3/04/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 7 PART 1

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 6 Part 3

Seo-jin, Du-shik dan Jun-ki mengobrol di ruang tengah. Mereka benar-benar bingung dan tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Terutama, darimana mereka akan mendapatkan uang untuk melunasi utangnya.

Du-shik menyebut Jun-ki sebagai orang yang paling berada dalam kondisi bahaya, “Sebentara lagi Dong-gu pulang, entah apa yg akan dia lakukan padamu!”

Panik, Jun-ki meminta Sol dipangku olehnya saja, “Hanya dengan cara itu, Dong-gu tak akan berani menghajarku!”


Tapi sesaat kemudian, Dong-gu dan Yoona datang.. Dong-gu langsung membentaj dan menatap Jun-ki dengan sangat tajam hingga membuatnya ketakutan. 


Untungnya, momen itu tak berlangsung lama karena Dong-gu meminta Soo-ah yang terdiam dilluar untuk segera masuk. Melihat Soo-ah, spontan membuat Geng Waikiki terdiam, heran~

Dong-gu sangat perhatian pada Soo-ah, sampai merapikan kasur untuknya tidur malam ini. Soo-ah, merasa tak enak hati, “Aku tak mau merepotkanmu.. aku akan pergi saja..”

“Ini sudah terlalu malam. Kalau ingin pergi, pergilah besok pagi.. jangan membuatku khawatir..” ucap Dong-gu


Ternyata, Soo-ah ditipu oleh pacarnya yg kala itu pernah dia kenalkan pada Dong-gu. Mendengar kisah itu, membuat Jun-ki merasa kasihan.. tapi Seo-jin tak tersentuh sedikit pun, “Itu karma untuknya, karena telah mencampakan kakakku!”

“Heh.. tak boleh berkata seperti itu..” tukas Dong-gu, yang kemudian menjelaskan bahwa diirnya merasa kasihan pada Soo-ah yang tak memiliki tempat tinggal dan tak bisa pulang ke rumah arang tuanya karena ayahnya sakit, “Kalau sampai keluarganya tahu apa yang dia alami, dia takut kondisi ayahnya makin parah..”


“Oppa... kenapa kamu sangat perhatian padanya? Jangan-jangan,kamu masih suka padanya?!” keluh Seo-jin

“TIDAK!” tegas Dong-gu, “Aku tidak memiliki perasaan apa pun untuknya?!”


Melupakan obrolan ini, Jun-ki malah minta izin untuk memakan jeruk yg ada dihadapannya. Namun, Dong-gu langsung melarangnya dan malah mencekiknya sambil menegaskan, supaya dia segera mencarikan uang untuk melunasi semua utang mereka!


Esok paginya, Dong-gu berjalan menuju dapur dimana hanya ada Yoona yang tengah menyiapkan sarapan untuk mereka,

“Tidurmu nyenyak?” tanya Yoona

“Tidak..” jawab Dong-gu, “Aku mimpi buruk karena melihat seluruh sticker merah ini..” tambahnya


Ketika menuangkan susu ke gelas, Dong-gu terdistraksi oleh Yoona yang tengah menggunakan lipbalm di bibirnya. Bahkan.. tanpa dia sadari, gelasnya telah penuh dan membuat susunya tumpah meluap..


Jun-ki yang melihatnya lansgung menegurnya dan dengan kikuk, Dong-gu buru-buru mengelap susu yg dia tumpahkan.


Pagi ini, Yoona membuatkan kue pie yang kelihatannya sangat enak. Namun Jun-ki lansgung heboh sendiri, ketika mengtahui bahwa pie tersebut mengandung kenari.. karena ternyata, dia alergi terhadapnya,


“Ah dia tuh bertingkah lebay.. dia begitu, karena tak mau ditanya tentang utangnya..” komen Dong-gu


Tak lama kemudian, muncul Soo-ah dengan membawa koper besarnya. Sesuai yg dia katakan kemarin.. dia akan pergi pagi ini. Dan untuk biaya hidup, dia memutuskan untuk menjual seluruh tas miliknya. Dia berterimakasih pada semuanya, terutama Dong-gu.. lalu kemudian dia pamit pergi..


“Wah oppa.. syukurlah, kamu putus dengannya. Dia punya banyak tas ber-merk. Kalau sampai, kamu menikah dengannya, maka dia akan membuat utangmu bertambah banyak..” komen Seo-jin

“Sudahlah..” tukas Dong-gu, “Tapi sepertinya, masih ada salah satu tas pemberian dariku untuknya..”

“Aih.. dasar bego..” komen Seo-jin


Soo-ah bertemu dengan pembeli tas-nya yang bekernalan secara online. Dia tak mengenal nama aslinya, hanya sama nama panggilannya adalah ‘usain bolt’


Awalnya, transaksi berjalan dengan sangat lancar. si pembeli, telrihat sangat antusias, mencoba beberapa tas Soo-ah dan mengatakan bahwa dirinya ingin membeli semuanya, “Kira-kira, total harganya berapa?”


Ketika Soo-ah menghitungnya di kalkulator, si Pembeli mulai beringkah aneh. Dia menceritakan kemampuannya berlalri cepat, kemudian emnyuruh Soo-ah untuk memberi aba-aba untuknya berlari..


Dengan begitu polosnya, Soo-ah melakukannya sesuai intruksi. Dan si pembeli langsung berlari dengan sangat kencang.. Soo-ah berteriak memanggilnya, namun dia tak kembali atau berbalik melihat ke arahnya~


Sadar kalau dirinya telah ditipu, Soo-ah bergegas mengejarnya, namun dia malah terjatuh, “Sial! Dasar wanita jalang!!!!!!” teriaknya histeris


Du-shik diminta sutradara untuk bertemu di sebuah kafe. Tapi tak sengaja, dia malah berpasan dengan teman lamanya semasa SD yang bernama Mal-geum..


Ketika hendak membelikan minum untuknya, sutrada datang. Dia memperkenalkan aktris dalam film-nya yang bernama ‘Cherry’. Namun, betapa kagetnya Du-shik, ketika mengetahui bahwa Cherry adalah Mal-geum~


Pertemuan berlansgung sangat kikuk, Mal-geum sempat memuji Du-shik yang akhirnya benar-benar menjadi seorang penulis karena dari kecil memang senang menulis..

Du-shik “Kamu juga.. dari kecil selalu terlihat dewasa, dan sekarang menjadi aktris fim ero---.. eh lupakan saja..”


Mereka pun berpisah.. dalam suasana penuh ke-kikukan. Du-shik berjalan ke arah kiri, dan Mal-geum berjalan ke arah kanan~


Dirumah, Jun-ki sibuk menelpon tema-temannya untuk minta pinjaman, tapi hasilnya nihil.


Tiba-tiba, Du-shik pulang dan lansgung membuka album foto semasa SD. Terlihat gambar hati disamping nama ‘Yoon Mal-geum’,


“Dia siapa?” tanya Jun-ki

“Cinta pertamaku..” jawab Du-shik

“Wah.. cantiknya..” komen Jun-ki

“Aku bertemu dengannya hari ini..” ungkap Du-shik

“Iyakah? Apa dia masih cantik? Bagaimana bisa kamu bertemu dengannya?” cecar Jun-ki


Enggan menjelaskannya secara langsung, Du-shik menjawab semua pertanyaan itu dalam hatinya. Sementara matanya mulai berkaca-kaca, dan langsung memeluk Jun-ki, “Hyung...” ucapnya pilu


Soo-ah tak ada pilihan talin selain mendatangi penginapan Waikiki. Dia malu untuk masuk kedalam dan kebetulan, Dong-gu keluar untuk membuang sampah.

Ketika ditanya kenapa, Soo-ah dengan kikuk mengatkaan bahwa dirinya mengida rabun di malam hari.

“Sejak kapan? Perasaan dulu, matamu baik-baik saja..”

“Sejak putus darimu..”

“Duh, rabun apanya.. Yasudah, kalau tak tahu mau kemana, lebih baik menginap saja dulu disini malam ini..”

“Tidak.. aku tak ingin merepotkanmu..”

“Gausah banyak gengsi!”

“Yasudah, karena kamu sangat mengkhawatirkanku, makanya aku akan menginap disini..”


Mendengar cerita aneh Soo-ah, membuat Geng Waikiki, berkomentar pedas.. menyindir tingkahnya yang terlalu banyak gengsi, “Kalau butuh tempat tinggal, kenapa tak bilang saja...” keuh mereka


Setelah Soo-ah masuk kamar, Geng Waiki mencecar Dong-gu dengan pertanyaan tentang perasaannya apda Soo-ah, “jujur saja! Kau bertingkah seperti ini, karena kau masih ada rasa padanya ‘kan?”

Lagi-lagi, Dong-gu membantah pertanyaan tersebut. Dan sengaja, dia mengatakannya sambil menatap Yoona..


Esok paginya, Dong-gu hendak berkangkat kerja. Dia menelpon bos-nya untuk bertanya, “Apakah gajiku untuk 2 tahun kedepan, bisa dibayar dimuka?”

Dia tak mendapatkan jawaban, karena telponnya malah lansgung diputus~


Dong-gu kaget, melihat Yona yang tertidur di sofa, “Kenapa, ahjumma ini ada disini..” komennya, yang kemudian bertanya pada dirinya sendiri, “Kenapa, aku mengkhawatirkannya? Kenapa?”


Tak tega melihat Yoona yg kedinginan, Dong-gu berinisiatif menyelimutinya. Tapi kemudian, Yoona kentut dan baunya cukup menyengat.


Tiba-tiba, muncul Soo-ah yang telah berpakaian rapi dengan memabwa kopernya. Dia pamit pada Dong-gu, mengatakan bahwa dirinya akan menginap di rumah temannya, “Sekarang, aku taka akan merepotkanmu lagi..”

“Hati-hati.. kabari aku, kalau kamu sudah sampai disana..” ucap Dong-gu


Di malam hari, Du-shik dan Jun-ki menggalau di kamarnya. Yang satu memikirkan cinta pertamanya, yg satu memikirkan cara untuk meluasi utangnya..


Tiba-tiba, Dong-gu masuk dan menggerutu.. mengkhawatirkan Soo-ah yg belum juga menelponnya. Hal tersebut membuat Jun-ki semakin curiga, bahwa Dong-gu memang masih ada rasa untuk Soo-ah,


“Tidak!” tegas Dong-gu, “Daripada repot memikirkan urusanku,, lebih baik pikirkan caranya mendapatkan uang untuk melunasi utang. Tapi sepertinya, orang sepertimu tak akan bisa mendapatkan uang itu~” sindirnya

Tak terima dengan perkataan Dong-gu, Jun-shik lalu menantangnya, “Jika aku bisa mendapatkan uang tersebut, kamu akan melakukan apa?”

“Hmm.. aku tak akan memanggilmu Hyung dan akan memanggilmu ayah!” ujar Dong-gu

“Oke setuju! Dan juga, kau harus merangkak dibawah kedua kakiku!” tambah Jun-ki

“Siap!” tegas Dong-gu

“Baiklah.. Kang Dong-gu! Tunggu dan lihatlah, aku akan melakuakn segala cara untuk mendapatkan uangnya!” ujar Jun-ki dengan penuh semangat


Esok harinya, diadakan audisi untuk pemeran utama pria dalam film erotis yg naskahnya ditulis Jun-ki dia agak kikuk, karena disana adappula Mal-geum yang duduk disampingnya.


Ketika satu per-satu calon aktor masuk dan menunjukkan bakatnya, Du-shik sangat pemilih. Dia mengomentari hal-hal kecil, padahal intinya.. dia hanya tak ingin, pria-pria itu melakoni adegan ranjang dengan Mal-geum..


Tapi betapa kagetnya, Du-shik.. ketika bertemu dengan salah satu kandidat pemeran utama, yang tak lain adalah Jun-ki~

3 komentar

  1. ๐Ÿ˜„ gk tau komen apa
    Tp mereka konyol๐Ÿ‘

    BalasHapus
  2. Selalu ditunggu kelanjutannya... Fighting.. ๐Ÿ˜

    BalasHapus
  3. @musfiroh & @Eppi Makasih dan maaf karena update minggu ini molor bangettt :(

    BalasHapus


EmoticonEmoticon