3/14/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 9 PART 4

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 9 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 9 Part 3

Merakit rancang model seharian, tentunya membuat Du-shik dan Dong-gu mulai kelelahan. Namun mereka, terlalu gengsi untuk mengakuinya.. maka hanya bisa mengomel dan menggerutu dalam benaknya saja.


Hingga tiba-tiba, Dong-gu mendapatkan sebuah alasan brilian untuk bisa beristirahat.. Sekarang, adalah saatnya acara ‘Knowing Bros’ tayang, “Aku ingin menontonnya, aku penggemar setiap acara itu..” ujarnya

Karena sangat lelah, Du-shik pun menyetujui permintaan Dong-gu dan sempat bilang, kalau dirinya pun penggemar berat acara tersebut *meskipun sebenernya enggak*


Dengan riang, mereka hendak berdiri.. tapi tiba-tiba, datanglah Soo-ah, “Klian, mau kemana?”

“Mau nonton ‘Knowing Bros’.. itu acara favoritku..”

Dengan datarnya, Soo-ah mengatakan “Acara itu, tisak tayang hari ini..”


*Gubrakkk* Maka dengan sangat terpaksa, Du-shik dan Dong-gu harus kembali duduk, dan melanjutkan rakitan yg tengah mereka kerjakan~


Esok paginya, Yoona memberitahu Dong-gu dan Soo-ah kalau Seo-jin sangat sedih.. dia tak mau makan,, atau bahkan turun dari tempat tidurnya..


Merasa bersalah, maka Jun-ki datang menghampirinya, “Kamu tidak mau makan?”

“Pergi. Aku tidak mau bicara!”

“Maafkan aku, Seo Jin... Aku tidak menduga itu masih tertempel hingga wawancara. Jangan terus marah seperti ini.”

“Tinggalkan aku sendiri!”

“Tidak bisakah kamu menerima permohonan maafku? Lagi pula, itu tidak sepenuhnya salahku kamu tidak dapat pekerjaan.”


“Aku tahu. Aku tahu itu bukan sepenuhnya salahmu.”

“Lalu ada apa? Ini bukan pertama kalinya kamu ditolak.”

“Ini wawancara terakhirku....”

“Apa maksudmu?”


“Aku sudah memutuskan menyerah dan mencari pekerjaan lain jika aku ditolak kali ini. Sekarang aku ditolak, aku merasa sangat buruk. Jadi, uruslah urusanmu sendiri dan pergi. Tinggalkan saja aku sendiri.”


Soo-ah memergoki Du-shik dan Dong-gu yg sepertinya telah tertidur. Namun ketika ditegur olehnya, merkea langsung terbangun dan menegaskan bahwa diirnya sama-sekali tidak tidur, bahkan memejamkan matanya..


Namun dalam benaknya, masing-masing dari mereka menyatakan bahwa dirinay telah jengah dan ingin menyerah saja.. namun tak ingin diejek oleh lawan.


Akhirnya, Dong-gu tersadar bahwa ibu jari dan telunjuknya jadi rapat karena terkena lem. Hal itu dia ungkapkan kepada yg lainnya, dan dia jadikan sebagai alasan untuknya berhenti merakit. Kebetulan, Du-shik pun mengalami hal yg sama, maka mereka bersiap-siap untuk bangkit pergi..


Namun Soo-ah mengeluarkan aseton (yg dipake buat bersihin kutek), yg dia ilang bisa melepas lem jenis apa pun. Dan benar saja.. hanya dalam beberapa kali olesan, jari Dong-gu dan Du-shik kembali bersih seperti semula~


Jun-ki berlatih keras untuk adegan di film-nya. Tiba-tiba ponselnya berdering.. namun ketika diangkat, itu adalah telpon dari perusahaan tempat wawancara Seo-jin, yg memberitahukan bahwa sekarang saatnya untuk wawancara tahap kedua. Sepertinya, sms yg kemarin itu salah kirim


Kenapa ponsel Seo-jin ada di tangan Jun-ki? Ternyata.. tadi pagi, setelah mengobrol, Jun-ki salah ambil ponsel..


Buru-buru, Jun-ki menelpon Seo-jin dan meberitahukan bahwa dia mesti ikut wawancara tahap kedua, di ruang seminar lantai 10 jam 14.00. Seo-jin kaget dan bingung.. karena waktunya terlalu mepet..


“Kamu bisa segera tiba jika naik taksi!”

“Aku dalam perjalanan ke laut dengan bus. Aku bepergian cukup jauh. Wawancaranya akan berakhir meski aku bergegas pergi kesana..”


“Apa kamu akan benar-benar menyerah? Kamu bilang ini wawancara terakhirmu.”

“Aku tidak memiliki cukup waktu.”

“Aku akan berusaha menundanya, jadi, datanglah sekarang juga.”


Di tempat kursusnya, Yoona dibuat kaget sekaligus tak percaya... karena pria tampan bernama Song Hyun-joon yg beberapa kali membantunya, ternyata adalah seroang koki pastri terkenal yg menjadi instruktur masak di kelasnya..


Jun-ki sangat serius dengan perkataannya pada Seo-jin. Dia rela meninggalkan lokasi syuting, demi mengulur waktu, supaya Seo-jin bisa wawancara.


Disana, dia bertingkah seperti preman.. dia masuk kedalam ruangan wawancara, lalu bertingkah ‘sok’ garang sambil mengatakan kalimat dari naskah film-nya.


Namun sangat mengejutkan, karena ada salah seorang pewawancara yg badannya dua kali lipat lebih besar dibanding Jun-ki. Yang tentunya, berhasil membuat nylai Jun-ki ansgung ciut seketika..


Tepat disaat Seo-jin sampai, Jun-ki diseret keluar. Dia tak mengatakan apa pun, hanya mengedipkan mata pada Seo-jin, untuk memberinya semangat..


Di rumah, akhirnya Dong-gu memiliki alasan yg tepat untuk berhenti merakit rancang modelnya. Dia sengaja, menyembunyikan salah satu bagian yg lumayan penting, “Aku sangat kesal. Astaga... kurasa aku tidak akan bisa tidur sekarang...” ujar ya sambil berjalan pergi dengan pelan


Du-shik ikutan berjalan pergi, dan itu membuat Soo-ah bertanya, “Kenapa? Bukannya belum beres?”

“Aku mencemaskan Dong Gu. Aku berpengalaman tentang ini, jadi, aku baik-baik saja, tapi aku tahu betapa stresnya bagi orang lain ketika mereka kehilangan radar saat membuat model plastik.” Jawab Du-shik


Selesai wawancara, Seo-jin menemui Jun-ki yg tengah minum sendirian di sebuah kedai..


Beberapa saat kemudian, mereka berdua sama-sama mabuk dan Seo-jin mengungkapkan rasa terimakasihnya atas tindakan Jun-ki hari ini,


“Aku sedikit tersentuh olehmu hari ini.”

“Tidak perlu membicarakannya. Itu wawancara yang sangat penting bagimu, bukan? Yang terakhir. Jadi, tolong masuklah ke perusahaan itu.”

“Baiklah. Jika aku diterima, aku akan membelikanmu sebuah tato alis. Itu akan tampak cantik.”

“Terima kasih. Tapi... Aku tidak mau tato...rambutmu saja tempelkan disini..”

“Astaga! Kau mau mati!”


“Saat aku melihatmu hari ini, jantungku berdebar-debar. Menurutmu kenapa begitu?” tanya Seo-jin


“Lepaskan. Apa yang kamu lakukan?”

“Biarkan aku lihat.”

“Apa?”

“Lihat aku”

“Kenapa aku berpikir bahwa kamu terlihat tampan?”


Dan setelah melihatnya, tanpa mengatakan apa pun....  tiba-tiba Seo-jin mencium bibir Jun-ki...

1 komentar


EmoticonEmoticon