3/05/2018

SINOPSIS Cross Episode 10 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 10 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 10 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 11 PREVIEW

In-kyu hendak menemui Chul-ho.. tapi dia tekejut, karena tak menemukan siapa pun siana. Hanya ada secarik surat yg tersimpan di atas kasur..


‘Dokter Maaf.. aku harus menemui broker itu di persimpangan jalan Sangjoo-ro, pukul 2 siang nanti. Apakah dia atau aku yg akan mati, yg jelas semua ini hanya akan berakhir jika salah satu diantara kita mati..’


Setelah membacanya, In-kyu bergegas pergi dan dia terus  mencoba untuk menghubungi Chul-ho. Sayangnya, Shul-sho sengaja mengabaikan telpon darinya..


Sekarang, Chul-ho tengah berada di minimarket. Dengan tergegsa-gesa, dia membeli sebuah pisau dapur~


In-kyu benar-benar panik.. apalagi, setelah dia teringat kejadian yg menimpa orang-orang yg terlibat dengan Hyung-bum..


Segera, In-kyu memeriksa nomor KTP Chul-ho dan melaporkan kasus ini pada pihak polisi.


Ketika In-kyu berjalan pergi, Ji-in melihatnya. Dia pun sempat melihat layar komputer yg sebelumnya digunakan In-kyu.


Setelah melihat surat yg ditinggalkan Chul-ho, Ji-in segera mengambil mobilnya dan menawarkan diri untuk memberi tumpangan pada In-kyu.


“Jangan terlalu cemas.. lagupla, apa yg bisa dia perbuat di siang bolong seperti ini..” ujar Ji-in

“Dia bahkan bisa menikam orang saat masih dalam penjara.. jadi kita tak akan tahu apa yang berani dia lakukan sekarang..” tegas In-kyu


Kim Chul-ho telah sampai di tempat yg diminta.. dengan gelisah, dia memerhatikan setiap orang yang lalu-lalang di dekatnya.


Tak lama kemudian, detektif tiba lokasi. Mereka berniat menunggu, hingga broker datang.. supaya bisa dilakukan penyergapaan sekaligus,


Namun Han-shik lebih cerdik.. dia memerhatikan mereka, dalam sebuah gedung yg membuatnya bisa memantau kondisi sekitar, termasuk keberadaan para detektif. Maka dengan sengaja, dia menyuruh Chul-ho untuk berjalan menuju tempat lain sesuai intruksinya..


In-kyu dan Ji-in sampai di lokasi, namun tak melihat siapa pun disana. untunglah, In-kyu sempat melihat sekumpulan detektif yg sepertinya tengah berjalan mengikuti Chul-ho.


Dia meminjam topi Ji-in, kemudian buru-buru mengikuti para detektif tersebut.


Tim detektif menyebar, supaya bisa menghadang pelarian Kim Chul-ho. Namun sialnya, mereka kalah cepat dari Han-shik yg berhasil menyeret Chul-ho untuk bersembunyi dalam sebuah ruko.


Ketika para detektif lengah, Han-shik kabur dengan menggunakan mobil ambulans. Tapi penghilatan tajam In-kyu, berhasil membuatnya menyadari hal tersebut.


Dengan sekuat tenaga, In-kyu berlari mengejarnya dan untunglah ada mobil Ji-in yang bisa membantunya mengejar ambulans tersebut dengan lebih cepat~


Pengejaran berlangsung dramatis, bahkan hampir menyebabkan terjadinya sebuah kecelakaan 


Namun syukurlah.. mereka semua bisa selamat, meskipun akibatnya mereka tak sempat mengehntikan ambulans dan hanya bisa membuntutinya dari belakang. Itu pun sangat sulit, karena ambulans dipacu dengan begitu kencang~


Hari berubah gelap.. ambulans itu, berhenti di depan sebuah gedung kumuh yang sepi dan tak ada penduduk yg tinggal disekitar sana.  

Tak lama kemudian, mobil Ji-in juga sampai disana. In-kyu turun dan meminta Ji-in untuk segera melapor polisi, dan kembali ke Rumah Sakit saja.

“Kamu bagaimana?”

“Aku akan melakukan semuanya sebisaku..”


Setelah In-kyu pergi, Ji-in langsung menelpon polisi.. dengan suaranya yg bergetar dia menjelaskan kondisi saat ini, termasuk lokasi tempatnya berada, “Tolong segera datang.. dan juga saya minta ambulans, karena kemungkinan ada korban yg terluka.”


Kim Chul-ho, telah berada dalam kondisi yang siap untuk dioperasi.  Sebelumnya, Hyung-bum sempat memarahi han-shik atas insisden yg terjadi hari ini.. Han-shik tak bisa mengelak dan dia hanya bisa meminta maaf.


Disaat pisau bedah akan dicantapkan di perut Chul-ho, In-kyu datang dan lansgung berteriak, “Berhenti! Apa yg sedang kau lakukan!”


Dengan tenangnya, Hyung-bum menjelaskan bahwa dirinya akan mengangkat ginjal Chul-ho, sama seperti yg pernah dia lakukan pada ayahnya In-kyu, “Lee Gil-sang tak bisa mengangkat Ginjal, maka aku yang mengajarinya!”

Dengan penuh amarah, In-kyu menyatakan bahwa dirinya akan membunuh Hyung-bum hari ini juga, “Akan kubedah perutmu tanpa menggunakan anestesi! Supaya kau bisa merasakan, seperti apa rasa sakit yg sesungguhnya!”


Han-shik dan rekannya berusaha menahan In-kyu dengan cara menghajarnya. Tapi ternyata, In-kyu sangat andai berkelahi. Dia berhasil membuat mereka terkapar dalam waktu singkat..


Berkat indra penglihatannya yg sanga tajam, In-kyu bsia menghindarai segala serang yg dihadangkan kepadanya~


Merasa posisinya terancam, Hyung-bum nekat menusuk bagian liver Chul-ho yang baru saja di operasi. Yang tentunya, mengakibatkan perdarahan hebat..


Bersamaan dengan itu, terdengar sirine ambulans. Hyung-bum berjalan mundur, dia tertawa cekikikan dan bertanya pada In-kyu, “Pilih aku atau dia?“


Pada akhirnya, Hyung-bum berhasil kabur.. sementara In-kyu hanya diam dan berusaha menahan darah yang terus keluar dari luka di perut Kim Chul-ho~~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon