2/23/2018

SINOPSIS Short Episode 1 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Short Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Short Episode 1 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Short Episode 1 Part 3

Seorang wanita bernama Yoo Ji Na (Kim Do Yun), tampak diusir dari sebuah klub malam. Ia dilarang masuk, karena dianggap masih dibawah umur. Kemudian dia menjelaskan dalam Bahasa Inggris bahwa dia datang dari Amerika, tapi tidak membawa passport. Penjaga tidal mengerti apa yang Ji An ucapkan, tapi dia hanya menunjukkan papan pengumuman bahwa anak kecil dilarang masuk.


Ji Na tidak menyerah. Dia tetap memaksa masuk, namun penjaga tetap menghalanginya. Ia sampai mendorong jatuh seorang penjaga. Penjaga yang tadinya hanya ingin mengusir Ji Na, jadinya ingin menangkapnya. Ji Na berusaha melarikan diri.


Eun Ho kebetulan melihat kejadian itu dan berusaha menolong wanita yang tidak dikenalnya itu. Eun Ho mulai melawan para penjaga itu satu persatu. Namun, ketika ketiga penjaga menyerangnya bersamaan, Eun Ho kewalahan.


Ji Na kemudian membantunya dengan memukuli seorang penjaga dengan tasnya.


Sementara itu di lokasi berbeda, seorang pria bernama Maeng Man Bok (Noh Jong Hyun) terlihat sedang mengendarai scooter-nya. Ia kemudian berhenti untuk menerima panggilan di ponselnya. “Halo? Ji Na?! Ah.. Apa? Dimana? Korea?! Apa yang kau lakukan di Korea? Bukannya harusnya kau ada di Amerika? Hah? Kantor Polisi?!”


Ha Young sudah sampai di Stasiun Seoul. Ia langsung menghubungi Man Bok yang ternyata adalah teman satu desanya dulu. “Hey, Man Bok! Aku di Seoul sekarang! Kau dimana? Hah, Kantor Polisi?”


Man Bok sudah berhasil mengeluarkan Ji Na dan Eun Ho tepat ada di belakang mereka. Ji Na ternyata kembali ke Korea tanpa memberitahu ayahnya. Man Bok lalu bertanya siapa pria yang bersama Ji Na itu. “Ah, ceritanya panjang. Dia pangeran tampan yang menuelamatkanku tadi,” kata Ji Na.


Man Bok menyebut Eun Ho dengan sebutan teman dan mengucapkan terima kasih karena sudah membantu sepupunya. “Apa aku seperti temanmu?” tanya Eun Ho dingin. Man Bok terkejut lalu mengucapkan terima kasih sekali lagi, dan kali ini tanpa menambahkan sebutan teman.


Kemudian Ho Young sampai di Kantor Polisi dan menyapa Man Bok. Ia mengeluh karena setelah sekian lama, mereka malah melakukan reuni di tempat itu.


Eun Ho: “Kau.. Kau itu… si brengsek!”
Ho Young: “Oh! Kau.. pecundang. Apa yang kau lakukan disini?”
Eun Ho: “Apa kau mendapat kerja bersih-bersih di Seoul?”
Ho Young: “Ah.. kurasa mantan juara adalah seorang kriminal sekarang? Itu sebabnya kau ada disini?”
Ji Na: “Tunggu dulu, apa kalian saling mengenal?”


Mereka berdua saling menyebut satu sama lain dengan sebutan si brengsek dan si pecundang. Ji Na lalu meminta Man Bok memperkenalkannya pada Ho Young.


Man Bok lalu memperkenalkan Ji Na sebagai sepupunya yang kabur dari Amerika, kemudian dia juga memperkenalkan Ho Young sebagai sahabatnya dari Gangwon-do. Ho Young memukul dada Man Bok dengan sangat keras sebagai bentuk protesnya karena tidak pernah bilang kalau punya sepupu secantik Ji Na. Setelah itu, ia juga memukul punggung Man Bok beberapa kali. Kemudian Eun Ho yang memperkanalkan dirinya sendiri pada Ji Na.


Man Bok lalu berkata kalau dia tidak suka gaya bicara Ji Na pada orang yang lebih tua. Ho Young lalu membela Ji Na dengan mengatakan bahwa seperti itulah gaya bicara di Amerika. “American style. Aku ahlinya soal ini,” kata Ho Young. Ji Na membenarkan ucapan Ho Young.


Eun Ho lalu menawarkan tumpangan tempat tinggal untuk Ji Na. Tapi Ho Young menyuruhnya pulang dan mereka yang akan mengurusnya. Man Bok mendukung perkataan Ho Young dan mengatakan kalau Eun Ho pasti orang yang sibuk. “Aku tidak sibuk,” kata Eun Ho.


Melihat perseteruan diantara mereka, Ji Na lalu berkata, “Hei, oppa semuanya. Bisa dibilang takdirlah yang mempertemukan kita disini. Jadi mari kita cari makanan. Aku lapar.”


Akhirnya, mereka berempat pergi ke sebuah kedai tenda. Ji Na berkata bahwa ini semua takdir, karena 3 oppa di depannya saling mengenal. Ho Young yang sudah mulai mabuk mengatakan kalau ini adalah sebuah kesialan. Eun Ho malah berkata kalau ini adalah nasib buruk.


Ho Young: “Makanan apa ini? Rasanya enak. Seandainya si kepala pentol ini tidak ada disini, pasti selera makanku akan menjadi lebih baik.”
Eun Ho: “Ini jelas makanan kesukaanku. Seandainya saja bajingan tengik ini tidak ada disini.”
Man Bok: “Aish.. sebenarnya aku ingin bawa pulang ini untuk Man Hee.”


Ji Na lalu merebut gelas yang ada di tangah Ho Young dan berkata kalau ia akan minum untuk tim mereka. Man Bok langsung merebut gelas itu dan mengatakan kalau Ji Na masih kecil. “Ini tidak masalah di Amerika,” protes Ji Na. Man Bok lalu mengingatkan kalau Ji Na sekarang ada di Korea.


Ho Young dan Eun Ho akhirnya tertidur karena sudah sangat mabuk. Ji Na dan Man Bok menatap kedua pria itu sambil kebingungan.


Dan pada akhirnya, Man Bok terlihat memapah Ho Young, sedangkan Ji Na membantu Eun Ho yang juga berjalan dengan sempoyongan. Mereka dibawa pulang ke rumah Man Bok. 


Mereka masuk ke rumah dan Man Hee langsung memanggil ibunya keluar. Dalam keadaan mabuk, Ho Young menyapa Man Hee, adik Man Bok. Ketika Ibu Man Bok datang, Ji Na langsung melepaskan Eun Ho. Ji Na memberi salam pada bibinya.


Bibi: “Apa.. Sedang apa dia di Korea?”
Ho Young: “Bibi, Baby Shark doo doo doo.. Cute Shark doo doo doo..”
Bibi: “Ho Young! Sedang apa kau di Seoul? Dan siapa ini? Astaga, apa yang terjadi?”


Eun Ho dan Ho Young terlihat sudah tidur di kamar sambil berpelukan, sementara itu di ruang tamu bibi sedang menginterogasi putra dan keponakannya. Ia meminta Ji Na yang lebih dulu menjelaskan apa yang sedang terjadi. Bibi  bertanya apa yang Ji Na lakukan di Korea.


“Aku datang untuk audisi,” kata Ji Na. Bibi terkejut dan bertanya apakah ayah Ji Na tahu tentang hal ini. “Tidak.” Bibi bilang harusnya Ji Na belajar di Amerika dan kalau ayah Ji Na tahu kalau putrinya ada di rumahnya, pasti ayahnya akan membunuh bibi. Ia menyuruh Ji Na istirahat sebentar, lalu pergi. “Bibi, audisi ini sangat penting bagiku. Bisakah bibi menutup mata? Sekali ini saja?”


Bibi menolak. Ji Na terus memohon kepada bibinya. Ji Na berjanji akan kembali ke Amerika setelah audisinya selesai. Bibi masih keberatan. Bibi malah marah karena kedua pria yang ada di kamar mendengkur dengan sangat keras.


Man Bok lalu menutup pintu kamarnya. Lalu bibi memarahi Man Bok karena senyum sendiri. Man Hee menyebut kakaknya bodoh dan dia mengkhawatirkan Ho Young. Bibi lalu pergi tanpa memberikan jawaban atas permintaan Ji Na.


Keesokan harinya, Eun Ho yang bangun lebih dulu berteriak karena melihat Ho Young ada di depannya. Ho Young terbangun dan langsung mundur setelah melihat Eun Ho. Mereka kemudian baru ingat kalau semalam terlalu mabuk.


Kemudian terdengar suara bibi yang memanggil Man Bok. Ho Young membangunkan Man Bok yang masih tidur. Dengan malas-malasan, Man Bok akhirnya berdiri.


Ho Young dan Eun Ho terkejut melihat boxer motif macan yang dipakai Man Bok. Ho Young lalu meminta Man Bok merapikan celana trainingnya. Tapi Man Bok malah mengangkat jempolnya dan mengatakan kalau dirinya seksi lalu menari-nari.


Man Bok terjatuh karena tiba-tiba, Ji Na membuka pintunya dan berteriak. Man Bok terkejut sampai kepalanya terbentur dinding. “Seperti ada yang bisa dilihat saja dari kalian,” kata Ji Na lalu menutup pintunya lagi. Man Bok kesal karena Ji Na bicara seperti itu. Ia malah memperlihatkan boxer macannya lagi.


Ho Young lalu berdiri dan akan mengganti celananya, begitu juga dengan Man Bok. Tapi mereka berdua kemudian terjatuh lagi, karena Ji Na tiba-tiba membuka pintunya lagi. Melihat kejadian aneh di depannya, Ji Na menutup lagi pintunya tanpa mengucapkan apa-apa. Ho Young lalu bertanya apakah normal di keluarga Man Bok untuk masuk tanpa mengetuk pintu.


Sekretaris sedang bertemu Seung Tae dan mengatakan bahwa tujuan utama mereka adalah medali emas olimpiade. Seung Tae mengerti dan berkata kalau ia akan melakukan yang terbaik. Sekretaris mengatakan kalau Eun Ho belum sempurna dan menyebabkannya kalah di pertandingan terakhir. “Aku ingin kau melewatkan latihan pagi,” kata sekretaris.


Seung Tae berkata kalau ia pikir ia memegang kendali penuh atas latihannya. Sekretaris membenarkannya dan juga sudah mendengar kalau Seung Tae akan menguji peseluncur baru hari ini.


Ho Young: “Aish… Aku ada tes besok. Kondisiku kacau. Aku agak cemas.”
Man Bok: “Tes apa?”
Ho Young: “Tes seluncur jalur pendek Yayasan Kangbaek. Dan kalau aku lulus, kita akan berlatih di tim yang sama!”
Man Bok: “Benarkah?”
Ho Young: “Sebagai mahasiswa olahraga juga!”
Man Bok: “Sungguh?”


Man Bok sangat senang mendengarnya, tapi Eun Ho tampak sangat terkejut.


Ho Young baru pulang berolahraga dan ia melihat Ji Na sedang menari. Sepertinya audisi yang ingin ia ikuti adalah audisi menari. Ketika Ji Na memergokinya, Ho Young langsung melarikan diri.


Ho Young masuk ke rumah dan langsung merebut air minum yang dipegang Eun Ho. Ia kemudian memberikan jus jeruk yang Man Hee bawakan untuknya kepada Ji Na. Sedangkan gelas kosong yang sebelumnya direbut dari Eun Ho diberikan kepada Man Hee. Man Hee sangat kesal, apalagi karena Ho Young mendorongnya menjauh.


Eun Ho menertawakan Ho Young yang baru saja menjuarai kompetisi amatir, tapi langsung ingin menjadi atlet profesional. “Sebaiknya kau bersiap-siap,” kata Eun Ho. Ho Young dengan ekspresi lucu bertanya untuk apa dia bersiap. “Apa saja,” kata Eun Ho lagi.


Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Ho Young sangat kagum dengan arena seluncur es di tempat barunya. Ia mengajak Man Bok bertanding dan Man Bok setuju.


Eun Ho juga datang ke tempat yang sama, tapi dia berada di ruang ganti. Ia duduk dan menatap sepatu luncurnya. Ia meletakkan sepatu luncurnya dan menghela napasnya.


Di Kantor Tuan Park, ayah Eun Ho, sekretaris memberitahunya kalau hari ini adalah jadwal tes untuk peseluncur baru yang dibawa oleh Seung Tae. “Bagaimana dengan Eun Ho?” tanya Tuan Park. Sekretaris bilang kalau Eun Ho akan rapat dengan Seung Tae dan langsung ke tempat latihan.


Sek: “Orang baru yang dibawa Pelatih Son kedengarannya seorang peseluncur berbakat. Mungkin dia dilation di luar negeri. Pelatih Son sangat percaya diri. Mungkin kalau Eun Ho berlatih dengannya, akan jadi dorongan yang bagus untuk Eun Ho.”
Tuan Park: “Apa orang baru sebagus itu? Siapa namanya?”

Advertisement


EmoticonEmoticon