2/08/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 4 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 4 Part 2

Soo Ho berhasil tidur.
Flashback..


Soo Ho remaja tampak sedang berlari sambil membawa ponselnya. Dia berhenti berjalan dan menghela napasnya. Kemudian di seberang jalan, ia melihat seorang anak laki-laki sebayanya yang membawa gitar di punggungnya.


Anak laki-laki yang juga memegang ponselnya di tangannya itu tersenyum saat melihat Soo Ho melambaikan tangannya. Tapi Soo Ho tidak membalas senyumnya dan malah ebrbalik pergi.


Karena Soo Ho pergi, anak laki-laki itu langsung menyeberang jalan untuk mengejarnya. Sayangnya, sebuah mobil besar datang dan menabrak anak laki-laki itu.


Soo Ho yang mendengar suaara decitan rem mendadak, menghentikan langkahnya. Dengan ketakutan, ia menoleh ke belakang.


Ia melihat anak laki-laki itu sudah tersungkur di jalan. Gitar dan ponselnya sudah terlepas dari tubuhnya. Sang supir mobil pun sudah turun dan berusaha menyelamatkan anak laki-laki itu.


Beberapa orang yang ada di sekitarnya juga mendekat dan berusaha membantu, namun Soo Ho diam saja. Dia terlalu shock.


Soo Ho melihat darah keluar dari kepala anak laki-laki itu dan ponselnya yang terjatuh tidak jauh dari kepalanya. Tangan Soo Ho yang juga memegang ponsel menjadi gemetar. Terdengar suara mobil Ambulance.


Soo Ho membuka ponselnya dan menghubungi Kim Joon Woo. Ia menangis.
-flashback end-


Dan Soo Ho terbangun lagi dari tidurnya, karena memimpikan hal tersebut. Soo Ho membuka matanya yang berkaca-kaca  dan melihat Geu Rim yang masih tidur di hadapannya.


Soo Ho duduk. Ia memikirkan sesuatu, lalu melihat ke arah Geu Rim. Kemudian ia berpaling lagi.


Keesokan harinya Geu Rim terbangun, namun kakek dan Soo Ho sudah tidak ada disana. Geu Rim membawa tasnya keluar dan memakai sepatunya. Ia berjalan keluar dan bertemu kakek yang berjalan dengan lesu dan wajahnya sedih.


Geu Rim: “Kakek, dimana Soo Ho?”
Kakek: “Dia pergi lagi. Dia pergi tanpa kata-kata.”


Geu Rim berlari menuju teman-temannya di dermaga. Lee Gang bertanya apakah Geu Rim tidur dengan nyenyak. Tapi Geu Rim malah menanyakan Soo Ho. Hun Jung berlari ke arah mereka, dan memberitahu bahwa kapal feri yang akan mereka naiki adalah feri pertama, jadi Soo Ho pasti masih ada di sekitar pulau.


Dokter lalu menghubungi seseorang. “Kenapa Soo Ho tidak membawa ponsel?” tanya Geu Rim. Tapi dokter hanya tersenyum canggung. Dan ternyata Soo Ho sudah berada di dalam mobil van bersama Pak Kim.


Pak Kim: “Kau bahkan tidak punya ponsel, tapi kau ingat nomorku.”
Soo Ho: “Bagaimana aku tidak ingat? Hari itu, aku menghubungi berpuluh-puluh kali.”


Seturunnya dari mobil, Pak Kim berkata bahwa jika Soo Ho memang sangat membencinya, maka ia akan berhenti dan Soo Hoperlu mencari manajer baru. “Kau adalah seorang aktor yang membutuhkan manajer. Jangan menderita karenaku,” kata Pak Kim dengan mata yang terlihat sedih.


“Benarkah? Kau sungguh ingin berhenti?” tanya Soo Ho. Pak Kim diam saja. “Lihat? Kau tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Sampai jumpa,” kata Soo Ho lagi lalu masuk ke rumahnya.


Soo Ho terkejut, karena di dalam rumahnya ternyata sudah ada 3 orang staf yang menyapanya. Soo Ho lalu meminta waktu 30 menit untuk mempersiapkan dirinya sebelum memulai rapat. Para staf setuju.


Di dalam kamarnya, Soo Ho bersandar di balik pintu dan mengingat kejadiannya saat dia masih remaja dulu.
Flashback..


Soo Ho remaja yang sedang bersama seorang anak laki-laki (yang pada flashback  sebelumnya membawa gitar) sedang berada di halte. Di sana, Soo Ho memperhatikan Geu Rim yang sedang mendengarkan musik di radio dengan earphone-nya. Setiap kali melihat Geu Rim, Soo Ho selalu tersenyum.


Tapi Soo Ho juga mengingat saat kecelakaan itu terjadi.


Dengan mata yang terlihat sedih, Soo Ho juga mengingat saat Geu Rim tertidur di bahunya saat menginap di rumah kakek. Soo Ho menundukkan wajahnya.


Nona La sudah berada di kantor Nyonya Nam di JH. Nyonya Nam bilang ia ingin menawarkan Nona Lae dukungannya. Ia berkata bahwa JH akan membantu Nona La jika ada DJ ataupun bintang tamu yang ia inginkan untuk acara radionya.


Nona La: “Kenapa?”
Nyonya Nam: “Jika kau membutuhkan pengiklan atau sponsor, kami juga akan membantumu. Tapi aku punya satu syarat.”
Nona La: “Syarat? Syarat apa...”
Nyonya Nam: “Aku akan melihat dalam satu bulan. Jika aku mendukungmu, apakah kau bisa membuat Song Geu Rim berhenti dari pekerjaannya dalam satu bulan?”


Nyonya Nam menggunakan ide liciknya. Ia berbohong bahwa ia akan lebih senang jika Soo Ho bekerja bersama penulis yang lebih berpengalaman dan terhormat seperti Nona La. “Bagaimana pendapatmu?” t anya Nyonya Nam.


Nona La tampak memikirkan tawaran Nyonya Nam dengan serius.


Soo Ho baru saja membaca naskah untuk siaran radio pertamanya, dan tiba-tiba dokter pulang dengan membawa kopernya. Dokter mencibir, “Aku tahu kau akan melakukan ini. Tapi ini membuatku marah karena melihat kau benar-benar ada disini. Kau harusnya bilang kalau akan pergi. Kau tahu betapa khawatirnya aku?!”


Para staf terkejut dengan kemarahan dokter pada atasan mereka. Dokter lalu berkata bahwa kejadian ini untuk pertama kalinya membuatnya berharap kalau Soo Ho punya ponsel sendiri. Dokter lalu naik ke lantai atas.


Soo Ho tidak mengalihkan pandangannya dari naskah, tapi sepertinya dia memikirkan perkataan dokter.


Geu Rim sangat lega saat mendengar kabar dari dokter bahwa Soo Ho sudah ada di rumah. Terlhat Geu Rim masih memakai syal milik Soo Ho. Geu Rim bertanya kenapa Soo Ho pergi sendiri tanpa mengatakan apa-apa. Dokter bilang ia tidak tahu dan menyarankan Geu Rim agar menanyakannya sendiri nanti. “Oh, baiklah. Bisakah kau beritahu dia kalauaku sudah mengirim email padanya tentang proposal dan naskahnya?” tanya Geu Rim.


“Ji Soo Ho, kau sungguh sulit ditebak. Kapanpun aku berpikir kita semakin dekat, dia terus berubah setiap harinya,” gerutu Geu Rim setelah menutup teleponnya. Geu Rim lalu berbaring di kasurnya dan tersenyum.


Radio Romance Ji Soo Ho (Romansa/Percintaan Radio Ji Soo Ho), lima hari lagi. Dan Lee Gang merobeknya, menjadi H-4.


Geu Rim lalu datang dan menunjukkan naskahnya yang sudah diedit sebanyak 23 kali. Lee Gang mengingatkan bahwa Geu Rim harus membaca naskahnya dengan keras dan mencari tahu apa terdengar alami dan terdengar seperti cerita. Lee Gang kemudian membuat tanda silang besar di naskah Geu Rim. “Lakukan lagi,” katanya.


Geu Rim terus memberikan hasil revisi naskahnya dan Lee Gang terus menyuruhnya untuk mengulanginya lagi, bahkan ada naskah yang ia lempar sambil tertawa.


H-3: Geu Rim masih sibuk membuat naskah untuk siaran perdananya. Ia mencari referensi di perpustakaan.


H-2: “Song Geu Rim, jangan kalah, oke? Tunjukkan pada mereka kalaukau bisamelakukannya,”kata Geu Rim menyemangati dirinya sendiri. Geu Rim lalu membuka laptopnya dan mulai mengetik lagi naskahnya.


“Kau bisa pergi melakukan perjalanan tanpa naik pesawat atau kereta. Sejak siang hingga malam. Dari malam sampai pagi. Setiap kali langit berubah, kau bisa melakukan perjalanan, ” tulis Geu Rim dengan tersenyum.


Satu hari menjelang acara, Geu Rim membaca naskahnya sambil berjalan, lalu Geu Rim muncul dari belakang dan merangkulnya. “Akhirnya ini siaran pertamaku. Besok Soo Ho akan melakukannya dengan baik, bukan? Aku sangat khawatir. Dia tidak bertemu dengan tim dan aku tidak bertemu dengannya,” kata Geu Rim.


Dokter dan Soo Ho menonton film bersama. (Haha.. si dokter ngga kira-kira deh bawa popcorn-nya) Dokter bertanya kenapa Soo Ho tidak menghubungi Geu Rim. “Bukankah kalian menjadi lebih dekat setelah menginap?” tanya dokter yang kemudian memakan lagi popcorn-nya, karena Soo Ho tidak menjawab.


Mata Soo Ho melihat ke arah TV, tapi dia memikirkan hal lain.


Keesokan harinya di KBC, Manajer Kang berkata bahwa  apa yang terjadi pada stasiun radionya hari ini adalah misi bersejarah. Ia terus saja bicara sambil berjalan mengelilingi Tim Lee Gang yang sudah ada disana.


Lee Gang: “Apa yang dia bicarakan?”
Geu Rim: “Jika kita tidak bisa menaikkan ratingnya, dia akan membunuh kita.”
Lee Gang: “Ini acara rekaman. Kenapa dia berlebihan?”


Hun Jung memberi kode dengan jari di mulutnya agar Lee Gang diam, tapi Lee Gang malah menendeng meja yang ada di depannya hingga mengenai kaki Hun Jung. Manajer Kang bertanya suara ribut apa itu. “Di luar. Penggemar Soo Ho berkumpul untuk siaran pertamanya,” kata Geu Rim.


Manajer Kang melihat dari jendela dan menemukan banyak penggemar dan reporter yang hadir disana. Beberapa penjaga sudah dikerahkan untuk berjaga disana. “Baik semuanya, kalian siap?” tanya Manajer Kang dan Tim Lee Gang mengiyakannya.


Lee Gang: “Apa kau takut? Apa kau gugup karena acara pertamamu?”
Geu Rim: “Ya. Aku sudah menunggu sangat lama untuk momen ini, dan itu membuatku semakin takut.”
Lee Gang: “Hei, anak baru. Hanya ada tiga tipe penulis yang pernah aku temui di stasiun radio. Mereka menulis naskah dengan baik, memiliki ide yang bagus, atau bagus dalam merekrut bintang tamu. Tapi, aku belum pernah menemukan penulis yang memiliki ketiganya. Song Geu Rim, kau akan menjadi penulis pertama yang memilikinya.”


Mobil van Soo Ho sampai di depan KBC dan para penggemar langsung mendekatinya. Bersama Pak Kim, Soo Ho turun dari mobil dengan wajah tersenyum. Seorang reporter bertanya bagaimana perasaan Soo Ho di siaran radio pertamanya.


“Aku sangat gugup saat akan tidur semalam. Terima kasih,” jawab Soo Ho lalu melangkah masuk ke dalam gedung.


Rangkaian bunga menyambut kedatangan Soo Ho dan para penggemar masih mengikutinya. Reporter lain menanyakan beberapa hal, namun Soo hanya tersenyum dan terus berjalan menuju studio siar.


Soo Ho sudah masuk ke studio siar. Selain Tim Lee Gang, beberapa eksekutif juga hadir disana. Sebelum memulai siarannya, Soo Ho menatap Geu Rim. Lampu ‘ON AIR’ menyala dan Lee Gang memberi kode pada Soo Ho agar memulai siarannya.


“Aku pernah membaca ini di sebuah buku.Setiap saat kita mengeluh, sebagian kecil kebahagiaan pergi,” Soo Ho mulai membaca naskahnya.


Geu Rim kecewa karena Soo Ho tidak membaca naskah buatannya. Soo Ho melanjutkan membaca naskahnya sendiri, “Di kereta bawah tanah, setiap kali atasanmu memarahimu, ketika kau akan terlambat bekerja sekali lagi, Berapa kali kau akan mengeluh hari ini?”


Lee Gang bingung dan membuka naskah Geu Rim. Staf Roll juga berbisik pada Geu Rim bahwa apa yang dibaca Soo Ho berbeda dengan naskahnya. Hun Jung bertanya-tanya apakah Soo Ho benar-benar mempekerjakan penulis terkenalnya sendiri. oo Ho kembali melanjutkan rekaman siarannya. Manajer Kang yang juga ada disana tampak sangat bahagia. Nona La dan Seung Ho juga ada disana.


Soo Ho menyarankan agar pendengar lebih memilih tersenyum daripada mengeluh. “Kita akan memulai Radio Romance Ji Soo Ho dengan sebuah lagu yang akan membuat kalian tersenyum,” kata Soo Ho. Lee Gang mencibir dan menyalakan musiknya. Hun Jung berkata Soo Ho ternyata masih menggunakan lagu pilihan mereka.


Manajer Kang memuji naskah pembuka Geu Rim. Dia mengacungkan jempolnya pada Soo Ho dan mengajak yang lain bertepuk tangan.


Tiba-tiba, Nona La mengambil naskah yang ada di tangan Geu Rim dan membacanya. Ia mencibir, lalu meletakkan kembali naskahnya dan kembali meminum kopinya. Geu Rim menatap Soo Ho dan menahan kekesalan sekaligus kesedihannya. Soo Ho menghindari tatapan Geu Rim.  


Soo Ho keluar dari studio siar. Manajer Kang mengatakan bahwa Soo Ho terdengar sangat alami dan menyebutnya terlahir untuk radio. “Semua ini berkat PD-Nim dan penulis,” kata Soo Ho sambil tersenyum.


Lalu terdengar Lee Gang tertawa terbahak-bahak. Ia berdiri dan menjabat tangan Soo Ho. “Hahaha.. kau melakukannya dengan hebat hari ini. Pulanglah dengan selamat,” sindir Lee Gang lalu memukul bahu Soo Ho dan pergi keluar. Manajer Kang lalu mengajak Soo Ho makan malam bersama, tapi Soo Ho bilang ia sudah punya jadwal lain.


Soo Ho melihat ke arah Geu Rim, tapi Geu Rim hanya menundukkan kepalanya sedikit untuk menunjukkan rasa hormat. Soo Ho lalu keluar dari studio siar diikuti oleh para eksekutif.


“Selama dua jam, dia sama sekali tidak membaca kalimat dari naskahmu,” kata Staf Roll sedih. Hun Jung juga kecewa, terlebih lagi Geu Rim yang sudah menunggu momen itu sejak lama dan mengahabiskan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk naskah pertamanya itu.


Soo Ho berjalan pergi, lalu menoleh ke belakang. Ia mengkhawatirkan perasaan Geu Rim. Namun ia merasa tidak bisa melakukan apa-apa, jadi ia kembali berjalan meninggalkan studio siar.


Di lantai bawah, Pak Kim menghampiri Soo Ho dan mengingatkan jadwal rapatnya malam ini bersama para penulis JH. Soo Ho bilang ia akan pergi sendiri dan mempersilakan Pak Kim pulang. “Baiklah. Kerjamu bagus hari ini. Sampai bertemu besok,” kata Pak Kim. Geu Rim lalu memanggil Soo Ho.


Geu Rim berkata, “Apa hari itu kau pulang ke rumah dengan selamat? Aku khawatir, karena kau pergi tanpa mengatakan apa-apa. Aku sempat berpikir kita menjadi agak dekat hari itu. Tapi Ji Soo Ho yang aku temui hari ini adalah orang yang baru. Aku mengirimkanmu 15 versi kalimat pembuka. Apa kau tahu itu? Kau tidak tahu. Kau bahkan tidak mengecek emailku. Kau bahkan tidak membaca naskahku. Akutahu itu semua terserah padamu untuk membaca naskah yang aku tulis atau tidak. Tapi bukankah kau seharusnya membacanya terlebih dulu sebelum membuat keputusan?”


Soo Ho sama sekali tidak merespon. Geu Rim tidak berkata apa-apa lagi, lalu berbalik pergi tanpa pamit meninggalkan Soo Ho.


Geu Rim melangkahkan kakinya keluar dari KBC dengan lesu. Soo Ho yang baru saja memasang sabuk pengamannya, melihat Geu Rim yang sedang berjalan pulang. Tapi tiba-tiba Soo Ho juga melihat Lee Gang yang datang menghampiri Geu Rim dan meletakkan tangannya lagi di bahu Geu Rim.


“Hei, anak baru. Kau depresi dan ingin minum soju sendirian, bukan? Dalam suasana seperti ini, kau akan cepat mabuk. Ikutlah bersamaku,” ajak Lee Gang ke mobilnya. Lee Gang membukakan pintu mobil untuk Geu Rimdan berkata bahwa dia akan menunjukkan tempat persembunyiannya yang menyenangkan. “Masuklah.” Geu Rim bilang ia akan pergi sendiri. “Masuklah. Berhenti bicara.”


Soo Ho tiba-tiba datang dan menutup pintunya. Geu Rim terkejut. Begitu juga Lee Gang yang sudah akan masuk ke kursi pengemudi. [crstl]

Advertisement

7 comments

Sangat misteri...ada apa dgn masa lalu mereka?oia yg kecelakaan itu lee gang kah?sepertinya itu lee gang,trus versi besarnya lee gang mau mencoba membangkitkan emosi so hoo dengan memberi umpan son geum rim,balas dendam atau apa ya..penasaran!!!

Penasaran episode selanjutx????

Waduh penuh tanda tanya
Semakin penasaran
Semangat trus mbak

Waduh penuh tanda tanya
Semakin penasaran
Semangat trus mbak

Klo kata aku mah yang kecelakaan itu pak Kim manajernya soo ho...kayaknya ada hubungannya juga sama tae ri artis yang rambutnya pendek itu loh...jangan jangan nanti tae ri sama pak kim yaa?? Hahahaha jadi tebak tebakan gini yaa 😅😅

kalo menurut aku yang kecelakaan sahabat soo ho, trus pak kim juga temennya, tapi pas terjadi kecelakaan soo ho nelpon pak kim tapi di abaikan aja ama pak kim. makanya soo ho hapal nomor pak kim. entah kenapa menurut aku yang kecelakaan itu suka sama geu rim trus dia kasih lihat soo ho cewek yang dia suka. tapi karna soo ho suka juga jadi pas ketemuan soo ho ngabaikan sahabatnya itu sampai terjadi kecelakaan. dan menurut aku sahabatnya itu mati deh makanya dia jadi ragu gitu deketin geu rim. wkwkwkwkwkw imajinasi aku panjang banget ya . hahahahahaha

Mbrebes ngrasakne soho


EmoticonEmoticon