3/08/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 8 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 8 Part 2

Du-shik tiba di lokasi syuting, dan tak sengaja dia melihat Mal-geum yg bertengkar dengan sutradara karena ada adegan tambahan yg tak ingin dia lakukan.


Tak tega padanya, maka Du-shik menyuruh Mal-geum untuk berhenti saja. Namun Mal-geum tak bisa, karena masih ada kontrak yg mengikatnya..


Tanpa rasa ragu, Du-shik menemui sutradara dan manajer Mal-geum, untuk menjelaskan bahwa Ma-geum akan mundur dari produksi film ini. Dan mengenai biaya penalti, dirinya yg akan bertanggung jawab atas hal tersebut.

“Kamu yakin?”

“Aku sangat yakin!”


Namun ketika berjalan keluar, langkah Du-shik terasa begitu lemas. Dia terduduk di lantai, sambil mengeluh, bertanya pada dirinya sendiri “40 ribu dollar? Darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu...”

Seo-jin mengenakan pakaian yg baru didapatkannya dari Soo-ah. Dia rasa dirinya sangat keren, namun sejujurnya dia terlihat seperti gembel. Jun-ki mengatakan hal tersebut, namun Seo-jin malah menyebutnya buta fashion..


Ketika Seo-jin pergi, Du-shik pulang.. dan sama seperti Jun-ki, dia menyebut Seo-jin seperti gembel. Tapi tetap saja, Seo-jin berjalan dengan begitu pede-nya~


Du-shik curhat pada Jun-ki, menceritakan semuanya dan bertanya darimana dia bisa mendapatkan banyak uang dalam waktu yg singkat?


Jun-ki mengajaknya ke tempat judi balapan sepeda, yang menjadi salah satu tempat judi yg memiliki izin dari pemerintah dan bersifat legal. Namun, Du-shik bingung.. bagaimana caranya mereka bisa menang? Dia rasa, cara ini terlalu bersiko.. bukannya untung, takutnya malah buntung.


“Dewa sepeda..” ucap Jun-ki sambil menunjuk seorang pria yg tengah duduk di sofa, “Dia adalah seseorang yang bisa meramalkan pemenang balap sepeda. Jika bertaruh kepada pembalap yang sama dengannya, kamu mudah memenangkan uang...” paparnya

“Bagaimana aku tahu dia bertaruh kepada siapa?” tanya Du-shik

“Ada satu cara untuk mengetahuinya..” ucap Jun-ki


Sengaja, Jun-ki menunggu waktu yg tepat hingga si dewa sepeda berdiri... karena pada saat itu, dia langsung mendorong Du-shik hingga membuatnya terjatuh. Otomatis, kertas judi milik si dewa sepeda ikutan terjatuh. Jun-ki mengambilnya, dan melirik isi tulisannya..


Berhasil.. dia melihat angka 1 dan 9, lalu menulisnya di kertas. Kemudian dia langsung menyuruh Du-shik untuk menuliskan angka tersebut di formulir mereka, sementara dirinya pamit ke toilet karena ingin kencing.


Dong-gu telah berdandan rapi untuk pergi kencan. Tapi kepada Soo-ah, dia bertanya apakah dirinya bisa tidak pergi saja? Alasannya.. karena kencan dilluar, membutuhkan biaya, sementara kondisinya sekarang tengah benar-benar kere..


Namun tiba-tiba, Ye-rin datang dengan membawa kresek belanjaan ditatngannya. Dia menyapa semuanya, lalu memberikan pernyataan yg sangat cocok dengan keluhan Dong-gu. Dia ingin berhemat dengan cara kencan di rumah saja~~


Kembali dari toilet, Jun-ki menghampiri Du-shik yg tengah menunggu pengumuman pemenang. Tapi dia kaget, karena Du-shik salah tulis angka.. bukannya 1 dan 9, tapi malah 6 dan 1..


Ajaibnya.. angka yg ditulis Du-shik lah yg ternyata memenangkan judi pada ronde ini. Alhasil, mereka menadapatkan uang yg lumayan banyak. Du-shik berniat menggunakannya sebagai uang muka biaya penalti kontraknya Mal-geum..


Tapi tiba-tiba, Jun-ki punya ide untuk mencoba peruntungan mereka dalam judi lagi. Karena jika berhasil, maka uang yg didapat akan berkali-kali lipat lebih banyak~


Selain pandai memasak, Ye-rin juga sangat perhatian pada Dong-gu. Dia hendak menyuapi Dong-gu.. namun Dong-gu menolak..


Soo-ah mengajak Dong-gu untuk berbicara empat mata. Dia memarahi tingkah Dong-gu barusan, dan menyuruhnya untuk menerima suapan dari Ye-rin..


Alhasil, dengan sangat terpaksa.. Dong-gu memakan seluruh suapan dari Ye-rin, meskipun sebenarnya makanan di mulutnya belum habis~


Seo-jin, begitu percaya diri.. berjalan melewati khalayak ramai dengan mengenakan pakaian yg menurutnya keren. Padahal semua orang, meliriknya aneh..


Bahkan,, tukang tteokbokki pun menganggap Seo-jin gelandangan. Dia tak yakin untuk melayninya, dan sampai bertanya apakah Seo-jin punya uang..


Ketika mengeluarkan dompetnya, tak sengaja Seo-jin menjatuhkan tasnya, yg kemudian dikiran sebagai kantorng bawang oleh pedagang.


Pedagang itu, menggunakannya untuk mewadahi bawang belanjaan pelanggannya. Untunglah, Seo-jin menyadari hal tersebut.. maka dia pun segera mengambil kembali tas-nya sambil memarahi pedangang itu.


Tiba-tiba, ponsel Seo-jin berdering. Temannya menelpon, dan mengajaknya kencan buta.. awalnya Seo-jin menolak, namun temanny abilang, pria ini mirip dengan kAng Daniesl (Wana One?)


Segera, Seo-jin pergi menuju lokasi yg diminta.. tapi kedatangannya, membuat orang-orang melirikya aneh.. terllebih, karena tasnya yg bau bawang~


Di rumah, Dong-gu benar-benar dibuat pusing.. karena tak bisa menolak sikap baik dan perhatian dari Ye-rin, karena Soo-ah terus mengawasinya~


Beberapa saat setelah kencan buta, Seo-jin yg mabuk.. ditinggal oleh pasangannya. Dia bingung, kenapa dia sampai ditinggalkan..


Lalu via telpon, teman Seo-jin menyinggung pakaian dan bau Seo-jin yg sangat mirip dengan gembel. Seo-jin masih percaya diri.. menyebut dirinya sangat stylish dan justru mereka yg tidak tahu mode yg sedang tren~


Du-shik dan Jun-ki, ternyata kalah dalam judi mereka.. uang yg tadi sudah ditangan pun, akhirnya lenyap seketika. Bahkan, uang untuk ongkos saja, tak ada..


Tapi tiba-tiba, si Dewa Sepeda lewat.. dia memerbikan mereka selembar uang untuk ongkos, “Kalian. Jangan berjudi lagi yaa..” ucapnya


Sesaat setelah pria itu pergi, Jun-ki menghasut Du-shik supaya menggunakan uang itu untuk berjudi, “Bayangkan.. kalau berhasil, kita bisa membuat film, membayar penalti, dan membiayai pernikahanmu dengan Mal-geum..”

Mendengarnya, seketika membuat Du-shik setuju dan mereka lansgung berlari kembali ke tempat judi.


Namun ternyata, mereka kalah.. Du-shik telah putus asa dan ingin pulang saja, bahkan jalan kaki pun tak aka. Tapi tiba-tiba, Jun--ki menemukan uang receh yg tergeletak di jalanan. Dengan berapi-api, dia menghasut Du-shik untuk berjudi.. dan lagi-lagi, Du-shik terhasut olehnya..


Tapi sial, karena mereka kalah lagi. Di ambang keputusaasaan, Jun-ki menemukan botol soju bekas, “Kita bisa memungutnya, lalu menjualnya ke tukang rongsokan dan uangnya kita pakaia untuk berjudi lagi..” paparnya


Kail ini, Du-shik benar-benar marah.. dia ingin pulang saja dan tak ingin mendengar yg namanya judi lagi...


Dalam perjalanan pulang, Seo-jin mencoba undian putar di depan sebuh toko. Dan hasilnya, dia memenangkan hadiah berupa sekaleng permen lollipop..


Meskipun orang-orang menatapnya aneh, Seo-jin tetap percaya diri. Dia duduk di halte, dan semua orang langsung menjauhinya..


Karena terlalu mabuk, Seo-jin sampai ketiduran.. orang yg lewat, menganggapnya gembel dan memasukkan uang receh mereka, kedalam kaleng permen yg dipegang Seo-jin~


Jun-ki dan Du-shik yg tengah berajaln pulang, tak sengaja melihat Seo-jin. Mereka pun melihat uang dalam kaleng yg dipegangnya..


Terpikirlah, Jun-ki untuk menggunakan uang itu sebagai bahan judi. Du-shik menolaknya dengan keras.. namun setelah dihasut, akhirnya lagi-lagi Du-shik mengiyakan keinginan Jun-ki tersebut~~


Sebelum pulang, Ye-rin terang-terangan menyatakan perasaannya dan meminta Dong-gu untuk menjadi pacarnya. Namun dengan cara yg halus, Dong-gu menolakny..

“Pasti, karena kamu menyukai orang lain ‘kan?” tebak Ye-rin

“Soo-ah? Tidak.. aku tak ada hubungan apa pun dengannya..” jawab Dong-gu

“Bukan Soo-ah, tapi Yoona..” ucap Ye-rin yg seketika membuat Dong-gu kaget dan bertanya balik, “Darimana kamu tahu?”

“Oh.. berati tebakanku benar..” ucap Ye-rin

“Kumohon jangan beritahu orang lain..” pinta Dong-gu

“Baiklah..” jawab Ye-rin


Tapi ternyata, dalam perjalanan pulang.. Ye-rin lansgung menelpon Soo-ah dan menceritakan semuanya. 


Spontan, Soo-ah lansgung dibuat kaget karenanya. Dia pun teringat, momen-momen sebelumnya.. dari mulai kejadian saat pasar kebakaran, hingga mantel yg pas di badan Yoona~


Dong-gu hendak membersihkan ruang tengah, tempat Soo-ah berada sekarang. Untuk memastikan info yg baru saja dia dapat, Soo-ah  menanyakannya langsung kepada Dong-gu..


Disaat Dong-gu kikuk, tak tahu mesti memberikan jawaban apa, Yoona masuk. Soo-ah berniat memberitahunya tentang siapa wanita yg disukai Dong-gu..


Namun buru-buru, Dong-gu membekap mulut Soo-ah dan menyeretnya pergi dari ruangan itu~~~
Comments


EmoticonEmoticon