2/26/2018

SINOPSIS My Golden Life Episode 48 PART 1

SINOPSIS My Golden Life Episode 48 BAGIAN 1


#48 – Kenapa Kau Berbuat Sejauh Ini?


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 47 Part 3

Ayah mengulangi ucapan dokter, “Aku berada di tahap akhir stadium 4.” Ayah sedih, namun ia merasa sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
Flashback..


Ayah mengingat kebahagiaannya di restoran bersama keluarganya. Dengan bahagia, ayah bahkan mengatakan kalau hari itu adalah hari ukang tahun pernikahannya. Saat itu, ibu sangat terharu dan anak-anaknya turut tertawa bahagia. Ternyata saat sedang makan itu, ayah pamit ke toilet.


Soo A mengira ayah merasa malu, padahal ayah sedang berusaha menahan sakit di perutnya.


Di toilet, ayah kembali muntah darah. Ayah kemudian mengingat kejadian skait perut yang masih ia rasakan akhir-akhir ini.


Saat muntah di rumah Jeongseon dan menahan sakitnya ketika tidur, serta saat bersama Seok Doo.


“Tahap akhir kanker stadium 4,” batin ayah sambil berjalan tanpa semangat. Ia juga mengingat saat dokter mengatakan kalau kankernya sudah menyebar dan ultrasoun sudah tidak bisa meneteksinya lagi. 


Ayah mengeluh karena merasa dipermainkan. “Kau membuatku meninggalkan dunia ini, tapi kau membuatku menderita berkepanjangan. Sekarang ketika aku ingin hidup, kau ingin aku pergi lagi? Apa kesalahanku? Aku hidup dengan baik. Itulah yang kulakukan. Jadi kenapa?”


Orang-orang yang berjalan di dekat ayah, menatapnya heran, karena ayah berteriak sendiri. Ayah menarik napas panjang.


Ji An tidak percaya kalau barang-barang buatannya ada yang membeli. Dia bilang itu semua karena Hyuk adalah pebisnis yang kompeten. Hyuk berkata bahwa banyak pelanggan yang lebih memilih barang-barang buatan tangan. Ji An memukul bahu Hyuk dengan bahagia dan berkata kalau dia menghasilkan lebih banyak uang daripada bekerja paruh waktu.


Hyuk juga memperlihatkan toilet kucing yang sudah habis terjual, jadi mereka harus membuat lagi. “Sekretaris Yoo pasti bekerja sangat keras. Dia memesan begitu banyak,” kata Ji An. Hyuk lalu bertanya kenapa Do Kyung kembali ke Haesung dan keluarganya. “Mungkin karena dia harus melakukannya.” HYuk bertanya apakah Ji An baik-baik saja. “Terkadang aku merasa baik, terkadang juga tidak.”


Ji An lalu buru-buru pergi dengan alasan harus merakit toilet kucingnya sebelum ia pulang ke rumah dan ia ingin menghasilkan lebih banyak uang. Hyuk hanya bisa melihatnya dengan khawatir.


Di Toko Roti, Ji Soo berkata bahwa dia paling suka bagian menguleni adonan, seperti yang sedang dilakukannya saat ini. Dengan wajah murung, Bos Kang lalu memuji Ji Soo yang sudah bisa membuat adonannya dengan baik.


Ji Soo kemudian mengeluarkan roti dari oven. Ia sangat senang karena akan mulai menjual roti buatannya sore ini. Ia lalu menyapa Hee yang baru saja pulang untuk istirahat siang. Hee juga tampak bingung dan langsung masuk ke dalam.


Ji Soo mengingat saat Hee mengungkapkan kekhawatirannya jika identitas asli Ji Soo bisa membuat keluarganya terkena masalah lagi. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi Bos Kang menyuruhnya tetap fokus pada pekerjaannya dan mengatakan kalau Hee sebenarnya punya hati yang lembut.


Bos Kang: “Dia tahu apa yang akan kulakukan.”
Ji Soo: “Apa?”
Bos Kang: “Aku sudah melatihmu selama satu minggu sekarang. Aku sudah mengajarkan semuanya tentang cara membuat adonan.”
Ji Soo: “Apa kau akan mengajarkanku tentang air rahasia juga?”


Bos Kang: “Aku tidak bisa melakukan itu. Jika aku melakukannya, berarti aku membrimu rahasia perdaganganku.”
Ji Soo: “Jika kau sedang tidak sehat dan tidak bisa menyiapkan airnya, aku bisa…”
Bos Kang: “Itu tidak akan terjadi, karena aku akan memecatmu.”


Ji Soo sangat terkejut, “Apa?”


Kakek dalam perawatan di rumahnya. Dokter mengatakan bahwa mereka bersyukur karena kakek hanya pingsan dan melarang kakek bekerja terlalu keras. “Walaupun dia merasa lebih baik, dia tidak boleh langsung bekerja. Dia akan terbangun sebentar lagi,” kata dokter.


Setelah dokter pergi, Ibu No dikejutkan dengan kedatangan paman dan bibi, lalu menyuruh mereka pergi, karena merekalah yang membuat kakek menjadi seperti itu. Paman meminta maaf dan mengatakan bahwa dia tidak mengambil keuntungan dari pingsannya kakek. Ia hanya harus mengikuti rencana. Bibi menanyakan keadaan kakek kepada Do Kyung.


“Kau tidak perlu khawatir, Jin Hee,” kata kakek yang ternyata sudah bangun. “Aku baik-baik saja.” Ia lalu memberi isyarat dengan tangannya agar mereka berdua pergi. Ibu No meminta mereka tidak membuat kakek marah dan segera keluar. Setelah paman dan bibi pergi, barulah yang lain bisa bernapas dengan lega.
Flashback..


Saat kakek pingsan, Do Kyung dan Pak Choi segera menghampiri dan menolongnya. Saat itu, bibi juga tampak benar-benar khawatir. Ibu No meminta dipanggilkan ambulance dan Do Kyung bersiap untuk menggendong kakek di punggungnya.


Direktur 1: “Jika kalian pergi sekarang, apa kalian menyerah atas votingnya?”
Ibu No: “Tuan..”
Direktur 2: “Ayo selesaikan ini sebelum kalian pergi.”
Ibu No: “Bawa dia ke rumah sakit. Aku akan segera kesana.”


Tidak lama kemudian, rapat dimulai lagi dan bibi mengajukan pemberhentian Ibu No dan pak Choi. Bibi mengatakan banyak alasan mengapa pemberhentian itu harus dilakukan.


Bibi saling menatap dengan kakak dan kakak iparnya. Moderator lalu meminta bagi yang setuju agar berdiri. Bibi-lah yang paling pertama berdiri, kemudian diikuti oleh paman.


Setelahnya, mayoritas direktur berdiri untuk menyetujui pemberhentian Pak Choi dan Ibu No. Do Kyung sangat terkejut dan melihat kedua orang tuanya dengan khawatir. Sedangkan, bibi tersenyum penuh kemenangan.


1 komentar

  1. semoga empat episode terakhir bisa merangkum unek-unekku

    BalasHapus


EmoticonEmoticon