2/17/2018

SINOPSIS Mother Episode 7 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 6 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 7 Part 2

Setelah menampar ibu kandung Soo-jin, Young-shin mengamuk, “Berani-beraninya kau membuka tempat seperti ini, di samping jalan yang dilewati anakku sekolah setiap harinya!” teriaknya yang kemudian melemparkan sebuah gelas hingga membuat cermin pecah.


Ketika Jae-bum ahjussi datang, Young-shin mengatakan dirinya akan pingsan.. dan sesaat kemudian, dia memang benar-benar pingsan tak sadarkan diri hingga terkapar di lantai.


Beberapa saat kemudian, mereka telah berada di Rumah Sakit. Sementara Soo-jin mengurus administrasi, Hye-na menemani Young-shin yang perlahan mulai sadar..

Young-shin: “Kamu putrinya Kang Soo-jin?” 

Hye-na: “Iya..”

Young-shin: “Namamu siapa?”

Hye-na: “Kim Yoon Bok”


Young-shin meraih tangan Hye-na, “Aku nenekmu...” ucapnya

“Nenek..” ucap Hye-na


So-jin datang, dia pun mengatakan bahwa ibunya ini mesti melakukan CT Scan. Tapi Young-shin malah menyinggung pakaian yang dikenakan Hye-na, “Kenapa, putrimu kamu dandani seperti itu~”

“Sekarang, ibu harus diperiksa dulu..” ucap Soo-jin


Mereka pun mengantar Young-shin hingga kedepan pintu ruang CT Scan. Soo-jin terlihat sedih, namun dia hanya diam tak mengatakan apa pun~


Tak lama kemudian, Jae-bum ahjussi datang. Dia berkenalan dengan Hye-na, “Aku sudah seperti pamannya ibumu.. jadi kamu bisa memanggilku ‘ahjussi’. Namamu siapa?”

“Kim Yoon Bok”

“Usiamu berapa?”

Belum sempat menjawabnya, Soo-jin langsung mengajak Hye-na pergi ke toilet. 


Padahal dia membawanya ke tempat sepi, untuk menjelaskan bahwa setelah ini mereka akan bertemu dengan banyak orang yang bertanya ini dan itu padanya, “Berjanjilah, kamu akan memberikan jawaban sesuai apa yang telah ibu katakan..”


Hye-na mengangguk sambil tersenyum. Soo-jin pun mengingatkan kembali, hal-hal apa saja yang mesti diingat oleh Hye-na..


Soo-jin: “Namamu Kim Yoon Bok”

Hye-na: “Iya aku tahu bu..”

Soo-jin: “Umurmu 7 tahun..”

Hye-na: “Tapi sekarang, aku berusia 9 tahun..”

Soo-jin: “Kalau 9 tahun, berarti kamu sudah sekolah SD. Akan rumit, kalau mereka bertanya kamu sekolah dimana,”

Hye-na: “Kalau begitu aku berusia 7 tahun..”

Soo-jin: “Dan kamu tidak masuk TK, karena kamu tidak mau dan ibu tidak memaksamu untuk masuk TK”

Hye-na: “Aku benci TK..”


Soo-jin: “Dan.. kamu tinggal dengan ibu di Mooryung 3 tahun yang lalu, sejak ibu kembali dari New Zealand. Dan sebelumnya...”

Hye-na: “Neneku yang merawatku..”

Soo-jin: “Benarkah? Jadi kamu memang baru tinggal dengan ibumu 3 tahun yang lalu?”

Hye-na: “Ibuku menjemputku setelah nenekku meninggal..”

Soo-jin: “Lalu.. kamu akan bilang, kalau kamu tidak tahu siapa ayahmu.. kamu tak tahu namanya dan juga seperti apa wajahnya. Karena kamu tidak pernah tinggal dengannya..”

Hye-na: “Aku memang tidak tahu siapa ayah kandungku..”

Soo-jin: “Dan.. jika kamu berbicara dengan seseorang, ceritakanlah itu pada ibu. Supaya ibu bisa memastikan bahwa cerita kita cocok”

Hye-na: “Iya bu..”

Soo-jin: “Maaf.. karena ibu membuatmu berbohong seperti ini..”

Hye-na: “Aku memang pandai berbohong bu..”


Terlepas dari ‘kebohongan’ yang mesti mereka katakan, Hye-na bertanya pada ibunya apakah nenek kelingking, adalah ibu kandung ibunya?

“Kurasa begitu..” jawab Soo-jin yang kemudian bertanya, “Apa kamu terkejut?”


“Kare yang dia buat.. rasanya sama seperti kare yang ibu buatkan untukku. Dan kalian berdua.. memiliki aroma yang sama ketika kalian memelukku..” ungkap Hye-na yang kemudian memeluk Soo-jin


Ketika kembali ke depan ruang periksa Young-shin, telah ada Yi-jin yang dengan ketusnya bertanya, “Jadi ini anak itu? Apa dia.. seorang laki-laki atau perempuan?”

“Jelas-jelas.. dia adalah perempuan. Kamu ini bicara apa.” tukas Jae-bum ahjussi


“Kamu berapa tahun?” tanya Yi-jin

“7 tahun...” jawab Hye-na yang kelihatan gugup karena bersembunyi di balik badan Soo-jin


Tak lama kemudian, Hyun-jin datang, “Apa yang sebenarnya terjadi?” tanyanya dengan nafas yang terengah-engah

“Kan sudah kubilang! Seharusnya, eonni pergi secepat mungkin sebelum ibu mengetahui semuanya! Pokoknya, kalau terjadi apa pun pada ibu, aku tak akan memaafkan eonni!”  tegas Yi-jin

“Tapi, ini semua terjadi bukan karena eonni melakukan semuanya dengan sengaja!” tukas Hyun-jin

“Kalau ada yang mesti kamu selesaikan.. maka selesaikan semuanya sekarang juga. Sebelum ibu mengalami hal seperti ini lagi..” ujar Hyun-jin yang kemudian bertanya, mengapa Soo-jin harus menyembunyikan anaknya? Masalahnya apa? Berhubungan dengan hutang? Anak haram?

“Cukup.. ibu kalian sedang terbaring sakit sekarang..” tukas Jae-bum ahjussi


Seol-ak sangat terobsesi dengan sosok Soo-jin.. dia pun mencaritahu segalanya di internet. Awalnya agak sulit, namun setelah mengetikkan keyword ‘Kang Soo Jin Ornitologis’, muncul beberapa artikel mengenai Soo-jin yang memang dia cari-cari~


Dalam ruang rawatnya, Young-shin meminta seluruh anaknya seta Jae-buk pulang kecuali Soo-jin. Hal tersebut mmebuat Yi-jin iri, namun Young-shin mengatakan kalau Yi-jin bisa kembali besok untuk merawatnya menggantikan Soo-jin.


“Haruskah aku membawanya (Hye-na) pulang untuk tidur di rumah, lalu membawanya kesini lagi besok pagi?” tanya Yi-jin


“Tidak.. dia harus ada didekatku..” tegas Soo-jin


“Iya.. dia akan kaget, kalau bangun tidak disamping ibunya..” ujar Young-shin
“Baiklah.. silahkan, menikmati ‘family time’ yang menyenangkan..” ucap Yi-jin dengan agak sinis


Mereka pun pergi, dan tingallah Soo-jin serta Hye-na yang telah tertidur lelap. Young-shin bertanya, sejak kapan Soo-jin mengenal ibu kandungnya?


“Tak sengaja..” ucap Soo-jin, yang kemudian menjelaskan hal yang telah dialaminya beberapa hari kebelakang..


“Ini semua salahmu! Kau malah menggandeng anak itu kesana-kemari, seperti anjing liar dan tinggal di tempat itu! Memang apa susahnya untuk tinggal di rumah bersama denganku?!” ungkap Young-shin dengan penuh emosi yang membuatnya sesak


Tapi kemudian, Young-shin bertanya.. apakah Soo-jin marah karena dirinya telah menampar ibu kandungnya?

“Tidak.. aku memahami perasaanmu..” jawab Soo-jin

“Lantas.. apakah dia menceritakan alasannya menelantarkanmu?” tanya Young-shin

“Tidak.. dia tidak mau memberitahuku..” jawab Soo-jin


Ibu kandung Soo-jin, perlahan merapikan sisa-sisa pecahan kaca di tempatnya, saati ini wajahnya terlihat datar namuan ada kesedihan mendalam di sorot matanya yang lesu..


Bersamaan dengan itu, Young-shin menelpon Jae-bum. Dia minta bantuan untuk mencaritahu segala hal tentang ibunya Soo-jin, terutama alasannya menelantarkan Soo-jin..

“Noonim.. untuk apa? Kurasa semuanya tak penting.. karena selama 30 tahun kebelakang, anda lah ibu yang telah membesarkan Soo-jin dan sekarang dia telah kembali ke hadapan anda, bahkan dengan membawa putrinya. Bisakah anda mengabaikan wanita itu.. dan fokus pada pengobatan anda saja..” pinta Jae-bum

“Kurasa, sekarang kanker ini telah menyerang otakku. Bukankah tidak adil, kalau aku meninggal sebelum mengetahui hal yang sangat membuatku penasaran selama 30 tahun kebelakang ini..” ungkap Young-shin, yang kemudian mengulang kembali permohonannya, dan juga memintanya untuk menjauhkan wanita itu dari kehidupannya. Karena jika tidak.. mungkin dirinya sendiri yang akan melakukan hal ‘gila’


Sementara ibu kandungnya hanya bisa terbaring lemah, Soo-jin sendiri tak banyak bicara.. dia diam, tapi terlihat dengan jelas bahwa hatinya gundah dan gusar~


Seol-ak masih sangat sibuk untuk mencaritahu segala hala tentang Soo-jin, bahkan sampai dia agak bersikap acuh pada Ja-young~


Dalam rapat di kantornya, Hyun-jin serta rekannya membahas mengenai insiden kekerasan pada anak yang jumlahnya makin meningkat. Mereka berspekulasi, bahwa tekanan dan stress yang ditimbulkan lingkungan, membuat seorang individu melampiaskannya pada orang yang lebih lemah, atau jika orangtua biasanya pada anaknya.


Hyun-jin menggarisbawahi, pada sebagaian besar kasus kekerasan anak, pelakunya adalah ibunya sendiri. Hal tersebut, menjadi bukti, bahwa tingkat stress seorang ibu berada pada jumlah yang sangat tinggi.

Karena pemaparannya, maka Hyun-jin dipercaya untuk menulsikan artikel investigasi khhusus mengenai kekerasan pada anak.


Jin-hong mendengar cerita Hye-na mengenai kejadian tadi malam, “Kamu pasti sangat terkejut yaa..” ucapnya

“Ibuku sepertinya sangat khawatir..” ujar Hye-na


“Ibumu pasti sangat khawatir, karena nenekmu sampai pingsan..” ungkap Jin-hong

“Selain itu.. juga karena ibu mengkhawatirkan nenek kelingking..” ucap Hye-na


Hyena mengungkapkan, bahwa disini neneknya memliki banyak orang yang mengkhawatirkannya. Tapi nenek kelingking, hanya ditemani 2 ekor burungnya..


Jae-bum ahjussi mulai mencaritahu identitas ibu kandungnya Soo-jin, yang bernama ‘Nam Hong Hee’. Dibantu seseroang, dia baru bisa mendapatkan informasi sederhana, seperti nomor ponsel serta kepemilikan bangunan yang dia tinggali sekarang. Untuk selebihnya, tinggal ditunggu saja.. yang jelas, Jae-bum telah mempersiapkan beberapa hal untuk membuat Bu Nam pindah dari tempat itu..


Sesuai dugaannya, ternyata sel kanker telah menyrang bagian otak. Mendengar hal tersbut, Young-shin terlihat sangat tenang dan tidak terkejut sedikit pun~


Keluar dari ruang dokter, Yi-jin serta Soo-jin dan Hye-na menemaninya, Yi-jin mengeluh, mengapa ibunya selalu bertemu dengan dokter sendirian? Bukankah orang lain selalu pergi ditemani anggota keluarganya?


“Aku tidak mau. Karena itu adalah privasiku.. ada beberapa hal yang mesti dibatasi, meskipun itu dengan anggota keluarga sendiri. Sebelumnya mereka telah memberitahuku bahwa kanker ini menyebar ke otak, tapi mereka bilang ada banyak pilihat pengobatan, jadi aku akan berusaha semampuku..” papar Young-shin yang kemudian meminta Soo-jin untuk pulang kerumah saja, karena Yi-jin telah ada disini untuk menemaninya..


Ja-young yang kesal akan sikap Seol-ak kahirny abertanya secara lansgung, “Oppa.. kenapa kamu sangat terobsesi padanya (Soo-jin) ???”


INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

“Karena, aku harus tahu alasan kenapa dia mengambil Hye-na..” jawab Seol-ak


“Kamu ini bicara apa?! Berpikirlah secara rasional! Hye-na itu jatuh ke laut dan dia sudah mati! Semua orang menganggap seperti itu! Jadi kenapa oppa bertingkah seperti ini!” ujar Ja-young yang kemudian menegaskan bahwa mereka akan mengadapan upacara pemakaman di kuil minggu depan, “Para tetua bilang, kita bisa melakukannya karena telah lewat 21 hari sejak kepergiannya. Jadi, lupakan semuanya dan kita lanjutkan hidup kita dengan semestinya.” 
Advertisement

3 comments

This comment has been removed by the author.

Makasih cingu.. .ditunggu kelanjutannya

Makasii mimin, dtunggu updatenyw


EmoticonEmoticon