2/23/2018

SINOPSIS Short Episode 1 PART 3

SINOPSIS Short Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Short Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Short Episode 2 Part 1

Ho Young dan Man Bok masuk ke ruang ganti. Mereka dikejutkan karena Eun Ho juga ada disana. Man Bok bertanya apakah Eun Ho juga berlatih disana. Eun Ho bilang kalau ia sudah berlatih di tempat itu sejak SD. Man Bok bertanya kenapa ia tidak pernah melihat Eun Ho sebelumnya.


Eun Ho: “Karena aku berlatih sendirian, saat kalian tidak ada.”
Man Bok: “Oh.. kurasa seorang juara sangat berbeda. Sebentar… Ini Yayasan Kangbaek. Nama putra presdirnya adalah Park Eun Ho. Hah? Dan aku membuatnya tidur di ruangan sempit itu.”
Ho Young: “Bukan kau yang membuatnya seperti itu. Dia dicampakkan dan tidur disana atas kemauannya sendiri. Jadi inikah yang kau maksud ‘bersiap-siap’? Bisakah kau berlatih setelah dicampakkan seperti itu?”
Eun Ho: “Itu hanya latihan bagiku. Tapi bukankah kau ada tes? Semoga beruntung dengan tes itu.”


Setelah Eun Ho pergi, Man Bok mengungkapkan kekhawatirannya, karena dia telah memperlakukan Eun Ho dengan tidak baik. Dia juga mengatakan kalau Eun Ho adalah Raja Jalur Pendek. “Dia berada di tingkat yang berbeda dan aku menyuruhnya tidur seakan dia bukan siapa-siapa. Semoga dia tidak balas dendam padaku nanti,” kata Man Bok.


“Kenapa dia balas dendam?! Kau menolongnya saat dia mabuk dan menyelematkannya dari mati kedinginan!” kata Ho Young kesal. Tapi Man Bok masih khawatir dan memukul pipinya sendiri.


Ji Na menemui Man Hee di kamarnya dan mengatakan kalau bibi menyuruh Man Hee membantunya di restoran. “Aku sibuk. Tes masuk Yayasan Kangbaek Oppa Hi Young diadakan hari ini. Aku harus pergi mneyemangatinya,” kata Man Hee sambil menyisir rambutnya. “Ohya, apa pria itu pacarmu?”


Ji Na berkata Eun Ho bukan pacarnya dan ceritanya panjang. Dia bertanya seperti apa Ho Young itu. “Seperti apa dia? Masa kau tidak tahu? Dia seksi. Dia lembut. Dia seorang atlet. Dia lucu. Apa yang tidak dia punya? Waktu di Gangwon-do, dia sangat populer. Banyak sekali gadis yang mengejarnya. Betapa sulitnya itu untukku,” kata Man Hee.


Man Hee tersipu malu, lalu memakai blush on di pipinya. Ji Na lalu berkata kalau ia ingin ikut melihat tes Ho Young sebelum berangkat ke audisinya sendiri.


Para peseluncur sedang melakukan pemanasan di lapangan. Sekretaris lalu mengatakan kalau Presdir Park ingin makan siang dan meminta Seung Tae untuk meluangkan waktunya. Langkah mereka berhenti, ketika Seung Tae melihat Ho Young.


Ho Young memberi salam pada Seung Tae. Sekretaris berkata kalau dia tidak pernah melihat Ho Young sebelumnya dan bertanya apakah dia benar-benar berasal dari luar negeri. Seung Tae meminta sekretaris melihatnya sendiri nanti. Ia juga bertanya apakah Ho Young sudah siap. “Ya,” jawab Ho Young yakin.


Seung Tae: “Jangan pikirkan rekor. Lakukan saja. Bagaimana dengan lima putaran?”
Ho Young: “Baiklah.”
Sek: “Tunggu! Seluncur jaluk pendek adalah pertandingan yang kompetitif. Bukankah dia butuh lawan? Untungnya kita punya Park Eun Ho disini, peseluncur terhebat di dunia. Bagaimana kalau mereka balapan?”


Eun Ho terkejut dan merasa diremehkan karena harus bertanding dengan Ho Young. Mau tidak mau dia setuju dengan usulan sekretaris.


Ji Na dan Man Hee sudah sampai di arena. Eun Ho melihat kedatangan mereka dan tersenyum. “Sepertinya mereka mau mulai. Hah? Orang di sebelahnya itu bukankah oppa yang kemarin malam itu?” tanya Man Hee. “Kang Ho Young, fighting!” 


Eun Ho: “Perhatikan baik-baik. Akan kutunjukkan padamu jalur pendek yang sebenarnya.”
Ho Young: “Oh tolonglah, Tuan Pecundang.”
Eun Ho: “Sudah cukup dengan pecundang itu!”
Ho Young: “Kalau begitu tunjukkan kehebatan sang raja.”


Ho Young bilang kalau dialah sang bintang dan Eun Ho yang akan kalah. Eun Ho mencibirnya kesal. Mereka lalu bersiap-siap. Setelah peliut yang ditiup Seung Tae terdengar, mereka berdua langsung meluncur.


Eun Ho memimpin, namun Ho Young berada tidak jauh di belakangnya.


Seung Tae terlihat memperhatikan waktu tempuh tanding dengan stopwatchnya dan ada seornag lagi yang merekam pertandingan mereka menggunakan ponselnya.


Sekretaris berkata kalau Eun Ho tampil dengan baik dan menyebutnya monster. Ia merasa pendapat tentang merosotnya penampilan Eun Ho itu tidak benar.


Kemudian Ji Na dan Man Hee bersorak karena Ho Young menang. Man Hee bilang seharusnya Ji Na menyemangati Eun Ho. “Kata siapa? Mereka berdua menakjubkan. Sungguh keren,” kata Ji Na lalu bertepuk tangan. Man Hee kelihatan tidak suka.


Sek: “Jadi, siapa yang menang?”
Seung Tae: “Apa itu pentin?”
Sek: “Ini kompetisi. Cuma itu yang penting. Aish.. aku sungguh penasaran sekarang.”


Presdir menyaksikan rekaman pertandingan Eun Ho dan dia tersenyum senang.


Tapi ekpresinya berubah menjadi kekecewaan, ketika melihat apa yang terjadi di garis finish.


Di ruang ganti, Eun Ho juga menonton rekaman pertandingannya. Ho Young kemudian masuk dan mengatakan seharusnya dia mengalahkan Eun Ho dengan lebih baik. Eun Ho bilang dialah yang masuk duluan ke garis finish.


“Sang raja tidak tahan malu karena kalah dariku, bukan begitu?” kata Ho Young. Eun Ho mencibirnya. “Tapi aku bisa bilang apa? Itulah yang terjadi,” kata Ho Young lagi. Pertengkaran mereka berhenti, karena Seung Tae masuk ke ruang ganti.


Seung Tae memuji penampilan mereka yang mengagumkan. Ho Young mengucapkan terima kasih, tapi Eun Ho diam saja. Lalu Seung Tae berkata lagi, “Pertama-tama, Ho Young, kau lulus tes. Sekarang kau menjadi anggota tim jalur pendek Yayasan Kangbaek. Teruskan kompetisi yang akrab seperti ini dan terus berlatih seperti ini. Kerja bagus. Dan Ho Young…”
Flashback..


Sekretaris mengatakan kalau mereka akan menjadikan Ho Young sebagai pemacu Eun Ho sebagai ganti atas  beasiswa pendidikan dan biaya hidup yang Yayasan Kangbaek berikan padanya. Seung Tae terkejut, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa.


Seung Tae: “Kau akan menjadi pemacunya Eun Ho.”
Ho Young: “Apa? Pemacu? Kenapa?”
Seung Tae: “Eun Ho seorang profesional berbakat. Kami juga ingin kau belajar darinya.”
Ho Young: “Dari orang ini? Aku tidak mau.”


Eun Ho: “Aku menentangnya.”
Ho Young: “Aku juga menentangnya!”
Seung Tae: “Kalian berdua keluar. Keluar! Lakukan 10 putaran!”
Eun Ho + Ho Young: “Hah?”
Seung Tae: “Tidak mau? Mau 20 putaran saja?”


Presdir marah karena sekretaris mengatakan Eun Ho dalam kondisi prima, namun kenyataannya masih kalah dari seorang anak baru.


Sek: “Secara teknis dia tidak kalah. Dalam sepersekian detik, mereka masuk di saat yang bertepatan.”
Presdir Park: “Itu sama saja kalah! Eun Ho sudah berseluncur sejak TK. Lalu ada anak entah muncul dari mana, mengajaknya bertanding dengan hasil seri! Tanpa latihan! Siapa menurutmu yang lebih baik?”
Sek: “Ini akan menjadi dorongan yang bagus bagi Eun Ho. Dengan seseorang seperti Kang Ho Young sebagai pemacunya, dia pasti ingin mengalahkannya apapun yang terjadi. Dia pasti akan banyak kemajuan.”


Presdir Park tampak memikirkan usulan sekretarisnya.


Setelah melakukan putaran hukumannya, Eun Ho dan Ho Young kembali ke ruang ganti. Mereka tampak lelah dan berusaha mengatur napasnya. 


Ho Young mengganti pakaiannya dan tampak mengingat kembali keputusan Seung Tae yang memintanya menjadi pemacu Eun Ho. Dia memakai tasnya, lalu pergi.


Seung Tae baru saja akan pergi dari ruang kantornya, ketika Ho Young menemuinya. “Aku mau berhenti seluncur jalur pendek,” kata Ho Young. Seung Tae menarik napas panjang.


Eun Ho yang sudah keluar dari arena skating menghubungi Kantor Berita Korea Divisi Olahraga. “Aku Park Eun Ho, peseluncur jalur pendek. Aku mau konferensi pers. Aku ingin berhenti,” kata Eun Ho.


Seung Tae rupanya mengajak Ho Young berbicara empat mata. Ho Young bertanya apakah tujuan utama Seung Tae membawanya kesini adalah untuk menjadikannya pemacu bagi Eun Ho. “Tidak ada yang bisa menentukan nilaimu selain dirimu sendiri. Kau bisa menjadi pemacunya atau kau bisa menjadikannya pemacumu,” kata Seung Tae.


Ho Young: “Jadi maksud Anda…”
Seung Tae: “Masing-masing kalian punya keunggulan dan kelemahan sendiri. Kau punya otot yang sempurna, tapi kau kurang dalam keahlian dasar dan taktik berkompetisi. Di sisi lain, Eun Ho punya aset dasar yang kuat. Sekolah telah membebaskanmu dari biaya pendidikan dan juga tempat tinggal gratis. Kau anggap saja ini sebagai balas budi pada mereka. ”


Seung Tae berkata bahwa alasan utamanya menjadi Ho Young sebagai pemacu Eun Ho adalah agar mereka berdua banyak saling belajar.


Beberapa reporter tampak sudah hadir untuk acara konferensi pers Eun Ho. Ternyata video latih tanding Eun dan Ho Young sudah diposting. Berita mengatakan bahwa walau prestasinya menurun, Eun Ho sama sekali belum kehilangan sentuhannya. Berita lain mengatakan kalau mereka sangat ingin tahu siapa yang menjadi lawan Eun Ho di video itu.


Di ruangannya, sekretaris tampak menyuruh seseorang untuk menghentikan Eun Ho melakukan konferensi pers itu. Orang itu mengerti dan langsung pergi untuk menjalankan tugasnya.


Eun Ho berada di suatu tempat dan membulatkan tekadnya untuk melakukan konferensi pers itu. Tapi tiba-tiba, orang suruhan sekretaris masuk ke ruangan itu.


Pria: “Apa yang kau pikirkan? Semua ini hanya karena satu latihan? Hah?!”
Eun Ho: “Aku berhenti bertanding.”
Pria: “Minta izin dari ayahmu dulu.”
Eun Ho: “Apa aku bahkan tidak bisa berhenti sendiri?”
Pria: “Tidak!”



Epilog:


Dengan bantuan lampu senter dari ponselnya, Ho Young tampak memasuki ruangan yang sangat gelap. Terdengar suara yang aneh. Ia melangkah dengan ragu-ragu.


Walau terlihat ketakutan, ia tetap menuju pintu ruangan dimana suara itu berasal.


Ia merasa panik dan melihat ke belakang, namun tidak ada apa-apa disana.


Dengan takut-takut, ia ingin membuka pintunya.


Ho Young kemudian berteriak, karena tiba-tiba pintunya tiba-tiba terbuka dari dalam.


Ho Young berteriak bahwa kakeknya sudah mengagetkannya dan membuatnya takut.


Sepertinya itu adalah suara kakek yang sedang mengasah sepatu luncur.


Kakek memarahinya lalu memukul kepala Ho Young lalu memberikan sepatu itu padanya.
Comments


EmoticonEmoticon