3/14/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 9 PART 2

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 9 Part 1

Jun-ki dan Du-shik mulai melakukan pekerjaannya, sebagai tester obat flu. Mereka berdua sangat bahagia, karena mendapatkan bayaran besar, padahal tugasnya hanya harus minum obat, diambil dara dan berbaring sepanjang hari.


Ponsel Du-shik berdering, ada telpon masuk dari Mal-geum tapi dia tak mau mengangkatnya. Jun-ki bertanya kenapa? Du-shik jawab, dia tak ingin Mal-geum mencemaskannya,


Dirumah, Dong-gu sibuk mengasuh Sol. Soo-ah yg memerhatikannya, langsung berkomentar, menyebut sikap Dong-gu banyak berubah. Padahal semasa berpacaran dengannya, Dong-gu sangat egois dan hanya mempedulikan dirinya sendiri, tapi sekarang.. dia sangat peduli pada Sol.


Dong-gu mendengar celotehan Soo-ah, namun tak teralu dia anggap. Karena dia fokus pada Sol yg terus memerhatikan sosis yg tengah dia makan~


Karena harus menyelesaikan pekerjaannya, Dong-gu mendudukan Sol disampingnya, sehingga dia bisa dengan leluasa mengedit video di laptopnya.


Dong-gu dan Du-shik telah meminum obatnya, lalu mereka lanjut bermain games sambil tiduran. Tapi ketika berbicara, mereka sadar kalau suaranya berubah jadi cempreng, sangat mirip dengan suara donald duck.

Bukannya cemas, mereka malah tertawa cekikikan dan saling menggoda satu sama lain~~~


Setelah Dong-gu menyelesaikan pekerjaannya, Seo-jin pulnag. Dia bertanya, “Dimana Sol?”

“Ada disini..” jawab Dong-gu sambil menunjuk kearah kursi tempatnya duduk


Namun betapa kagetnya dia, ketika tersadar bahwa Sol telah menghilang, entah kemana perginya. Dia pun mencari ke seluruh tempat, dari mulai kolong kursi hingga kasur, namun dia tak berhasil menemukannya..


Teringat kejadian tempo hari, maka Dong-gu memanfaatkan Soo-ah, bak radar yg bisa mendeteksi keberadaan Sol.


Beberapa saat berkeliling, akhirnya mereka mendengar suara tangisan dari dalam kamar. Dan memang tepat, disana ada Sol yg tengah bersembunyi di kasur yg tetutup tirai.


Semuanya kaget, sekaligus bingung.. mengapa Sol bisa berada disana? Namun fokus mereka, seketika teralih pada wajah Sol yg memerah dan ketika disentuh dahinya, ternayta badan Sol agak panas..


Di Rumah Sakit, Jun-ki dan Du-shik mulai keheranan dengan suara mereka yg aneh, yg bahkan menjadi tertawaan pasein lainnya. Tapi ternyata... mereka semua, yg menjadi tester obat memiliki suara yg serupa.


Alhasil, mereka semua jadi panik dan bertanya-tanya.. ada apa dengan dirinya? Suster yg bertugas, tak mampu memberikan jawaban. Dia ikutan panik dan malah buru-buru pergi, begitu saja~


Yoona tengah menghabiskan waktunya sendirian dan tak sengaja dia bertemu dengan pria tempo hari, “Kamu pria yg membuat Sol tertawa ‘kan?”


“Ya. Kita bertemu lagi disini ternayta. Ngomong-ngomong, di mana bayi lucu itu? Kenapa kamu di sini sendiri? Ayahnya pasti mengasuhnya hari ini, bukan?”

“Tidak. Dia tidak memiliki ayah. Aku membesarkannya sendiri.”

“Begitu rupanya. Pengasuh anak sedang menjaga Hoon. Jadi, aku bebas.”

“Begitu, ya. Lalu apa kamu dan istrimu pergi berkencan?”

“Tidak. Istriku meninggal enam tahun lalu. Jika dipikirkan, kita belum berkenalan. Namaku Song Hyun Joon.”

“Namaku Han Yoona.”

“Senang bertemu denganmu lagi, Yoona”

“Aku juga, senang bertemu denganmu.”


Tak sengaja, Hyun-joon melihat kotoran di mantel Yoona, “Itu apa?” tanyanya

“Ahh.. Ini pasti Sol.”

“Begitu rupanya. Pasti bayi yang melakukannya. Kamu tidak bisa bayangkan sebanyak apa Hoon muntah saat kecil. Aku tidak punya satu pun pakaian yang layak.”


Tiba-tiba, Yoona menerima telpon dari Seo-jin yg memebritahukan kondisi Sol yg tengah sakit dan sekarang telah berada si RS. Maka bergegas, Yoona pamit dan berlari pergi..


Dokter menjelaskan, bahwa pencernaan Sol mengalami iritasi, “Sebelumnya, dia makan apa?”


Dengan gugup, Dong-gu bercerita bahwa dia memberikan sedikit roti hot dog dan bubur abalon.


“Oppa.. kamu ini sudah gila?” celetuk Seo-jin

“Maaf.. aku kita, tak akan ada masalah.. aku benar-benar minta maaf..” papar Dong-gu


“Tidak apa-apa. Aku seharusnya memberitahumu. Ini salahku... Sol. Maafkan ibu. Ibu seharusnya tidak meninggalkanmu di rumah.” ucap Yoona sambil menatap Sol dengan cemas


Jun-ki dan Du-shik, pulang meninggalkan Rumah Sakit mereka hendak naik taksi, tapi supir malah menatapnya heran setelah mendengar suara mereka yg aneh.

Maka dengan susah payah, mekre menjalsakan bahwa suaranya merupakan efek samping obat dan mereka tidak sedang bermain-main..


Tapi tiba-tiba, si supir turun dan langsung berjalan menghampiri mereka. Sangat mengejutkan.. karena ternyata suara si supir, mirip seperti mereka dan tingkah mereka membuatnya serasa diejek dan direndahkan. Alhasil, dia lansgung mengejar mereka sambil berteriak mengomelinya~~


Gara-gara ulahnya, Dong-gu tak berani berhadapan lansgung dengan Yoona. Dia hanya diam, memerhatikan Sol dari kaca di pintu..


Tiba-tiba, datang Soo-ah yg berjalan menghampirinya lalu menyuruhnya untuk masuk saja,

“Aku ingin masuk, tapi tidak bisa menghadapi Yoon Ah dan Sol. Aku merasa buruk. Entah kenapa aku sangat bodoh.”

“Dong Gu. Aku boleh bertanya sesuatu?”

“Apa?”


“Ini tentang perasaanmu pada Yoona.. Apa kamu sudah mempertimbangkan situasi mereka?”

“Maksudmu?”

“Kamu tahu situasi Yoon Ah tidak normal. Dia bahkan memiliki Sol. Kamu yakin bisa menghadapi semua permasalahan dia, bukan? Jangan bilang kamu tidak pernah berpikir tentang ini. Ini mungkin bukan urusanku, tapi jika kamu tidak yakin tentang mengambil tanggung jawab, jangan memulainya sejak awal. Itu sudah cukup sulit untuknya.”


Jun-ki dan Du-shik sampai di rumah,, dan hanya ada Seo-jin disana. Sebisa mungkin, mereka tak berbicara, karena tak mau suaranya didengar Seo-jin..


Tapi tak sengaja, mereka mengeluarkan suara yg tentunya membuat Seo-jin keheranan. Ketika diatanya kenapa, Jun-ki lansgung menyalahkan Du-shik.. tapi Du-shik tak mau disalahkan dan menyebut Jun-ki sendiri yg ingin ikut dalam pekerjaan ini tanpa diajak olehnya.


Tiba-tiba, ponsel Du-shik berdering.. karena ada telpon dari Mal-geum. Dia tak berani mengangkatnya, karena sadar suaranya terdengar sangat aneh. Maka dia pun meminta bantuan Seo-jin..


Ternyata, Mal-geum ingin mengajak Du-shik bertemu diluar karena ada yg ingin dia bicarakan.

“Mungkin dia datang untuk mengatakan bahwa dia menyukaimu” komen Jun-ki yg seketika membuat Du-shik tersipu malu 


Mereka pun bertemu di taman, Mal-geum membuka pembicaraan dengan langsung mengungkapkan bahwa dirinya akan bekerja lagi dengan agensi lamanya,

Sempat berniat tidak mengeluarkan suara, tapi akhirnya tak bisa, karena dia terlalu kaget sekaligus kecewa dengan pilihan Mal-geum, “Apa? Kenapa mendadak seperti ini?!” 


“Du Shik. Ada apa dengan suaramu?”  tanya Mal-geum

“Aku terkena flu... Kamu bekerja dengan agenmu lagi. Apa maksudmu? Maksudmu kamu akan membintangi film erotis lagi?”

“Tidak. Dia merencanakan sebuah drama dengan perusahaan produksi Tiongkok. Dia bilang akan memberikanku sebuah peran di drama itu. Aku akan pergi ke Tiongkok karena itu.”


“Kapan?”

“Besok. Aku pergi mendadak karena kepentingan jadwal syuting.”

“Secepat itu? Mal Geum. Apa kamu mendengar sesuatu dari agenmu?”

“Tentang apa? Maksudmu tentang kamu bilang akan membayar biaya kontrakku? Aku sudah tahu tentang itu. Aku tahu kamu bekerja paruh waktu karena aku. Tapi aku berpura-pura tidak tahu. Aku ingin kabur apa pun yang terjadi.”

“Apa kamu bekerja dengannya lagi karena uang? Mal Geum, aku bisa mendapatkan uangnya untukmu.”


“Tidak. Ini bukan hanya karena uang. Aku memang ingin melakukannya. Karena di sini, betapa pun kerasnya aku berusaha, aku tidak bisa melakukan apa pun karena perbuatanku di masa lalu. Maka aku mau memulai kembali di tempat diriku tidak dikenali.”

“Kamu sungguh harus pergi? Tidak bisakah kamu tetap di sini?”

“Ini peluang besar untukku. Aku tidak ingin melewatkan ini, Du Shik. Kamu akan mendukungku, bukan?”


Sebelum berjalan pergi, Mal-geum memberikan beberapa lembar foto lawas dirinya bersama dengan Du-shik disaat masih kanak-kanak.


Disalah satu foto Du-shik, terdapat gambar hati yg sepertinya digambar oleh Mal-geum sendiri, “Terima kasih banyak. Aku akan pergi. Jaga dirimu...” ucap Mal-geum sambil berjala meninggalkan Du-shik yg terlihat begitu sedih
Comments


EmoticonEmoticon