu, bisar saya yang berbicara dengan Yoon-bok. Lagipula, kelihatannya dia baik-baik saja..” ujar Jin-hong

“Tidak..” sanggah Soo-jin, yang kemudian memaparkan bahwa Hye-na tidaklah baik-baik saja, “Yoon-bok menutupi perasaannya. Dia akan bilang dia tidak dipukul, meskipun sebenarnya dia dipukul. Dia tak akan bilang sakit, padahal sebenarnya sakit...”


“Justru.. anda yang berada dalam kondisi seperti itu sekarang..” ucap Jin-hong, “Soo-jin, kondisi mental anda serupa dengan orang yang baru kecelakaan mobil. Tulangmu patan dan ada perdarahan, tapi kamu bersikeras mengatakan bisa berjalan.. sayangnya kamu hanya bisa berjalan beberapa langkah sebelum akhirnya benar-benar terjatuh. Jadi kumhon, beristirahatlah..”


“Tidak.. aku tak terluka separah itu. Selama ini, aku telah menelantarkan wanita itu di dalam hatiku, sekarang tinggal menelantarkannya di kehidupan nyata. Anda bilang aku tak bisa berjalan dengan nornal? Beesok.. aku masih bisa bangun dan melakukan hal yang sama. Kondisi ini, tak mempengaruhiku sedikit pun..” tutur Soo-jin


Ja-young menelpon Seol-ak, untuk memberitahukan bahwa Soo-jin telah pergi ke Islandia, “Bukankah ini hal yang sangat bagus..”


Hye-na sangat gembira, karena Soo-jin membelikannya sebuah ponsel, “Aku ingin memperlihatkannya pada teman-temanku.. apa yang akan mereka katakan yaa..” ujarnya


Soo-jin menceritakan, bahwa mereka tak akan lagi tinggal di tempatnya ahjumma barber shop. Hye-na bertanya, apakah itu karena dirinya? Soo-jin pun menjelaskan bahwa semuanya bukan karena Hye-na.. 

“Ibu tahu.. kamu sangat dekat dengan ahjumma. Tapi ibu, bertengkar dengannya.. orang dewasa pun bisa bertengkar loh. Makanya, ibu tak bisa tinggal disana lagi..”

Hye-na kemudian bertanya, apakah dirinya boleh menelpon ahjumma? Soo-jin pun menegaskan, bahwa Hye-na tak boleh menerima atau pun mengangkat telpon dari nomor lain selain nomor ibunya.


Soo-jin pamit pergi sebentar, dia meminta Hye-na untuk menunggunya di tempat ini. Dia pun menunjukkan jam di ponsel Hye-na, sekarang pukul 2:54 dan dirinya akan kembali, sekitar pukul 3:20 atau 3:30..


Ternyata, Soo-jin pergi untuk bertemu dengan Jae-bum ahjussi. Dia memberikan foto Hye-na untuk melengkapi passport, namun dia mau menjelaskan apapun.. Jae-bum ahjussi tak memaksanya untuk bercerita, dia hanya menyebut gadis dalam foto, mirip dengan Soo-jin~


Hye-na melihat ponselnya, sekarang baru pukul 3:01, “Masih banyak waktu..” ucapnya yang kemudian berlari pergi


Jae-bum ahjussi, menyebut Soo-jin sebagai orang yang sangat pandai, kala pun dia ingin pergi.. pastilah akan pergi ke suatu tempat yang tak akan pernah bisa diemukan olehnya. Namun kali ini, Jae-bum memohon, supaya Soo-jin kembali sesuai janjinya, “Kalau tidak.. ahjussi tak akan pernah memaafkanmu. Kamu tahu maksudnya ‘kan..”

“Hmm.. kalau begitu, kumohon rawat ibu dengan baik, supaya dia tidak meninggal..” pinta Soo-jin

“Hfft.. kau tahu sendiri, ibumu tak mau menuruti perkataanku..”


Hye-na berlari menemui ahjumma.. sayangnya ahjumma tengah flu hingga membuatnya tak bisa berbicara secara lisan dan hanya bisa via tulisan.


Dengan ceria, Hye-na bercerita mengenai ponsel barunya.. namun sayangnya, dia tak boleh menenerima telpon dari orang lain. Dia pun bercerita mengenai kepergiannya.. namun sambil tersenyum, Hye-na memastikan.. kelak disaat dirinya telah tumbuh menjadi orang dewasa, dia akan kembali kesini untuk menemui ahjumma..


Hyun-jin memarkirkan mobilnya di sekitar taman.. ketika tengah sibuk menelpon, tiba-tiba sebuah mobil mundur dan menabrak mobilnya. Namun Hyun-jin tak menyadari apa yang sebenarnya terjadi, dan mengira kalau insiden ini merupakan kesalahannya.. dia pun minta maaf dan menelpon asuransinya..


Tetapi, Hye-na melihat semuanya.. dia pun menghampiri Hyun-jin dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk memastikannya, Hyun-jin memeriksa black box di mobilnya.. spontan, pria itu pun mengakui kesalahannya dan langsung menelpon asuransi-nya.


Hyun-jin berterimakasih pada Hye-na, dia pun bertanya dimana tempat tinggalnya? Dengan gugup Hye-na menyebut barber shop.. kemudian Hyun-jin bertanya, apakah Hye-na anak ahjumma? Hye-na menjawab bukan, dan dirinya hanya tinggal sementara disana..

Ketika ditanya namanya siapa.. Hye-na diam, binugng mesti menjawab apa~


INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Bersamaan dengan itu, datanglah Soo-jin. Hye-na yang melihatnya, langsung berlari menghampirinya sambil berteriak menyebutnya, ‘eomma...’


Soo-jin berbicara dengan Hyun-jin, dia memintanya untuk merasahasiakan hal ini. Namun Hyun-jin bilang, ibu mereka membesarkan ketiga anaknya tanpa seorang suami, “Kurasa, ibu akan bisa memahami kondisimu eonni..”

“Tapi. Kamu harus pergi secepat mungkin, karena kami tak punya banyak waktu..” ucap Soo-jin

“Memangnya ibu punya banyak waktu yang tersisa? Bagaimana.. kalau ibu meninggal, bahkan tanpa semat mengetahui kalau eonni punya eorang anak?” tanya Hyun-jin


“Kumohon.. rasahasiakan ini. Ada sesuatu hal yang tak bisa kujelaskan.. kurasa kalian tak akan memahaminya, karena aku pun demikian. Nanti pada saatnya, pasti aku akan menceritakan semuanya kepadamu..” pinta Soo-jin


“Hftt... eonni, aku ini seroang reporter. Kamu memintaku melakukan hal yang yang sangat sulit untuk kulakukan..” ujar Hyun-jin
Advertisement


EmoticonEmoticon