2/28/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 9 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 9 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 9 Part 2

“Good morning..” sapa Lee Gang sambil tersenyum lebar ketika melihat Soo Ho sudah bangun. Soo Ho langsung bangkit dan bertanya apa yang sudah terjadi. “Kau sama sekali tidak bisa mengatasi alkohol, jadi aku ingin mengabaikanmu, tapi akhirnya aku membawamu ke rumah.”


Soo Ho lalu mengambil jaketnya dan akan pergi. “Hey, Ji Soo Ho. Orang akan salah paham kalau kau menyukai Song Geu Rim,” kata Lee Gang.


“Itu benar. Aku menyukai Song Geu Rim,” kata Soo Ho meniru ucapan Lee Gang saat di rumah sakit. “Tapi bukan karena dia penulis yang suka mengikutiku dan melakukan apapun yang kuminta. Bukan karena dia datang dan pergi saat kuminta dan tidak protes saat aku tidak suka naskahnya. Aku suka Song Geu Rim apa adanya, Jadi tolong PD-nim, berhenti meletakkan tanganmu di bahunya dan bicara santai padanya. Walaupun kau juga melakukannya apda orang lain, tolong jangan lakukan padanya mulai sekarang.”


Lee Gang bilang kalau ia baru akan berhenti melakukannya saat Geu Rim sudah membalas perasaan suka Soo Ho padanya. Soo Ho tidak menjawab dan langsung meninggalkan kamar Lee Gang.

Di luar, ia menatap gedung tempat tinggal Lee Gang dan Soo Ho. “Wah.. Lee Gang, Song Geu Rim, secara teknis mereka tinggal bersama,” gumam Soo Ho. Kemudian dengan menutupi sebagian wajahnya, Soo Ho pergi ke kantor real estate.


Soo Ho mengatakan kepada pengurus, bahwa dia ingin membeli bangunan yang dimaksud. Pengurus kemudian menyuruhnya duduk dan akan menghubungi pemiliknya. Tidak lama kemudian, si pemilik gedung datang.


Soo Ho terkejut karena melihat orang yang ada di depannya adalah Lee Gang. Ia kemudian melepaskan koran yang menutupi wajahnya dan bertanya apakah dia yang memiliki bangunan itu.


Lee Gang: “Ya, aku pemilik bangunan itu. Kenapa?”
Soo Ho: “Aku dengar pemiliknya adalah orang asing.”
Lee Gang: “Bukan, bukan orang asing. Tapi seseorang yang tinggal di luar negeri. India. India. Kenapa?”


Sesampainya di rumah, Soo Ho mengomel karena mereka seperti ditakdirkan tinggal bersama. Jason llau bertanya bagaimana Soo Ho bisa pulang. “Aku naik taksi,” kata Soo Ho kesal. Jason tertawa dan bertanya kenapa Soo Ho marah padanya. Dia bahkan penasaran untuk mendengar cerita Soo Ho yang naik taksi


Soo  Ho lalu bertanya kenapa wanita itu tidak menghubunginya, baik melalui pesan atau telepon. “Kau harus menghubunginya,” saran Jason. Soo Ho bilang ia sudah melakukannya sepanjang perjalanan pulang ke rumah, tapi tidak diangkat.


Jason lalu ingat kalau ibu Geu Rim sudah akan pulang dari rumah sakit hari ini. Soo Ho lalu mengingat pertemuannya dengan Lee Gang tadi.
Flashback..


Lee Gang mengecek jam tangannya dan berkata bahwa dia harus pergi jika Soo Ho tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. “Tidak ada, bukan? Aku pergi,” kata Lee Gang.


Jason tertawa puas saat melihat Soo Ho yang langsung berlari pergi.


Sementara itu di rumah sakit, ibu sedang merapikan barang-barangnya. Ibu bertanya apakah Geu Rim sedang berkencan, karena akhir-akhir ini sikapnya aneh dan merasa kalau Geu Rim menyembunyikan sesuatu darinya. “Ibu, kau bisa melihatnya?” tanya Geu Rim.


Ibu sangat senang, ketika Geu Rim mengakui kalau ia menyembunyikan sesuatu. “Siapa itu? Apa dia mengatakan kalau dia menyukaimu? Apa kau duluan yang mengatakannya?” tanya ibu. Geu Rim ingin menjelaskan, tapi terdengar suara pintu diketuk lalu Soo Ho masuk kesana.


Soo Ho menyapa dan bilang ia ingin mengantar ibu pulang ke rumah. Ibu berbisik pada Geu Rim, “Apakah dia?” Geu Rim meminta ibunya tidak membicarakan hal itu. Tiba-tiba, Lee Gang juga datang dan menyapa ibu.


Lee Gang meminta ibu tidak kembali lagi ke rumah sakit. Ibu kembali berbisik pada Geu Rim, “Atau itu dia?” Geu Rim menjawab bukan. Lee Gang lalu bertanya kenapa bintang seperti Soo Ho punya banyak waktu luang, padahal mereka baru berpisah satu jam lalu. Soo Ho tidak menjawab dan malah menanyakan pertanyaan yang sama pada Lee Gang. Lee Gang juga tidak menjawab dan mengajak ibu pulang naik mobilnya yang baru saja dicuci. Soo Ho bilang kalau ibu sudah setuju untuk pulang bersamanya.


Geu Rim meminta kedua pria itu berhenti bertengkar, karena ia dan ibunya akan naik bus seperti biasa. Ibu tertawa dan berterima kasih pada mereka berdua.


Di luar rumah sakit, Soo Ho dan Lee Gang sama-sama membuka pintu mobilnya dan meminta Geu Rim dan ibu masuk. Soo Ho beralasan kalau dia juga akan pergi ke daerah tersebut. “Tidak.. Rumahku dan Geu Rim hanya berjarak satu menit. Jaraknya tidak sampai 3 meter. Kami teman serumah. Jadi walaupun tidak dijadwalkan, aku akan mengantarnya pulang,” kata Lee Gang.


Geu Rim bilang kalau ia dan ibu akan naik bus atau kereta. Tapi Soo Ho bilang mobilnya sangat cocok untuk membawa pasien dan itu berarti jauh lebih baik daripada mobil Lee Gang. Soo Ho bilang ia sudah mencuci mobilnya kemarin dan juga hari ini. Ia juga sudah mengecek kondisi mobilnya. Lee Gang bilang kebersihan adalah yang paling penting bagi pasien. 


“Ahjumma...” panggil Eun Jung sambil berlari menghampiri ibu. “Jangan kembali lagi ke rumah sakit. Selamat tinggal.” Ibu tertawa dan meminta Eun Jung datang ke rumahnya jika sudah lebih sehat dan ibu akan membuatkan makanan lezat untuknya. “Dan Oppa Soo Ho..” Eun Jung meminta Soo Ho menunduk dan mendekat padanya.


Eun Jung mengecup pipi Soo Ho. “Berkat oppa, aku sangat bahagia kemarin. Unnie penulis, ahjusshi PD-nim, sampai jumpa lagi,” kata Eun Jung sambil melambaikan tangannya lalu pergi. Lee Gang lalu berteriak kenapa dia dipanggil ahjusshi.


Dan pada akhirnya, ibu pulang bersama Soo Ho. Ibu bilang ia mengerti apa yang Soo Ho rasakan ketika membicarakan keluarganya di siaran radio kemarin. Ibu juga mengatakan kalau Soo Ho punya hati yang hangat.


Sementara itu di KBC, siaran Tim Seung Ho baru saja dimulai dengan tema pertaruangan satu lawan satu antara komentar haters. “Baiklah, datang padaku. Aku sudah siap,” kata Tae Ri yang menggantikan posisi Jay sebagai DJ untuk sementara.


Seung Ho menduga kalau Tae Ri akan membawa masalah. Nona La memintanya berhenti bicara. Seung Ho lalu memberi kode agar Tae Ri membaca komentar pertama.


“Kau lupa kalau kau memulai karirmu sebagai orang yang membosankan,” tulis salah satu pendengar  bernomor 0976. Dengan mudahnya Tae Ri terpancing emosi. Ia berkata bahwa ia membintangi banyak iklan dan membelikan ibunya kulkas dengan uang itu. Nona La merasa Tae Ri sedang merendahkan pendengarnya dan Seung Ho juga berpikiran yang sama.


“Apa yang kau lakukan saat kau berusia 7 tahun? Kau seharusnya tidak bicara begitu,” respon Tae Ri ketus. Nona La lalu menuliskan pesan di layar kalau Tae Ri harus bicara dengan sopan. Tae Ri membaca lagi komentar tentang seseorang yang mendownload foto Tae Ri yang mengenakan bikini. “Kau mendownloadnya dengan gratis? Dasar brengsek. Kau mendapatkannya dengan gratis?”


“Satu umpatan,” gumam Seung Ho lalu tertawa nelangsa sendiri. Nona La semakin panik, ketika Tae Ri lanjut berbicara, “Bayarlah apa yang kau terima! Dan aku sudah mengingat nomor ini, jadi aku akan melaporkanmu atas pelanggaran hak cipta. Selanjutnya!”


Tae Ri membaca komentar kalau Tae Ri akhir-akhir ini sering melakukan iklan dengan Soo Ho, tapi ia dianggap tidak selevel dengan Soo Ho. “Levelnya? Hahahaha... Kau benar-benar ingin mati.” Nona La melemparkan kertas ke arah Tae Ri namun terhalang kaca dan mulai menangis. Tae Ri terus saja marah-marah, apalagi ketika membaca komentar lain yang masuk.


Nona La meminta Seung Ho untuk mematikan mikrofon Tae Ri dan memainkan musiknya. Ia lalu berteriak kesal dan menangis. Seung Ho pun terlihat putus asa.


Sementara itu, Tae Ri masih saja marah-marah dan melemparkan barang di dalam booth siar. Nona La masih menangis sambil jongkok. Dan akhirnya acara siaran pun berakhir.


Tae Ri: “Kalian tidak perlu berterima kasih padaku.”
Nona La: “Terima kasih apanya?”
Seung Ho: “Kau merendahkan orang lain dan mengumpat mereka 64 kali.Ayo kita pergi ke kantor bersama-sama. Tae Ri, aku mohon.”
Tae Ri: “Apa yang kau inginkan dariku? Siapa yang merencakan ini? Huuft.. aku ingin membunuh orang itu.”
Nona La: “Song Geu Rim.”


Tae RI melangkah dengan malas ke area parkir. Seorang pria bicara di ponselnya, “Jin Tae Ri tidakpunya masa depan. Aku tidak tahu bagaimana dia membuat JH memilihnya, tapi kau tahu bagaimana industri ini bekerja. Aku muak mendengarnya bicara tentang karir aktingnya sewaktu kecil. Dia menggila di siaran hari ini dan mungkin akan dipecat...”


Pria itu membuka pintu mobil dan dikejutkan karena Tae Ri sudah ada disana. Tae Ri bersikap seolah tidak mendengar apapun dan berkata, “Aku lapar. Belikan aku salad.” Pria itu mengerti dan menutup pintu mobil setelah Tae Ri masuk.


“Mungkin dia tidak mendengarku,” gumam manajernya itu lalu pergi untuk membeli salad. Tae RI yang sebenarnya mendengar semua itu terlihat sangat sedih dan murung. Tapi ia berusaha tegar dan menahan tangisnya, Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Pak Kim, tapi ia tidak dapat dihubungi.


Geu Rim yang pulang bersama sama Soo Ho sudah sampai lebih dulu di rumah, lalu membukakan pintu mobil untuk ibu. Ibu turun dan mengucapkan terima kasih kepada Soo Ho dan berpesan agar berhati-hati ketika pulang.


Soo Ho mendengar Lee Gang mengajak ibu untuk merayakan kepulangannya dari rumah sakit. “Song Geu Rim,” panggil Soo Ho. Geu Rim dan lainnya  pun menoleh.


Tak lama kemudian mereka terlihat sudah berada di dalam mobil bersama. “Jadi, apa keinginanmu itu?” tanya Geu Rim. Soo Ho tidak menjawab. “Kita akan pergi kemana?” tanya Geu Rim lagi. Soo Ho bilang ia ingin makan sesuatu yang enak dengan Geu Rim.


Di sebuah restoran, Tuan Ji terlihat sedang makan malam bersama Da Seul. Tuan Ji bertanya kenapa Da Seul tiba-tiba berubah pikiran dan menghubungi Tuan Ji lebih dulu. “Aku sudah bicara dengan Nyonya Nam, jadi jangan khawatir. Untuk hal yang lebih baik atau buruk, dia selalu mendengarkanku,” kata Tuan Ji. Kemudian, Nyonya Nam masuk dan Tuan Ji sangat terkejut.


Da Seul berdiri lalu memberi salam, dan pada akhirnya mereka bertiga duduk bersama. Da Seul berkata, “Apa Anda ingat, Nyonya Nam? Anda bilang ingin makan malam denganku kapan-kapan.” Nyonya Nam bilang kalau waktu itu Da Seul terlalu sibuk berlutut dan memohon padanya waktu itu. Tuan Ji kesal dan bilang kalau ia akan pergi.


Da Seul lalu mengeluarkan sebuah amplop. Tuan Ji membukanya dan isinya adalah foto-fotonya bersama Da Seul. Tuan Ji sangat terkejut, tapi Nyonya Nam hanya tertawa.


Tuan Ji akhirnya pergi dan berpasan dengan Soo Ho yang baru saja keluar dari lift bersama Geu Rim. Ternyata mereka mendatangi restoran yang sama. “Apa yang kau lakukan disini? Bagus. Masuklah dan hentikan dia,” kata Tuan Ji, tapi dia sendiri malah tetap pergi.


Nyonya Nam melempar foto itu, tapi Da Seul menahan tangannya. Nyonya Nam menampar Da Seul, tepat ketika Soo Ho masuk kesana. Da Seul terkejut, tapi Nyonya Nam menamparnya lagi. “Kau pikir apa yang kau lakukan?” tanya Da Seul.


Nyonya Nam ingin menampar Da Seul lagi, tapi kali ini Soo menahan tangan ibunya. “Sudah cukup,” kata Soo Ho. Nyonya Nam menoleh ke belakang dan melihat ada Geu Rim juga disana. Ia kemudian menurunkan tangannya, merapikan bajunya, lalu pergi. ”Dia pasti sudah kehilangan akal. Aku tidak akan melepaskannya,” gerutu Da Seul.


Geu Rim menatap kepergian Nyonya Nam dan mengingat saat siaran di rumah sakit Eun Jung bertanya apa yang biasa Soo Ho bicarakan bersama orang tuanya, tapi Soo Ho bilang kalau ia tidak ingat.


Da Seul memasukkan kembali fotonya ke dalam amplop, tapi Soo Ho merebutnya dan membawa foto itu pergi. Geu Rim pun mengikutinya. Walaupun suasanya tidak enak, mereka berdua tetap makan malam bersama.


Soo Ho bilang hanya tempat itu yang pernah ia datangi dan bertanya apakah makanannya lezat. Geu Rim menganggukkan kepalanya pelan. “Setelah makan, ayo kita pergi ke tempat yang lebih menyenangkan untuk cuci mulutnya,”ajak Soo Ho.


Geu Rim bilang ia sedang tidak mood untuk makan dan ingin pulang. Geu Rim bilang ia merasakan hal yang sama dengan Soo Ho.


Tidak lama kemudian, Soo Ho dan Geu Rim sudah ada di bukit dan menatap gemerlapnya Seoul di malam hari. Soo Ho mengingatkan kalau ia masih punya satu permintaan lagi dan berkata kalau ia akan membawa Geu Rim ke tempat yang lebih menyenangkan lagi nanti.


Geu Rim: “Soo Ho, maafkan aku.”
Soo Ho: “Untuk apa?”
Geu Rim: “Karena bertanya kenapa kau tertawa saat itu tidak lucu. Maafkan aku. Aku bersikap seolah aku tahu segalanya, padahal tidak. Maaf.”


Geu Rim lalu bercerita kalau ayahnya meninggal saat ia berusia 14 tahun dan satu tahun kemudian, ibunya menjalani operasi mata. “Aku tidak mengatakan siapa yang hidupnya lebih menyedihkan. Aku hanya merasa sedikit lebih lega setelah mengatakannya dengan keras,” kata Geu Rim.


Sambil berjalan-jalan, Soo Ho berkata kalau ia memanggil ibunya dengan sebutan CEO. “Dia bukan ibu kandungku,” kata Soo Ho dan itu membuat Geu Rim sangat terkejut. “Aku mengetahuinya saat ulang tahunku yang ke-9. Ayahku sedang tidak di rumah, dia mungkin sedang berjalan-jalan dengan kekasihnya atau semacamnya. Inilah keluargaku yang sebenarnya yang banyak orang iri terhadapnya.”


Geu Rim berkata bahwa dia mempelajari sesuatu dari Soo Ho, yang walaupun Soo Ho tidak bicara, dia sebenarnya sedang bicara. Geu Rim juga berkata ia dulu heran kenapa Soo Ho terus mengabaikannya. “Tapi kau pasti selalu bicara sepanjang waktu dengan caramu sendiri,” kata Geu Rim dan mulai menangis.


“Dalam hati kau berkata, enyahlah, lupakan saja, tolong aku, peluk aku, atau aku ingin menangis. Aku menyadari diam adalah metode yang kau pilih. Itulah kenapa kau menatapku tanpa mengatakan apapun. Seperti yang sedang kau lakukan sekarang. Aku ingin memelukmu,” kata Geu Rim. 


Geu Rim memeluk Soo Ho yang mulai menetaskan air matanya tanpa bersuara.


Advertisement


EmoticonEmoticon