2/06/2018

SINOPSIS My Golden Life Episode 44 PART 1

SINOPSIS My Golden Life Episode 44 BAGIAN 1


#44 – Hanya Berkencan


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 43 Part 3
Ji An: “Baiklah. Hanya berkencan.”
Do Kyung: “Ya, hanya berkencan.”
Ji An: “Mari kita lakukan selama satu minggu.


Do Kyung tertawa kecil dan mengatakan bahwa itu terlalu singkat. Tapi Ji an bilang, tidak akan menyenangkan jika dilakukan terlalu lama, dan akhirnya Do Kyung setuju untuk berkencan selama satu minggu saja.


Do Kyung mendekat ke arah Ji An. “Jadi, mulai sekarang kita....” Ji An gugup dan pergi. Do Kyung tersenyum senang karena berhasil menggoda Ji An. “Aku akan menghubungimu nanti,” kata Do Kyung.


Ji An lalu berbalik dan bertanya tentang pekerjaan Do Kyung. Do Kyung baru ingat dan buru-buru pergi untuk mengurus persiapan bisnisnya.


Setelah Do Kyung pergi, Ji An menyandarkan tubuhnya ke dinding. “Apa yang sudah kulakukan?” gumamnya.


Tidak lama kemudian, Ji An menerima telepon dari Do Kyung dan bertanya apakah ada masalah. Ji An jadi gugup sendiri ketika Do Kyung menjawab kalau dia menelepon untuk melapor pada pacarnya. 


Do Kyung bilang ia sudah bertemu dengan toko barang bekas yang memiliki informasi tentang beberapa pabrik kecil, dan sekarang Do Kyung sedang dalam perjalanan untuk melihat mesinnya. Ji An berpesan agar Do Kyung berhati-hati. “Apa kau mengkhawatirkan aku?” tanya Do Kyung senang. Ji An menyuruhnya bicara serius dan melarangnya menyetir sambil menelepon.. “Aku akan menjemputmu, ketika kau pulang kerja. Sampai bertemu nanti,” kata Do Kyung sebelum menutup teleponnya.


“Hhh...” Ji An masih belum habis pikir kenapa dia setuju untuk melakukan kencan itu. Padahal ia tahu bahwa hubungan mereka tidak akan berhasil. Lalu dari seberang jalan, Ji Soo memanggil Ji An dan berlari ke arahnya.


Ji Soo bicara panjang lebar bahwa ia melarang Ji An langsung menikah dengan Do Kyung dan menyarankannya agar berkencan saja dulu. “Setelah berkencan, kau mungkin saja tidak menyukainya lagi. Walaupun aku sendiri tidak tahu bagaimana akhir hubunganku dengan Hyuk,” kata Ji Soo.


Ji An lalu mengatakan bahwa mereka sudah memutuskan untuk melakukan kencan. “Selama satu minggu,” kata Ji An. Ji Soo terkejut. “Akan berbahaya jika terlalu lama,” jawab Ji An.


Ji Soo menatap kakak angkatnya dengan sedih, lalu memeluknya. Ji An berusaha tersneyum dan membalas pelukan Ji Soo.


Dalam perjalanan, Do Kyung terus saja senyum-senyum sendiri karena mengingat Ji An. Tapi senyumnya menghilang, ketika menyadari kalau ada mobil yang mengikutinya. Do Kyung lalu menghentikan mobilnya, dan mobil di belakangnya pun ikut berhenti.


Do Kyung turun dari mobil dan membuka pintu mobil yang ada di belakangnya, menarik orangnya keluar, lalu menghajarnya. “Katakan pada bosmu, bahwa kau baru saja dihajar. Aku akan membunuhmu jika kau mengikutiku lagi,” kata Do Kyung.


“Dia memukulmu?”tanya kakek terkejut. “Do Kyung menghajarmu? Apa kau yakin itu Do Kyung? Baiklah kalau begitu.”


Bersama Sekretaris Yoo, Do Kyung mendatangi tempat yang menjual mesin-mesin bekas. Mereka senang karena kondisi mesinnya masih bagus.


Setelah itu, mereka menemui Won Doo yang memperlihatkan sebuah pabrik kecil. Do Kyung dan Sekretaris Yoo tampak senang melihatnya.


Hee datang ke toko roti dan ia bersikap kurang ramah kepada Ji Soo. Bos Kang lalu bilang kalau ayah Ji Soo sudah mengurus semuanya. “Benarkah?” tanya Hee. Kemudian ia melihat ponsel Ji Soo berdering dan terlihat nama peneleponnya adalah ‘Ibu dari Haesung’. “Apa kau tidak akan menjawabnya?” tanya Hee masih dengan sikap tidak ramah.


“Hallo? Ya, baiklah,” kata Ji Soo lalu menutup teleponnya lagi. Sementara itu, Hee masuk ke dapur untuk memasak.


Bos Kang kemudian bertanya apakah ibu Ji Soo yang menyeramkan mengajaknya bertemu. Ia juga menduga kalau Ibu No tidak akan memasukkan Ji Soo ke daftar keluarganya sebelum mendidik dan meningkatkan status Ji Soo. “Ya. Dia ingin bertemu denganku untuk membujukku untuk pergi keluar negeri,” jawab Ji Soo.


Menurut Bos Kang, Ibu No tidak punya hak untuk memaksa Ji Soo melakukan itu. “Secara hukum, kau bukan putrinya,” kata Bos Kang. Ji Soo tertegun.


Ji Soo lalu bertemu Ibu No di sebuah cafe. Ji Soo meminta maaf bahwa dia sudah menjadi pemberontak. Ia mengatakan bahwa dalam perjalanan ke bandara, ia menyadari bahwa cinta dari orang tua lamanya adalah nyata. “Aku merindukan Ji An dan aku sedih harus meninggalkan Hyuk. Aku sedih dan menyesal. Dan aku juga takut. Sekarang aku tidak mempermasalahkan lagi ketika mereka salah mengirim Ji An. Selama bebetapa bulan tinggal bersama keluarga kandungku, aku tidak bahagia,” kata Ji Soo.


Ibu No terkejut dengan kejujuran Ji Soo, tapi ia mengatakan bahwa Ji Soo merasa seperti itu karena belum mencoba dan belum menikmati kehidupannya. Ji Soo mengingatkan bahwa ia tidak pernah menggunakan kartu kredit yang Ibu No berikan, karena ia sudah nyaman menggunakanuang yang ia hasilkan sendiri.


“Aku tidak butuh uang sebanyak itu. Bagiku, semua makanan lezat. Dan karena gen-mu yang bagus, aku terlihat bagus dengan pakaian apapun. Jadi, aku tidak suka pergi ke restoran terkenal ataupun berbelanja. Itulah kenapa aku bahagia dengan pekerjaan paruh waktu yang sudah kujalani bertahun-tahun. Aku tidak butuh apa-apa lagi,” kata Ji Soo.


“Aku tidak mau hidup sebagai Choi Eun Seok,” kata Ji Soo yang bahkan mengatakan bahwa ia merasa Ibu No sama sekali bukan ibunya. Ibu No terkejut. Ji Soo bahkan mengatakan bahwa dia tidak sedih, jika harus melepaskan semua kemewahan Haesung. “Yang paling aku syukuri adalah kau melahirkanku.”


Ibu No masih berusaha mendapatkan Ji Soo dengan mengatakan bahwa saat ini Ji Soo tidak perlu pergi keluar negeri dan memperbolehkannya berkencan dengan Hyuk. “Tapi kembalilah ke rumah,” bujuk Ibu No. “Mari lakukan ini selangkah demi selangkah...”


“Sudah terlambat,” kata Ji Soo. “Terima kasih sudah membawaku ke dunia. Aku hanya ingin berterima kasih untuk itu.” Ji Soo lalu berpamitan.


“Kau. Kau akan menyesalinya,” kata Ibu No. (hadeeeuuh... Nyonyah.. masih ngancam-ngancam ajah, ya Ji Soo tambah ga sukalah..) Ji Soo tidak berkata apa-apa. Dia hanya membungkukkan badannya lagi, lalu pergi.


Di workshop kayu, Bos dan Sun Tae merasa heran dengan Ji An yang terus saja melamun, tapi mereka tidak bertanya apa-apa. Kemudian terdengar ponsel Ji An berdering.


Ji An mendapat pesan dari Do Kyung, “Lima menit lagi sampai.” Ji An lalu mengambil bedak dari tasnya dan memakainya. (haha.. Ji An lagi deg-degan untuk kencan pertamanya ni..)


Do Kyung yang sudah sampai di depan workshop juga mematut dirinya dan merapikan pakaiannya.


Ji An keluar dari workshop dengan gugup dan Do Kyung menyambutnya sambil melambaikan tangannya, “Hai, Ji An..” Ji An mendekat, namun menghindari tatapan Do Kyung. “Ayo pergi. Aku ingin naik kereta bawah tanah bersamamu. Kita hanya punya satu minggu. Ayo kita lakukan apa yang orang lain biasa lakukan.”


Ji An: “Haruskah?”
Do Kyung:”Ayo cepat. Aku sudah memesan tiket film.”


Di kereta bawah tanah, Ji An ingin duduk tapi Do Kyung melarangnya. ”Pasangan selalu berdiri disini,” kata Do Kyung sambil melihat ke arah beberapa pasangan lain. Ji An menjadi canggung sendiri, sedangkan Do Kyung terus saja tersenyum.


Kereta bawah tanah sangat sesak, sehingga Do Kyung dan Ji An terus berdiri berdekatan.


Kemudian mereka menonton flm sambil makan popcorn. JiAn keslitan mengambilpopcorn-nya, karena wadahnya yang tinggi.


Do Kyung lalu menggunakan tangannya sebagai wadah popcorn dan menyodorkannya pada Ji An. Ji An menatapnya dengan heran. “Apa kau lebih memilih menonton aku daripada fklmnya?” goda Do Kyung. Ji An kembali mengalihkan pandangannya ke film.


Ji An terus makan, dan tidak menyadari kalau kemudian popcornnya sudah habis.


Do Kyung menggenggam tangan Ji An. Ji An sempat terkejut, tapi kemudian membalas genggaman tangan itu.


Merasa mendapat respon positif, Do Kyung mengubah posisi genggaman tangannya dan mendekatkannya ke dadanya. Dan Ji An membiarkannya.


Alur cerita film semakin sedih dan membuat Ji An menangis. Do Kyung mengeluarkan sapu tangannya dan memberikannya pada Ji An.


Ayah juga sedang menonton film di bioskop.


Begitu juga Pak Choi. Ia juga menonton film yang sedih. (Apa mereka semua ada di studio yang sama?)


Do Kyung dan Ji An keluar dari studio sambil bergandengan tangan dan membahas cerita di film tadi. Do Kyung bilang ia sudah kehilangan kesempatan untuk bereinkarnasi dan akan melakukan yang terbaik di kehidupannya saat ini.


Ji An: “Aku kira kita akan bersama di kehidupan selanjutnya, tapi sepertinya tidak. Haha..”
Do Kyung: “Haha.. Kau juga tidak bisa bereinkarnasi, karena kau melakukan kebohongan di kehidupan sekarang. Kau berpura-pura tidak menyukaiku.”
Ji An: “Aku tidak pernah bilang kalau tidak menyukaimu.”
Do Kyung: “Ah, benar. Kau berteriak dan mengatakan kalau kau menyukaiku.”
Ji An: “Hey, yang benar saja.”


Ji An kemudian bilang ia tidak bisa marah karena sangat lapar. Do Kyung bilang ia sebenarnya berencana untuk memesan restoran, tapi ia tidak tahu apa yang Ji An sukai.


Do Kyung: “Apa ini?”
Ji An: “Aku selalu makan ini saat kuliah. Kau bisa makan aneka jenis makanan. Ada tteokbokki, keju, ceker ayam, dan Jumeokbap.”
Do Kyung: “Kau makan ceker ayam?”
Ji An: “Aku tahu bagaimana memakannya. Oppa tidak memakannya ya?”
Do Kyung: “Tidak..”


Ji An lalu memakan ceker ayamnya dengan menggunakan sumpit, dan terlihat agak kesulitan.


Do Kyung kemudian melihat sekitar dan menemukan bahwa mereka makan menggunakan tangan.


“Bukan begitu cara makannya bukan? Lakukan saja apa yang biasa kau lakukan?” kata Do Kyung sambil menyodorkan sarung tangan plastik pada Ji An. Ji An bilang ia juga bisa memakannya dengan sumpit.


“Agar Ji An bisa makan, Oppa juga akan memakannya,” kata Do Kyung lalu memakai sarung tangan dan mulai memakan ceker ayamnya.


Ji An tersenyum dan mulai memakan ceker ayamnya dengan menggunakan tangan.


Di rumah, Ji Tae sedang mengetik pesan untuk Soo A, tapi kemudian Seung Won meneleponnya. “Ya Seung Won, ada apa? Soo A tidak sehat?”


Seung Won: “Bukan itu. Soo A memintaku untuk tidak memberitahumu. Tapi Soo A keguguran,” kata Seung Won.
Ji Tae: “Keguguran?”
Seung Won: “Sore tadi, dia terus mengatakan kalau perutnya sakit. Sekarang dia sedang beristirahat di rumahku. Aku pikir kau harus tahu. Itulah kenapa aku menghubungimu.” [crstl]



Chingudeul... jangan lupa follow instagram: Tabloid.Sinopsis ya..
Gumawo...

1 komentar

  1. Ada yg tau judul film bioskop yg mereka ntn itu???
    Along with th god kah??

    BalasHapus


EmoticonEmoticon