3/14/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 9 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 9 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 9 Part 2

Sol akhirnrya dibolehkan pulang dari Rumah Sakit. Jun-ki menggendongnya dan terus mengomeli Dong-gu atas tingkahnya yg memberi makanan berat pada bayi yg masih minum ASI, “Dasar! Kamu ini, sudah tidak waras yaa!”


Namun Yoona membelanya, dia bilang.. yg salah adalah dirinya yg tidak sempat memberitahukan Dong-gu tentang hal itu, jadi tak perlu menyalahkan Dong-gu.. lagipula sekarang Sol telah sehat kembali, jjadi tak ada yg perlu mereka khawatirkan.


Dong-gu sendiri, tak mau berkomentar apa pun. Dia terus diam, karena teringat perkataan Soo-ah tempo hari. Dia bertanya-tanya pada diirnya sendiri, “Apa aku akan bisa menjaganya? Aku bahkan tidak bisa menjaga Sol dengan baik..”


Dong-gu berjalan pergi, dan tak lama kemudian datanglah Seo-jin yg baru bangun tidur,

“Bagaimana bisa seorang pencari kerja tidur siang rutin seperti itu?” celetuk Jun-ki

“Aku menyiapkan wawancara semalaman. Tadi itu hanya tidur sebentar.” Jawab Seo-jin kesal, 


Karena Jun-ki terus mengejeknya, akhirnya dia pun mengejeknya ballik, bahkan mereka sampai saling jambak dan cekik..


“Bagaimana kalian bisa bertengkar setiap kali bertemu?” komen Yoona

“Biarkan saja mereka. Seperti itulah cara orang menjadi dekat.” Tukas Soo-ah


“Apa? Menjadi dekat? Bagaimana kamu bisa bilang begitu? Dia pria terburuk yang pernah kulihat dalam hidupku. Bahkan jika aku ditinggal sendirian di pulau terasing dengannya, aku tidak akan mau dengannya!!!” tegas Seo-jin

“Aku juga. Jika aku ditinggal sendirian di pulau terasing denganmu, aku lebih baik hidup dengan penyu, bukan kamu! Karena penyu tidak bisa menumbuhkan janggut. Kulitnya halus!” ujar Jun-ki

“Penyu itu baru saja memberitahuku bahwa dia benci pecundang sepertimu!” tukas Seo-jin 


Tiba-tiba terdengar suara ponsel yg berdering. Jun-ki salah, menganggap ponsel Seo-jin sebagai ponselnya karena model posel mereka sangat serupa. Alhasil, terjadilah perdebatan lagi..


Namun, Du-shik berhasil mengalihan perhatian mereka semua. Du-shik dengan suaranya yg se-cempreng donald duck, tengah karaoke-an seorang diri dengan menyanyikan lagu galau..


“Kenapa dia bahkan ingin bernyanyi dengan suara itu?”

“Kamu harus mencoba memahaminya. Mal Geum berangkat hari ini.”

“Efek sampingnya bertahan sangat lama. Dia meminum obat secara konsisten.”


“Kakak, suruh dia berhenti!” teriak Seo-jin

Tap nyatanya, Dong-gu malah ikutan bernyanyi lagu galau bersama dengan Du-shik T_T

“Ada apa dengannya?”

“Tidak ada orang di keluarga ini yang waras.”


Du-shik tengah berlatih dialog untuk film terbarunya. Kali ini, karakternya adalah sebagai seorang jaksa,

Mendengarnya, langsung membuat Seo-jin tertawa cekikikan, “Seorang jaksa? Dengan wajah itu? Kamu lebih cocok menjadi preman!”

“Chewbacca, kamu jangan bicara denganku seperti itu!” tukas Jun-ki


Seo-jin ingin memasak ramen, tapi kompornya tak menyala. Jun-ki mencoba untuk membantu.. namun sangat sial, karena api malah menyembur secara tiba-tiba kearah wajahnya, hingga membuat alisnya botak..


“Astaga, ini membuatku gila. Aku harus bekerja nanti. Bagaimana bisa bekerja seperti ini?” keluh Jun-ki


Dan ketika melihat wajah Jun-ki, Dong-gu serta Du-shik yg sedang galau, tiba-tiba langsung tertawa terbahak-bahak, “Ada apa dengan alismu? Astaga...”

“Berhenti tertawa. Berhenti!!!!!” teriak Jun-ki dengan sangat kesal


Du-shik membeli sebuah mainan rancang model plastik, dia bilang.. benda itu bisa menenangkan pikirannya,

“Biarkan aku membantumu, Du Shik. Aku juga sedang banyak pikiran...” 

“Baiklah.”


Berduaan saja, Du-shik dan Dong-gu telah mempersiapkan diri mereka untuk mulai merakit. Namun, mereka terkesan saling menantang.. mengenai siapa yg lebih handal dan kuat untuk menyelesaikan semuanya,

DU-SHIK: “Kamu pernah merakit ini sebelumnya? Ini lebih sulit dari yang kamu pikirkan. Tidak sembarang orang bisa membuat ini.”

DONG-GU: “Apa? Hanya butuh seperempat hari untukku menyelesaikan ini.”

DU-SHIK: “Begitu membuka kotaknya, kamu tidak boleh makan apa pun atau tidur hingga kamu menyelesaikannya. Kamu tidak masalah dengan itu? Jika kamu berpikir akan menyerah di tengah jalan, sebaiknya menyerahlah sekarang.”

DONG-GU: “Aku tidak akan pernah melakukan itu. Jika kamu tidak yakin dengan dirimu, kamu yang harus berhenti.”


Jun-ki berusha keras untuk memodifikasi alisnya, sari mulai menggambarnya dengan pencil alis hingga menelpelkan lakban. Namun semuanya, malah membuatnya terlihat makin konyol dan aneh.


Soo-ah yg duduk di dekatnya, tak sengaja melihat brosur toko wig, “Tanyakana saja, apakah mereka punya wig untuk alis..” ujarnya

“Apa-apaan?! Barusan kau mengejekku!”

“Yasudah kalau tida mau..”


Beberapa sata kemudian, datanglah Seo-jin yg telah berdandan rapi untuk berangkat ke tempat wawancara kerja. 


Jun-ki sempat menggeutu padanya, tapi kemudian.. dia terpikir ide gila. Dia  sengaja menjahili Seo-jin, dengan cara menempelkan brosur di punggungnya..


Seo-jin tak menyadari hal itu, dan dia langsung pamit lalu pergi begitu saja, meninggalkan Jun-ki yg tertawa girang~


Seo-jin menjawab seluruh pertanyaan wawancara dengan sangat lancar. namun, disaat dia meninggalkan ruangan, salah seroang pewawancara yg rambutnya agak botak, melihat brosur yg tertempel di pundak Seo-jin.


Pria itu pun lansgung menghampirinya, “Nona Kang Seo Jin? Ada sesuatu di punggungmu. Apa kamu membawa ini untukku?”

“Tidak. Sungguh.”

“Baik, kamu harus pergi.”


Dengan sangat kesal, Seo-jin mengomel, “Lee Jun Ki! Dasar!!!! Bedebah gila itu.”


Di lokasi syuting, sutradara mengomentari kondisi alis Jun-ki.. dia kahirnya mengganti perannya menjadi seorang preman saja.


Namun, ketika syuting dimulai... akting Jun-ki kurang maksimal. Dia disebut kurang garang, padahal wajahnya usah sangat mendukung untuk memerankan sosok preman~


Dirumah, Jun-ki dan Seo-jin lagi-lagi bertengkar hebat. Mereka saling menyalahkan satu sama lain, atas kejadian yg dialaminya hari ini.


Namun suasana mendadak hening, ketika Seo-jin menerima pesan masuk.. Setelah membacanya, dia tak bisa mengatakan apa pun, maka Yoona mengambil ponselnya.. dan ternyata, itu adalah pesan dari perusahaan yg mewawancarainya, yg memberitahukan bahwa Seo-jin tidak lolos..


Merasa sedih... Seo-jin langsung masuk kamar, meninggalkan mereka semua, yg tentunya langsung menyalahkan Jun-ki atas kejadian ini~


1 komentar

  1. Judul lagunya ap yg yg dinyanyiin pas karaoke eps 9 ini

    BalasHapus


EmoticonEmoticon