2/19/2018

SINOPSIS My Golden Life Episode 47 PART 1

Advertisement
SINOPSIS My Golden Life Episode 47 BAGIAN 1


#47 – Yang Merasa Terpojok Maju Lebih Dulu


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 46 Part 3

Ji Tae membaca artikel terbaru yang muncul di internet, “Seo berbohong dan mengirimkan anak kandungnya sebagai Choi Eun Seok dan melakukan penipuan. Bagaimana mereka bisa menulis artikel semacam ini?”


Ji An menundukkan kepalanya. Ji Ho mengomel kenapa artikelnya menulis tentang hal itu. Ibu yang merasa sangat sedih pergi ke kamarnya. Ji Tae juga mengeluh karena daerah tempat mereka tinggal, yaitu Daebang-dong, juga tertulis di artikel itu. Ia bertanya pada Ji An apa yang harus mereka lakukan.


Ji An diam saja. Dengan lesu, dia berdiri dan naik ke kamarnya di lantai dua. Ji Ho menatap Ji Tae bingung.


Ayah berlutut dan memohon agar kakek mencegah masyarakat mengetahui kalau dia adalah ayah dari Ji Tae, Ji Ho, dan Ji An. DIa tidak mau anaknya menjadi anak seorang criminal. “Tapi kau akan mendapatkan uang. Orang akan menghormati orang yang memiliki uang,” kata kakek. Ayah menundukkan kepalanya.


Pak Choi lalu masuk ke ruang rawat dan menyapa kakek. Dia membantu ayah berdiri. “Apa yang kau lakukan?!” teriak kakek marah. Pak Choi berbisik pada ayah bahwa apa yang ayah lakukan itu tidak berguna dan memintanya berdiri. Ayah akhirnya berdiri.


Pak Choi meminta maaf karena datang terlambat dan dia senang kakek baik-baik saja. Ia berkata kalau ia yang akan mengurus masalah ayah terkait artikel itu. Ia meminta agar kakek beristirahat saja. Ia bilang akan bicara pada ayah dan akan memberitahu kakek hasilnya nanti. Ia lalu mengajak ayah keluar.


Kakek tersenyum dan bergumam, “Aku tahu. Kau tidak akan pernah menyerahkan posisi wakil presdir. Mendaki gunung? Kenapa kau melakukan itu jika kau akan turun lagi?”


Di luar rumah sakit, ayah bertanya apa yang Pak Choi ingin ia lakukan. Ayah bilang ia tidak bisa melakukan konferensi pers demi anak-anaknya. Pak Choi kemudian memberitahunya kalau berita tentang ayah menukar anaknya sudah muncul di internet dan memperlihatkan artikelnya ponselnya.


“Apa? Siapa.. Siapa yang..? Ji An-ku. Ji Soo-ku,” kata ayah khawatir. “Wakil Presdir Choi, Ji An tidak melakukan apapun. Begitu juga Ji Soo.” Pak Choi bilang ia sangat tahu hal itu. “Seperti yang Ketua No inginkan, aku akan menerima semua kesalahannya. Apa ada cara untuk menutup artikelnya? Jika orang tahu, putriku ditukar, Ji An tidak akan bertahan menjalani hidupnya. AKu tidka bia membiarkan wajahnya dipermalukan karena kesalahanku.” Ayah mengembalikan ponsel Pak Choi dan bertanya apa yang harus ia lakukan.


Pak Choi berkata bahwa dia tidak akan membiarkan ayah melakukan permintaan kakek. Pak Choi bilang ia akan mencari cara dan meminta ayah menunggu di rumah. “Aku rasa, Ji An dan Ji Soo harus bersembunyi untuk sementara waktu. Aku akan mencari tempatnya dan menghubungimu,” kata Pak Choi.


Pak Choi pamit pergi, tapi kemudian ayah memanggilnya, “Wakil Pressir Choi.”


Bu Min memberitahu kalau Pak Choi akan menjadwalkan tanggal konferensi pers untuk ayah seperti yang kakek katakan. Nona Jung ada disana dan sedang merawat kakek. Kakek berkata bahwa menantunya itu akhirnya mengambil pelajaran setelah mengembara.


Di kantor, paman sedang merasa heran kenapa para reporter memberitakan tentang Eun Seok yang ditukar. Bibi juga merasakan hal yang sama. Paman bertanya apakah istrinya yang melakukan itu. “Kenapa aku harus melakukan itu? Itu tidak memberikan pengaruh buruk pada No Myung Hee. Dia adalah korban. Ini mempermalukan keluarga Seo Tae Soo,” jawab bibi.


Paman: “Lalu kenapa Myung Hee membuat langkah maju?”
Bibi: “Aku tidak tahu. Dia selalu menjadi anak kesayangan ayah. Aku tidak bisa menduga apapun. AKu pikir dia akan langsung datang kesini dan menarik rambutku atau semacamnya.”


Pak Choi sudah kembali ke kantornya dan tampak berpikir keras. Do Kyung datang ke ruangannya dan menyapanya apakah ayahnya itu pergi hiking. Pak Choi meminta maaf karena telah membuat putra sulungnya itu khawatir. 


Do Kyung memberitahu kalau dia baru saja bertemur reporter dan meminta bantuannya. Pak Choi bilang tabloid dan tiga artikel itu keluar hari ini. Do Kyung bilang artikel itu berbeda-beda sumbernya. Pak Choi kemudian membahas hal lain. Ia bertanya kenapa Do Kyung menerima jabatan Presdir dan bagaimana dengan pabriknya.


Do Kyung bilang ia sudah menyerahkan pabrik pada Sekretaris Yoo. Pak Choi mengatakan bahwa Do Kyung sudah tidak bisa mundur lagi karena sudah menerima jabatan itu. “Kakek pingsan karena aku. Aku tidak membuat Grup Haesung menjadi goyah. Ayah kenapa mengundurkan diri?” tanya Do Kyung.


Pak Choi bilang mereka akan membicarakan hal itu lagi. Dan karena surat pengundurkan dirinya belum ditreima, ia masih seorang wakil Presdir. Do Kyung bertanya apakah salah satu ketidakbahagiaan ayah di keluarga Haesung adalah karena kehilangan Eun Seok. Pak Choi akhirnya mengatakan bahwa artikel yang berasal dari 25 tahun lalu adalah benar.


Do Kyung terlihat terkejut. Terdengar Pak Choi berkata kalau dia merasa lebih baik setelah menceritakan semuanya pada Do Kyung. “Ayah dan ibu bermasalah sejak awal pernikahan kalian. Kalian menikah setelah berkencan satu sama lain,” kata Do Kyung menyimpulkan.


Pak Choi bilang harusnya Do Kyung tidak terlalu terkejut karena sejak awal dia sudah dibesarkan di dalam Keluarga Haesung. Pak Choi mengatakan kalau mereka harus membicarakan masalah Ji Soo. Tapi kemudian ponsel Do Kyung berdering.


Sekretaris Yoo mengirimkan pesan bahwa berita tentang Ji An yang sempat berada dalam keluarga Do Kyung sudah muncul di internet. Ia memberitahu ayahnya, tapi ayahnya malah heran karena Do Kyung baru mengetahuinya. Do Kyung lalu membaca artikel itu. “Siapa yang menulis ini?” gumam Do Kyung.


Ji An melamun di kamarnya. Ia kemudian menerima telepon dari Do Kyung yang mengabarkan tentang artikel tadi. Ji An mengiyakannya.


Do Kyung berjanji akan mengurus masalah itu. Ia menyarankan Ji An agar tinggal di tempat lain untuk sementara waktu. “Kau dan Ji Soo,” ucapnya. Ji An menundukkan kepalanya bingung. “Aku akan menjemputmu. Jangan temui aku di rumahmu. Temui aku di depan tempat ibadah 30 menit lagi.” Ji An bilang ia tidak bisa meninggalkan keluarganya. “Bisakah kau dengarkan aku?! Perasaanku buruk tentang ini. Baiklah. Tidak akan ada yang terjadi, tapi kau tetap harus pergi. Walaupun hanya untuk malam ini.”


Ji An bilang ia akan pergi setelah bertemu dengan ayahnya dan akan menghubunginya. Ia meminta agar Do Kyung menghubungi Ji Soo yang pasti sedang ketakutan. Ia lalu menutup teleponnya, dan menerima telepon dari ayah.


Ayah: “Ji An. Pergi ke rumah di Jeongseon sekarang. Cepat.”
Ji An: “Bagaimana denganmu, ayah?”
Ayah: “Jangan khawatirkan aku. Pergilah sekarang.”


Kemudian dengan memakai masker dan hoodie hitam, Ji An pergi dari rumah sambil membawa sebuah tas.


Ji Soo sedang diantarkan oleh Hyuk. Hyuk berkata bahwa Ji An pasti lebih nyaman jika bersama mereka dibanding dengan Do Kyung. Ji Soo bilang ia ingin menghabiskan waktu sendiri dengan Hyuk, akrena mereka pasti tidak bisa bertemu selama beberapa hari. 


Hyuk: “Aku bisa pergi menemuimu setiap hari, jadi jangan…”
Ji Soo: “Bukan begitu. Aku ingin Ji An dan oppa menghabiskan waktu bersama.”
Hyuk: “Apa?”
Ji Soo: “Walaupun mereka tidak saling bicara atau bertengkar, aku ingin mereka bersama karena perasaan mereka sama.”


Hyuk bilang Do Kyung sudah kembali ke Haesung dan itu pasti sangat mengecewakan bagi Ji An. Hyuk bilang ia sendiri bahwa merasa dikhianati. Ji Soo bilang kekecewaaan tidak menghapus perasaan orang. “Kau akan tetap merindukan dan ingin bersama dengan orang itu. Itu bukan sesuatu yang bisa kita kendalikan,” kata Ji Soo.


Ji Soo: “Apa kau tahu betapa sulitnya mencoba untuk tidak menyukaimu?”
Hyuk: “Sulitkah?”
Ji Soo: “Tapi aku tidak bisa. Jantungku akan berdetak tanpa memperhatikan tujuanku.”
Hyuk: “Aku khawatir kalau dia mungkin akan terluka jika dia mengikuti hatinya.”
Ji Soo: “Tapi aku yakin dia membutuhkan oppa sekarang ini. Aku tidak tahu apa yang akan lakukan tanpa dirimu. Reporter memiliki fotoku. Reporter juga bisa saja menemuikiu. Aku bisa saja mati jika aku sendirian.”


Hyuk menggenggam tangan Ji Soo dan tersenyum. Ji Soo membalas senyumnya, bahagia.


Ji An sampai di tempat tujuan dan melihat Do Kyung sudah menunggunya.


Do Kyung menengok ke samping dan merasa heran dengan apa yang dilihatnya. Ji An kemudian berjalan mendekat, kemudian ia membuka maskernya. Ji An bilang Do Kyung tampak berbeda dari sebelumnya dan seperti itulah Do Kyung ketika mereka pertama kali bertemu. Do Kyung berkata bahwa Ji An tidak akan pernah mengerti dirinya.


“Tidak. Aku sedih karena aku terlalu baik memahamimu,” kata Ji An. Do Kyung lalu menyuruhnya masuk ke dalam mobil.


Di kamarnya, ibu terus saja menangis. Sesekali ia memukul dadanya yang terasa sesak. Ayah kemudian datang dan menyalakan lampu kamarnya. Ibu mengelap air matanya.  Ayah kemudian duduk di samping ibu.


“Sayang, kau bisa berhenti memukul dirimu sendiri. Apapun yang terjadi, kita akan melawati ini bersama-sama. Kita keluarga,” kata ayah dengan lembut. Ayah lalu menggenggam tangan ibu untuk menenangkannya. “Karena kita keluarga, kita harus memaafkan kesalahan satu sama lain. KEsalahanku. Kesalahanmu. Mari kita hadapi bersama, Mi Jung.”


Ibu terharu, kemudian ayah memeluk istrinya dengan erat. Ibu mulai menangis lagi, sedangkan ayah berusaha menahan tangisnya.


Pak Choi masuk ke dalam kamarnya, tapi melewati istrinya begitu saja. Ibu No kemudian marah karena Pak Choi hanya mengirimkan pesan pada Bu Min saja tentang kepergiannya. “Apa kau pergi hiking? Pasti menyenangkan bisa menikmati pemandangan sendirian,” sindir Ibu No.


Pak Choi mengakui bahwa itu menyenangkan, tapi ia sadar itu hanya sebuah mimpi yang singkat. Pak Choi juga bilang ia sudah membaca artikelnya dan sudah menemui kakek. Ibu No bertanya apa yang ayahnya katakan. 


Pak Choi: “Jangan mengandalkannya. Aku menipu ayahmu sebelum kembali.”
Ibu No: “Kau menipu ayah? Apa yang kau lakukan? Kenapa?”
Pak Choi: “Dia mengancam Seo Tae Soo untuk menerima kesalahannya.”
Ibu No: “Mengancam Seo Tae Seo?”
Pak Choi: “Ayah memintanya untuk hadir di konferensi pers dan mengatakan kalau dia menyaksikan kecelakaan tersebut, menculik Eun Seok, menjual berliannya, dan membesarkannya. JIka itu terjadi, semua akan terselesaikan.”


Ibu No bilang jika ayah setuju untuk melakukan itu, maka itu solusi terbaik bagi mereka. “Ada solusi yang lebih baik. Kau akan mengadakan konferensi pers,” kata Pak Choi. Ibu No bilang ia tidak mau mengakui semua itu dan lebih memilih mati. Ibu No kemudian terkejut saat mendengar foto Ji Soo dengan wajah di-blur sudah muncul di internet.


Pak Choi bilang ia tidak bisa membiarkan ayah melakukan konferensi pers itu. Dan ia bebrohong pada kakek adalah karena kakek sedang sakit jantung, bukan karena Pak Choi merasa takut padanya. “Kau bisa memilih sekarang. Pilih bagaimana kau akan mengatasi ini semua,” kata Pak Choi. “Apakah kau akan mengakui semua kesalahanmu di masa lalu atau kau akan mendengar orang membicarakanmu di belakang sepanjang sisa hidupmu?”


Tangan Ibu No gemetar. Dia sangat kebingungan. Pak Choi berkata bahwa dia akan tetap menjadi akil Presidr sampai semuanya stabil. “Menurutmu, apa yang harus kulakukan?” tanya Ibu No. Pak Choi berkata bahwa jika Ibu No bersedia melakukan konferensi pers, maka dia harus membawa Jo Soon Ok, tapi Soon Ok yang mengenal ayah akan mengatakan identitasnya juga. Jadi Pak Choi tidak akan membiarkan Ibu No melakukan konferensi pers.

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS


Ibu No bertanya jadi apa yang harus dilakukannya tentang artikel itu. “Kau harus mengurusnya sendiri,” kata Pak Choi lalu pergi ke kamar mandi. Ibu No berusaha mengatur napasnya.

Advertisement

1 comments:

tambah seruuuuu,,gregettttt


EmoticonEmoticon