3/06/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 8 PART 1

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 8 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 7 Part 3

Sikap Dong-gu yg memeluknya erat, membuat Yoona bertanya penasaran, “Kamu kesini karena mengkhawatirkanku?”


“Heh? Aku datang karena mengkhawatirkan tetanggaku.. tapi kebetulan, kamu ada disini..” kilah Dong-gu dengan kikuk, “Aku punya kebiasaan memeuk seseorang, ketika aku sedang khawatir..” tambahnya


Untuk membuktikan perkataannya, Dong-gu lansgung memeluk seluruh orang yg berada di dekatnya. Dimulai dari ahjumma tetangga, hingga petuga damkar yg tengah bertugas~


Jun-ki dan Seo-jin mendengar kabar pasar kebakaran dari Soo-ah, mereka mengkhawatirkan kondisi Yoona dan hendak menelponnya.

Tapi bersamaan dengan itu, Yoona pulang bersama dengan Dong-gu dalam kondisi yg baik-baik saja..


“Oppa.. kudengar, kamu berlari terbirit-birit, ketika mendengar berita kalau pasar kebakaran. Apa karena, Yoona eonni?” tanya Seo-jin

“Hah?! Tidak.. aku pergi kesana, karena khawatir pada tetanggaku..” jawab Dong-gu

“Sejak kapan, oppa dekat dengan tetangga itu?” tanya Seo-jin

“Hmm.. baru-baru ini..” jawab Dong-gu yg lansung berjalan pergi


Dalam kamar, Dong-gu langsung berbaring di kasur sambil menggerutu, “Dasar gila! Sepertinya, aku memang suka padanya!!!”


Tiba-tiba Yoona masuk, dia memegang lengan Dong-gu dan mengajaknya makan ayam bersama dengan yg lainnya. Seakan ‘sok jual mahal, Dong-gu menutupi badannya dengan selimut dan menolak ajakan Yoona..


Namun setelah Yoona pergi, Dong-gu terlihat salah tingkah, “Duh.. kenapa, dia memegang tanganku segala..” gumamnya pelan


Yoona menceritakan sikap Dong-gu pada yang lainnya. Seo-jin berkomentar, kalau kakanya berbaring dibawah selimut.. berarti dia sedang marah, “Dia memang biasa seperti itu. Biarkan saja, nanti juga baikan..”


Karena Sol menangis, maka Yoona masuk ke dalam kamar. Soo-ah memanfaatkan kesempatan itu, untuk mengambil paha ayam.namun Jun-ki memergokinya, dan lansgung mengomelinya,

“Aku tak suka danging yg kering..” ujar Soo-ah

“Heh! Kamu sudah makan satu paha ayam, jadi jangan tamak kalau jadi orang!” sindir Seo-jin


So-ah mengembalikan paha ayam itu ke piring, kemudian dia bangkit.. namun diam-diam, dia sempat mengambil kembali paha ayam tersebut di tangannya.

“Hey.. dasr tak tahu malu!” teriak Jun-ki, namun Soo-ah pura-pura tak mendengarnya dan berjalan menaiki angga begitu saja


Butuh uang untuk membayar kartu kredit, Jun-ki hendak meminjam uang dari Seo-jin.. namun Seo-jin, menegaskan bahwa dirinya tak punya uang.


Jun-ki melirik ponsel Seo-jin yg tengah memutar tayangan accara mukbang, “Apasih yg rame dari video seperti itu? Kenapa kau menonton orang lain makan.. dan kenapa, orang itu memperlihatkan caranya dia makan? Sungguh menyedihkan~”


“Menyedihkan katamu? Oppa.. asal kau tahu yaa, orang yg populer bisa menghasilkan 100 ribu dolar per-tahun, hanya dengan cara membuat video ini..” ungkap Seo-jin, yang tentunya langsung membuat Jun-ki kaget bukan main.


Segera, Jun-ki masuk kamar dan mencari lapptop Du-shik.. tapi tak lama kemudian, Dus-shik pulang dalam kondisi yg babak belur.


“Kau kenapa?” 

“Ada pria yg membuat Mal-geum menangis..”

“Kau? Pria seprtimu.. bekerlahi demi Mal-geum?”

“Wahh.. kau benar-benar jatuh cinta kepadanya.. apa kau sudah menyatakan perasaanmu?”

“Belum.. aku ragu dan tak tahu caranya bagaimana..”

“Hey! Cinta itu berkaitan erat dengan waktu yg pas.. jangan sampai kau melewatkan momen itu!”

“Caranya bagaimana?”


Dengan percaya diri, Jun-ki memperagakan cara yg menurutnya sangat ampuh untuk menaytakan perasaan pada seorang wanita. Bukan sekedar ucapan, dia bahkan sampai mempraktekannya lansgung kepada Du-shik..


Dimulai dari menggenggam tangan, hingga mendorongnya ke atas kasur.. kemudian mengutarakan perasaan dengan mengucapkan sedikit kutipan dialog dari drama Goblin, hingga membuat suasananya terasa begitu ‘romantis’


Hinga tiba-tiba, terdengar suara Dong-gu yg bertanya: “Kalian sedang apa? Kalian berkencan?”

“Tentu saja tidak!” jawabnya spontan


Dong-gu pergi ke dapur untuk minum air, tapi dia dikagetkan oleh kehadiran Yoona yg ternyata tengah mengepel lantai,

“Kamu lapar? Biar aku hangatkan dulu ayamnya yaa..” ucap Yoona


Beberapa saat, Donggu terdiam menatap Yoona sambil bergumam dalam benaknya, “Aku? Suka pada ahjumma ini? Mana mungkin.. lihatlah, dia tidak cantik.. tidak imut..”


Tapi kemudian, dia terpana dengan senyuman polos Yoona, “Dia sangat imuttt..” komentarnya dalam hati

Sadar, bahwa Dong-gu terus menatapnya membuat Yoona bertanya, “Ada apa?”

“Hah?! Tidak.. tidak ada apa pun..” jawab Dong-gu dengan kikuk


Yoona berjalan menedekati Dong-gu, lalu bertanya: “Apa kamu marah padaku?”

“Marah kenapa?”

“Karena kotoran di lensa kameramu..”

“Kau.. darimana kau tahu soal masalah itu? Apa jangan-jangan..”

“Aku tak sengaja menumpahkan saos, sewaktu memasak..”

“Tak apa.. aku tak marah karena hal itu..”

“Terus, apakah karena tempat kamera yg rusak?”

“Bagaimana kamu tahu? Apa jangan-ajang itu ulahnya kamu juga?”

“Aku tak sengaja menginjaknya, sewaktu aku mencoba untuk membersihkan saos di lensa kamera..”


“Maafkan aku, Dong-gu ssiii...” ucap Yoona sambil mengayunkan tangan Dong-gu dengan gaya yg imut,

“Kubilang aku tidak marah!” teriak Dong-gu yg kemudian, buru-buru pergi


Ketika hanya sendirian, Dong-gu tersenyum.. pipinya memerah.. dia salah tingkah, “Duh.. kenapa ahjumma ini sangat imut. Kalau begini caranya, aku bisa memaafkan semua keasalahnnya..”


Tiba-tiba, Soo-ah muncul.. karena tanpa disadari, ternyata Dong-gu berdiri tepat di depan kamar Soo-ah,

“Ada apa? Ada yg ingin kamu bicarakan denganku?” tanya Soo-ah

“Tidak.. tidak ada.. aku hanya ingin beres-beres saja..” jawab Dong-gu yg kemudian berjalan pergi


Jun-ki hendak memulai acara mukbang-nya. Seo-jin datang, karena ingin meminjam alat pencukur.. dia agak heran, karena pada akhirnya, Jun-ki benar-benar membua acara Mukbang-nya sendiri, “Oppa.. tidak semua orang bisa melakukannya..”


Hadir seorang penonton, maka Jun-ki dengan sigap langsung menyapanya dan mulai memakan ayamnya. Namun penonton itu sangat rewel, dia berkomentar ini dan itu, yg pastinya membuat Jun-ki kesal.. namun dia tak bisa marah dan malah melakukan permintaan si penonotn itu.


Karena Dong-gu terus menghindarinya, maka Yoona menceritakan semuanya pada Seo-jin dan meminta saran supaya Dong-gu mau memaafkannya.


“Aegyo..” jawab Seo-jin, ‘Kakak-ku memang terlihat sangat dingin.. tapi sebenarnya, dia akan luluh setelah melihat tingkah imutmu..” paparnya


Pada saat itu juga, Yoona menghampiri Dong-gu yg tengah minum di dapur. Dia meminta maaf dengan gaya yg sangat imut, tapi hasilnya.. Dong-gu malah menyemburnya dan langsung pergi, tanpa berkomentar apa pun.


Didepan kamarnya, Dong-gu salah tingkah.. ternyata, dia sangat terpesona dengan ke-imutan Yoona. 


Tapi tiba-tiba, keluar Soo-ah dari toilet.. dia mengira, Dong-gu ingin mengatakan sesuatu padanya. Tetapi Dong-gu menjawab tidak, lalu masuk kedalam kamarnya~


Du-shik berniat menyatakan perasaannya pada Mal-geum. Dia hendak menggunakan cara yg diajarkan Jun-ki. Pertama-tama.. dia meraiih tangan Mal-geum,


Tapi dengan sigap, Mal-geum malah memplintir tangan Du-shik hingga membuatnya terkapar di tanah. Mal-geum menjelaskan, bahwa dirinya mempelajari teknik Krav Maga yg digunakan aktor laga dalam fiml-film. Makanya, ketika ada seseorang yg meraih tangannya, secara refleks dia akan melakukan hal barusan.


Obrolan merkea terpotong, karena Mal-geum neerima telpon dari manajer-nya, yg mengingatkan bahwa siang ini ada acara jumpa fans yg mesti dia hadiri..


Du-shik mengantarnya, bahkan berniat menunggunya.. karena ingin mengatakan seuatu padanya. Namun manajer Cherry, mengira Du-shik datang untuk ikut jumpa fans. Sehingga dia, sampai sengaja menyiapkan kursi khusus untuk Jun-ki.


Jumpa fans ini, dihadiri oleh kaum pria.. dari mulai bujangan hingga kakek-kakek. Mereka semua bersemangat, ketika melihat Cherry naik ke atas panggung.


Jun-ki masih mencoba peruntungannya dalam acara Mukbang. Namun, tak ada yg memebrikan ‘like’ atau bahkan menonton acaranya.


Hingga tiba-tiba, ada sebuah komentar yg mengatakan akan memberi 100 likes jika Jun-ki memakan tulang ayam. Jun-ki bersedia melakukannya, namun Seo-jin lansgung menyeretnya dan menjelaskan bahwa itu adalah tindakan konyol dan berbahaya..


Tapi demi ‘like’ yg menghasilkan uang, Jun-ki rela melakukan hal tersebut. Padahal ternyata, orang yg menulis komentar itu.. hanyalah anak SMA.

Melihat Jun-ki yg benar-benar melakukan permintaannya, membuak siswa itu menertawakannya. Dia memang memberikan 100 ‘like’, tapi sambil berkata: “Aku mesti belajar dengan rajin, supaya tidak berkahir seprti orang itu..”
Comments


EmoticonEmoticon