3/05/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 7 PART 2

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 7 Part 1

Du-shik berbicara empat mata dengan Jun-ki. Mereka sepakat, untuk merahasiakan pekerjaan ini antara mereka berdua saja. Namun Jun-ki maish tak menyangka, bahwa selama ini Du-shik mengerjakan skenario untuk film erotis, “Katamu, film bergenre keluarga..”

“Hyung.. maksudmu apa?”


Ketika melihat posternya, terpapampang tulisan ‘Selamat tinggal adik-ipar’, yg seketika membuat Jun-ki berkomentar, “Ohiyaya.. judulnya memang tentang keluarga..”


Sutradara dan Mal-geum sama-sama memilih Jun-ki sebagai kandidat pemeran utama pria. Hal tersebut, membuat Du-shik panik sendiri, “Tidak mungkin.. tidak boleh.. jangan sampai, Jun-ki melakukan adegan ranjang dengan Mal-geum..” gumamnya dalam hati

Pulang ke rumah, Du-shik makin dibuat panik setelah melihata Jun-ki yang tengah berolahraga keras karena mengetahui bahwa dirinya terpilih untuk menjadi pemeran utama dalam film tersebut.


Du-shik: “Hyung.. kamu benar-benar setuju untuk membintangi film itu?”

Jun-ki: “Tentu saja, karena aku butuh uang.. supaya bisa membuat Dong-gu merangkak dibawah kakiku!”

Du-shik: “Bagaimana, kalau orangtuamu menonton film-nya nanti?”

Jun-ki: “Orangtuaku? Tak masalah.. karena mereka sama-sama suka menonton film porno!”

Du-shik: “Kalau nanti, istrimu menontonnya bagaimana?”

Jun-ki: “Istriku? Tak masalah, karena aku akan menikah dengan wanita yg suka menonton film porno..”

Du-shik: “Hmmm.. bagaimana, kalau nanti anakmu menontonnya?”

Jun-ki: “Anakku? Tak masalah, karena kita akan menontonnya sama-sama.. ah lagipula, syuting film porno itu, bukanlah tindakan kriminal! Ini termasuk bagian dari seni!”


Beberapa hari ini Soo-ah menghabiskan waktunya di sauna. Dia sengaja, tak mengangkat seluruh telpon dari Dong-gu, mungkin karena dia tahu diri dan merasa malu dengan inisden yg menimpa dirinya.

Pemilik sauna menghampirinya, dan menagih bayaran. Soo-ah bilang dirinya akan membawayar tagihannya, ketika meninggalkan sauna ini.

“Aku ingin kau mebayarnya sekarang..”

“Ahjumma! Kau kira, aku akan kabur tanpa memeberikan bayarn!”


Soo-ah pergi ke ruang ganti, untuk mengambil uang dalam kopernya. Namun dia lansgung panik, karena menyadari bahwa dompetnya telah tiada..

Si ahjumma tak bisa memberikan toleransi apa pun, dan langsung melaporkan Soo-ah pada pihak polisi.


Ditengah rumah, Dong-gu terus mencoba untuk menghubungi Soo-ah, namun tetap tak ada respon. Seo-jin lagi-lagi, menduga kalau Dong-gu memang masih cinta pada Soo-ah,

“Tidak! Kubilang, aku tak punya perasaan apa pun lai untuknya!” tegas Dong-gu

Yoona yg juga berada bersama dengan mereka, sadar kalau sekarang saatnay untuk makan malam. Maka dia pun pergi ke dapur untuk memasak sesuatu.


Dong-gu mengikutinya, lalu ketika berduaan saja.. dia menjelaskan lebih pasti bahwa dirinya benar-benar tak memiliki perasaan apa pun untuk Soo-h, “Bukankah.. hal yg wajar, jika aku menolong mantan pacarku? Jadi kumohon kamu jangan salah faham yaa..”

Dengan datarnya, Yoona menjawab, “Kenapa, aku mesti salah faham? Memang sudah seharusnya ‘kan.. kamu membantu Soo-ah..”

Karena bahan makanan habis, maka Yoona pait pergi berbelanja, “Dong-gu ssi.. kamu ingin titip sesuatu?”

“Tidak..” jawab Dong-gu dengan ketus


“Hah.. sepertinya, dia tak peduli sedikit pun padaku. Sudahlah, aku pun, tak peduli padanya!” gumam Dong-gu.


Tiba-tiba, ponselnya berdering dan ada telpon dari polisi. Bergegas, Dong-gu berangkat menemui Soo-ah yg tengah diinterogasi, dalam kondisi yg masih mengenakan pakaian dari sauna..


“Maaf.. aku merepotkanmu lagi, karena polisi terus memintaku untuk menelpon orangtuaku.. jadi aku tak punya pilihan lain..” papar Soo-ah


Dong-gu tak banyak berkomentar, dia memakainkan jaketnya di badan Soo-ah, lalu mengajaknya pulang ke penginapan.


Soo-ah menolak untuk masuk, karena dia sadar akan tindakan buruk yg telah dia lakukan pada Dong-gu,

“Kau.. setidaknya, setelah mencampakanku, sekarusnya kau menjalani kehidupan yg lebih baik. bukannya malah seperti ini! Berhenti membuatku khawatir dan tinggallah disini!” ujar Dong-gu yg kemudian meraih tangan Soo-ah, “Tuh.. tanganmu sampai beku begini..” ucapnya


Tanpa Dong-gu sadari.. ternayta Yoona telah berdiri di depan pagar dan melihat semuanya, “Hfft.. ada apa denganku ini..”


Karena tak rela, Jun-ki melakukana degan ranjang dengan Mal-geum, maka Du-shik secara diam-diam memberikam kenari pada Dong-gu yg tengah tertidur.


Esok paginya, Jun-ki bbbuat kaget karena banyak bintik-bintik merah di seluruh wajahnya. Selain itu perutnya pun terasa mules, “Bagaimana ini.. ada pembacaan naskah sekarang dan beberapa hari lagi, syutingnya dimulai..”

“Hyung-- kurasa, kamu harus melepaskan peran itu..

“Bisakah, kamu membujuk sutradara untuk mengundur jadwal syutingnya?”

“Tidak mungkin.. dia sangat benci kalau jadwalnya diundur. Aku akan berusaha menceritakan semuanya pada sutradara, kemudian memohonnya supaya dia tidak minta ganti rugi darimu..”

“Baiklah... Terimakasih..”


Tiba-tiba, Dong-gu masuk kamar. Dia melihat kondisi Jun-ki dan menganggapnya sebagai alasan belaka, supaya semua orang mengira bahwa Jun-ki tak bisa mencari uang pinjaman karena konsisi sakit yg dideritanya.


Merasa direndahkan, maka Jun-ki langsung berubah fikiran. Dia menutupi bintik merah di wajahnya dengan bedak tebal, “Tunggu saja! Aku akan membintangi fil ini dan mendapatkan uang yg banyak!” tegasnya dengan penuh gairah


Sepanjang jalan, Du-shik terus memohon pada Jun-ki untuk tidak mengambil peran dalam film-nya. Hal tersebut, membuat Jun-ki bertanya, “Memangnya kepana?”


“Karena cinta pertamaku!” teriak Su-shik yg seketika membuat Jun-ki mengehentikan langkahnya dan bertanya balik, “Sejak kapan.. kamu cinta padaku?”

“Aku berbicara tentang Mal-geum! Dia adalah cinta pertamaku!” tegas Du-shik

“Hmm.. Nama panggilankau adalah Mal-geum.. darimana kamu mengetahuinya?” tanya Jun-ki

“Aku berbicara tentang Cherry!” teriak Du-shik, “Cherry adalah Mal-geum! Dialah cinta pertamaku!”

“Oh.. begitu yaaa? Mestinya kamu mengatakan hal ini padaku lebih awal.. tapi gimana dong, aku akan tetap membintangi fil ini..” ujar Jun-ki yg kemudian menegaskan bahwa dirinya butuh banyak uang untuk membalaskan dendamnya pada Dong-gu


“Baiklah Hyung.. kalau kau membutuhkan uang, aku bisa membantumu--”


Berpindah ke sebuah kafe, tempat rapat dengan sutradara dan Mal-geum.. Du-shik berbohong, dengan menceritakan bahwa Jun-ki diseret paksa untuk memgikuti wajib militer makanya dia tak bisa melakoni peran utamanya dalam film ini..

“Yah mau gimana lagi.. Hmm, Bong cakka aku telah men-transfer bayaranmu via rekening. Kamu bisa mengeceknya sendiri..” ungkap sutradara


Ketika Dong-gu tengah melamun sendirian, datanglah Jun-ki yang dengan penuh percaya diri lansgung melemparkan segepok uang padanya, “Bayarlah utangmu.. dan gunakan kembaliannya untuk membeli permen!”


Dong-gu kaget.. dia tak percaya, kalau Jun-ki, bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Dan Jun-ki, dia langsung meminta Dong-gu untuk memenuhi janjinya, yakni menyebutnya ayah dan merangkak dibawah kakinya.


Dong-gu benar-benar melakukan hal tersebut, yg tentunya membuat Jun-ki senang bukan main--


Esok paginya, geng Waikiki sarapan bersama di meja makan. Jun-ki dengan bangga, memamerkan fakta bahwa Dong-gu kini memanggilnya dengan sebutan ‘ayah’


Tiba-tiba, datanglah Soo-ah.. dengan gayanya yang ingin terlihat berkelas tinggi. Dia mengomentari ini dan itu, yang tentunya membuat geng Waikiki merasa jengkel~~


“Oppa.. kapan kamu akan menyuruhnya pergi?” tanya Seo-jin

“Dia akan tinggal disini dalam waktu yg cukup lama. Aku melihatnya menandatangani surat perjanjian dengan Dong-gu, tadi malam..” papar Du-shik

“Sudahlah.. meskipun tingkahnya kekanakan, tapi Soo-ah adalah orang yg baik..” jelas Dong-gu

“Kau selalu membelanya.. jelas-jelas, kau masih suka padanya ‘kan?!” ujar Jun-ki

“Tidak!” tegas Dong-gu


Bahkan, secara khusus Dong-gu sampai menjelaskan hal ini pada Yoona dihadapan yg lainnya, “Kumohon jangan salah faham.. aku tak ada perasaan apa pun pada Soo-ah..”


Tingkah itu membuat yang lainnya berasumsi kalau sebenarnya Dong-gu punya perasaan pada Yoona. Merasa dirinya tersudutkan, maka Dong-gu segera bangkit dan berjalan pergi sambil mengumpat gak jelas~

3 komentar

  1. mksh min sinopsis2nya ada bbrp drama baru lain bln ini semoga di up jg disini sinopnya kaya good witch,my husband oh jak doo,great seducer, children of lesser god dll. fighting min

    BalasHapus
  2. @devita heheh, iya masamaaa :))

    BalasHapus
  3. Menunggu part selanjutnya... Semangat min...

    BalasHapus


EmoticonEmoticon