3/27/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 11 PART 4

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 11 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 11 Part 3

Jun-ki dan sobat figurannya, baru selesai syuting. Mereka sama-sama mengeluh, kelelahan setelah melakoni adegan pertarungan dengan karakter aqua man.


Tapi tak lama kemudian, lewatlah figuran lainnya dalam kostum binatang laut ‘aneh’.. yg bahkan menutuppi seluruh tubuhnya hingga membuatnya terjatuh di hadapan orang-orag.

Melihatnya, seketika membuat Jun-ki berkomentar: “Setidaknya situasi kita lebih baik darinya...”


Sobat figurannya, bercerita tentang Sutradara Kim yg akan memproduksi drama baru, dan proses casting telah berlansgung kemarin. Jun-ki sedih, karena tak tahu akan hal itu.. dia pun bertanya-atanya, apakah ada cara untuk bisa ikut casting susulan?


Untungnya, Jun-ki ppunya teman yg kebetulan,, menajdi asisten sutradara Kim. Temannya ini agak aneh.. dia  tak bisa mendengar suara dalam ambang normal, dan kalau berbicara selalu dengan nada tinggi.


Ketika ditanya kenapa, ternyata.. dia mengalami kecelakaan saat adegan pengeboman di lokasi syuting. Sekarang, dia masih menjalani perawatan, dan mungkin akan sembuh (suatu saat nanti)

Jun-ki bisa berbicara dengannya, tapi mesti dengan suara bernada tinggi dan hal itu membuatnya menjadi pusat perhatian orang-orang. Jun-ki tak malu akan hal itu, yg penting dia bisa punya kesempatan untuk ikut casting. Namun sayangnya, temannya pun.. agak sulit untuk mebgusakahan hal itu, karena sutradara Kim sangat sibuk.


Tiba-tiba, lewatlah Seo-jin yg kebetulan ada kerjaan untuk mewawancarai seseorang di kantor ini. Dia sempat menyapa Jun-ki, tapi hanya sebentar kemudian pergi lagi..


Setelah sebelumnya mengatakan tak bisa.. tiba-tiba, teman Jun-ki berubah pikiran dan mengatakan bahwa dia akan membujuk  Sutradara Kim, tapi dengan satu syarat---


Di kantornya, Dong-gu terus melamun sambil mencoret-coret bukunya. Padahal, sutradara serta yg lainnya, tengah sibuk memikirkan aktor, untuk memerankan karakter orang arab tapi bisa berbahasa Korea.


“Dong Gu, kamu punya ide?” 

Tanpa tauhu pertanyaannya apa, spontan Dong-gu menjawab: “Hyun Joon!”

Tapi tak disangka-sangka.. jawaban Dong-gu, mednapat pujian dari sutradara, yg mengiranya barusan menyebut nama aktor Shin Hyun-joon..


Karena Hyun-jooon telah meminjamkan dapur untuknya berlatih, Yoona mentraktirnya jajan tteokbokki.


Dalam perjalanan pulang, terjadi sebuah insiden.. Hyun-joon, tak sengaja menginjak mainan mobil-mobilan, yg membuatnya kepleset dalam posisi punggung yg jatuh duluan..


Seo-jin baru pulang.. dia kelelahan san lasgung berbaring di kasurnya. Tapi tiba-tiba Junki menelponnya dan mengajaknya bertemu, “Datanglah kesini.. aku akan mentraktirmu makan enak..”


Meskipun lelah, tapi kemudian Seo-jin bangkit dan merias wajahnya dengan gembira..


Sesaat kemudian, Seo-jin sampai di tempat yg diminta. Namun betapa kecewanya dia, karena ternyata.. Jun-ki ingin menjodohkannya dengan asisten Sutradara Kim, yg bernama Kim Jae-woo..

Ternyata.. inilah syarat yg diajukan Jae-woo, jika Jun-ki ingin ikut casting susulan dengan Sutradara Kim..

Seo-jin merasa tak nyaman, apalagi dengan tingkah Jae-woo yg kalau bicara.. selalu berteriak, atau menggunakan nada yg tinggi..


Seo-jin mengajak Jun-ki untuk bicara empat-mata. Dia mengungkapkan kekesalannya dan menegaskan bahwa dirinya akan pulang saja. Tapi Jun--ki menunjukkan wajah yg memelas, dan memohon bantuan dengan sangat..


Tak tega, akhirnya Soo-ji bersedia membantu, “Hanya malam ini saja! Pokoknya, setelah makan.. aku akan lansgung pulang!” tegasnya


Di penginapan, Dong-gu pulang.. dengan membawa sekotak kaus kaki bau busuk, milik Sutradaranya. Katanya sih, dia diminta untuk mencuci kaus kaki tersebut..

“Kenapa kamu mengurus Sol? Yoon Ah di mana?” tanya Dong-gu

“Dia belum kembali sejak tadi pagi”

“Apa? Belum? Ini sudah malam!”

“Kenapa? Kamu cemas? Katamu kamu tidak peduli dengannya lagi”

“Aku tidak cemas. Aku hanya lapar!”


Ponsel Du-shik berdering ada telpon dari Yoona yg mejelaskan bahwa dia akan pulang larut. Dia ada di rumah Song Hyun Joon. Hyun Joon cedera dan anaknya sakit, jadi, Yoona harus merawatnya.

“Maksudnya mereka berduaan di rumahnya? Semalam ini? Bagaimana jika terjadi sesuatu di antara mereka?” tanya Dong-gu

“Kamu pasti cemas, Dong Gu..” tukas Soo-ah

“Apa maksudmu? Aku tidak cemas sama sekali. Apa maksudmu? Aku tidak cemas sama sekali!” tegas Dong-gu 


Tiba-tiba, Dong-gu berdiri dan mengangkat ponselnya.. Dia bilang pada yg lainnya, bahwa sutradara memintanya datang, karena membutuhkan kaus kaki favoritnya. Dia pun pamit, dan bergegas pergi..


Padahal ternyata, itu hanya alasan Dong-gu untuk bisa mendatangi Yoona. Awalanya, dia datang ke tempat kursus.. namun tempat itu telah sepi, hanya ada pemilik gedung disana. 

Dong-gu berbohong, dengan mengatakan bahwa dirinya memiliki paket untuk Hyun-joon. Intinya, suppaya dia dikasih alamat rumah Hyun-joon..

Tapi ahjussi itu, agak keras.. dia meragukan sikap Dong-gu dan mengatakan, bahwa paket itu bisa disimpan padanya. biar besok, dia saja yg berikan pada Hyun-joon..


Tak bisa menyerah, Dong-gu berkata: “Tidak. Ini pengiriman penting. Aku harus segera mengantarkannya. Sepertinya ini makanan. Ini sudah mulai membusuk. Ciumlah. Baunya busuk.”

Karena baunya memang sangat busuk, akhirnya ahjussi itu memercayaii perkataan Dong-gu dan memberinya lamat Hyun-joon..


Dalam waktu singkat, Dong-gu samapi disana. dia menekan bel, dan yg membuka pintu adalah Yoona.. dia berpura-pura, seakan ini merupakan sebuah kebetulan, “Kenapa kamu ada di rumah sutradaraku?” tanya Dong-gu

“Rumah sutradaramu? Ini rumah Hyun Joon”

“Sutradaraku menyuruhku mengantarkan sesuatu, jadi, aku mengantarkannya. Apa dia salah memberikan alamat?”


Meskipun bilangnya salah alamat, namun Dong-gu bersikeras ingin minum teh dulu di tempat ini. Tapi tiba-tiba, ponsel Yoona berdering, Du-shhik menelponnya dan memberitahu kalau Sol tengah rewel..


“Dong Gu, Sol tidak bisa berhenti menangis. Aku harus pergi. Bisakah kamu tetap di sini sebentar? Tolong rawat dia..” pinta Yoona


Sesampainya di rumah, Yona langsung menceritakan kejadian barusan pada yg lainnya: “Rumah sutradaranya pasti ada di gedung yang sama. Dong Gu pikir itu rumah sutradaranya. Kami tidak sengaja bertemu saat dia salah menekan bel”

“Kebetulan yang mustahil”

“Pasti sangat canggung rasanya saat dua orang asing bersama”


Jun-ki masih asyik melihat akun instagram-nya, yg sekarang punya seorang folllowers yg selalu mengomentari postingannya,

‘Semangat, Jun Ki’
‘Aktingmu yang terbaik’ 
-dari @junki_love‘


Melihatnya, spontan membuat Du-shik berkomentar: “Astaga. Memang benar dunia itu luas dan penuh orang gila”


Tak lama kemudian, terdengar suara GPS yg sangat kencang... beserta teriakan Jae-woo. Soo-jin masuk, namun wajahnya sangat murung dan dia langsung masuk kamar..


Jun-ki mengejarnya dan bertanya, “Kenapa?”

“Tidak lihat? Gendang telingaku nyaris pecah karena dia?!”

“Bersabarlah. Dia sedang menjalani perawatan. Dia akan membaik setelahnya”

“Karena sudah mengenalkanku  dengannya, sekarang kamu puas?”

“Tunggu Seo Jin.... Masih ada beberapa hari lagi hingga audisi. Tidak bisakah kamu menemuinya sampai saat itu?”

“Tidak!”


“Baiklah. Kini audisinya mustahil. Jika dramanya sukses, aku akan menyesali momen ini seumur hidup. Kurasa aku ditakdirkan tidak terkenal selamanya...”


“Baiklah. Tapi hanya sampai audisi...”

“Seo Jin, terima kasih..”


Ditinggal berduaan, membuat Dong-gu dan Hyun-joon, sama-sama dibuat canggung. Sementara Dong-gu sibuk menyusun mainan mobil-mobilan.. Hyun-joon terlihat berdiri, menahan pipis..


Tapi beberapa saat kemudian, terdengar suara Hyun-joon yg berteriak: “Bisakah kamu masuk dan membantuku?”

Ternyata, dia pipis di WC duduk tapi tak bisa berdiri lagi. Alahasil, dia pun minta bantuannya Dong-gu..


Dong-gu sangat geli untuk melakukannya. Dia hanya mengulurkan tangan, tanpa mau melihat kebelakang...


Tapi, terjadilah insiden yg ta diharapakan. Hyun-joon kepleset sabut dan sia terjatuh.. maka tak sengaja, Dong-gu yg inginn membantunya, malah melihatnya dalam kondisi yg menijijikkan sekaligus kurang enak dilihat..

“Astaga. Aku melihatnya. Coba tutupi dengan sesuatu! Kenapa kamu harus melakukan ini kepadaku?!?!?!?!?”  teriak Dong-gu


Keesokan paginya, Dong-gu pulang.. dia berjalan lesu dan wajahnya sangat pucat.

“Apa sesuatu terjadi?” tanya Yoona

“Tidak, tidak ada apa-apa...” jawabnya dengan kikuk


Ketika Jun-ki dan Du-shik tengah menikmati ramen.. Seo-jin pulang, sambil membawa sebuket bunga di tangannya.


“Hei, Chewbacca! Apa itu? Apa? Dia memberikannya kepadamu?”

“Dia mengajakku berpacaran...”

“Sungguh?”

“Menurutmu aku harus bagaimana? Haruskah aku berpacaran dengannya?”

“Itu keputusanmu. Jika kamu tidak menyukainya...”


“Oppa.. Bisakah aku bertanya sesuatu? Apa aku bukan seorang wanita bagimu?”

“Kamu bicara apa?”

“Bagiku, kamu seorang pria. Aku harus bagaimana?”

“Tentu saja, aku seorang pria. Aku bukan wanita”


“Bukan itu maksudku. Kurasa... aku menyukaimu...”

“Apa?!”

“Aku menyukaimu....”
Comments


EmoticonEmoticon