2/07/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 3 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 3 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 3 Part 2

Lee Gang dan Geu Rim membuka lowongan untuk staf mereka. Mereka mewawancara beberapa kandidat, namun belum juga puas.


Kandidat: “Aku menulis ini. Silakan dilihat.”
Lee Gang: “Apa kau punya anjing?”
Kandidat: “Tidak, aku tidak punya.”
Lee Gang: “Lulus.”
Geu Rim: “Bisa kau mulai besok?”
Kandidat: “Ya! Aku akan melakukan yang terbaik.”


Malamnya, Lee Gang mengajak stafnya makan di sebuah kedai. Ia mengeluh kalau pria berkacamata yang ia jadikan asisten sutradara, memiliki respon yang buruk. Ia juga mengeluh kalau Geu Rim adalah penulis yang buruk. Ia heran sendiri kenapa bisa mempercayai mereka. Lee Gang bahkan bingung harus melakukan apa kalau ternyata staf barunya yang satu lagi tidak memiliki kemampuan.


“Mari kita bertahan bersama. Jika kalian tidak bisa melakukan tugas kalian di timku, hahaha... aku akan membunuh kalian dengan tanganku,” ancam Lee Gang. Tangan ketiga stafnya yang sedang memegang gelas menjadi gemetar. “Tidak masalah jika kita kalah, tapi paling tingga kita berjuang dengan baik.”


Geu Rim pulang ke restoran ibunya dan disambut pesta yang diadakan oleh ibu dan teman-temannya. Mereka mengucapkan selamat karena Geu Rim mendapatkan promosi jabatan. Geu Rim sangat senang, lalu memeluk ibunya. Mereka lalu minum dan makan bersama. Setelah itu, mereka berjalan-jalan.


Geu Rim: “Ibu, saat ini gelap, malamnya tanpa bintang. Tapi ada bulan penuh, sebesar wajahku.”
Ibu: “Berarti itu sangat kecil.”
Geu Rim: “Astaga, Ibu. Aku mengakuinya. Aku memang mempunyai wajah yang kecil.”


Ibu menjadikan tangannya sebagai mikrofon dan menanyakan bagaimana perasaan Geu Rim saat sudah bisa meraih cita-citanya sebagai penulis radio sejak masih sekolah dulu. Geu Rim bilang ia belum tahu. Tapi ia bertekad untuk bekerja dengan keras.


Geu Rim: “Aku akan berusaha sangat keras di program radio yang akan Ibu dengar setiap hari.”
Ibu: “Benarkah? Kalau begitu, ibu juga akan berusaha keras agar dapat mendengarkannya setiap hari.”


Hari sudah pagi dan Geu Rim masih tertidur di depan laptopnya. Suara dering ponsel membangunkannya. Geu Rim mengangkatnya, “Hallo? Ya, ini aku. Siapa?”


Geu Rim datang ke Kantor JH Entertainment untuk  menemui Nyonya Nam yang menyodorkan sebuah map. Nyonya Nam bilang JH punya ketentuan kontrak sendiri. Ia meminta Geu Rim membaca dan menandatanganinya.


Geu Rim membacanya dan Nyonya Nam menjelaskan bahwa jadwal Soo Ho sudah penuh sampai setahun kedepan dan jadwal dua jam sehari akan mengganggunya. Ia juga mengatakan bahwa naskah yang dibuat Geu Rim harus mereka periksa terlebih dulu. Tiba-tiba Soo Ho masuk dan duduk di samping Geu Rim.


Soo Ho merebut kontrak yang ada di tangan Geu Rim dan mengatakan bahwa Geu Rim hanya perlu mengirimkan draft naskah padanya. Nyonya Nam juga mengingatkan bahwa untuk bintang tamu, Geu Rim harus mendapatkan persetujuan JH. Tapi Soo Ho bilang, Geu Rim hanya perlu bicara padanya saja.


Nyonya Nam menyayangkan Geu Rim yang belum pernah mendapatkan penghargaan. Ia jga menyatakan kekhawatirannya jika Soo Ho dan Geu Rim berada dalam studio yang sama berdua saja, maka orang akan mulai berpikir kalau mereka berkencan. Dia juga khawatir kalau akan bertemu dengan Geu Rim di rumah Soo Ho lagi.


Geu Rim berusaha meyakinkan Nyonya Nam, bahwa itu tidak akan pernah terjadi dan yang sebelumnya itu hanya kesalahpahaman saja. “Aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya. Never,” kata Geu Rim.


Soo Ho terlihat agak kecewa mendengar perkataan Geu Rim. Apalagi ketika Geu Rim mengatakan bahwa Soo Ho benar-benar berlawanan dengannya. 


Geu Rim lalu mengambil kontraknya dan berkata akan membicarakannya dengan bosnya. Ia kemudian pamit pergi.


Nona La memutuskan untuk menerima tantangan Lee Gang untuk berkompetisi.Dia beralasan kalau ia kasihan pada Seung Ho yang akan beralih profesi menjadi penjual ayam jika jadi dipecat, sedangkan dia sendiri masih bisa bekerja di tempat lain sebagai pekerja lepas.


Seung Ho khawatir karena Lee Gang memiliki Soo Ho sebagai DJ mereka. Nona Le mengejeknya bahwa Seung Ho satu angkatan dengan Lee Gang, tetapi selalu kalah. Seung Ho juga mengejek Nona La yang akan kesulitan merekrut bintang tamu tanpa Geu Rim.


Mereka sepertinya terpaksa harus bekerja sama.


Geu Rim lagi-lagi tertidur di depan laptopnya. Kontrak JH pun terlihat ada di atas mejanya. Ia kemudian bermimpi.


Geu Rim berkata, “Bagaimana bisa kau meminjamkan lahannya hanya selama satu bulan?Bagaimana bisa kau bertani. Aku butuh waktu untuk menanam bibit, membiarkannya bertunas, memberikannya pupuk dan sinar matahari.” Ia mulai menangis. “Bagaimana aku bisa melakukannya dalam waktu satu bulan?”


Soo Ho membuka kipasnya dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Tapi ia berkata, “Itu bukan urusanku. Jika kau masih ingin meminjam lahannya, silakan. Jika tidak, segeralah pergi.”


Soo Ho melemparkan kertas kontraknya dan Geu Rim masih memohon dengan berusaha memegang kakinya. “Tuanku..Tuanku...”


Nyonya Nam berkata, “Aku harus melihat kemampuanmu. Aku akan memotong kue beras, kau menulis saat akum melakukannya.”


Ia kemudian mulai memotong kue berasnya sambil berkata, “Kau harus menulis 100, bukan 1000 halaman sampai naskahmu lulus pemeriksaanku!”


Geu Rim berusaha keras menulis naskahnya.


“Gagal!” kata Nyonya Nam. Dan terus saja begitu hasilnya untuk naskah-naskah yang lain.


Geu Rim mulai menangis.


Terlihat lembaran-lembaran kontrak itu, beterbangan dan berantakan di atas meja Geu Rim dan ia pun terbangun dari tidurnya.


“Tidak!” teriak Geu Rim dan kali ini ia benar-benar bangun dari tidurnya. Lee Gang yang tiba-tiba ada di belakangnya bertanya apa yang sedang Geu Rim lakukan. Geu Rim lalu menghampiri Lee Gang yang sedang merapikan tasnya. “Kenapa kau punya banyak.... PD-nim, apa selama ini kau selalu tidur disini?”


Lee Gang: “Ya. Aku tidak punya rumah, ketika kembali dari India.”
Geu Rim: “Kau sudah menemukan tempat?”
Lee Gang: “Ya. Sampai bertemu nanti.”
Geu Rim: “Nanti? Haruskah aku menunggu dan tidak pergi ke rumah dulu?”


Geu Rim bilang ia harus belajar menulis naskah, tapi Lee Gang menyuruhnya pulang ke rumah. Dia akan mengajari Geu Rim sangat keras dan menunjukkan kemampuan mereka di depan orang yang telah merendahkan mereka. “Aoa? Mulai hari ini? Apa kau akan kembali kesini malam ini?” tanya Geu Rim bingung.Tapi Lee Gang hanya tertawa dan melambaikan tangannya.


Geu Rim sampai di depan rumahnya, dan ia bertemu lagi dengan Lee Gang yang kembali melambaikan tangannya, lalu masuk lebih dulu tanpa mengucapkan apa-apa. Geu Rim yang bertambah bingung, mengikutinya ke dalam.


Geu Rim: “Permisi, PD-Nim.. Kenapa kau..”
Lee Gang: “Aku tinggal disini?”
Geu Rim: “Sejak kapan?”
Lee Gang: “Sejak hari ini. Mari bersama selama 24 jam sehari. Kita akan melakukan sesuatu. Kita tidak punya waktu., jadi penulis dan PD-nya akan menghabiskan waktu 24jam bersama-sama. Tadaaa...”


“Tapi...” kata Geu Rim sulit berkata-kata. Lee Gang lalu bertanya apakah Geu Rim sangat tidak suka harus menghabiskan waktu bersamanya dan apakah Geu Rim kesal karena ia akan terus memberinya perintah. Lee Gang mengingatkan bahwa Geu Rim adalah seorang penulis.
Flashback..


Lee Gang memarahi seorang penulis yang membuat naskah dari hasil mengambilkalimat-kalimat dari program-program lain. Kemudian Geu Rim datang sambil membawa makanan dan melihat kejadian itu.


“Hey, anak baru. Aku bilang kau adalah penulis. Kapan kau akan menulis kalau kau hanya berlari kesana kemari?! Jika aku melihatmu mengirimkan makanan lagi, kau mati. Kau juga seorang penulis,” kata Lee Gang saat itu.


Geu Rim menghela napasnya dan bicara dalam hati bahwa Lee Gang adalah orang pertama yang menyebutnya penulis. Geu Rim tersadar dari lamunannya, saat Lee Gang menyuruhnya menghubungi Soo Ho.


Dokter bicara di telepon sambil memasak dan dia bilang kalau Soo Ho sedang berolahraga dan akan segera pulang. Dokter setuju ketika Geu Rim bilang ia akan menghubunginya lagi dalam setengah jam.


Soo Ho berlatih karate dan ada kamera yang merekamnya. Soo Ho berhasil memenangkan latih tandingnya. Setelah selesai, ia mandi. Soo Ho sedang mengeringkan rambutnya, ketika doktermasuk begitu saja dan menyodorkan ponselnya.


Soo Ho: “Siapa ini?”
Dokter: “Siapa lagi yang menghubungimu melalui aku?”


Soo Ho bersedia mengangkat teleponnya, “Ya?”


Ibu membawakan makanan untuk Lee Gang, lalu kembali ke dapur. Geu Rim yang sedang bicara dengan Soo Ho bertanya kapan Soo Ho akan memiliki ponsel sendiri dan bicara hal lain. Soo Ho tidak menyahut, jadi Geu Rim memanggil-manggil namanya.


Soo Ho: “Lanjutkan.”
Geu Rim: “Aku menghubungimu karena PD-nim ingin bertemu untuk melakukan rapat perencanaan, jika kau punya waktu. (Soo Ho terdiam lagi) Halo? Soo Ho? Kau dengar aku?”
Soo Ho: “Ya.”
Geu Rim: “Apa kau punya waktu?”
Soo Ho: “Tidak. Aku punya rencana hari ini dan besok ada syuting...”


Dokter merebut ponselnya dan mengatakan bahwa baik sekarang ataupun besok Soo Ho tidak ada jadwal. Dia juga bilang kalau Soo Ho sudah mandi dan akan berganti pakaian yang nyaman. Soo Ho merebut kembali ponselnya, dan bilang kalau dia tidak bisa menemuinya. Kemudian giliran ponsel Geu Rim yang direbut oleh Lee Gang.


Lee Gang berkata, “Ji Soo Ho, ayo hentikan ini. Kita berdua sama-sama profesional. Kau seorang profesional, jadi aku tahu kau mengerti. Jika kau menandatangani kontrak, kau pasti pinya pemikiran profesional untuk menghasilkan acara yang bagus. Tapi sekarang kau tidak terlihat seperti seorang profesional sama sekali.”


Soo Ho terkejut karena tiba-tiba Lee Gang yang bicara dan menyebutnya tidak profesional. Tapi si dokter sepertinya menikmati momen tersebut. Soo Ho bertanya apa maksud perkataan Lee Gang.


Lee Gang menjelaskan bahwa dalam radio, DJ tidak bisa jika hanya bekerja sendiri, melainkan harus bekerja sama dengan penulis dan PD-nya. Soo Ho bilang kalau agensinya akan menghubungi mereka. “Lupakan agensinya. Bagaimana jika program kita gagal karena dirimu? Apa kau seorang amatir? Apa kau selalu melakukan semua hal dengan setengah hati seperti ini?” Lee gang berusaha memprovokasi Soo Ho.


“Dimana kau?” tanya Soo Ho. Lee Gang tersenyum senang, karena rencananya berhasil. Lee Gang meminta Geu Rim memberitahu alamat tempat mereka berada.


Tidak lama kemudian, Soo Ho sampai di depan restoran ibu Geu Rim dengan menggunakan masker. Ia masuk dam membuka maskernya. Geu Rim lalu mempersilakan Soo Ho duduk dan dia sendiri pindah ke sebelah Lee Gang.


Soo Ho bertanya apa yang akan mereka lakukan disana pada larut malam seperti itu. “Namaste.. Aku ingin melihat wajahmu, jadi aku agak kasar. Aku tidak tahu kalau kau akan langsung datang,” kata Lee Gang. Soo Ho berharap Lee Gang juga bisa profesional dan berkata bahwa dia tidak pernah pergi keluar larut malam.


“Kenapa? Apa kau akan tersesat? Apa petir dan kilat akan menghampirimu? Haha.. ” tanya Lee Gang dengan nada menakut-nakuti. Soo Ho bilang bahwa dia datang bukan untuk berkelahi. Soo Ho juga menolak ketika diajak minum bersama, dan ia merasa tidak perlu memberitahukan alasannya pada Lee Gang.


Lee Gang: “Makanlah dulu.”
Soo Ho: “Aku dengar ini rapat perencanaan. Jika kau terus bicara omong kosong, aku akan pergi.”
Lee Gang: “Tidak bisa.”
Geu Rim: “Pd-nim, jangan seperti itu. Ayo kita mendiskusikan programnya.”


Lee Gang: “Aku sedang berusaha agar kita menjadi dekat. Tapi jika kau tidak mempercayaiku...”
Soo Ho: “Karena kau memang tidak dapat dipercaya. Aku khawatir kau akan membuat masalah ketika aku di studio siar dan pergi lagi.”
Lee Gang: “Ah, kau sudah mencari tahu tentang aku? Apa kau mencari tahu tentang anak baru ini juga?”


Lee Gang merangkul Geu Rim lagi, dan Soo Ho tidak suka melihatnya.


Soo Ho bertanya lalu bagaimana jika benar ia juga mencari tahu tentang Geu Rim. Lee Gang mengakat ibu jarinya dan tertawa cengengesan. Menurut Lee Gang, jika Soo Ho melakukan itu maka mereka merasa terhormat.


Geu Rim bicara dalam hati, “Yang benar saja. Ada apa dengan si bodoh ini sekarang?”


Soo Ho kemudian berkata bahwa dari hasil pemikiriannya bersama agensi, Lee Gang tidak masuk dalam pertimbangan mereka. Mendengar itu, Lee Gang tidak jadi menuang minumannya.


“Yang benar saja. Ada apa dengan si bintang top brengsek ini?” batin Geu Rim lagi.


Soo Ho berkata, “Tapi sekarang aku sangat khawatir. Haruskah aku berhenti saja, PD-nim?” [crstl]


Advertisement


EmoticonEmoticon