2/23/2018

SINOPSIS Mother Episode 9 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 9 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 9 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 10 Part 1

Young-shin meminta Yi-jin serta Hyun-jin mengutarakan pendapat mereka. Yi-jin masih tetap pada pendiriannya, yang membenci tindakan Soo-jin. Dia meminta Hye-na dikembalikan pada ibu kandungnya dan kemudian diberi uang  dalam jumlah besar supaya tak ada berita buruk yang tersebar diluaran sana,


Tetapi Hyun-jin memiliki pemikiran berbeda. Awalnya, dia berpikiran hal yang sama dengan Yi-jin.. tapi setelah mempelajari kasusnya, dia tahu betul.. bahwa orang yang paling tersakiti jika kasus ini terungkap, adalah Soo-jin sendiri, “Aku melihat foto-foto luka ditubunya dan kurasa, anak itu memang akan meninggal kalau dibiarkan begitu saja..”


“Tapi dia bukan anak kita atau pun anak Soo-jin.. dia anak orang lain, dan tugas ibu kandungnya lah untuk mejaganya!” tukas Yi-jin yang kemudian menyinggung sikap So-jin yang membiarkan Hye-na mendaftar di sekolah yang sama dengan kedua anaknya, “Eonni tak pernah berpikir.. apa yang akan terjadi pada anak-anaku, jika mereka tahu yang sebenarnya?!”


Soo-jin hanya bisa meminta maaf, “Kamu memang benar.. Tetapi Yoon-bok pun merasa bersalah. Dia bilang dia sangat senang bisa berteman dengan Tae-mi dan Tae-hoon.. dia merasa bahagia karena punya keluarga besar..” paparnya


Hyun-jin tetap menyatakan, bahwa dirinya membela keputusan Soo-jin. Andai dirinya dipecat dari pekerjaannya, pasti dirinya akan merasa  sedih.. tapi dia masih bia melanjutkan hidupnya. 

Setidaknya, sebelum dipecat.. Hyun-jin masih bisa berusaha keras untuk membuat sebuah artikel khusus mengenai kasus Hye-na dan kekerasan terhadap anak. Hal seperti itu, dirasas sudah sangat cukup baginya..


Young-shin menyatakan bawha dirinya selalu menghormati keputusan Soo-jin. Akan tetapi, sebagai seorang kepala keluarga yang harus mengambil keputusan untuk melindungi keluarganya.. Young-shin memilih keputusan berat, yakni untuk menghapuskan Soo-jin dari keluarganya, dia akan membatalkan ikatan adopsi, dan membiarkan Soo-jin pergi darinya sebelum masalah ini makin melebar dan diketahui publik.


Hal tersebut membuat seluruh anggota keluarga kaget.. pengacara memberikan dokumen serta menjelaskan prosedurnya. Hye-na yang mengetahui hal ini, seketika menangis... menitikan air matanya..


“Aku marah, karena Soo-jin lebih memilih anak itu dibanding keluarganya..” ucap Young-shin, “Tapi sejujurnya, hal yang paling membuatku marah adalah ketika dalam situasi seperti ini, hal yang kau minta dariku adalah uang. Kamu tak bertanya padaku, apa yang harus kamu lakukan.. Aku memang bukan ibu kandungmu, tapi aku lah yang membesarkanmu. Kalau putriku tak tega menyeretku kedalam situasinya yang berbahaya, dan hanya membutuhkan uangku.. berarti.. sebagai seorang ibu aku tak ada artinya..”


Soo-jin menangis, “Maaf.. karena aku tak pernah meminta pendapat darimua tentang hal ini. Kurasa, ini merupakan hal yang mesti kuseslsaikan sendiri.. dan aku tak ingin membuat keluargaku dalam bahaya bersama denganku. Tapi bu.. kalau ibu merasa tak ada artinya dihadapanku, maka itu adalah kesalahfahaman besar. Aku tak pernah memikirkanmu sesering belakangan ini. Jika kamu adalah ibu kandungku dan bukan ibu angkatku..  dan jika bukan karenamu, mungkin aku tak akan pernah menyadari bahwa ada cinta sempurna yang bisa memberikanku keberanian untuk membawa anak itu kesini. Aku benar-benar minta maaf, karena tak bisa menjadi putri yang baik untukmu.. tapi aku, tak bisa melepaskan Yoo-bok.. jadi aku benar-benar minta maaf..” paparnya


Young-shin tak berkomentar banyak.. dia mengatakan dirinya lelah dan ingin beristriahat. Dia berpesan, supaya besok.. Soo-jin pergi di pagi hari, tanpa perlu mengucacpkan salam perpisahan padanya.


Jae-bum ahjussi meminta Young-shin untuk tidak berkerikap seperti ini karena ini bukanlah apa yang diinginkannya, “Kalau anda melepaskan Soo-jin seperti ini, anda sendiri yang akan rapuh karenanya..”


“Kau salah.. aku tak akan merasa rapuh. Selama ini aku menganggap Soo-jin seperti putri kecilku, tapi ternyata.. dia telah menjadi seorang ibu dengan caranya sendiri dan kurasa, memang sudah seharusnya aku melepasnya pergi..” jelas Young-shin yang kemudian meminta Soo-jin untuk memakainkan pakaian hangat pada Hye-na disaat mereka pergi besok.


Dalam kamar, Hye-na duduk dibelakang pintu.. terdiam.. masih menangis.. merenungkan segala hal yang didengarnya barusan.


Sementara itu, diluar rumah.. terlihat Seol-ak yang masih berjaga memerhatikan kondisi disekitarnya~


Soo-jin dan Hye-na telah berbaring di kasurnya.. Soo-jin bertanya, “Tadi, nenek bicara apa?”

“Dia memberikanku kalung ini..” jawab Hye-na

“Itu merupakan kalung dari ibunya nenek..” ungkap Soo-jin


“Kalung keberuntungan..” ucap Hye-na, “Nenek bilang, aku akan membutuhkan banyak keberuntungan. Tapi.. apa boleh aku menyimpannya?”

“Tentu saja.. mungkin ini adalah benda yang sangat penting bagi nenek, tapi sepertinya dia memang ini memberikannya keapdamu..” papar Soo-jin


Selanjutnya, giliran Hye-na yang bertanya.. “Apa yang nenek katakan pada ibu?”

“Hmm.. nenek menyuruh kita pergi besok pagi..” jawab Soo-jin


Hye-na mengatakan dirinya mengantuk, maka Soo-jin menyuruhnya untuk segera tidur supaya bisa bangun pagi,

“Bu.. mimpi yang indah..”

“Hmm.. kamu juga..”


Detektif Chang memeriksa CCTV halte pada hari ketika Hye-na menghilang. Dan beruntungnya, dia berhasil menemukan rekaman dimana terlihat Soo-jin yang tengah menggandeng tangan Hye-na~


Di tengah malam.. Hye-na terbangun dari tidurnya, sejenak dia duduk menatap Soo-jin. Lalu kemudian, dia membuka lemari.. menyentuh satu demi satu gaun cantiknya..


Tapi pada akhirnya, dia mengambil pakaian lamanya yang dia gunakan saat melarikan diri, “Pakaian yang membuatku terlihat seperti pria, ketika aku mengenakannya..”


Tanpa menimbulkan suara, Hye-na mengambil barang yang dia butuhkan. Salah satunya, ialah makanan instan yang diberikan Jin-hong padanya..


Selain mengambil, dia pun menaruh bebrapa barang milknya. Seperti buku dongeng ‘Kelinci yang Melarikan Diri’... Dalam benaknya, dia berkata bahwa diinya telah menghafal seuruh isi cerita dalam buku tersebut, maka dia tak perlu membawanya lagi..


Berikutnya, Hye-na mengambil beberapa lembar uang dari dompet Soo-jin. Kemudian, memegangi bulu burung yang terselip dalam buku rahasia, “Ini adalah benda yang sangat berharga untuk ibu..” gumamnya


Terakhir, Hye-na mengambil miniatur boneka.. yang dia ibaratkan sebagai ibunya di usia 38 tahun.


“Bu.. Selamat tinggal..” ucap Hye-na dalam benaknya. 


Bergegas, Hye-na berjalan pergi meninggalkan rumah tersebut. Sangat beruntung, karena pada waktu itu, Seol-ak sepertinya telah tertidur.. maka dia tak melihat kepergian Hye-na..


Meskipun berjalan sendirian, tetapi Hye-na adalah anak pemberani.. sambil melewati setiap bangunan, sengaja Hye-na menyebutkan namanya satu per-satu..


Langkahnya, sempat terhenti sejenak dihadapan barber shop, “Bu.. kurasa, sekarang aku memang harus pergi. Aku tak bisa membiarkan ibu berpisah dengan keluarga ibu, hanya karenaku.. Aku bahagia menjadi yoon-bok. Aku mencintaimu sepanjang jarak antara surga dan bumi..” ungkap Hye-na dalam benaknya.


Setelah beberapa saat melanjutkan perjalanannya, lagi-lagi langkah kecil Hye-na terhenti. Dia menatap bulan di lagit gelap, dan berkata, “Hftt.. Aku sudah merindukannya lagi..”


Kemudian, Hye-na berlari menuju stasiun bawah tanah. Dia sempat dibuat termenung, ketika melihat seekor bukurng yang hinggap di dekatnya.. tapi ketika burung itu terbang, dia pun melanjutkan langkahnya~


Soo-jin terbangun dari tidurnya, dia memanggil Yoon-bok tapi tak ada yang menyahut. 


Akhirnya, Soo-jin bangkit berdiri.. dan tak sengaja dia menemukan sepucuk  surat yang sengaja ditinggalkan Hye-na di atas meja,..


Panik sekaligus khawatir, maka Soo-jin langsung berlari keluar bahkan tanpa mengenakan jaket atau pakaian hangat. Sialnya, Seol-ak telah bangun dan dia melihat tingakh Soo-jin yang sangat mencurigakan tersebut.


Soo-jin melewati jalanan yang sebelumnya dilewati Hye-na, bahkan dia berhenti persis di tempat Hye-na berhenti sebelumnya. Soo-jin bingung.. dia terus memanggil nama Yoon-bok.. lalu Hye-na.. namun tak ada jawaban. Sontak, tangisnya pun tak bisa tertahankan~


Ja-young melakukan ritual penghormatan jenazah untuk Hye-na.. dia melakukannya seorang diri, di sebuah kuil.


Ketika  berjalan keluar, telah ada Detektif Chang yang berdiri menunggunya, “Hye-na tidak tenggelam di lautan..” ungkapnya

“Aku tahu.. Wanita bernama Kang Soo-jin yang telah membawanya pergi..” jawab Ja-young


Sementara itu, terlihat Hye-na.. tengah duduk seorang diri, menikmati kopi latte di stasiun bawah tanah~

Advertisement

1 comments:

sumpah nangis gegerungan nntn nih film.. thanks buat sinopsisnya.. fighting


EmoticonEmoticon