2/22/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 8 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 8 Part 1

Geu Rim sedang bicara dengan temannya di ponsel bahwa Soo Ho punya penulis naskahnya sendiri. Geu Rim tertawa ketika temannya itu mengatakan bahwa penulis Soo Ho lebih baik daripada Geu Rim. Temannya kemudian harus menutup teleponnya, karena atasannya memanggilnya.


“Unnie?” panggil seorang pasien anak. Dia bertanya apakah Geu Rim benar staf dari Radio Romance. Geu Rim mengiyakan. Anak itu bilang kalau dia adalah penggemar acara itu. Anak itu berkata kalau dia sangat ingin bertemu dengan Geu Rim dan bertanya kenapa Geu Rim tidak memilih ceritanya, padahal ia adalah yang pertama mengirimkan cerita setiap harinya.


Geu Rim lalu mengajak ibunya berjalan-jalan dan mengatakan kalau dia baru saja bertemu dengan penggemar acaranya dan sudah jelas kalau dia adalah penggemar Soo Ho. Ibu ikut senang.


Geu Rim lalu berkata bahwa tempat itu mengingatkannya pada masa lalu. Mereka juga melewati lorong yang selalu Geu Rim lewati dengan menggunakan penutup mata.


Geu Rim bertanya, “Oppa, apa yang kau sukai?” Kemudian ibu mengatakan bahwa tempat itu mengingatkannya pada cinta pertama Geu Rim. Ibu bilang kalau ia tahu Geu Rim berkencan rahasia tanpa sepengetahuannya. Ibu tertawa dan merasa aneh, karena Geu Rim bisa menyukai orang tanpa tahu seperti apa orangnya.


Hun Jung masuk ke studio Seung Ho dan memberikan apa yang dimintanya. Nona La terlihat tertawa bahagia setelah membaca artikel tentang drama ‘Who Am I’ yang kemungkinan akan membuat Soo Ho berhenti siaran radio.


Hun Jung terlihat ketakutan, karena Nona La terus saja tertawa seperti orang gila. Seung Ho bilang Nona La memang biasa seperti itu, tapi ia tidak akan menyakiti Hun Jung. Hun Jung lalu berlari pergi. Nona La masih terus tertawa dan bertepuk tangan.


Setelah melakukan pemotretan untuk iklan mobilnya, Soo Ho dan Tae Ri melakukan wawancara. Reporter bertanya tentang drama yang akan mereka mainkan bersama. Tae Ri mengiyakan dan dengan percaya diri mengatakan bahwa banyak orang yang ingin melihat mereka main drama bersama. Dia bahkan dengan terang-terangan ingin meraih penghargaan Couple of The Year.


Hal yang berbeda disampaikan oleh Soo Ho. Ia bilang akan mempertimbangkannya, karena jadwal radionya sulit untuk disesuaikan dengan jadwal syuting drama. “Belum lama aku memulai siaran. Untuk sekarang, aku ingin memfokuskan waktuku dengan para pendengar. Itu kewajibanku juga,” kata Soo Ho sambil tersenyum.


Tae Ri berusaha menahan kekesalannya.


Di dalam mobil Tae Ri bertanya, “Apa kau sangat menyukai radio?” Soo Ho diam saja. “Atau kau menyukai penulis radionya?” Soo Ho masih tidak menjawab. “Kenapa kau tidak mau membuat dramanya?! Apa kau menyukai Song Geu Rim sebanyak itu? Haruskah kau melakukan siaran radio bersamanya?”


Soo Ho menjawab iya tanpa mengalihkan pandangannya dari naskah yang sedang dibacanya. “Sial! Yang benar saja,” keluh Tae Ri.


Lee Gang: “Ibu..”
Geu Rim: “Dia ibuku.”
Ibu: “Hai, putraku.”
Lee Gang: “Hai.. Ibu membuatku ketakutan setengah mati. Kau butuh izin putramu untuk bisa sakit.”
Ibu: “Baiklah.”


Lee Gang lalu meminta maaf karena tidak mengangkat telepon dari Geu Rim. Ia bertanya kenapa Geu Rim tidak menghubunginya lagi. Ia menduga kalau Geu Rim pasti kesulitan harus menanganinya sendirian dan bertanya apakah Geu Rim memanggil ambulance. “Oh, Ji Soo Ho yang…” ucapan Geu Rim terhenti karena melihat Soo Ho datang.


Lee Gang tersenyum melihat kedatangan Soo Ho, tapi Soo Ho malah terlihat terkejut. Mereka terlihat sama-sama membawa oleh-oleh untuk ibu. Geu Rim merasa agak aneh, dia kemudian melirik ke ibunya. 


Pasien anak yang sebelumnya bertemu dengan Geu Rim muncul di luar pintu dan memanggil nama Soo Ho. Beberapa orang kemudian datang dan memuji ketampanannya. Semakin lama, semakin banyak orang yang berkumpul. Ibu tertawa. Geu Rim lalu menutup pintunya.


Geu Rim: “Tidakkah kalian berpikir untuk pergi agar ibuku bisa beristirahat?”
Lee Gang: “Benar. Kau harus pergi, Soo Ho. Aku akan tinggal disini.”
Geu Rim: “PD-nim, kau juga harus pergi.”
Lee Gang: “Aku?”


Keluar dari kamar ibu, Soo Ho langsung memakai kacamata hitamnya. Malah Lee Gang yang memberikan tanda tangannya pada penggemar Soo Ho. Mereka berdua kemudian pergi ke kafetaria.


Lee Gang bertanya tentang drama Soo Ho yang akan syuting di luar negeri, dan Soo Ho bilang ia belum membuat keputusan. Lee Gang berkata, “Aku tahu kau terlihat keren dengan kacamata hitam. Tapi tidak ada orang disini. Bisakah kau melepaskannya?” Soo Ho menengok ke kanan dan kiri, lalu melepaskan kacamatanya.


Lee Gang meminta Soo Ho selalu mendiskusikan segala hal dengannya terlebih dulu dan ia hanya akan mempercayai perkataan Soo Ho bukan dari pihak lain. Lee Gang berkata mereka akan menggunakan naskah penulis lain, karena Geu Rim sedang sibuk merawat ibunya. Soo Ho tidak mau. Ia hanya akan memulai siarannya dengan naskah Geu Rim dan akan menunggu sampai ibunya sehat.


Soo Ho bilang mereka bisa mengadakan rapat di rumah sakit atau mengadakan siarannya dari rumah sakit sama seperti saat siaran di sekolah waktu itu. Lee Gang tiba-tiba berdiri dan berkata, “Yang benar saja. Aku sangat menyukaimu beberapa kali.” Lee Gang kemudian pergi begitu saja.


Di taman, Lee Gang memberitahu Geu Rim bahwa Soo Ho mengusulkan kalau mereka akan tetap melakukannya siarannya dengan naskah Geu Rim dan menanyakan pendapat Geu Rim. “Aku merasa berterima kasih. Tapi aku merasa tidak enak dan bersalah, karena aku merasa seperti menjadi penghalang,” kata Geu Rim.


“Kau bukan penghalang,” kata Lee Gang dan Soo Ho bersama-sama. Mereka berdua saling bertatapan. Lee Gang lalu tertawa dan mengatakan kalau Geu Rim memiliki jimat yang membuatnya tidak dapat dibenci walaupun menjadi penghalang. Mereka kemudian berjalan-jalan.


Geu Rim bercerita kalau dia banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit dulu dan ia tahu bahwa jarang ada orang yang tertawa disana.. Produser dan DJ-nya setuju Geu Rim membuat naskah berdasarkan hal tersebut.


Geu Rim: “Tapi PD-nim, seperti yang kubilang aku mungkin akan menjadi penghalang, jadi lebih baik jika meminta penulis Soo Ho yang mmebuat naskahnya.”
Lee Gang: “Ah, yang benar saja.”
Geu Rim: “Yang aku katakan tadi hanya apa yang ada di pikiranku saja. Bagaimana kita bisa melakukan siaran di rumah sakit?”
Soo Ho: “Kita bisa.”
Geu Rim: “Tapi… kau tidak perlu melakukannya karena aku.”
Soo Ho: “Ini bukan karena Penulis Song Geu Rim.”


Tidak lama kemudian, terlihat Soo Ho sudah memakai pakaian pasien. Lee Gang tersenyum melihatnya. Geu Rim bertanya apakah Soo sedang sakit. “Tidak. Aku bekerja sepanjang siang dan malam, dan sekarang ditambah siaran radio. Aku bisa saja pingsan,” kata Soo Ho mencari alasan.


Geu Rim mengangguk-anggukkan kepalanya dan berkata, “Kau pikir aku akan percaya? PD-nim, katakan sesuatu padanya.” Tapi Lee Gang malah berkata karena masalah kesehatan DJ-nya, mereka akan melakukan siaran radionya dari rumah sakit.


Lee Gang lalu memperkenalkan mereka pada bintang untuk acara siaran mereka. Dia adalah pasien kanker darah bawaan berusia 16 tahun bernama Lee Eun Jung. Lee Gang juga mengatakan kalau cita-cita Eun Jung adalah menjadi DJ.


Di toilet, Eun Jung memakai lip balm dan berkata kalau dia tidak ingin terlihat seperti penggemar yang gila. Geu Rim menduga Eun Jung hanya berbohong tentang cita-citanya demi bisa bertemu dengan Soo Ho.  


Eun Jung: “Apa itu salah?”
Geu Rim: “Tentu saja. Radio bukan acara jumpa penggemar.”
Eun Jung: “Baiklah. Kalau begitu cita-citaku mulai hari ini adalah menjadi seorang DJ.”
Geu Rim: “Cita-cita itu bukan bahan candaan.”
Eun Jung: “Tidak masalah. Lagipula aku akan mati dalam enam bulan.”


Geu Rim menatap Eun Jung dengan prihatin. “Jadi Unnie, mulai hari ini cita-citaku adalah menjadi DJ, oke?” kata Eun Jung. Geu Rim tertawa mendengarnya.


Sementara itu, Lee Gang memberitahu Soo Ho bahwa kemungkinan masa hidup Eun Jung adalah enam bulan lagi dan dia adalah penggemar Soo Ho. “Apakah kau tidak mau memberikannya hadiah yang indah? Aku rasa itu akan menjadi hadiah yang menyenangkan juga untukmu.”


Geu Rim menemani ibu yang sedang makan. Ibu bertanya apakah benar Geu Rim akan melakukan siarannya dari rumah sakit. Geu Rim mengiyakan. Ibu lalu bertanya bagaimana Geu Rim bisa mendapatkan ruang rawat seperti itu apakah ia memenangkan lotere. “Ehm itu…”


Setelah ibunya makan, Geu Rim keluar dari kamar rawat dan ingin mengirim pesan kepada Soo Ho untuk mengajaknya bicara dan akan datang ke kamarnya untuk membicarakan tentang siaran radionya dan juga teentang pembicaraan mereka sebelumnya.


Jason yang sejak tadi ada di balik dinding, ikut membaca pesan yang sedang Geu Rim ketik itu. “Ada orang di ruangan Soo Ho,” kata Jason mengejutkan Geu Rim. “Bagaimana jika minum kopi bersamaku saja?”


Di kafetaria, Jason menduga kalau Geu Rim dan Soo Ho semakin dekat. Geu Rim bilang  mereka hanya bekerja bersama. “Aku mengerti,” kata Jason sambil tersenyum penuh arti. Geu Rim kemudian bertanya bagaimana Jason mengenal Soo Ho.


Geu Rim: “Kau bukan manajernya, kan?”
Jason: “Kami berbagi hal detail tentang kehidupan pribadi kami. Ah aku harap begitu. Sampai sekarang aku masih bertepuk sebelah tangan. Hahaha… Aku dokternya. Aku bertanggung jawab atas insomnia dan stres. Kau tidak perlu berkata kalau kau terkesan karena aku tampan dan pintar.”
Geu Rim: “Oh, kau seorang dokter. Lalu sudah berapa lama kau dan Soo Ho…”
Jason: “Kami teman SMA.”


Jason bilang kalau hari ini Geu Rim banyak sekali bertanya. “Bagus. Aku juga banyak pertanyaan untukmu. Soo Ho membeli ponsel karena dirimu, bukan? Dia ada di rumah sakit karena dirimu, kan? Ini sangat jelas. Bagaimana kalau begini? Aku punya banyak pertanyaan, dan begitu juga denganmu. Jadi ayo kita saling bertanya satu persatu. Kau duluan.”


Geu Rim berkata, “Ini tentang Ji Soo Ho…”


Orang yang dibicarakan sedang sibuk mengirimkan pesan pada yang membicarakannya. Ia meminta Geu Rim datang ke ruang rawatnya, karena banyak orang di luar atau dia yang akan pergi menemui Geu Rim. Soo Ho bersiap keluar, tapi Nyonya Nam datang.


Nyonya Nam menyindir bahwa ia sangat terhibur. “Kalau kau ingin berakting sakit, lakukan dengan benar. Bagaimana jika reporter melihatnya?” tanya Nyonya Nam. Soo Ho bertanya bagaimana Nyonya Nam bisa tahu tentang itu. “Kau tidak perlu tahu.”


Soo Ho: “Dimana Pak Kim?”
Nyonya Nam: “Kau yang memecatnya, kenapa bertanya kepadaku? Apa kau akan pergi ke suatu tempat? Aku dengar ibu Song  Geu Rim ada disini. Apakah kau akan kesana?”
Soo Ho: “Ya.”
Nyonya Nam: “Kau bilang Tae Ri akan berantakan jika bekerja sama denganmu. Lalu apakah Song Geu Rim akan baik-baik saja?”


Nyonya Nam mengingatkan bahwa besok adalah acara donasi perusahaannya di rumah sakit itu. Ia memberikan syal yang dulu pernah ia pakaikan pada Soo Ho. “Beristirahatlah,” kata Nyonya Nam lalu pergi. Soo Ho menatap syal itu.


Soo Ho lalu pergi ke sebuah tempat di rumah sakit dimana disana ada sofa yang pernah ia duduki bersama Geu Rim. Sebelumnya, Geu Rim juga melewati tempat itu saat mengajak ibu berjalan-jalan dengan kursi roda.
Flashback..


Geu Rim bertanya kenapa ia tidak boleh membuka penutup matanya padahal ia ingin melihat wajah Soo Ho yang saat itu dikenalnya dengan nama Woo Ji Woo. “Tidak bisakah kau hanya mengingatku seperti ini? Aku mohon.” tanya Soo Ho.


Geu Rim: “Aku setuju. Aku akan mengingatmu, bahkan ketika aku dewasa.”
Soo Ho: “Walau aku melupakanmu?”
Geu Rim: “Ya. Walaupun kau melupakanku, aku akan tetap mengingatmu.”


Soo Ho masih duduk di sofa itu.


Geu Rim sendiri terlihat sedang berjalan melewati lorong yang dulu jga sering ia lewati saat memakai penutup mata. Ia mengingat pembicaraannya dengan Jason di kafetaria tadi.
Flashback..


Geu Rim: “Ini tentang Ji Soo Ho. Apa dulu sekali dia pernah berada di rumah sakit ini?”
Jason: “Ya. 12 tahun yang lalu.”
Geu Rim: “Lalu, apakah namanya saat masih remaja dulu… adalah Woo Ji Woo?”
Jason: “Bagaimana kau bisa tahu?”


Geu Rim terus berjalan sampai tiba di sofa tempat Soo Ho sedang duduk. Ia memanggil Soo Ho yang sedang melamun.


“Aku akan menanyakan satu pertanyaan saja. Tolong jawab dengan tepat kali ini,” kata Geu Rim. Soo Ho masih terdiam dan sama sekali tidak menoleh ke arah Geu Rim.


“Apa sebelumnya kau dan aku pernah duduk bersama disini? Apa kau pernah bertemu Song Geu Rim yang memakai penutup mata disini?” tanya Geu Rim.

Advertisement

3 comments

Lanjut part 3 min... Tambah penasaran deh 😍😍😍😍

Part 3 y jgn lma 2 y makasih

Semangat part 3 nya ������


EmoticonEmoticon