2/14/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 5 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 5 BAGIAN 1


#5 – Siaran Langsung yang Tidak Disengaja

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 4 Part 3

Geu Rim sudah mau masuk ke mobil Lee Gang, namun Soo Ho tiba-tiba datang dan menutup pintunya. Mereka saling bertatapan. Lee Gang menghampiri Soo Ho dan bertanya apakah ada yang bisa ia bantu. Soo Ho bilang ada yang perlu ia bicarakan dengan Geu Rim.


Geu Rim: “Tentang apa?”
Lee Gang: “Kenapa kau tidak bicara padaku, karena kau adalah DJ kami?”
SooHo: “Aku ingin bicara sendiri dengan penulis Song Geu Rim.”
Geu Rim: “PD-nim, aku akan bicara dengannya...”
Lee Gang: “Jangan ikut campur.”
Geu Rim: “Soo Ho, bicaralah denganku...”


Soo Ho lalu mengatakan bahwa ia sudah melakukan siarannya sesuai yang dijanjikan, dan dia berencana untuk melakukannya dengan cara seperti itu lagi. SooHo menyebut Lee Gang dan Geu Rim terlalu emosional. Dia bilang kalau begini terus, maka ia tidak bisa mempercayai mereka sebagai rekan bisnisnya.


Geu Rim mendekat dan berusaha melerai mereka. “Pulanglah ke rumah,” kata Lee Gang sambil tidak sengaja mendorong tubuh Geu Rim sampai terjatuh. 


Soo Ho dan Lee Gang tekejut dan secara spontan mengulurkan tangannya untuk membantu Geu Rim berdiri. “Yang benar saja,” keluh Geu Rim smabil berdiri sendiri. “Apa kalian berdua akan terus seperti ini? Baiklah, aku pergi.” Soo Ho lalu menahan lengan Geu Rim, namun Geu Rim biang mereka selesaikan saja sendiri masalahnya. Geu Rim pergi sambil mengomel, bahwa seharusnya dialah yang marah.

Setelah Geu Rim pergi, beberapa orang mengenali Soo Ho. Soo Ho lalu mengajak Lee Gang bicara di tempat lain. Lee Gang menyebut Soo Ho terlalu paranoid jika ada orang yang memperhatikannya. Ia kemudian berbisik, “Di tempat apa agar kau bisa mengumpat padaku? Haruskah kita pergi ke tempatku atau ke Myeongdong?” Kemudian ia berteriak agar para penggemar dapat mendengar, “Haruskah kita ke Hongdae, Soo Ho?!”


Soo Ho lalu berkata bahwa mereka akan bicara di rumahnya. Ia meminta Lee Gang untuk mengikuti mobilnya. Lee Gang langsung masuk ke mobilnya.


Bukannya mengemudikan mobil dengan tenang. Mereka malah saling memprovokasi siapa yang mengemudikan mobilnya dengan lebih cepat. Mereka kebut-kebutan dan terhenti di lampu merah. Ketika lampur berubah hijau, mereka tancap gas lagi.


Ibu bertanya kapan siaran Geu Rim akan diperdengarkan. “Tiga hari lagi,” jawab Geu Rim. Ibu mengacungkan jempolnya senang. Geu Rim mengatakan bahwa studionya menggunakan naskahnya. “Jangan terkejut ketika ibu mendengarnya. Openingnya menakjubkan.”


Ibu tahu kalau Geu Rim berbohong dan memintanya becerita dengan jujur. Geu Rim menghela napasnya dan berkata bahwa naskahnya ditolak. “Lalu kenapa?” tanya ibu. “Kau harus ditolak dan terluka untuk tumbuh dewasa. Kau jangan berharap dapat tumbuh hanya dengan menerima pujian.” Geu Rim setuju dengan perkataan ibunya.


Geu Rim berkata, “Tapi ibu, aku ingin membunuh Ji Soo Ho dan Lee Gang. Mereka berdua membuatku gila. Tidak ada yang akan terjadi pada mereka bukan?” Ibu belum mengerti apa yang Geu Rim maksud.


Begitu masuk ke rumah Soo Ho, Lee Gang langsung meletakkan tasnya dan duduk di sofa. Ia bilang kalau siaran tadi sangat membosankan. “Apa itu menyenangkan bagimu?” tanyanya. Soo Ho bilang apa maksud Lee Gang mengadakan siaran adalah untuk bersenang-senang. “Apa kau tidak percaya diri hanya dengan mengeluarkan suara?” tanya Lee Gang lagi.


Nona La bertanya pada Seung Ho siapa yang akan menjadi bintang tamu di acara mereka. Seung Ho yang sepertinya belum mendapatkan bintang tamu, lalu melarikan diri dan Nona La berusaha mengejarnya.


Soo Ho: “Bagaimana dengan daftar bintang tamunya? Aku harus membahasnya dengan timku.”
Lee Gang: “Kita tidak akan mengundang bintang siapapun ke studio siar kita. Kami sudah punya bintang bernama Ji Soo Ho.”
Soo Ho: “Jangan terlalu abstrak dan mendadak. Berikan aku proposal...”
Lee Gang: “Proposal apa?”


Lee Gang lalu menunjuk telinganya dan berkata bahwa dia ingin mendengar pemikiran Soo Ho sendiri, bukan pemikiran timnya.


Seung Ho menasehati Nona La agar memikirkannya dengan baik. Seung Ho bertanya bagaimana Nona La akan mewujudkan harapan JH Entertainment setelah mereka memberikan sponsornya. Nona La mengingatkan bahwa dulu mereka pernah sampai harus memohon-mohon agra bisa mendapatkan sponsor. “Berikan aku daftar bintang tamunya,” pinta Nona La dan Seung Ho melarikan diri lagi.


Lee Gang bilang kalau tim penulis Soo Ho juga sama buruknya, lalu kenapa Soo Ho menolak naskah Geu Rim. Soo Ho bertanya kenapa Lee Gang menggunakan bahasa santai. Lee Gang memperbolehkan Soo Ho melakukan hal yang sama jika Soo Ho merasa terganggu. “Ngomong-ngomong, aku sudah menghapus rekaman pertama tadi,” kata Lee Gang. “Jika kau tetap melakukan sesuai keinginanmu, maka aku akan terus menghapusnya, karena itu adalah hakku.”


“Aku haus,” kata Lee Gang lalu mengeluarkan soju dari dalam tasnya. “Kau mau?” tanyanya sambil tertawa.


Di kamarnya, Soo Ho mengirimkan pesan kepada para sahabatnya tentang kekhawatirnnya karena si bodoh sedang bersama dengan Soo Ho. Ia lalu mendapat kirimin video dari Monsoon.


Di video terlihat seorang DJ membuka headphone dan melempar naskahnya. Lee Gang tertawa sinis lalu masuk ke dalam studio siar. Ia memasangkan headphone yang dilempar tadi ke mulut DJ dan mengangkat kakinya.


DJ: “Maafkan aku hentikan. Hentikan. Hey, panggil Polisi!”
Lee Gang: “Apa kau akan melempar headset-mu lagi?”
DJ: “Tidak! Aku tidak akan melakukannya.”
Lee Gang: “Aku akan sungguh-sungguh membunuhmu.”


Setelah itu DJ nya mengalami serangan panik dan langsung mengundurkan diri. Geu Rim sungguh tidak habis pikir dengan kelakuan Lee Gang. Monsoon lalu kembali mengirimkan video ketika Lee Gang membawa DJ baru keesokan harinya.


Lee Gang membaringkan dirinya di jalan di depan mobil seorang bintang. “Kita bisa bekerja sama atau kau lindas saja aku,” kata Lee Gang.


“Oh astaga,” keluh Geu Rim yang kemudian melihat syal Soo Ho. Dia jadi berpikiran macam-macam. “Ah tidak, aku yakin tidak akan terjadi apa-apa pada mereka.”


Lee Gang: “Kau tidak mengancam untuk berhenti siaran.”
Soo Ho: “Aku bukan tipe orang yang suka berhenti dan menyerah.”
Lee Gang: “Sama denganku.”
Soo Ho: “Aku tidak pernah kalah dalam hidupku.”
Lee Gang:”Aku juga.”
Soo Ho: “Tapi, aku tidak bisa bekerja bersamamu. Jadi, aku yang berhenti atau kau yang harus berhenti.”


Soo Ho bilang masih banyak produser lain. Lee Gang lalu mengatakan bahwa kontrak yang Soo Ho buat bersama Geu Rim juga konyol. Soo Ho berkilah bawha itu untuk keuntungan dua belah pihak. Lee Gang lalu menancapkan pisau di apel yang sebagiannya sudah ia makan, lalu menyodorkan segelas soju pada Soo Ho.


“Apa? Apa kau akan berbohong lagi dan mengatakan kalau kau tidak bisa minum? Membosankan sekali,” kata Lee Gang. Kemudian terlihat Soo Ho akan mengambil gelasnya.


Nona La berkata bahwa dalam hidupnya ia tidak pernah merasakan kekalahan. Jadi dalam kompetisi ini, ia akan mengerahkan semua kemampuannya untuk mengalahkan Geu Rim. Seung Ho lalu mengingatkan bahwa mereka akan melakukan itu bersama-sama. 


Lee Gang dan Soo Ho sudah mulai mabuk dan mulai menjelek-jelekkan satu sama lain. Lee Gang bilang jika proposal berikutnya tidak bagus, maka ia akan mengundurkan diri. Soo Ho sangat mengharapkan itu terjadi.Mereka lalu tertawa dan melanjutkan minumnya dan bertambah mabuk.


Keesokan harinya Geu Rim bertanya apakah ada yang mendengar kabar dari Lee Gang. Hun Jung menjawab, “Dia pasti ada di sudut ruangan sambil berkata, Namaste.” Geu Rim lali membaca komentar tentang siaran radio mereka yang berasal dari seorang guru di SD Dongil yang mengatakan bahwa 4 hari lagi mereka akan mengadakan acara kelulusan.


Geu Rim bertanya pada timnya apakah bagus jika menggunakan segmen tentang hari kelulusan. Hun Jung dan Staf Roll berpendapat bahwa nantinya Tim Soo Ho akan mengganti semua naskah mereka. Lee Gang membuka pintu dan mendengarkan mereka. Lee Gang kemudian melemparkan sebuah kertas kepada Geu Rim dan memintanya membuat naskahnya dalam satu jam.


Lee Gang menyuruh Hun Jung menutup mulutnya dan segera membuat daftar lagu. Ia juga menyebut penelitian yang Staf Roll lakukan seperti sampah dan itu membuat naskah mereka juga menjadi buruk. “Kerjakan tugas kalian!!” teriak Lee Gang. Ia juga melarang mereka pulang sebelum selesai. “Jika Soo Ho menolak lagi, aku akan membunuh kalian.”


Untuk menyejukkan pikirannya, tim Lee Gang pergi ke mini market. Hun Jung berkata bahwa sebelumnya ia mengira kalau Lee Gang sudah berubah setelah melakukan perjalanan panjang. Geu Rim setuju dan mengatakan bahwa keperibadian baiknya hanya bertahan selama satu bulan dan sekarang sudah kembali menjadi si gila lagi.


Staf Roll bilang ia ingin berhenti. Geu Rim mencoba membujuknya bahwa 3 minggu akan segera menjadi 3 bulan. Tapi Staf Roll menggelengkan kepalanya. “Astaga, si gila itu. Apa yang terjadi dengan Soo Ho kemarin?” keluh Geu Rim.


Soo Ho terbangun oleh suara bel. Ia merasa kepalanya sangat pusing. Ia lalu keluar dari kamarnya dan melihat banyak bekas botol minuman. Yang menekan bel adalah Pak Kim. Soo Ho menghela napasnya dan membukakan kunci pintunya. Pak Kim ternyata datang bersama Nyonya Nam.


Nyonya Nam berjalan masuk sambil menanyakan bagaimana hasil rekaman pertamanya, tapi kemudian ia melihat botol-botol itu. “Ji Soo Ho, seberapa banyak.... Apa kau berencana untuk mengubah dirimu?” tanya Nyonya Nam.


Soo Ho balik bertanya seberapa banyak minum dapat mengubahnya. Ia lalu bertanya kenapa mereka datang.Nyonya Nam mengingatkan bahwa Soo Ho harus melakukan siaran radionya dengan baik, karena dia sendiri yang memaksa untuk melakukannya. “Aku harus melakukannya dengan baik. Silakan pergi. Aku harus segera pergi siaran,” kata Soo Ho yang juga meminta Pak Kim menyetir hari ini. Ia lalu masuk ke kamarnya.


Nyonya Nam: “Apa kau sudah bicara pada Manajer KBC tentang Jin Tae Ri?”
Pak Kim: “Ya, aku sudah menghubunginya. Dia bilang dia sudah mengerti.”


Nona La sedang menunjukkan artikel positif tentang acara radio mereka bersama DJ barunya yang bernama Jay. Mereka sedang tertawa senang, ketika Manajer Kang masuk bersama Tae Ri. Manajer Kang bilang Tae Ri akan menjadi bintang tamu di acara mereka. “Kenapa pecundang ini menjadi bintang tamu kami?” tanya Nona La dan Tae Ri mendengarnya.


Nona La lalu menarik Manajer Kang menjauh dan bertanya apa yang terjadi. Manajer Kang bilang CEO JH sendiri yang memintanya melakukan itu. “JH adalah alasan kita bisa memulai acara ini dengan menyenangkan dan besar,” kata Manajer Kang. Nona La menggerutu kalau Tae Ri terlihat keras kepala. Manajer Kang lalu mendorong Nona La kehadapan Tae RI.


Nona La: “Halo, Jin TaeRi. Aku penulisnya, La La Hee.”
Tae Ri: “Aku berharap ada di acara Soo Ho. Apa ini? Apa ahjumma ini bagus?”
Nona La: “Ahj.. ahjumma?”


Seung Ho dan juga yang lainnya berusaha menahan tawanya.


Tae Ri berusaha mengintimidasi Jay, “Jay, kau tidak mengenalku. Aku memenangkan penghargaan artis cilik terbaik di tahun 98.” Tapi Jay bilang kalau dia lahir tahun 1999. Tae Ri lalu mengajak Jay ber-selfie dadakan dan bilang akan mempostingnya dengan caption, “Selfie dengan Jay. Astaga, wajahku lebih kecil. Kami akan siaran radio”.


Kemudian Geu Rim muncul sambil menelepon guru SD yang sebelumnya mengirimkan cerita di website mereka. Geu Rim mengajaknya wawancara, namun ibu guru bilang bahwa ia sedang mengerjakan persiapan kelulusan dan baru bisa bicara jika sudah selesai. Geu Rim menegerti dan akan menghubunginya lagi nanti.


Geu Rim lalu melihat Tae Ri dan berkata kalau dia adalah penggemarnya sambil menyebutkan judul film Tae Ri dan penghargaan yang pernah Tae Ri terima. Ia lalu meminta izin untuk berfoto bersama Tae Ri. Tae Ri menatap Jay dengan pandangan mengejek, lalu berfoto bersama Geu Rim. Melihat Geu Rim yang sangat menyukainya, Tae Ri bahkan menawarkan tanda tangan dan nomor ponselnya. Geu Rim senang sekali, namun ia harus mengangkat telepon dari Lee Gang.


“Ya, PD-nim. Ji Soo ada disini? Aku akan segera kesana.” kata Geu Rim. Ia lalu meminta maaf kepada Tae Ri dan buru-buru pergi.


“Ji Soo Ho?” gumam Tae Ri heran.

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS


Lee Gang menyambut Soo Ho dan mereka saling berjabat tangan . Mereka saling menatap satu sama lain dan mengingat janji Lee Gang yang akan berhenti jika acaranya tidak bagus kali ini. Soo Ho mengencangkan genggaman tangannya, dan Lee Gang merasa kesakitan. Tapi kemudian mereka berdua tertawa sinis. [crstl]

Advertisement


EmoticonEmoticon