3/11/2018

SINOPSIS Cross Episode 12 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 12 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 12 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 13 PREVIEW

Diam-diam, Hyung-bum makan di kedai milik temannya yg tadi siang, dia tugaskan untuk memotret pertemuannya dengan Son Sajang.

“Siapa orang (di foto) itu?”

“Ini.. klien-ku yang sangat kaya.”

“Kau berencana kembali melakukannya?”

“Aku ingin mengambil kesempatan ini untuk meninggalkan negara ini.”

“Berapa uang yg akan kau dapatkan?”

“Kalau kau membantuku, lau akan bisa membuka 10 cabang kedai seperti ini, serta mengganti desain interiormu..”


“Apa yg harus kulakukan?”

“Amankan lokasi, peralatan, dan ahli bedah seperti yang Kau lakukan 15 tahun yang lalu.”

‘Sekarang, hal seperti itu akan sangat sulit..”

“Jadi kau tidak mau?”

“Ah bukan seperti itu.. Organ apa? Tanggal berapa?”

“Seminggu lagi..”

“Karena Kau melakukan ekstraksi, kita tidak membutuhkan orang lain. Jadi kita butuh ahli bedah untuk melakukan transplantasi dan beberapa peran pembantu lainnya untuk membantu operasi.”


Berpindah ke depan kantor polisi, terlihat Hyun-woo tengah berdiri sendirian disana.. dia menarik nafas dalam-daam, kemudian berjalan menuju gedung.


Esok harinya.. berkas dan dokumen dari RS Sunrim, digeledah kemudian disita oleh pihak kejaksaan. Tak ada yg bisa melawan, semuanya hanya bisa pasrah melihatnya~


Dokter Son mendengar berita penggeledahan itu dari rekannya, maka dia pun segera pergi untuk menemui ayahnya.


Namun di lorong, dia berpapasan dengan dokter Go. Dia menyapanya dan bertanya kondisinya saat ini,

“Sekarang Aku sudah baikkan”

“Jaga kesehatan anda. Kemarin, Aku benar-benar terkejut saat melihat anda di UGD. Kalau begitu, aku pamit dulu..”


Teringat obrolannya dengan dokter senior tempo hari, dokter GO bertanya langsung pada dokter Son, “Golongan darahmu apa???”

“Tiba-tiba, Kenapa anda bertanya soal itu?”

“Hanya penasaran.”

“Hmm.. golongan darahku, A Resus Negatif”

“Apa.. Son sajang memiliki golongan darah yg sama denganmu?”

“Tidak, Aku mendapatkannya dari ibuku yang juga Resus negatif..”

“Tapi kenapa anda ingin tahu tipe darahku?”

“Tidak, bukan apa-apa.”


Dokter Son masuk kedalam ruangan ayahnya.. dia sedih, melihat kondisi barang yg berserakan di lantai, “Ayah..” ucapnya pilu

“Tak apa,.. ayo kita makan siang diluar saja..” pinta Son Sajang


Ketika tengah makan, tiba-tiba Son Sajang meminta Yeon-hee untuk kembali ke Jerman saja,

“Kenapa tiba-tiba?” 

“Kau berminta pada musik, sebelum kau menjadi seorang dokter. Lagipula, kau memiliki bakat di bidang itu..”

“Itu dulu. Sekarang, Aku tidak tertarik lagi.”

“Itu karena, ayah tidak ingin melihatmu menderita.”


“Dulu ayah bertanya, Apa Aku yakin tidak akan menyesali keputusanku untuk berhenti di bidang musik.. dan sebenarnya, hal yg paling kusesali adalah, momen disaat ibu meninggal. Dokter yg magang di UDG, mengatakan padaku bahwa Ibu tidak akan meninggal... jika aku melakukan CPR padanya. Aku tidak sanggup melakukannya saat itu, tapi sekarang Aku menyelamatkan nyawa. Artinya Aku melakukan pekerjaan dengan baik.”

“Pergilah ke Jerman. Ayah hanya tidak ingin melihatmu bekerja sangat keras... setiap hari.”


Ji-in menemui ayahnya, yg kini telah kembali bekerja dalam ruangan. 

“Kau sudah mencari koordinator transplantasi organ itu?”

“Ya, namanya Joo Sun Ok. Tapi ada yg aneh. Dia punya riwayat pekerjaan yang sama dengan Direktur Lee. Mereka berhenti dari pekerjaan terakhir mereka pada waktu yang sama dan bergabung dengan RS Sunrim pada saat bersamaan juga.”

“Sekarang dia dimana?”

“Dia sudah pensiun..”


Setelah mendapatkan kontaknya, dokter Go langsung menelpon Joo Sun-ok dan mengajaknya bertemu..


Tak lama setelah itu, direktur Lee menerima telpon dari Ji Sun-ok yg menceritakan ajakan dokter Go. Tanpa pikir panjang, direktur Lee lansgung memintanya untuk tidak bertemu dengan dokter Go, “Jangan menemuinya, dan jika dia pergi ke rumahmu, jangan buka pintunya!!!”


Direktur Lee melaporkan hal ini pada Son-sajang,

“Jika kita mengkambinghitamkan pimpinan pusat... untuk semua itu, apa yang akan terjadi?” tanya Son sajang

“Akan tampak cukup wajar... Tapi Apa dia membiarkan itu terjadi? Perasaanku bilang dia akan mencegah hal itu terjadi...”


In-kyu hendak menemui dokter Go, namun di ruang rawatnya tak ada siapa pun dan hanya ada baju pasien yg tergeletak begitu saja.


Kemudian, dia menelponnya.. tamun tak ada jawaban, karena sengaja tak siangkat oleh dokter Go. Akhirnya, in-kyu hanya meninggalkan sebuah pesarn suara: ‘Anda sudah makan? Aku membelikanmu bubur, jadi kembalilah dan makanlah sedikit. Tolong kembali dan makanlah.’


Dokter Go sendiri, sepertinya telah berada di depan apartemen Ji Sun-ok. Dia mencoba menghubuingi, tapi tak ada jawaban..


Dan tiba-tiba, malah ada panggilan masuk dari Son Sajang, yg mengajanya bertemu, “Aku akan memberitahumu semua yang ingin Kau tahu.” Ujarnya


In-kyu menyimpan bubur yg dia beli di ruangan dokter Go. Sejenak, dia diam disana.. memerhatikan seisiri ruangan. Tak sengaja, dia pun melihat fotonya dan adiknya ketika bersama dokter Go~~


Berpindah ke markas Hyung-bum... disana, dia telah menyiapkan seluruh peralatan untuk operasi. 


Segala sesuatunya telah lengkap.. bahkan orang-orang yg akan membantu proses pengerjaannya pun, katanya telah direkrut.


Dalam perjalanannya untuk bertemu dengan Son Sajang, dokter Go menyebrangi sebuah jalan yg sangat sepi.

Tapi tiba-tiba, muncul sebuah mobil yg melaju kencang dan langsung menabraknya hingga terkapar di aspal.


Setelah diperhatikan lebih lanjut, ternyata.. pria yg sebgaja menabraknya itu adalah Son Sajang. Tanpa rasa iba, dia sampai meiindas badan doter Go ketika maju dan juga mundur.

Dokter Go sangat lemah.. ponselnya berdering, ada telpon masuk dari JI-in. Tangannya berusaha keras untuk meraih ponsel tersebut, namun dia tak bisa~~


Beberapa saat kemudian, JI-in dibuat panik bukan main setelah mendegar telpon dari UGD yg menyebutkan bahwa dokter Go tengah berada disana karena menjadi korban tabrak lari. 


Ditemani In-kyu, dia elihat kondisi ayahnya yg memang telah terbaring dengan banyak alat yg terpasang pada tubuhnya.

“Ada apa dengan Ayah? Apa yang terjadi?” tanya Ji-in panik


“Dia dibawa ke sini setelah mengalami kecelakaan tabrak lari dan dia tidak sadarkan diri. Ia mengalami kerusakan otak yang parah saat ia tiba dan pendarahannya sudah menyebar ke batang otaknya. Dia saat ini tidak sadar dan tidak bisa bernapas tanpa bantuan alat... Jadi Aku menelpon Bedah Saraf...” papar dokter Son


Mendengarnya, seketika membuat tubuh Ji-in lemas dan tak mampu berdiri dengan tegap. Dia terduduk di samping kasur ayahnya, dan menangis terisak~~
Advertisement


EmoticonEmoticon