3/18/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 10 PART 4

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 10 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 10 Part 3

Jun-ki benar-benar dibuat repot karena kostum gurita yg dikenakannya. Dia tak bisa kencing dengan nyaman, karena banyak tentakel yg tertempel padanya.


Tak sengaja, dia bertemu dengan pemeran figuran yg teleah beberapa kali mengalami nasib menyedihkan sepertinya, “Kita bertemu lagi. Sungguh kebetulan.”

“Iya.. Kali ini, aku dipilih untuk bermain drama anak-anak, berjudul ‘Super Aqua Man’. Aku memerankan karakter Manusia Kepiting Biru”

“Benarkah? Aku juga akan main dalam drama itu. Aku Manusia Gurita. Karena sudah bertemu, bagaimana jika kita makan gurita dan soju bersama nanti malam?”

“Kedengarannya bagus...”


Karena belum berhasil menyelesaikan tugasnya, Seo-jin dibentak dan dmarahi oleh atasaannya yg sangat rese itu. 

“Apa kamu memintaku untuk memberimu kelonggaran? Kamu yakin bisa bekerja sebagai reporter? Meski keamanan mereka ketat, kamu harus mencari tahu dengan segala upaya. Bagaimana bisa kamu diterima bekerja?”

“Maafkan aku....”

“Kamu tidak boleh kembali ke kantor hingga mengetahuinya. Jika kamu gagal mengetahuinya, berhenti saja. Kamu mengerti!?”


Kebetulan, Jun-ki lewat dan dia melihat ekspresi Seo-jin yg nampak bersedih dan tak berdaya. 

Sejenak berpikir, akhirnya Jun-ki meminta bantuan si manusia kepiting, untuk bisa menerobos masuk kedalam ruangan ganti acara ‘Masked Singer’


Meskipun mereka menggunakan cara yg sangat kekanak-kananan dan hebohnya enggak jelas, tapi pada akhirnya Jun-ki berhasil masuk.


Beberapa saat, dia sempat dibuat kebingungan karena nama-nama yg terpajang, adalah binatang laut semua.. dan betapa girangnya dia ketika menemukan nama ‘Gurita Kuning Merona’ di depan salah satu ruangan.


“Apa kamu Gurita Kuning Merona? Kamu telah menang selama tujuh pekan...”

“Iya, tapi siapa kamu?”

“Senang bertemu denganmu. Aku penjahat yang melawan Aqua Man. Aku Manusia Gurita, Lee Jun Ki. Namamu siapa?”

“Apa? Kenapa kamu bertanya?”


“Aku Gurita, kamu Gurita Kuning. Kita harus berkenalan karena kita berdua gurita.”

“Aku tidak bisa memberitahumu. Itu rahasia.”

“Ayolah, kita satu jenis. Aku sudah memberitahumu namaku. Bukankah tidak sopan jika kamu tidak memberi tahu namamu kepadaku?”

“Aku tidak bisa memberitahumu....”


Karena dengan cara halus tak berhasil, maka Jun-ki menggunakan cara yg agak brutal. Dengan dibantu oleh si Manusia Kepiting, pada akhirnya Jun-ki berhasil melihat wajah aslinya si Gurita Kuning~


Beberapa saat kemudian, Jun-ki menghampiri Seo-jin yg tengah mereung sedih.

“Kamu mempermalukan dirimu dengan menangis di depan umum...” ucap Jun-ki

“Pergi saja. Aku sedang tidak ingin bercanda...” tukas Seo-jin

“Padahal, aku ingin memberitahumu, siapa orang dibalik topeng Gurita Kunig Merona.. kalau tidak mau tahu, yasudah, aku pergi saja..”


Jun-ki benar-benar berjalan pergi, meninggalkan Seo-jin yg tiba-tiba menerima sebuah pesan masuk. Isinya adalah pesan berisi foto Jun-ki bersama dengan si Gurita Kuning, ‘Gurita Kuning Merona adalah Kang Kyun Sung’


Kebetulan, Jun-ki adalah fans Kang Sung-kyung makanya dengan sangat semangat.. dia pun minta foto bareng dengannya.


Sembari menunjukkan senyum lebar, Jun-ki kembali menghampiri Seo-jin lalu menasehatinya, “Jangan sedih. Jangan biarkan seniormu membuatmu murung seperti itu. Kamu pandai untuk bersikap berani... Seo Jin, Kamu bisa melakukannya!”


Dong-gu pulang bersama dengan Yoona. Dia terlihat sangat bahagia dan bersemangat untuk mengedit video-nya. Bahkan dia mengatkan, dirinya sama-sekali tak merasa lapar dan ingin mengedit semalaman.


Esok paginya, Yoona dibuat kaget karena melihat Dong-gu yg benar-benar tidak tidur semalaman. Tetapi Dong-gu tak merasa lelah dan tetap menunjukkan ekspresi yg gembira. Dia pun pamit pergi karena harus menunjukkan hasil editannya pada atasannya di kantor.


Dengan bangga, Seo-jin menunjukkan hasil pekerjaannya pada senior yg rese itu. 


“Serius? Ini fotonya? Bagaimana mungkin? Siappa yg membantumu?” tanyanya keheranan

“Si Gurita yang membantuku. Terkadang, dia memang sangat bodoh... tapi kadang dia sangat mengagumkan...”


Dong-gu pulang, ketika orang-orang tengah berkumpul di ruang tengah. Dengan wajah lesu, dia bercita bahwa bos-nya tak menyukai hasil editannya..


Maka, Dong-gu memutarkan video buatannya dihadapan yg lain. Beberapa detik pertama, membuat semuanya mengernyit heran, mereka tak mengerti.. mengapa perlu ada animasi perjalanan sperma menuju rahim?

“Pembukaannya memperlihatkan lahirnya kehidupan. Sperma berenang dan bertemu dengan sel telur. Lalu seorang bayi lahir. Bukankah itu realistis dan orisinal?” jelas Dong-gu

“Itu memang orisinal, tapi entah apa ini diperlukan...” komen Du-shik


Berikutnya, ada adegan bayi yg tiba-tiba keluar dari perut ibunya yg berlubang,

“Astaga. Apa itu? Kenapa bayinya keluar dari perut?”


“Kamu tidak pernah nonton film ‘The Matrix’? Bayinya tumbuh di dalam perut ibunya selama 10 bulan. Lalu dia menangis. Itu adegan dinamis seorang bayi yang dilahirkan.”

“Bukankah itu terlalu aneh?”

“Harusnya’kan kamu terlarut di dalamnya saat bayinya muncul seperti ini? Bukankah ini hanya seperti sebuah film? Adegan berikutnya seperti adegan melompat dari ‘Whispering Corridors’, Bayinya melompat dari sini dan sana.”

“Kurasa itu cukup. Aku lelah. Aku mau tidur. Terima kasih untuk ‘The Matrix’ itu.”


Soo-ah tak berkomentar jahat, dia hanya bertanya pada Donggu: “Apa kamu harus menjadi sutradara film?”

“Maksudmu???”

“Aku khawatir, apakah film-mu bisa dipertontonkan dihapan khlayak umum...”


Karena komentar dari Du-shik dan Soo-ah, Dong-gu merasa rendah diri, dia terdiam.. merenung di tempat favoritnya.


Tiba-tiba, Yoona datang menghampirinya dan duduk disampingnya lalu berkata: “Aku suka videomu. Itu seperti sebuah film. Aku mengatakan ini dengan sangat serius.. Jadi, cerialah, Dong-gu....”

“Aku ingin, tapi tidak bisa. Aku cemas aku hanya akan merekam acara ulang tahun seumur hidupku. Aku cemas tidak akan pernah berhasil menyutradarai film..”

“Kalau begitu kamu bisa mulai dari sekarang. Mulai di industri film... Bukannya kamu bilang, kamu mendapatkan tawaran pekerjaan di bidang itu?”


Dong-gu tak mengatakan apa pun, maka Yoona lanjut menyemangatinya, “Kamu terlihat sangat senang, ketika mengambil video. Kupikir kamu adalah orang yang pemarah setiap waktu. Tapi saat aku melihatmu merekam kemarin, aku sadar kamu bisa tersenyum begitu lebar seperti itu. Dan aku sadar, bahwa kamu pasti sangat menyukai pekerjaanmu...”

“Benarkah, aku sepeti itu???”

“Hmm.. Jadi, Dong-gu jangan takut. Mulailah kembali semuanya dari awal...”

“Itu tidak semudah kedengarannya...”

“Aku tidak tahu kamu se-pengecut ini...”

“Apa maksudmu?”

“Jika kamu tidak bisa melakukan apa yang kamu sukai karena mencemaskan banyak hal, apa hidupmu akan bahagia? Apa kamu tidak akan menyesalinya nanti? Apa salahnya dengan terjatuh dan tersandung? Kamu bisa memulai kembali, bukankah begitu?”


Yoona minta maaf, jika perkataannya terkesan ‘sok tahu’. Tapi yg jelas, dia berharap Dong-gu mengambil jalan yg terbaik untuknya. Karena sekarang saatnya untuk kursus, Yoona pun berdiri dan pamit pergi.


Tak lama setelahnya, Dong-gu bergegas pergi menemui pak Sutradara untuk mengatakan bahwa dirinay bersedi untuk mengambil tawaran pekerjaan itu..


Saat berjalan pulang, Dong-gu berpapasan dengan Soo-ah,

“Kenapa kamu terlihat sangat senang? Ada hal baik yg terjadi?” tanya Soo-ah

“Aku akan mulai bekerja untuk industri film. Aku akan mencoba kembali, apa pun yang terjadi...” jawab Dong-gu 

“Benarkah? Selamat....” ucap Soo-ah


“Dan aku tahu kenapa aku menyukai Yoona..” ujar Dong-gu

“Benarkah? Apa itu?” tanya Soo-ah

“Aku menyukainya begitu saja tanpa alasan. Aku hanya menyukainya...” jawab Dong-gu

“Apa maksudnya itu? Lantas, hidup Yoona dengan Sol bagaimana?” tanya Soo-ah

“Aku tidak tahu pasti tentang itu, tapi ada satu hal yang aku tahu pasti. Jika aku kehilangan Yoon Ah karena mempertimbangkan kondisi, aku tidak akan pernah bahagia. Aku akan menyesal seumur hidupku. Itu sebabnya aku ingin mengajaknya berkencan” jelas Dong-gu

“Benarkah? Kapan?” taya Soo-ah

“Sekarang..” jawab Dong-gu

50
51
Yoona baru pulang, diantar oleh Hyung-joon. Dia merasa tak enak, takutnya merepotkan.. tapi Hyung-joon tersenyum, dan mengatakan bahwa dirinya mengatar Yoona dengan sukarela.. apalagi, tujuan mereka memang searah.


Sesaat setelah mobil Hyung-joon melaju pergi, Yoona sadar kalau ponselnya ketinggalan didalam mobil. Dia pun hendak mengambilnya, namun tiba-tiba.. datanglah Dong-gu,


“Yoona, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu...”

“Apa? Ada apa?”


“Aku menyukaimu. Aku sangat menyukaimu..” ungkap Dong-gu sambil menetap, tepat ke arah mata Yoona

2 komentar


EmoticonEmoticon