2/01/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 2 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 2 Part 2

Esok harinya, Geu Rim tidak terbangun di kamarnya dia sendiri. Dia bergumam apakah telah terjadi sesuatu seperti yang ada di drama. “Ohya, ini mimpi. Ya benar. Ini mimpi. Sudah lama aku tidak pernah bermimpi,” kata Geu Rim sambil berbaring lagi. Tapi kemudian ia menyadari sesuatu.
Flashback..


Ia melihat teman Soo Ho ada di sampingnya, ketika ia terjatuh karena mabuk. “Nona OSng, kau ingin pergi bersamaku?” tanyanya.


“Bangunlah. Kenapa kau minum terlalu banyak?” tanya teman Soo Ho sambil membantu Geu Rim berdiri.


Geu Rim yang sedang berusaha berdiri, melihat secara samar bahwa ada seorang pria lagi yang berjalan ke arahnya.


“Astaga! Tunggu dulu,” Geu Rim duduk lagi dan mencoba merangkai apa yang sudah terjadi semalam. “Oh Jin Soo membantuku berdiri dan kami berjalan, lalu seseorang muncul di depanku.”


Soo Ho tiba-tiba muncul dan mengagetkan Geu Rim. “Astaga! Apa yang…”


Geu Rim mengikuti Soo Ho keluar dan bertanya kenapa ia bisa ada disana. Soo Ho tidak menjawab dan terus berjalan, lalu membuka sebuah pintu. Geu Rim bertanya lagi apakah Soo Ho datang terlambat ke pesta.


“Apa kau mau ikut masuk bersamaku? Aku ingin mandi,” kata Soo Ho lalu masuk dan menutup pintu kamar mandinya.


Geu Rim masih menunggu Soo Ho di luar kamar mandi. Ia masih terus mencoba mengingat apa yang terjadi semalam setelah Jin Soo membantunya berdiri. Tapi tidak berhasil. “Soo Ho, kenapa aku terbangun di sini? Cepatlah keluar.”


Soo Ho lalu keluar hanya dengan memakai piyama mandi. Geu Rim menggerutu harusnya Soo Ho berpakaian dulu atau paling tidak mengeringkan rambutnya. “Kau yang menyuruhku keluar. Apa kau mau mandi?” Geu Rim terkejut.


Geu Rim tambah terkejut saat Soo Ho menunjuk bekas muntahan di celana dan baju Geu Rim.
Flashback..


Geu Rim lalu mengingat saat dia muntah di depan Soo Ho.


“Jika kau tidak mau mandi, ganti pakaianmu saja. Aku akan mengantarmu pulang,” kata Soo Ho. Lalu terdengar suara bel pintu.


Soo Ho melihat di interkom kalau ibunya yang datang. “Nona Song, haruskah aku ikut melakukan siaran radio itu? Lakukan sesuatu untukku.”


Masih sambil berjalan, Nyonya Nam berkata kalau ayah Soo Ho sudah setuju untuk melakukan syuting film dokumenter dan akan dimulai bulan depan. Dia datang untuk berdiskusi dan memperingatkan Soo Ho. “Jadi, kau harus pulang ke rumah untuk sementara,” kata Nyonya Nam. “Cuacanya dingin. Ayo bicara di dalam.”


Soo Ho mengingatkan Nyonya Nam bahwa ia sudah menolak hal tersebut sambil tersenyum. Nyonya Nam tidak peduli dan mengajaknya masuk. Soo Ho bertanya apakah kekasih ayahnya akan ikut serta dalam film dokumenter tersebut.


Soo Ho lalu memberitahu Nyonya Nam bahwa ia akan menjadi DJ radio. Dia juga berkata bahwa ia sedang bertemu dengan penulis radionya. Nyonya Nam tidak merespon, lalu masuk ke dalam rumah.


Nyonya Nam melihat Geu Rim dan kamar Soo Ho yang berantakan.


Nyonya Nam: “Jelaskan.”
Soo Ho: “Dia penulis radio.”
Nyonya Nam: “Aku butuh penjelasan tambahan.”
Soo Ho: “Aku akan menandatangani kontrak. Itulah kenapa aku tidak bisa melakukan flm yang kau sebutkan itu.”


“Berapa lama? Berapa lama kau akan siaran di radio dan berapa lama kau akan bermain-main dengan gadis itu?” tanya Nyonya Nam. Soo Ho bilang ia sendiri belum tahu sampai kapan. Nyonya Nam menyindir kemampuan meng-casting Geu Rim, lalu pergi.


Geu Rim menyatakan ketidaksukaannya saat Nyonya Nam menyebutkan bahwa Soo Hoo ‘bermain-main’ dengannya. “Ayo pergi. Kita bicara lagi nanti,” kata Soo Ho


Geu Rim mengejar Soo Ho untuk meminta penjelasan apa yang Nyonya Nam katakan tadi. Soo Ho bilang yang penting, ia melakukan siaran radionya. Geu Rim merasa harga dirinya terluka, terus mengeluarkan keluhannya. Dan pada akhirnya, Soo Ho tidak setuju untuk siaran dan menyuruh Geu Rim pergi sambil tersenyum.


“Ji Soo Ho, kenapa kau terus tersenyum? Kenapa kau tersenyum? Ini tidak lucu. Kenapa kau terus tersenyum palsu padaku?! Kau membuatku marah!” kata Geu Rim marah.


“Kalau begitu, aku akan berkata tanpa tersenyum. Pergilah. Silakan,” kata Soo Ho serius lalu memberikan jaket Geu Rim. Geu Rim melangkah pergi dengan kesal.


Dokter keluar dari kamarnya, “Bravo! Itu pasti Song Geu Rim, si Lady Kamikaze. Aku tidak menguping, tapi kalian terlalu berisik. Hei, pasien. Lakukan saja siaran radionya. Melihatmu seperti ini membuatku sangat bahagia.”


Dengan langkah lesu dan ekspresi sedih, Geu Rim kembali ke ruang kerjanya.


Tas Geu Rim tertinggal di kamar Soo Ho. Soo Ho mengambil kartu pos yang terjatuh dari tas itu dan membacanya. “Tuan Moon Sung Woo, namaku Song Geu Rim.” Soo Ho lalu mengambil tablet yang diberikan Geu Rim sebelumnya.


Di video itu, Geu Rim memperkenalkan dirinya sebagai penulis radio yang ingin membuat kalimat yang hangat untuk siaran radio, hal yang sangat ia cintai. Geu Rim menunjukkan kartu posnya yang tersimpan di studio seorang yang sudah menjadi penyiar selama 30 tahun.


Geu Rim juga menunjukkan kantor tempatnya menulis, yang ia akui sendiri bahwa itu lebih mirip gudang.


“Tumpukan naskah itu, aku harap kau akan membacanya.”


“Soo Ho, aku bukan penulis yang baik dan aku juga tidak bisa melakukan apapun dengan baik sekarang. Tapi jika kau setuju untuk melakukan siaran radio bersamaku, dan tulisanku dibacakan kepada dunia oleh suaramu, aku akan membungkukan badanku hari itu juga. Apa itu terdengar seperi ancaman? AKu harap kau akan mengetuk pintu ini dan melakukan siaran radio bersamaku.”


Soo Ho terlihat sedang mempertimbangkannya.


Geu Rim pergi ke studio siar Pak Moon. Ia tersenyum pada Pak Moon, kemudian dia berusaha menahan tangisnya. Geu Rim mengingat saat Nona La mengatakan bahwa naskahnya tidak bagus, saat ia tejatuh di bandara karena Mi Nu, dan saat Nona La melempar kertas naskah ke wajahnya


Geu Rim lalu menerima telepon dari Lee Gang yang menyuruhnya segera datang menemuinya.


Geu Rim pergi ke ruang Pak Kang dan mendengar kalau Pak Kang tidak setuju jika Lee Gang mempekerjakan Geu Rim sebagai penulis utamanya. Geu Rim sedih, namun ia tetap masuk ke dalam.


Di dalam ternyata sudah ada Nona La. Pak Kang tetap menyatakan ketidaksetujuannya di depan Geu Rim. Lee Gang mengingatkan bahwa sebelumnya Pak Kang sudah setuju bahwa dia bisa memilih stafnya sendiri. Pak kang menyuruhnya diam dan berkata bahwa dia sedang berusaha menyelamatkan stasiun radio itu.


Pak Kang lalu menyarankan Lee Gang agar mempekerjakan Nona La sebagai penulis utama dan Geu Rim sebagai asisten penulis. Lee Gang menolak. Akhirnya Pak Kang setuju dengan syarat Geu Rim berhasil mendapatkan Soo Ho sebagai DJ-nya, seperti yang ada di proposal. “Tapi dia menolak kan?!” tanya Pak Kang.


“Walaupun tanpa Ji Soo Ho, aku akan tetap bekerja bersama Geu Rim,’ kata Lee Gang lalu pergi tanpa permisi. Ia tidak mempedulikan ancaman Pak Kang bahwa itu bisa membuatnya tidak bisa bekerja lagi. Pak Kang mencoba meyakinkan Nona La, kalau Lee Gang akan mengubah pikirannya.


“Geu Rim, apa kau pikir jika kau bisa mendapatkan Ji Soo Ho, maka kau bisa jadi penulis utama?” tanya Nona La sinis. Geu Rim diam saja. “Sadarlah, Geu Rim. Walaupun kau hebat dalam mencari bintang tamu, tapi jika kau tidak bisa menulis dan tetap siaran, maka kau akan mempermalukan dirimu sendiri!”


Geu Rim tidak menjawab. Nona La mengingatkan bahwa Geu Rim harus sadar batasannya dan berkata lagi, “Aku tidak tahu bagaimana Lee Gang bisa memilihmu untuk menjadi penulis utama. Tapi Ji Soo Ho, haha, apa kau pikir itu mungkin?”


Drought dan temannya melihat Geu Rim yang sedang ditegur.


Nona La terus berkata bahwa Soo Ho tidak akan mungkin mau siaran di radio. “Aku mengatakan ini karena aku perhatian padamu. Aku sungguh-sungguh. Sadar dan ciumlah aroma kopinya!  Kemungkinan dia bersedia menjadi DJ itu jauh lebih sedikit daripada kau menjadi penulis utama! Kau mengerti?!”


“Aku akan melakukan siaran radio,” kata Soo Ho yang tiba-tiba muncul. “Ayo lakukan siarannya.”


Geu Rim terkejut.


Soo Ho menghampiri Geu Rim dan menarik tangannya.


Nona La dan semua karyawan yang ada disana sangat terkejut dengan kedatangan Soo Ho. [crstl]

Advertisement

3 comments

Yeeaaayy... do joon oppa... kerasa bgt chemistry nya sama geu rim.. ttp semangat yaa buat mba admin nya nerusin sinop nya... 😍😍

Bagus sinopsis tp tolong fotox lebih banyak ya

Duh gusti... seneng banget waktu soho dateng dan bilang aq mau...biar nona la tau rasa...nyahok


EmoticonEmoticon