3/27/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 11 PART 2

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 11 Part 1

Hari semakin larut, Jun-ki yg masih terkurung dalam lemari.. makin merasa pengap dan parahnya, dia ingin pipis. Tetapi, ketika mengintip keluar, ternyata Soo-bong masih asyik nonton drama.


Jun-ki mengirim pesan pada Dong-gu dan Du-shik, namun tak ada respon. Karena Dong-gu sedang melamun memikirkan Yoona, sementara Du-shiktelah tertidur dengan lelap.


Dalam kamarnya, Seo-jin tak bisa tidur.. dia sibuk menyelesaikan pekerjaannya, sekaligus memikirkan Jun-ki, “Bagaimana keadaannya yaa???”

Tapi kemudian,, dia menggeutu memebarahi dirinya sendiri, “Aisj! Untuk apa aku peduli padanya?! Apa aku sudah gila?!”


Sesaat kemudian,, ponselnya berdering.. ada pesan masuk dari Jun-ki, yg bilang kalau dia ingin pipis..


Meskipun tak ingin menolong.. tapi pada akhirnya, Seo-jin keluar dari kamarnya, sambil membawakan sebuah botol. Soo-bong melihatnya dan langsung bertanya, mengapa Seo-jin belum tidur.. dan berjalan sambil bawa botol?

“Ah.. aku belum ngantuk. Aku sedang mencari sesuatu, dan tanganku ingin menggenggam sesuatu..” jawab Seo-jin dengan gugup


Diam-diam, Seo-jin berhasil memberikan botol itu keapda Jun-ki. Tappi kemudian, suara pipis Jun-ki, terdengar oleh Soo-bong, yg tentunya lansgung bertanya: “Suara apa itu? Apa ada keran yg bocor?”


Dengan gugup, Seo-jin menyanggahnya.. lalu sengaja menegraskan volume TV untuk menutupi suara tersebut.


Tiba-tiba, Jun-ki mengirim pesan lagi padanya.. dia bilang, botol itu.. tak cukup untuk menampung air kencingnya. Alhasil, dengan sangat terpaksa.. Seo-jin memberikan botol minum kesayangannya untuk wadah kencing Jun-ki...


Esok paginya, ketika terbangun.. Du-shik dibuat kaget karena melihat Dong-gu yg tengah duduk dan sibuk menulis sesuatu.. ketika diintip, ternyata Dong-gu telah memenuhi satu buku, dengan coretan bertuliskan: ‘....Kenapa? Tidak. Aku Menolak. Kenapa? Tidak. Aku Menolak. Kenapa? Tidak. Aku Menolak....’


“Kamu mencoret-coret ini semalaman?”

“Kupikir selama apa pun, aku tidak mengerti. Du Shik, apa aku begitu buruk?”

“Tidak, kamu luar biasa. Kamu yang terbaik di antara semua temanku”

“Lantas, kenapa Yoona tidak menyukaiku? Bukankah dia harus mempertimbangkannya saat aku menyatakan perasaanku?”


“Bagaimana caramu menyatakannya?”

“Di depan penginapan kemarin, aku mengaku menyukainya dan ingin berpacaran dengannya. Aku mengaku menyukainya seperti pria sejati”

“Kamu menyatakannya di jalan? Bahkan tanpa bunga?”

“Ya. Apa salahnya?”

“Itu salah. Jika kamu menyatakan perasaan di jalan seperti itu, aku pun tidak akan menerimanya”

“Sungguh? Itukah sebabnya?”


Berpindah ke dalam lemari, terlihat Jun-ki yg masih terjebak.. tak bisa berbuat apa pun. Dia kesal, karena Soo-bong masih tetap duduk di posisinya dan asyik menonton drama. 


Bahkan, ketika diajak sarapan oleh yg lainnya, dia menolak.. dan lebih memilih untuk lanjut menonton dramanya.


Di meja makan, Soo-ah bercerita, bahwa kakak-nya memang penggemar berat drama Korea. Bahkan, dia rela menghabiskan uangnya untuk membayar tagihan TV Kabel untuk bisa menonton drama favoritnya..


Tiba-tiba, Seo-jin bertanya pada Dong-gu: “Sejak kapan kakak menyukai Yoona?”

“Sudah lama.. dan aku sudah memikirkannya. Jadi jangan tanya lebih banyak laigi..” tukas Dong-gu yg kemudian bertanya: “Omong-omong, Yoona kemana> Kenapa aku tak melihatnya?”

“Oh.. dia sudah berangat les..”


Du-shik pamit, karena harus pergi kerja. Soo-ah pun ikut dengannya, karena dia masih berusaha untuk menangkap mantan pacarnya yg penipu itu. 

Dong-gu bertanya: “Kamu mau ke mana? Bagaimana dengan Soo Bong?”

“Sebelum dia tahu, aku harus menangkap Yoon Seok! Kakak akan membunuhku jika tahu. Dong Gu, tolong urus kakakku” pinta Soo-ah


Ditinggal berduaan saja.. Dong-gu bertanya pada Sol: “Apa yang ibumu sukai? Bagaimana cara menyatakan cintaku agar dia menyukaiku?”


Di minimarket, Soo-ah terus berjaga dan memerhatikan setiap pengunjung.. tapi karena tak ada yg datang, dia pun melirik Dushik yg masih asyik menulis novel onlline-nya.

“Memangnya, kamu mendapatkan bayaran karena menulis cerita semacam itu?” tanya Soo-ah

“Tidak.. tapi aku senang melakukannya” jawab Du-shik


Sambil menulis, Du-shik mencari ide tentang jurus-jurus berkelahi  yg terinpirasi dari Bruce Lee. Salah satunya, adaah jurus ‘colok mata’. Dia sangat membanggakan jurus itu, bahkan sampai menunjukkannya di hadpan Soo-ah...

“Memangnya itu mempan? Coba saja padaku..” ujar Soo-ah

“Kamu tidak takut?” tanya Du-shik

“Kenapa harus takut..” jawab Soo-ah


Du-shik menunjukkan jurusnya, tapi dengan mudah Soo-ah menghindar.. dan hal itu, malah membuat jari Du-shik yg tersakiti~


Akhirnya, drama yang ditonton Soo-bong, tamat juga. Tapi Soo-bong, sangat menyukai drama itu.. meskipun genre-nya sangat aneh dan tak masuk akal, tapi ceritanya sanat menarik (untuknya). Alhasil, dia pun berniat untuk menontonnya lagi dari awal..


Karena masih pagi, di tempat kursus belum ada yg datang selain Yoona dan Hyun-joon. Merasa penasaran, Hyun-joon bertanya, tentang kejadian yg kemarin dia lihat.. antara Yoona dengan Dong-gu. Namun sayangnya, Yoona menegaskan bahwa dirinya tak ingin membahas hal itu.


Setelah sekian lama menunggu.. akhirnya mantan pacar Soo-ah datang, dan lagi-lagi dia hendak membeli ramen Thailand.


Soo-ah mengenai suara mantannya, maka dia pun langsung bergegas mengejarnya. Tapi si mantan, buru-buru kabur keluar..


Kebetulan, Du-hik baru kembali dari toilet. Dia melihat mantan pacar Soo-ah.. dan dia mencoba untuk menghadangnya. Sejenak berpikir, akhirnya Du-shik nekat menggunakan jurus ‘colok mata’, yg kali ini.. untungnya berhasil untuk melumpuhkan si mantan.


Setelah menonton drama yg sama untuk kedua kalinya.. akhirnya, Soo-bong merasa lelah dan bangkit dari tempat duduknya.


Jun-ki memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur. Tapi naas, karena Soo-bong memergokinya..

Sontak, suasananya berubah jadi sangat menegangkan. Sejenak terdiam, tiba-tiba Jun-ki mendapatkan ide ‘kebohongan’, yakni dengan mengatakan bahwa dirinya adallah saudara kembar Lee Jun-ki, yg bernama Lee Jun-gu. Lebih jelasnya, dia adalah saudara yg tak pernah di akui keberadaannya..


Soo-bong tak mempercayai hal itu dengan mudah, maka dia pun bertanya pada Dong-gu yg kebetulan baru keluar dari kamarnya. Dong-gu bingung.. apa yg sebenarnya terjadi?

Tapi setelah melihat kerlingan mata Jun-ki, akhirnya dia lansgung sadar bahwa ‘lagi-lagi’, Jun-ki tengah bersandiwara. Maka dengan terpaksa, Dong-gu harus mengikuti skenario aneh ini..


Setelah melihat sikap Dong-gu, akhirnya Soo-bong precaya bahwa Jun-ki memang telah mati dan yg berdiri dihadpannya adalah Jun-gu.


Tapi kemudian, Soo-bong bertanya: “Dimana Jun-ki dimakamkan?

“Jasadnya dikremasi”

“Lalu di mana rumah abunya?”

“Kami ingin menaruh di satu tempat, tapi akhirnya kami menebar abunya”

“Artinya, ada tempat khusus kalian menebar abunya. Beri tahu aku. Lebih baik lagi, bisa antar aku ke sana? Aku pergi ke luar negeri besok karena ada pertarungan. Biarkan aku berpamitan dengan kawanku sebelum pergi. Apakah itu permintaan sulit?”
Comments


EmoticonEmoticon