2/14/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 5 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 5 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 5 Part 1

Geu Rim tiba-tiba muncul diantara Lee Gang dan Soo Ho. Ia bertanya kenapa mereka masih disana padahal waktunya 10 menit lagi. Ia lalu menarik mereka berdua menuju studio siar. Geu Rim kemudian menarik tangan Soo Ho agar berjalan lebih lambat dari Lee  Gang.


Geu Rim: “Ji Soo Ho, tentang siaran hari ini...”
Lee Gang: “Aku akan membunuhmu.” (tanpa bersuara)
Geu Rim: “Ah aku hanya ingin mengatakan semoga kau berhasil.”
Lee Gang: “Hehe.. Ayo pergi.”


Soo Ho sudah duduk di kursi DJ-nya. Geu Rim lalu masuk membawakan naskah untuknya dan menyemangatinya. “Fighting,” kata Geu Rim.


Geu Rim memberikan kode kepada Soo Ho, tapi Lee Gang terus mengetuk-ngetukkan pulpennya. Setelah berapa lama, baru ia memberi kode untuk memulai siaran.


Soo Ho memulai siaran dengan membacakan pertanyaan dari 0827 yang bercerita kalau pacarnya terus mengajaknya pergi, namun dia takut untuk meminta izin karena orang tuanya sangat ketat dan tidak mengizinkannya mengikuti perjalanan menginap.

Banyak orang dari profesi yang berbeda mendengarkan siaran radio Soo Ho. Dna itu berarti Soo Ho melakukan siaran langsung tanpa sepengetahuannya. Sepertinya itu yang tadi ingin disampaikan Geu Rim pada Soo Ho.


Geu Rim lalu menerima telepon dari 0827 dan akan menyambungkannya secara on air. Ia kemudian memberi pesan pada Soo Ho melalui layar monitor.


Soo Ho: “Halo, 0827..”
Kim Byul: “Halo. Aku Kim Byul dari Busan.”
Soo Ho: “Ya, terima kasih atas kirimanmu. Kau pasti bingung antara pacar dan ayahmu.”
Kim Byul: “Apa yang harus kulakukan? Pacarku akan minta putus jika aku tidak bisa diajak pergi bersamanya.”
Soo Ho: “Kalian sudah sama-sama dewasa, jadi kenapa tidak coba mendiskusikannya dengan ayahmu?”


“Hey, kau brengsek! Siapa kau?” Soo Ho terkejut saat mendengar suara pria di telepon itu. “Kenapa kau terus menghubungi putriku!” tanya pria yang rupanya adalah ayah dari Kim Byul. “Bukan apa?! Siapa namamu? Hah?! Kenapa kau terus menghubungi putriku yang masih remaja dan memukulnya?!”

12
Pak Kim meminta agar hubungan telepon diputuskan, tapi Lee Gang diam saja.


Geu Rim kemudian memberikan pesan di layar, “Tenanglah. Jelaskan bahwa kau ada di siaran radio”. Soo Ho ingin menjelaskan, tapi ayah Kim Byul tidak mau mendengarnya dan ia bahkan mengancam akan merebus Soo Ho di air panas dan mengeluarkan bola mata Soo Ho untuk dijadikan bola bilyar.


Nona La yang juga mendengarkan siaran radio itu dari studionya tertawa. Begitu pula dengan Lee Gang yang tertawa terbahak-bahak.


Tak ketinggalan, ibupun ikut tertawa. Sedangkan para pendengar lain merasa aneh dengan siaran radio yang sedang mereka dengarkan itu.


Soo Ho lalu menekan tombol bicara dan meminta mereka memutuskan sambungan teleponnya. 


Manajer Kang shock.


Nyonya Nam sampai mengerem mobilnya secara mendadak dan menghela napasnya kesal.


Tim memberikan kode agar dia berhenti bicara, tapi Lee Gang asyuk sendiri menulis di buku catatan kecilnya. Tapi Soo Ho malah bicara lagi, “PD-nim, ayo putuskan sambungannya dan ulangi lagi.” Kemudian muncul pesan dari Geu Rim di layar bahwa mereka sedang siaran langsung.


Sekarang, Soo Ho yang shock. (hahaha...) Dia  sampai tidak bisa bicara apa-apa, walaupun Geu Rim sudah memintanya untuk mengikuti naskahnya saja. “Ayo.. kita... dengarkan musik,” kata Soo Ho lalu keluar dari booth siarnya. Ia bertanya apa yang baru saja terjadi.


Pak Kim bingung harus melakukan apa. “Masuk dan duduklah kembali. Ini hanya lagu pendek,” kata Lee Gang tanpa menatap Soo Ho.Hun Jung juga mengatakan bahwa mereka harus melanjutkan siaran langsungnya. Geu Rim pun mengusap-usapkan telapak tangannya memohon kepada Soo Ho.


Soo Ho kembali duduk, tapi ia tidak juga berbicara.  Ia sangat gugup.


Nona La terus berusaha menahan tawanya. Seung Ho berkata bahwa akan menjadi masalah besar jika keheningan itu berlangsung selama 7 detik.


Waktu kurang beberapa detik lagi, jadi Lee Gang terpaksa memainkan lagu lagi.


Nona La dan Seung Ho kecewa, padahal tinggal sebentar lagi Tim Lee Gang akan mendapat masalah.


Manajer Kang masuk ke dalam studio dan berteriak, “Hiyaaaa...”. Ia lalu memberi kode pada Geu Rim agar mengikutinya keluar.


Artikel tentang ketidaktahuan Soo Ho tentang dirinya yang melakukan siaran langsung tersebar dengan sangat cepat.


Soo Ho: “Apa yang kau lakukan? Sudah kubilang, tidak ada siaran langsung. Apa kau lupa?”
Lee Gang: “Hmm.. Aku hanya mengikuti kontrak kita.”


Lee Gang menyerahkan surat kontraknya dan terlihat koreksi dengan tulisan tangan ‘OK’ untuk siaran langsung yang juga sudah ditandatangani Soo Ho. (Wkkk.. Crazy Lee Gang emangnya) “Apa kau tidak ingat kejadian semalam?” tanya Lee Gang.


Manajer Kang baru tahu kalau Soo Ho tidak tahu kalau dia sedang siaran langsung. Dia kesal karena harusnya mereka saling berkomunikasi dan berdiskusi. Geu Rim meminta maaf. “Aku yakin ini bukan salahmu. SI gila Gang yang melakukannya, bukan?” Geu Rim tidak menjawab. Manajer Kang bertanya lagi apakah Soo Ho akan memaafkan mereka.


Di kantor timnya, Lee Gang menunjukkan rekaman video saat Soo Ho melakukan perubahan terhadap kontraknya.


“Kau tidak ingin memberitahukan strategimu, jadi aku memutuskan untuk melakukan hal yang sama. Mata dibayar mata,” kata Lee Gang. Soo Ho bilang itu tidak masuk akal. Lee Gang lalu mengancam akan membunuh Soo Ho jika berbuat keributan di studionya.


“PD-nim, aku peringatkan kau juga. Jika kau merusak karirku karenakau keras kepala, aku yang akan membunuhmu,” Soo Ho mengancam balik.Ia kemudian keluar dan membuka pintu, tapi ternyata beberapa orang sedang menguping pembicaraan mereka.


Pak Kim menahan Lee Gang yang akan kembali ke studio. “Kita harus bicara,” kata Pak Kim.


Pak Kim bertanya apakah Lee Gang mempermalukan Soo Ho dengan sengaja. Lee Gang lalu mengatakan bahwa hal tersebut sudah mereka sepakati bersama. Pak Kim berkata bahwa Lee Gang harus membuat kesepatakan baru. “Haruskah aku menyingkirkan ponsel ini atau videonya?” ancam Pak Kim. Lee Gang bilang ia yang akan melakukannya sendiri, lalu menghapus videonya. “Terima kasih,” kata Pak Kim.


“Aku tinggal me-restore-nya saja,” kata Lee Gang setelah Pak Kim pergi.


Manajer Kang menyuruh Geu Rim melakukan 10 bahkan 100 rekaman agar isiden seperti itu tidak terjadi lagi. Geu Rim juga harus membuat Soo Ho merasa lebih baik. “Itu bagian dari tugasmu. Kau mengerti maksudku bukan? Bagus,” kata Manajer Kang.


Geu Rim mengejar Soo Ho sampai ke area parkir. Geu Rim meminta maaf. Ia bilang ingin memberitahui Soo Ho, tapi Lee Gang ingin memberi kejutan padanya. “Pasal 3 kontrakku berbunyi, aku bisa berhenti kapan saja aku mau. Sudah kubilang akan kucoba dalam satu bulan dan aku masih memikirkannya,”kata Soo Ho.


Soo Ho sudah mau pergi, tapi Geu Rim memberikan ponselnya. Geu Rim bilang ia bisa gila jika DJ-nya menghilang. Ia memohon agar Soo Ho mengangkat teleponnya, jika Geu Rim menghubunginya. Pak Kim lalu datang.


“Penulis Song Geu Rim, sudah cukup. Kenapa kau selalu membuat situasi yang tidak diharapkan...” omongan Pak Kim terhenti karena Soo Ho mengajaknya pergi. Geu Rim berkata bahwa hal tersebut tidak akan terjadi lagi.


“Apakah Ji Soo Ho tidak tahu kalau dia siaran langsung?” Itu adalah judul salah satu artikel yang beredar di internet. Ternyata yang membaca artikel itu adalah Nyonya Nam. Tuan Ji juga ada disana, tapi ia tampak lebih santai.


Nyonya Nam menyuruh sekretarisnya untuk memecat semua orang yang berada di Tim Perencaan Soo Ho. Lalu ia memperbolehkan sekretarisnya pergi. Tuan Ji sendiri sedang sibuk berkirim pesan dengan selingkuhannya dan menulis bahwa ia akan datang dalam 5 menit.


Tuan Ji: “Soo Ho bersikap manis.”
Nyonya Nam: “Putramu pasti sudah gila! Apa kau.. hanya akan membiarkannya bertingkah seperti itu?”
Tuan  Ji: “Aku akan menemukannya sekarang juga dan memberikannya...”
Nyonya Nam: “Duduk.”
Tuan Ji: ”Aku akan bicara dengannya.”
Nyonya Nam: “Aku bilang duduk.”


Tuan Ji terpaksa duduk lagi. Nyonya Nam lalu menghubungi Nona La dan menanyakan persiapannya. Ia bilang sudah berusaha melakukan yang terbaik dan sekarang giliran Nona La yang melakukannya.


Soo Ho pulang ke rumah dan melihat botol bekas minumnya bersama Lee Gang masih berserakan di atas meja.


Ia kemudian masuk ke dalam kamar dokter dan menemukan kursi besar bertuliskan ‘Kursi Ji Soo Ho’. Soo Ho lalu mengambil kertas catatan kecil yang ada di bagian atas kursi.


Itulah adalah pesan dari dokter yang bertuliskan, “Aku menunggu datangnya hari kau akan duduk disini dan bicara padaku dengan serius. Aku sok jual mahal, jangan cari aku.”


Di atas kasurnya, Soo Ho mengingat kembali umpatan-umpatan yang diucapkan ayah Kim Byul padanya saat siaran langsung siang tadi. Sepertinya tidak pernah ada yang berkata buruk padanya.


Soo Ho lalu melihat ponsel Geu Rim dan mengingat pesannya agar Soo Ho mengangkat teleponnya jika ia menghubunginya. Di wallpaper ponsel itu terlihat foto Geu Rim bersama timnya.


Nona La berusaha memperovokasi seorang karyawan yang sudah menjadi asisten penulis selama tujuh tahun. “Apa kau tidak marah? Song Geu Rim menjadi penulis utama setelah mendapatkan Soo Ho sebagai Dj-nya. Belikan aku sandwich. Tidak ada lagi yang membelikanku setelah Geu Rim pergi,” pinta Nona La.


Geu Rim datang lalu menyapa asisten itu, “Unnie”. Tapi asisten penulis itu menyenggol bahu Geu Rim dan pergi begitu saja. Geu Rim lalu menghampiri Nona La yang katanya mencarinya. Nona La menyuruh Geu Rim duduk dan menyuruh dua asisten lainnya keluar, karena itu adalah pembicaraan antara penulis utama.


Nona La lalu meminta Geu Rim membungkus hadiah-hadiah untuk acaranya, seperti yang dulu biasa Geu Rim lakukan untuknya. Nona La bilang itu karena dia belum punya asisten penulis lagi.


Soo Ho sedang membaca komentar tentang dirinya di internet. Kemudian ponsel Geu Rim berdering dan disana tertulis ‘Manajer Ji Soo Ho’. Soo Ho llau mengangkatnya tanpa bersuara.


“Hai, Lady Kamikaze. Aku sedang marah pada Soo Ho, jadi aku menjaga jarak. Apa ada sesuatu yang terjadi? Aku membaca artikelnya. Dia membuat masalah besar. Apa dia baik-baik saja?” kata dokter.


Soo Ho: “Ya, dia baik-baik saja.”
Dokter: “Ji Soo Ho? Ah, sial!” [crstl]

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Advertisement

2 comments

Lanjut part 3 donk dan episode 6x ya

Sangat ditunggu semoga uptodate kayak i'm not robbot.ini agak lama an ya..apa ceritanya kurg greget ato bgmn yakkkk


EmoticonEmoticon