3/05/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 7 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 7 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 7 Part 2

Dalam kamar, Jun-ki menceramahi kedua temannya. Dong-gu terlihat begitu sensitif, dia sibuk membaca majalah dan tak peduli dengan tingkah Jun-ki. 


Du-shik tertawa sendiri, membuat Jun-ki bertanya: “Kamu kenapa?”

“Ah.. ada sms dari Mal-geum..” jawab Du-shik

“Oh.. Mal-geum si Cherry itu..”

“Mal-geum? Cherry? Siapa dia?” tanya Dong-gu

“Hmmm.. dia temanku sewaktu SD. Nama Korea-nya Mal-geum dan nama Amerika-nya Cherry. Dia sempat tinggal di luar negrei cukup lama..” jelas Du-shik

“Oh, jadi dia wanita..” komen Dong-gu


Jun-ki menggoda Du-shik, dengan bertanya hubungan mereka sudah sampai mana? Du-shik bilang, mereka hanya sebatas teman..

“Hey! Teman itu akan jadi pacar.. lalu pacar akan jadi istri.. kemudiaan istri akan bertengkar dengan suami.. dan kalian akan bercerai di pengadilan! Jadi perjuangkanlah cintamu!” ujar Jun-ki

“Sejujurnya, aku peduli pada Mal-geum tapi aku tah tahu apakah aku ada rasa padanya..” keluh Du-shik

“Kenapa tak tahu? Hatimu akan berdebar kencang ketika kamu suka pada seseorang.. lalu tangan dan kakimu akan terasa kaku, seakan dihantam oleh palu..” papar Jun-ki

“Aku senang menghabiskan waktu dengannya... tapi aku masih belum yakin..” jelas Du-shik


Merenung sejenak, Jun-ki kemudian mengungkapkan bahwa dirinya punya cara yg akurat untuk memastikan perasaan Du-shik.. ada sebuah rumus yg diciptakan oleh Richard Freedman dari NASA yg diaplikasikan pada sistem Super Komputer sekitar 5 tahun yg lalu..


Caranya memang aneh.. dari nama dirubah menjadi angka, kemudian dilakukan perhitungan yg entah bagaimana caranya, hingga menghasilkan 2 angka di akhir yg Jun-ki sebut sebagai presesentase perasaan cinta.

Setelah menghitung hubungan Du-shik dan Mal-geum didapatkan angkan 80%, “Kamu suka padanya, aku sangat yakin akan hal itu!”

“Kau becanda? Dasar aneh..” tukas Du-shik

“Ini benar-benar akurat! Mau aku buktikan sekali lagi? Untuk mengetahui, akan seberapa lama hubungan kalian terjalin?”

“Iya..”

Jun-ki mengambil pensi, kemudian menggambar bentuk hati. Dia mengeluarkan selluruh isi pensilnya, kemudian mengarsir gambarnya, “Kalau pensil ini tidak patah sampai arsirannya penuh, berarti hubungan kalian akan berlangsung lama..”

“Eishhh... dasar gila! Seharausnya aku tak memercayai semua perkataanmu..” komen Du-shik yg kemudian berjalan pergi


Sedari tadi, ternyata diam-diam Dong-gu menguping dan memerhatikan tingkah mereka. Merskipun tak percaya, namun Dong-gu mempraktekannya sendiri. Dia mengetes perasaannya pada Yoona dan hasil akhirnya adalah 76%, “Tidak mungkin.. ini pasti salah..”


Tak sengaja, Dong-gu melihat brosur yg tertera nama ‘Park Myung-ja’ yg digunakan sebagai nama restoran babi bakar. Dia pun mencoba untuk mengetes kecocokan anam aitu dengannya.. dan mengejutkan, karena hasilnya adalah 91%, “Tak masuk akal! Kenal saja tidak!”


Di pagi hari, Soo-ah akan mencuci wajahnya dengan air susu. Tapi Seo-jn datang, memergokinya dan lansgung memarahinya. Soo-ah berkilah, menyatakan bahwa dirinya akan meminum susu itu..

“Buktikan.. minumlah semua susu itu sekaran juga..” tegas Seo-jin


Karena gengsi, Soo-ah sempat berniat untuk emminum susu itu. namun dia tak berani dan lansgung mengatakan maaf.. tak lama kemudian, geng Waikiki datang. Mereka pun dibuat keheranan dengan tingkah Soo-ah, 

“Seluruh model melakukan hal ini..” jelas Soo-ah

“Sudah bangkrut, masih mau cuci muka dengan susu. Tak kasihan pasa sapinya apa yaa..” komen Jun-ki


“Sudahlah.. biarkan saja. Lagipula dia bilang, semua model melakukan hal yg sama..” bela Dong-gu


Setelah Dong-gu dan Soo-ah pergi, yg lainnya kembali menggosipkan perasaan Dong-gu. Mereka makin yakin, kalau dia masih cinta pada Soo-ah. Ketika Jun-ki dan Seo-jin menolak kerasa hal tersebut.. Yoona malah bersikap sebaliknya, “Dong-gu melewati masa yg seulit setelah putus.. kurasa, tak ada salahnya kalau mereka balikan~”


Di meja makan, Geng Waikiki terutama Seo-jin terus menggerutu karena harus makan sereal tanpa susu, “Dasar wanita tidak punya sopan santun! Sudah tahu kondisi seperti ini, malah bertingkah seperti itu! Lihatlah... Du-shik oppa saja, sampai terus-terusan mengehla nafas karena kesal!”

“Dia bukan kesal.. dia baru saja bertemu dengan cinta pertamanya. Tapi dia bingung dengan perasaannya sendiri..” tukas Jun-ki

“Kenapa bingung? Aku bisa menyadari perasaanku, hanya dengan mendengar suara langkah kaki orang yg kususkai..” ceteluk Seo-jin

“Eh.. ngomong apasih kamu..” komen Jun-ki

“Serius.. karena ketika menyukai seseorang, maka kita akan memerhatikan segala hal tetnangnya. Bahkan sampai hafal suara langkah kakinya..” papar Seo-jin


“Teori apaan itu?! Berarti.. kau hafal suara kaki si Tae-hyun. Jangan-jangan, suara mengupil-nya pun kamu tahu...” sindiri Jun-ki

“OPPA!!!!! Kubilang jangan sebut namanya lagi dihadapanku!!!!!!” teriak Seo-jin kesal


Sambil jalan diluar, Jun-ki dan Seo-jin masih terus memperdebatkan teori masing-masing tentang perasaan cinta. Hingga tiba-tiba, ada seorang wanita yg lewat dan tak sengaja menyenggol Jun-ki..


Entah mengapa, namun badan Jun-ki langsung terasa lemah.. jantungnya berdegup kencang dan tangannya kaku, “Ini adalah gejala awal, dari yg namanya jatuh cinta.. aku harus mengejar wanita itu dan menghitung kecocokan kami!” tegasnya


Sekuat tenaga, Jun-ki berlari mengejar wanita itu.. sayangnya, dia tertinggal satu langkah, karena si wanita telah memasuki lift. Seo-jin bennar-benar heran padanya, “Mana mungkin.. kejadian barusan, kamu sebut jatuh cinta?!”

“Aku yakin.. Aku sangat yakin, kalau dia adalah takdirku?!” ujar Jun-ki


Di rumah, Dong-gu hendak melipat handuk di ruang tengah. Namun dia sempat diikagetkan, oleh sosok Soo-ah yg tengah berbaring di karpet sambil maskeran timun,

“Aku bersembunyi dari Seo-jin..” jelas Soo-ah

“Dia pergi dengan Jun-ki tadi..” ungkap Dong-gu


Tiba-tiba, terdengar suara pintu yg terbuka, Soo-ah panik, mengira kalau itu adalh Seo-jin. Namun dengan santai, Dong-gu menyebut itu adalah Yoona.. dan ternyata memang benar..

“Oppa.. kenapa kamu bisa mengetahi kalau itu Yoona, hanya setleah mendengar langkah kakinya?” tanya Soo-ah


Pertanyaan itu, sontak membuat Dong-gu teringat perkataan Seo-jin tadi pagi, “Tidak mungkin.. tidak mungkin aku benar-benar suka pada ahjumma ini..” gumamnya dalam hati


Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki yg lainnya.. Dong-gu berusaha fokus dan menebak bahwa itu adalah pengirim paket. Dan tbakannya benar.. maka dia girang bukan main dan langsung memeluk pengirim paket sambil berteriak, “Yuhuuuuuu!!!!! Ternyata pendengaranku memang sangat tajam!!!!!”


Di sebuah kedai, Du-shik makan bersama dengan Mal-geum yang ternyata berulantahun pada hari ini,

“Kenapa kamu tak bilang padaku sebelumnya?” tanya Du-shik

“Hmm.. karena bisa makan berdua seperti ini, sudah seperti hadiah untukku..” jawab Mal-geum

“Harusnya, kamu merayakan ulang tahun dengan keluarga atau temanmu..” ujar Du-shik

“Semenjak bekerja di bidang ini, hubunganku dengan keluar serta teman-temanku jadi kaku dan merenggang..” jelas Mal-geum

“Hmm, aku izin ke toilet dulu yaa..” ujar Jun-ki


Di dapur, Soo-ah tengah makan ramen da Yoona tengah mencatat barang belanjaan. Dong-gu sempat mengomentari kelakuan Soo-an, “Kamu merawat kulitmu mati-matian, memangnya boleh makan ramen?”

“Karena aku lapar..” jawab Soo-ah


Niatnya, Dong-gu ingin menemani Yoona belanja. Dia sempat mengajak Soo-ah, namun Soo-ah menolak, “Kulitku akan jelek, kalau terkena udara dingin seperti sekarang..” jelasnya


Baru berjalan beberapa langkah, Dong-gu mesti berbalik lagi karena Soo-ah memecahkan sebuah piring dan kakinya terluka. Dong-gu mesti merawat luka Soo-ah, yang membuatnya tak jadi menemani Yoona pergi berbelanja..


Jun-ki masih dangat bersemangat untuk mengejar wanita yg dia sebut sebagai takdirnya.. bahkan, dia sampai rela menaiki tangga darurat dan mengelilingi seisi gedung.


Hingga akhirnya, jantungnya kembali berdegup kencang setelah melihat foto seorang dokter wanita bernama “Kim Hyo-jung”

“Aku sangat yakin, pasti dia lah orangnya!” ujar Jun-ki


Untuk memastikannya, Jun-ki melakukan perhitungan dan hasil akhirnya 99%, “Kubilang apa.. dia memang benar-benar takdirku..” ucapnya bangga


Segera, dia masuk kedalam ruangan Hyu-jung, dan menjelaskan kondisinya dari mulaiijantung berdebar kencang hingga tangan yang kaku. Sebagai seroang dokter, Hyu-jung melakukan pemeriksaan sederhana dengan mendengar suara jantung Jun-ki, “Aneh.. kurasa ada yg aneh..”


Untuk memastikannya lebih lanjut, maka Jun-ki diminta melakukan berbagai macam tes diagnostik. Dari mulai EKG hingga X-ray~

“Ini apa.. aku kenapa..” keluh Jun-ki dengan cemas


Tadi, Du-shik izin pergi ke toilet, namun ternyata.. dia pergi membeli sebuah cake untuk Mal-geum.

“Terimakasih, Du-shik aaaa...” ucap Mal-geum sambil tersenyum manis


Tiba-tiba, datang seroang pria dari meja sebelah, yg mengganggu Mal-geum dengan bertanya ini dan itu, “Kamu artis yaa? Main drama atau film?”

Mal-geum terlihat risih dan kikuk, dia hanya mengiyakan bahwa dirinya seroang artis namun dia tak menjawab pertanyaann lainnya. Tapi pria itu, lansgung berteriak menyebutnya sebagai artis film erotis, “Bikini Inpector, benar’kan?”

Pria itu pun, minta berjabat tangan.. tapi Mal-geum diam saja. Du-shik berusaha membelanya, namun pria itu terus-terusan menyebut Mal-geum dengan panggilan artis porno. 


Tak tahan dengan situasi ini, Mal-geum berdiri dan mengatakan, “Memang salahnya apa, jika aku menjadi seorang aktris film erotis? Apakah aku harus menerima jabatan tangan dari pria mesum sepertimu!?”


Sambil Dong-gu membalut luka di kaki Soo-ah, mereka menonton TV yang kebetulan menayangkan berita mengenai kebakaran di pasar dekat tempat ini.


“Bukankah Yoona belanja ke pasar?” tanya Soo-ah yg seketika membuat Dong-gu terdiam kaget~


Jun-ki menyelesaikan pemeriksaannya.. dan ternyata, dia memiliki kondisi jantung yang lemah. Syukurlah, bisa terdeteksi lebih awal dan masih bisa disembuhkan dengan konsumsi obat-obatan..

“Oppa, aku sangat mengkhawatirkanmu..” ujar Seo-jin

“Kalau kau saja khawatir, apalagi aku..” tukas Jun-ki

Menyinggung kejadian sebelumnya, Seo-jin berkomentar: “Kamu bilang takdir? Hah.. takdir apanya..”

“Heh.. ini memang takdir. Kalau saja, aku tak berpapasan dengan dokter itu, aku tak akan tahu kondisiku dan mungkin saja bisa mati mendadak di tengah jalan..” papar Jun-ki yg kemudian bertanya-tanya, mengapa eorinya bisa salah?

“Kamu masih saja membahas teori aneh itu..” tukas Seo-jin

“Terorimu juga sangat aneh dan tidak masuk akal!” keluh Jun-ki


Soo-jin: “Oppa.. bukankah semuanya sama saja. Maksudku, ketika kamu menyukai seseorang. Kamu akan memikirkan orang itu sepanjang hari. Dan kamu akan selalu mengkhawatirkannya ketika dia tak ada di dekatmu...  pedih rasanya, ketika melihat orang itu tersakiti.. kamu akan melakukan segalanya demi orang itu, meskipun berarti kamu sendiri yg akan terluka. Kamu bahagia dan bersyukur, hanya karena orang itu ada di dunia ini.. bukankah itu yg namanya cinta?”


Bersamaan dengan itu, kita melihat Dong-gu yg berlari menuju lokasi kebarakaran untuk menacari Yoona..


Sementara Du-shik, tak tega melihat Mal-geum yg menangis. Dia kembali ke kedai, hanya untuk menghajar si pria mesum.. dia sampai melemparkan cake ke wajahnya di hadapan semua orang..


Episode ini, ditutup dengan adegan ketiga Dong-gu tiba di lokasi kebakaran dan ternyata Yoona dalam kondisi baik-baik saja. 

“Ada apa, Dong-gu ssi? Kenapa keliahtannya kamu sangat cemas?” tanya Yoona


Tak memberikan jawaban, Dong-gu malah langsung memeluk Yoona dengan begitu erat~~~

2 komentar

  1. Uhhmmm co cwiit😆

    BalasHapus
  2. @musfiroh iyaaa, adegan yg terakhir, bikin para jomblo gigit jari banget :(((

    BalasHapus


EmoticonEmoticon