3/26/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 11 PART 1

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 11 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 10 Part 4

DONG-GU: “Aku menyukaimu. Aku sungguh menyukaimu, Yoona..”

YOONA: “Dong Gu, ini sangat mendadak”

DONG-GU: “Aku menyukaimu, Yoona. Jadi, maukah kamu menjadi pacarku?”


YOONA: “Aku tidak mau”

DONG-GU: “Apa? Kenapa? Karena keadaanmu? Jangan khawatir. Aku mengajakmu berhubungan, karena siap bertanggung jawab atas dirimu dan Sol”

YOONA: “Aku tidak memintamu bertanggung jawab atas kami”

DONG-GU: “Bukan itu maksudku”

YOONA: “Lalu kamu pikir ibu tunggal beranak satu sepertiku, harus selalu mau berpacaran dengan orang sepertimu jika diminta?”

DONG-GU: “Yoona, bukan begitu maksudku”

YOONA: “Sudahlah. Anggap ini tidak pernah terjadi”

Hyun-joon menghampiri Yoona untuk mengembalikan ponselnya. Momen ini, dimanafatkan Yoona untuk menghindari Dong-gu..


Tak lama kemudian, Soo-ah pulang. Dia menghampiri Dong-gu dan bertanya: “Kamu baik-baik saja?”

“Soo Ah. Barusan dia menolakku?”

“Ya, dan hanya dalam lima detik”

“Lima detik? Kenapa? Kenapa?”


Seo-jin sibuk dengan pekerjaanya. Jun-ki yg duduk disebelahnya bertanya: “Chewbacca, apa rencanamu akhir pekan ini?”

“Pegawai baru tidak berakhir pekan. Harus kutonton semua acara ragam dan drama untuk menulis ulasan! Mereka selalu menyuruhku mengerjakan ini dan itu..”

“Astaga. Kamu bercita-cita menjadi reporter. Setelah menjadi reporter, kamu tidak puas?”


“Telingaku gatal. Chewbacca. Untuk merayakan karier barumu, bersihkan telingaku. Sepertinya ada kotoran besar. Lihatlah...” ucap Jun-ki sambil berbaring di pangkuan Soo-jin

“Apa-apaan kamu?” ujar Seo-jin, yg kita lihat pipinya langsung memerah. Dia tak mengatakan apa-apa, tapi lansgung mendorong badan Jun-ki, hingga terjatuh ke lantai..


Bersamaan dengan itu, amsuklah Jun-ki yg mengejar Yoona untuk minta penjelasan: “Yoona, jelaskanlah kepadaku. Kenapa kamu tidak mau berhubungan denganku? Silakan tolak aku, tapi aku ingin tahu alasannya”

“Aku tidak mau berpacaran denganmu. Aku tidak mau membahasnya. Aku sudah boleh pergi?”


Mendengar perbbincangan mereka, tentunya membuat para penguni Waikiki kaget.. karena selain Soo-ah, tak ada yg tahu bahwa Dong-gu menyukai Yoona~


Dong-gu menyendiri, sambil mibum bir di depan minimarket. Kebetulan, Soo-ah lewat sana, maka dia pun menghampirinya,


Dengan wajah memelas, Dong-gu bertanya: “Soo Ah, apa aku sangat tidak menarik? Aku tidak seburuk itu, bukan? Penampilanku lumayan, aku tinggi. Aku tinggi dan... Aku tinggi... ya begitu.. Maksudku, aku tidak seburuk itu, bukan?”

“Kamu ingin kebenaran atau kebohongan yang manis?”

“Sudahlah. Terserah. Aku mau ke toilet”


Ponsel Soo-ah berdering.. dia kaget, karena ada telpon dari kakaknya..


Dia pun berusaha tenang dan mengangkatnya.. cia berbicara dengan kakaknya, mengatakan ahwa dirinya tengah bersenang-senang di Amerika..

Namun kebetulan yg sangat luar biasa, karena ternyata.. kakaknya itu, menelpon dari tempat yg berdekatan dengannya. Alhasil, dia pun melihat keberadaan Soo-ah


“Kenapa kamu ada di sini? Seharusnya kamu berada di Amerika?!”

“Sebenarnya... Biar kujelaskan...”


Dong-gu yg baru kembali dari toilet, tak melihat kehadiran kakanya Soo-ah dan malah berkata: “Soo Ah, ayo pulang dan tidur.. Aku lelah...”

“Sebentar. Ayo pulang dan tidur? Kalian tinggal bersama? Bukannya, Kalian sudah putus?”


Dong-gu ingin menjelaskan yg sebenarnya, namun Soo-ah memotong pembicaraan dan berkata: “Aku putus dengan Yoon Seok dan kembali bersama Dong Gu. Aku tidak ingin Kakak cemas, jadi, mengaku berada di Amerika”

“Benarkah? Tapi kenapa kamu tinggal bersama Dong Gu? Bagaimana apartemenmu?“

“Lagi pula, kami akan menikah. Dong Gu ingin aku tinggal dengannya dan berhemat”

“Kalian akan menikah? Benarkah? Omong-omong, di sini dingin. Mari pergi ke penginapanmu. Ayo!”


“Apa-apaan kamu?” bisik Dong-gu

“Maaf. Kamu tahu kakakku seperti apa. Bantulah aku kali ini saja. Kakak akan membunuhku jika tahu aku telah ditipu..” tuutr Soo-ah

“Baiklah, tapi tunggu.... Jun Ki ada di penginapan, bukan?” ujar Dong-gu, yg kemudian buru-uru menelpon Jun-ki..


Jun-ki sendiri, tengah kegirangan mengguncingkan Dong-gu yg ditolakk Yoona hanya dalam waktu 5 detik.. dia bahkan, beniat untuk menjulukinya dengan sebutan ‘si 5 detik’


Tapi kegirangan itu, lansgung sirna.. seketika dia menerima telpon dari Dong-gu yg memeberithaunya kalau Soo-bong dalam perjalanan menuju penginapan, “Soo Bong? Dia menuju kemari? Maksudmu ke sini? Aku akan kabur. Hubungi aku jika dia sudah pergi. Jika melihatku, dia akan menghabisiku”


Baru berjalan beberapa langkah, Soo-bong telah sampai. Maka Jun-ki buru-buru mencari tempat persembunyian, yakni didalam lemari.. yg berada di ruang tengah..


Soo-bong sepertinya sangat sering datang ke penginapan ini, sewaktu Soo-ah dan Dong-gu masih pacaran dulu. Terbukti, dari sikapnya yg sangat ramah terhadap Seo-jin dan Du-shik.


Namun, ketika melihat fotonya Jun-ki, tiba--tiba dia marah: “Tampaknya tidak ada perubahan berarti di sini. Apa ini? Itu Jun Ki. Kenapa fotonya masih di sini? Kenapa kalian memajang foto orang mati?”


Tapi Dong-gu, buru-buru mengendalikan keadaan dengan berkata: “Jun Ki. Aku masih tidak percaya dia sudah tiada..”

“Siapa yang menyangka dia akan meninggal seperti itu? Bisa-bisanya dia disambar petir..” sahut Du-shik

“Benar sekali. Aku yakin itu hukuman untuknya. Beraninya dia merebut pacar temannya! Ditambah lagi, itu pacarku. Aku tidak boleh menggunjing orang mati, tapi mungkin ada baiknya dia mati seperti itu. Seandainya tertangkap olehku, dia akan dirawat seumur hidupnya di rumah sakit dalam keadaan koma...” tutur Soo-bong, yg tentunya membuat yang lain bergidik ngeri


Tak lama kemudian, datanglah Yoona.. yg mencari Jun-ki untuk memberikan surat...

“Yoona, kamu kumat lagi. Jun Ki sudah meninggal, ingat?” ujar Du-shik

“Apa maksudmu? Tadi dia ada di sini” tegas Yoona


“Kamu belum minum obat, ya? Jangan pernah melewatkan minum obat!!!!” ujar Du-shik, sambil menyeret Yoona untuk masuk kamar


“Apa maksudnya tadi? Siapa dia?”

“Dia pegawai di sini. Dia belum bisa melupakan musibah Jun Ki. Dia percaya Jun Ki masih hidup”

“Sungguh? Kasihan sekali, Wanita itu masih muda...”


Dalam kamar, Du-shik menceritakan yg sebenarnya terjadi. Dan Yoo-na benar-benar heran karenanya, “Jun Ki merebut pacar kakaknya Soo Ah?”

“Ya. Soo Bong bertekad untuk membunuh Jun Ki”

“Jadi, kamu berbohong kepadanya dan bilang Jun Ki sudah meninggal?”

“Kami berusaha mencegahnya, tapi ini ide Jun Ki. Masalahnya, Soo Bong adalah petarung UFC. Dia mesin pembunuh. 19 kali menang dengan KO dari 19 pertandingan”

“Tetap saja, kenapa berbohong begitu?!”


Hari semakin larut, bukannya pulang.. Soo-bong malah izin menginap disini.. karena mendapatkan informasi bahwa pemanas air di tempatnya rusak., “Aku bisa menginap di sini, ‘kan? Dong Gu, aku akan pergi ke luar negeri dua hari lagi. Bolehkah aku menginap di sini selama dua hari?”

“Dua hari? Jangan! Ada pertarungan beberapa hari lagi. Jagalah dirimu baik-baik. Dengan orang sebanyak ini, di sini berisik dan tidak nyaman”

“Tenang saja. Aku terbiasa tinggal dengan banyak orang saat latihan”

“Tapi tidak ada kamar kosong saat ini”

“Aku juga bisa tidur di sofa”


“Aku akan tidur di sofa. Pakai kamarku saja” tukas du-shik

“Aku tidak suka merepotkan” jawab Soo-bong

“Ayo minum bir untuk mengenang masa lalu” ajak Dong-gu

“Aku menjaga bobot badanku demi pertarungan, tidak bisa minum. Aku juga ingin menonton drama yang belum kutonton selama latihan” jawab Soo-bong


Hari makin larut, Jun-ki sudah tak tahan diam dalam lemari. Tapi dia tak bisa keluar, karena masih ada Soo-bong: “Kenapa dia masih menonton drama? Malam sudah larut. Aku harus pipis dan kakiku mati rasa. Aku bisa gila!” keluhnya

1 komentar


EmoticonEmoticon