2/18/2018

SINOPSIS My Golden Life Episode 46 PART 3

Advertisement
SINOPSIS My Golden Life Episode 46 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 46 Part 2

Bos Kang yang baru saja selesai mandi melihat Hee sedang membersihkan kamar. Bos Kang berusahamerebut alatnya dan mengatakan kalau itu adalah tugasnya. Hee bilang ia biasa bersih-bersih jika sedang merasa kesal.


Bos Kang lalu duduk di atas kasur dan mengangkat kedua tangannya. Ia meminta maaf atas semua hal yang dia lakukan. Hee menyuruh Bos Kang menurunkan tangannya dan pergi tidur. “Hidupku tidak berharga tanpa tawamu,” kata Bos Kang.


Hee juga meminta maaf karena dirinya sudah kekanak-kanakkan. Bos Kang sangat senang lalu memeluknya. Dan kini Hee sudah mulai bisa tertawa.


Keesokan harinya, Ji Soo menyapa Hee yang akan berangkat ke café. Ji Soo bertanya apakah dia membuat Hee tidak nyaman. Hee mengakuinya. Ji Soo berkata bahwa apa yang Hee khawatirkan tidak akan terjadi.


Hee: “Bagaimana jika identitasmu membawa masalah lain bagi kami dan Hyuk? Apa saat itu kau akan putus dari Hyuk?”
Ji Soo: “Jika ada hal lain terjadi, aku tidak bisa menghadapinya. ”
Hee: “Baiklah.”

Seorang nasabah pria datang ke bank tempat kerja Ji Tae dan berkata kalau dia ingin mengambil semua tabungannya sebesar 36.500 dollar dan memintanya dalam pecahan 50 dollar. Petugas bilang kalau nasabah harus mengisi formulir terlebih dulu, tapi nasabah itu tidak peduli.


Ji Tae lalu mengganti petugas itu dan bertanya pada nasabah kemana uang itu akan dikirimkan. Nasabah itu bilang uangnya harus tunai, bahkan cek pun tidak boleh. Ji Tae melihat nasabah itu memegang ponselnya. “Tuan, apakah kau dihubungi oleh seorang Polisi atau Jaksa?” tanya Ji Tae.


Tak lama kemudian, Ji Tae mengantar nasabah itu keluar dari bank. Ji Tae mengingatnya agar berhati-hati dengan penipuan telepon. Nasabah itu sangat berterima kasih karena ia hampir saja kehilangan tabungannya untuk membuka klinik putranya yang lulus dari sekolah kedokteran dengan nilai terbaik.


Setelah nasabah pria itu pergi, Ji Ta mendengar seorang nasabah wanita yang sedang bicara di ponselnya tentang rumor putri keluarga Haesung. Ji Tae merasa heran.


Di tempat kosnya, Ji Ho membaca rumor itu di internet. Ji Ho lalu menelepon Ji An dan menyuruhnya mengecek berita yang paling banyak dicari sekarang. “Ini tentang ayah kita dan Ji Soo,” kata Ji Ho.


Ji An mulai membaca beritanya. Ia sangat terkejut, sampai hampir menjatuhkan ponselnya.


Di perusahaan, Do Kyung akan memulai rapat bersama para direktur dan manajer seniornyanya. Ia bilang ingin menemui mereka sekaligus dan akan melakukan rapat singkat tentang recana perusahaan mereka. Tapi Do Kyung melihat dua orang yang terus saja bicara sendiri mengenai berita di ponselnya.


Do Kyung: “Nona Lee, Tuan Choi, apa ada masalah?”
Nona Lee: “Presdir Choi, Anda harus melihat ini.”


Do Kyung terlihat kembali ke ruangannya yang baru. Ia kemudian menerima telepon dari Ji An yang bertanya apa yang sedang terjadi, karena nama keluarga ayahnya juga disebut. Do Kyung bilang ia akan mencari tahu dan meminta agar Ji An tidak khawatir. 


“Bagaimana dengan Ji Soo? Bagaimana jika reporter pergi ke toko rotinya?” tanya Ji An khawatir. Do Kyung meminta Ji An agar membawa Ji Soo ke rumah kos. Ji An mengerti.


Sekretaris memberitahu Ibu No bahwa para reporter terus menelepon. Ibu No memintanya agar menghubungi tim hukum mereka dan menyangkal semua pemberitaan. Sekretaris keluar dan berpapasan dengan Do Kyung yang masuk ke ruangan ibunya.


Do Kyung bertanya apakah ibunya sudah membaca cerita itu. Do Kyung bilang ia sudah bertanya kepada reporternya, tapi ia tidak mau memberitahukan siapa narasumbernya. Do Kyung menyarankan agar ibunya mengumumkan bahwa mereka sudah menemukan Eun Seok. Tapi Ibu No menolak dan berkata bahwa ia akan membicarakannya dengan kakek terlebih dulu.


Do Kyung lalu bertanya bagaimana dulu Ibu No bisa menemukan Eun Seok di rumah keluarga Seo. Ibu No bilang mereka akan bicara lagi setelah bertemu dengan kakek.


Ibu No menemui kakek tanpa Do Kyung. Ia mengatakan keinginan Do Kyung untuk menyampaikan tentang Eun Seok dengan jujur. Kakek bertanya apa yang akan terjadi selanjutnya jika mereka melakukan itu. Ibu No bilang Do Kyung akan menemui ayah yang akan mengatakan bahwa dia menemukan Eun Seok di Jeongsen.


Kakek bilang itu berarti mereka harus mengungkit tentang JoSoon Ok dan mereka akan mengetahui kecelakaan yang terajdi di dekat rest area yangpyeong. Ibu No menyesal bahwa seharusnya ia mengatakan yang sejujurnya dulu. “Kau koma selama dua minggu. Seluruh negeri membicarakanmu,” kata kakek.


Ibu No: “Lalu bagaimana? Para reporter terus menelepon.”
Kakek: “Minta Bu Min untuk menemukan situs yang pertama kali menyiarkan berita tersebut. Minta mereka untuk menurunkan berita itu dan memberikan permintaan maaf.”
Ibu No: “Apa menurutmu Jin Hee yang melakukan ini?”
Kakek: “Apa keuntungannya bagi mereka dari hal ini? Ini sebuah penghinaan untuk keluarga kita.”


Hyuk tiba-tiba datang ke toko roti dan akan membawa Ji Soo pergi. Namun, Hee juga datang dengan tergesa-gesa, “Ji Soo, artikel apa ini?” Ji Soo tidak mengerti.


Ji Soo sudah berada di rumah kos dan membaca artikelnya. Ia penasaran siapa orang yang memberitahu reporter tentang hal itu. Ji Soo khawatir akan terjadi sesuatu pada dirinya. Ji An berkata kalau Do Kyung sedang mencari tahu dan Ji Soo harus tetap berada di rumah kos, sampai Do Kyung menghubungi mereka. Ji Soo berkata bahwa ayahnya mungkin berada dalam bahaya juga. Ji An berkata bahwa ia akan menghubunginya, karena ayah harus tahu mengenai hal tersebut.


Ayah yang sedang bersama Seok Doo mengecek mesin menerima telepon dari Ji An yang bertanya apakah ayah sudah membaca beritanya. “Berita? Berita apa?” tanya ayah. Ji An lalu menanyakaan keberadaan ayah.


Bu Min sudah datang ke rumah sakit dan sedang mengecek website yang pertama kali memposting berita tentang Eun Seok. Sedangkan kakek sedang berterima kasih pada seseorang yang berjanji akan menarik kembali beritanya. Bu Min menghampiri mereka dan berkata bahwa berita tersebut sudah berhasil diturunkan, namun sudah muncul artikel yang baru.


Kakek meminta Bu Min membacakan beritanya, tapi Bu Min bilang sebaiknya mereka membacanya sendiri. Kakek tetap menyuruh Bu Min membacanya. Bu Min mulai membaca artikelnya, “Sebuah postingan yang ditulis oleh Tuan Han, seorang reporter dari surat kabar harian ketika Choi Eun Seok hilang 25 tahun lalu, menarik minat masyarakat. Dia bersikeras bahwa apa yang terjadi adalah bohong dan ditutupi oleh Keluarga Haesung.”


Bu Min: “Pertama, dikatakan bahwa lokasi menghilangnya Eun Seok bukanlah dimana kecelakaan terjadi. Kedua, penyebab kecelakaan itu adalah karena kecepatan dan putar balik ilegal yang dilakukan oleh Ibu No. Artikel ini mengatakan bahwa Ibu No sedang dalam perjalanan ke Vila Yangpyeong untuk menemui seorang pria. Sebagai buktinya, ada rekaman pelayan Ibu No.”
Kakek: “Hentikan!” (kakek mengeluh kesakitan di jantungnya)
Ibu No: “Ayah..”
Kakek: “Lanjutkan.”


Bu Min mengatakan bahwa artikel itu mengatakan bahwa kakek memanipulasi media. Sehingg akhirnya para reporter  menuliskan seperti apa yang disampaikan Polisi, bahwa Ibu No kehilangan putrinya di lokasi kecelakaan karena ada yang tertarik pada berlian di jepit rambut Eun Seok.


Ibu No lemas dan terduduk di kursinya. Ia memegangi tangannya yang gemetar. Ia merasa napasnya sangat sesak.


Do Kyung membaca beritanya, “Ponsel Ibu No ditemukan di dalam mobilnya, dan Polisi menemukan bahwa catatan panggilan terakhirnya adalah seorang asrtis berinisial J, tapi dia tidak diselidiki. J meninggalkan Korea tidak lama setelah kecelakaan itu terjadi.” Do Kyung tidak percaya dan langsung menghubungi ibunya.


“Itu bohong. Tunggu kami menyelesaikan masalah ini,” kata Ibu No dan langsung menutup ponselnya. Do Kyung kemudian menghubungi ayahnya, namun maish tidak aktif.


Ji Soo dan Hyuk membaca kelanjutan artikelnya. Ji Soo sangat terkejut saat membaca kalau dia hilang saat ibunya sedang beselingkuh. Hyuk bilang itu belum dikonfirmasi kebenarannya. Yong Gook yang juga ada disana menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Hyuk. Tapi Ji Soo sudah terlihat stres.


Ayah pergi ke warnet dan membaca beritanya.


Pak Choi terlihat ada di stasiun. Ia kemudian mengaktifkan ponselnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab dan juga pesan dari Bu Min, Ji Soo, Do Kyung, dan Ibu No. Ia membaca pesannya satu persatu.


Bu Min: “Tuan, kabar buruk. Ketua pingsan.”
Ibu No: “Apa yang kau lakukan? Hubungi aku jika kau menerima pesan ini.”
Ji Soo: “Ayah, aku punya kabar buruk. Hubungi aku. Ini sepertinya buruk.”
Do Kyung: “Ayah, kau ada dimana?”


Pak Choi terlihat khawatir.


Ji Ho pulang ke rumah dan memberitahu ibunya. Ibu khawatir jika Ji Soo membaca berita tersebut, karena Ji Soo pasti sangat ketakutan. Ji Ho khawatir tidak lama lagi identitas mereka semua akan ketahuan. Soo A bilang tidak perlu ada yang dicemaskan, karena mereka tinggal memberitahukan yang sebenarnya bahwa mereka menemukan Eun Seok di Jeongseon dan ada seseorang yang datang ke rumah dan mengambil sikat gigi. “Tapi kenapa ayah dan Ji An belum pulang?” tanya Ji Ho khawatir.


Ternyata ayah sudah sampai di depan rumah, tetapi tiba-tiba Bu Min dan anak buahnya turun dari mobil dan menghadang ayah. Bu Min berkata bahwa kakek ingin bertemu dengannya, namun ayah bilang ia tidak punya alasan untuk menemui kakek. Ia melanjutkan perjalanan, namun kedua anak buah Bu Min semakin menghalangi jalannya


Ibu No kemudian membawa ayah menemui kakek di ruang rawatnya (yang lebih terlihat seperti apartemen haha) Bu Min lalu meninggalkan ayah dan kakek.


Ayah bertanya apa keperluan kakek. “Katakan kau melakukannya,” kata kakek. “Katakan kau melewati jalan itu, melihat anak perempuan itu, dan mengambilnya karena serakah. Jika kau melakukan itu, anak-anakmu tidak perlu mengkhawatirkan apapun selama hidup mereka.”


Ayah: “Apa kau memintaku untuk menjadi seorang penculik?”
Kakek: “Kau kehilangan salah seorang putri kembarmu. Kau melihat kecelakaan mobil dan datang untuk melihatnya. Saat itulah kau melihat Eun Seok sedang menangis sendirian. Kau mengambilnya sebagai ganti putrimu yang meninggal. Apa bedanya? Di sana atau di Jeongseon? Kau tetap mengambilnya.”
Ayah: “Tidak ada bedanya? Tidak. Itu sangat jauh berbeda.”


Kakek: “Apa bedanya?”
Ayah: “Kau ingin aku menjadi seorang penjahat yang membiarkan seorang wanita yang sedang terluka serius sampai harus koma selama dua minggu. Kau ingin aku menjadi orang tidak tahu malu yang ingin menjual berlian pink itu. Aku seorang ayah dari 2 putra dan 2 putri. Aku tidak akan melakukan apapun yang akan menghina mereka. ”


Kakek mengancam jika ayah menolak melakukannya, maka ia akan membuat anak-anak ayah menderita serendah-rendahnya dan ayah juga harus mengatakan pada Polisi bahwa ayah menukar anak-anak perempuannya. “Yang aku maksud adalah kau tidak punya pilihan lain. Jangan meloto padaku. Tutup matamu dan bayangkan anak-anakmu menderita,” kata kakek.


Ayah masih menatap kakek dan akhirnya ia setuju untuk melakukan itu. Tapi ia meminta agar identitasnya jangan sampai diketahui. Kakek menolak, karena ayah harus mengakui semuanya di depan media. “Aku tidak bisa melakukan itu,” kata ayah.


Ayah mengatakan bahwa bagaimanapun kakek membutuhkan dirinya, karena semua yang ada di berita itu benar adanya. Dan jika kebenaran itu sungguh terungkap, maka kakek akan sangat dipermalukan. “Jika kau terus menyuruhku menyerahkan diri dengan cara seperti itu, aku akan mengungkap kebenarannya juga,” kata ayah.


“Kalau begitu, lakukanlah. Ayo kita berdua mengungkapkannya,” kata kakek tidak mau kalah.


Pak Choi kemudian datang dan akan menemui kakek. Ia mendengar kakek berteriak, “Jika kau tidak melakukan perintahku, aku akan mengungkapkan bahwa kau menukar putrimu. Tidak ada kompromi!” Bu Min lalu memberitahunya kalau ayah sedang bersama kakek. Ia juga menyodorkan tab-nya dan meminta Pak Choi membacanya.


Tidak berhenti sampai disitu, kakek juga mengancam akan menghancurkan anak-anak ayah teruatama Seo Ji An. Ayah berkata bahwa kakek tetap bisa mendapatkan kesaksian palsunya tanpa mngungkap wajahnya. Ayah juga bilang ia akan pergi ke Kantor Polisi seperti yang kakek minta. Dan sebagai gantinya, ayah minta kakek untuk melindungi identitas dirinya.


Ayah lalu berlutut dan memohon pada kakek agar tidak membuat anak-anaknya menjadi anak seorang kriminal. “Tidak ada kompromi,” kata kakek tetap pada keputusannya. {Hwaaaa… pengen tak bejek-bejek ni orang jahat pisan haha)


Di rumah, keluarga Seo bersama-sama melihat berita terbaru. Dan kali ini adalah tentang foto Ji An dan Ji Soo yang di-blur wajahnya. Mereka tampak khawatir.


Advertisement

1 comments:

Errrggggt kakek etan 😤

Tambah seru ceritanya ...terima kasih banyak 😘😘

Ditunggu next up sinopsisnua chingu 😇😇


EmoticonEmoticon